YENA

YENA
Ajakan untuk Menikah



Seorang pria terbangun dari tidurnya, ia tersentak saat mengingat ia memiliki janji penting dengan kekasihnya.


"Ada apa sih Bob, kamu ngagetin orang yang lagi tidur aja..." Ucap gadis yang terbangun dari tidurnya gara-gara Bobby.


"Aku tidur disini..? sejak kapan? Ini jam berapa..? aku melewatkan sesuatu.." Ucap Bobby panik lalu melihat jam yang menunjukkan pukul 03.00 pagi.


"Apa sih Bob.. ini udah malem.. jangan berisik deh.." Yena yang yang tidur di sampingnya memprotes.


"Kenapa Lu gak bangunin gua..?!!!" Ucap Bobby


"Suruh sia kamu abis makan langsung tidur di kasur... aku bangunin kamu beberapa kali tapi kamu gak bangun-bangun.. terus sekarang kamu mau nyalahin aku gitu?!! emang kerjaan banyak banget apa nyampe kamu tidur kaya kebo gitu?!!" ucap Yena ngomel


"Gua semaleman gak tidur jagain lu.. puas Lu..?!!!" Ucap Bobby meninggalkan Yena di kamar


Yena terdiam, setelah mendengarkan ucapan Bobby


"Eh, kamu mau kemana?" tanya Yena


"Mandi.. kenapa? mau ikut?!!!" Ucap Bobby


"Idih.." Gadis itu kembali terbaring, menutup tubuhnya dengan selimut.


Bobby mengambil handphonenya di saku celananya, HP-nya memang sengaja di mode silent, namun karena mode silent juga ia sampai tak bisa mendengar 15 panggilan dan 25 pesan dari Irene..


"Dia pasti.. menungguku, apa yang harus aku katakan padanya.. bodoh sekali.. kenapa aku harus tertidur?! dia pasti sangat marah saat ini..." Batin Bobby


Bobby mencoba menelpon Kekasihnya itu namun no tidak aktif.


"Dia pasti sangat marah padaku.." Batin Bobby


Bobby memutuskan tuk mandi membersihkan dirinya, rasa lengket dan gatal di tubuhnya membuat ia tak berlama-lama dan langsung masuk ke kamar mandi.


Beberapa lama kemudian, pria itu keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Di lihatnya gadis yang sempat mengomelinya tadi.


"Gampang sekali.. dia tertidur lagi.." Gumam Bobby


Bobby kebingungan dengan pakaian apa yang harus ia pakai, sedangkan ia merasa risih jika harus menggunakan kembali pakaian kerjanya yang sangat formal.


Bobby hendak membangunkan Yena, namun ia mengurungkan niatnya. ia merasa kasihan jika harus mengganggu tidurnya lagi.


Bobby melangkah mendekati lemari Yena, di pakainya celana pendek kain.


Ia tak menggunakan atasan, baginya malam itu terasa panas meski ia baru saja mandi.


Pria itu kembali berbaring di samping Yena yang telah lelap terbuai mimpi.


Perlahan rasa kantuk hinggap di tubuhnya, membuat matanya berat dan perlahan mulai terpejam.


Pagi Harinya, Yena terbangun dengan posisi saling berhadapan dengan Bobby, Ia terkejut karena tubuhnya berada di dekapan pria itu, yang lebih ia kaget kan lagi saat ia sadar bahwa Bobby tak memakai pakaian saat itu.


ia melirik ke tubuhnya..


Lalu menghela nafas lega, saat melihat pakaian yang ia gunakan masih utuh.


Yena hanya cemas, ia takut ke khilafan Bobby terulang kembali, di pikirkannya bisa saja Bobby melakukan hal sekeji itu saat ia tertidur.


Sepulang kerja Bobby langsung ke rumah Irene, karena handphonenya tak pernah aktif lagi sejak semalam.


Bobby datang sore itu, seorang wanita tua tengah duduk di ruangan tamu langsung berdiri dan tersenyum lebar saat Bobby datang menghampirinya, tak lupa Bobby mencium tangan wanita tua itu sebagai tanda hormat dan sopan santunnya pada orang tua.


"Irene nya ada tante..?" tanya Bobby


"Ada kok.. barusan dia lewat abis dari dapur.. duduk dulu aja.." Ucap Bu Risma Ibunya Irene mempersilahkan Bobby untuk duduk


"Iya makasih tante ..." Bobby duduk di sofa.


"Irene gak ke butik Tan?" tanya Bobby


"Gak tau.. harusnya sih.." Jawab Bu Risma


"Eumm.. gitu.." Gumam Bobby


"Irene.. Irene... turun nak, ini ada Bobby bertamu nak..." Bu Risma berteriak-teriak memanggil-manggil nama anaknya.


"Bilangin aja Irene gak ada mah...!!" Irene menjawab dari dalam kamarnya, dengan suara kencang.


Suara Irene yang kencang sampai ke telinga Bu Risma dan Bobby di ruang tamu.


Bus Risma menatap Bobby yang duduk di hadapannya, seolah merasa tidak enak hati pada Bobby.


"Anak itu.. benar-benar.. Irene ini orangnya udah di bawah.." Bu Risma dengan suara kencang


"Bilangin aja Irene nya udah tidur..." Jawaban Irene secara tidak langsung menolak untuk bertemu Bobby.


"Lah.. terus itu yang jