YENA

YENA
Kasih seorang ibu



pagi itu Bobby berdiri di samping mobilnya, ia enggan untuk masuk ke dalam rumah makan pinggir pantai itu.


"Bobby...." seseorang menganggetkannya dari belakang


spontan ia menengok ke sumbernya suara,


"Ibu.." Gumam Bobby


"Bagaimana kabar mu nak..? Lama kita bertemu.. kini kamu telah menjadi pria yang tinggi dan tampan" Ucap Bu Yume tersenyum.


Bobby tak bisa lagi bersikap seolah tak mengenalnya di dasar hatinya, ia sangat merindukan ibunya itu.


"Tentu saja aku kan anak ibu..." Bobby tersenyum sambil lalu memeluk ibunya


"Ibu tidak menyangka akan bertemu dengan kamu hari ini... sekaligus bertemu dengan calon cucu ibu.." ucap Bu Yume


sontak Bobby melepaskan pelukannya, ia kaget bagaimana ibunya tau bahwa ia kini akan menjadi calon ayah.


Rasa haru berubah menjadi rasa malu, ia bingung harus mulai bicara dari mana.


"bagaimana ibu bisa tahu...?" tanya Bobby


"Ibu yakin kok.. anak ibu selain tampan dia juga punya rasa tanggung jawab yang besar benarkan..?" tanya Bu Yume


"Apa Yena mengadu pada ibu..?" tanya Bobby


"Sudahlah jangan salah kan gadis itu.. dia itu gadis baik.. bangun tidur dia langsung berbenah merapihkan tempat tidur lalu membantu ibu bekerja... dia juga cantik dan menggemaskan.. iya kan??" tanya Bu Yume


"Aku sangat merindukan ibu..." Ucap Bobby


"Kamu ini.. masih sama seperti dulu.. bukannya menjawab malah mengalihkan pembicaraan.." Ucap Bu Yume tersenyum pada Bobby


"Ikutlah bersama ku pulang Bu..." ajak Bobby


"Tidak bisa nak.. ibu punya pekerjaan disini, mampirlah kesini jika kamu punya waktu lagi.." Ucap Bu Yume


"Apa kita tidak bisa seperti dulu Bu...? ibu tak usah bekerja Bu.. kini aku sudah bisa bekerja, aku bisa menghidupi ibu tanpa sangkut paut dengan ayah" ucap Bobby


"Ibu mengerti nak.. tapi, ada seseorang yang harus ibu jaga.. nenek-nenek itu sudah tua nak.. jika bukan ibu yang merawatnya siapa lagi??" Gumam Bu Yume


"Jadi ibu tidak mau pulang bersama ku?" tanya Bobby


"Untuk sekarang tidak bisa nak.. sering-seringlah kamu datang kesini nak.." Ucap Bu Yume


"Ya sudahlah.. aku sudah terbiasa sendiri.." Ucap Bobby merajuk


"Kamu tidak sendirian kan ada Yena yang selalu bersama mu..." ucap Bu Yume tersenyum


"Ia Bu.. tapi, jika ada ibu itu lebih lengkap.." Ujar Bobby


"Nanti ya.. ibu akan usahakan.. tapi tidak untuk sekarang.." Gumam Bu Yume


"baiklah..." jawab Bobby


"Masuklah.. makan dulu sebelum kamu pulang.." Ucap Bu Yume


Bobby pun mengikuti langkah ibunya dari belakang menuju ke dalam rumah makan.


Sampai di dalam terlihat Yena dengan memakai celemek, baru selesai mencuci piring.


"Sudah kita makan dulu.. jangan bekerja terlalu keras.." ujar Bu Yume pada Yena, sambil membukakan ikatan tali celemek yang berada di belakang badannya.


"Akh.. aku tidak bekerja keras kok Bu.." Yena tersenyum malu.


Bobby dan Yena duduk di meja pelanggan.


"Biar aku bantu..." Yena bangkit membantu Bu Yume membawakan beberapa makanan dari dapur lalu meletakkannya di atas meja di depan Bobby


beberapa makanan laut dan nasi putih di sampingnya, telah siap untuk di makan.


"Ibu masuk dulu ya..." ujar Bu Yume


"Ibu harus mengerjakan hal yang lain di dalam.." ucap Bu Yume


"Tidak ada pekerjaan lain Bu.. semua telah aku selesaikan.. ibu duduk dan makan saja bersama kami.." Ujar Yena


Bu Yume ikut duduk di samping mereka dan makan bersama.


Perasaan bahagia dan haru bisa makan bersama ibunya kembali di rasakan Bobby.


Meski wajahnya mulai berkerut namun, Senyuman dan perhatiannya masih sama.


ia menyiuk beberapa lauk yang di berikan diatas nasi putih di piring Bobby dan Yena.


Membuat Bobby merasakan kembali nuansa nikmatnya makan bersama keluarga.


mereka terlihat lahap memakan makanan itu.


selesai makan Bobby dan Yena pamit untuk pulang,


"Bu kami pulang dulu ya.." ucap Yena


"Ini bawalah.. sesampainya di rumah kalian bisa makan kembali.." Ucap Bu Yume memberikan satu kantong plastik berisi beberapa makanan laut.


"Akh.. tidak usah Bu.. kami terlalu merepotkan.." ujar Yena hendak mengembalikan bungkusan itu kembali


"Tidak.. ibu tau, orang hamil itu cepat lapar kembali.." ucap Bu Yume


Ucapan Bu Yume membuat Yena terlihat malu, sepintas ia melirik ke arah Bobby.


ia tak menyangka ibu ini akan berkata begitu saat ada Bobby bersamanya.


"Ya sudah.. terimakasih.." ucap Yena malu-malu


"Kamu.. simpan dulu sana ke mobil.." ucap Bobby


"baiklah.." Jawab Yena


Yena meninggalkan Bobby dan Bu Yume.


"Bu.. aku sudah bekerja sekarang, aku ingin ibu merasakan uang dari jerih payahku.." Bobby mengeluarkan amplop coklat yang telah ia siapkan sebelumnya.


"Ibu tidak merasa kekurangan sama sekali nak.. sudah pakailah.. sebentar lagi kamu harus membeli beberapa peralatan untuk bayi kan..??" Bu Yume menolak secara halus


"Bu terimalah.. aku memiliki uang lebih.. aku Takan kekurangan jika hanya untuk membeli peralatan bayi ataupun membayar persalinan nantinya.." ucap Bobby


"tidak.. tapi ini uang mu.. pakailah untuk kebutuhan mu yang lain..." Jawab Bu Yume


"Aku akan sangat kecewa jika ibu terus menolak dan tidak mau menerimanya..." Ujar Bobby menyodorkan amplop itu.


"baiklah.. ibu terima.. terimakasih sebelumnya nak.. ibu tidak membesarkan mu dan kamu masih baik pada ibu.." ujar Bu Yume


"Bu pikirkanlah ajakan ku sebelumnya.. tinggallah bersama kami..." Ucap Bobby


"Baiklah.. nanti ibu akan pikirkan kembali.." Ucap Bu Yume


Beberapa saat kemudian Yena datang kembali.


"Aku sudah menaruh di mobil.." ucap Yena


"Bu kami pamit dulu..." Ucap Bobby berpamitan.


"Bu.. kami pulang dulu ya.." Ucap Yena tersenyum


"Iya.. hati-hati di jalan bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut.." ujar Bu Yume


Bu Yume mengantarkan sampai ke depan Restorannya.


dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya, ia memperhatikan sambil melambaikan tangannya hingga anak gadis dan anak kandungnya yang sangat ia rindukan itu masuk ke mobil dan melajukan kendaraannya hingga tak terlihat lagi.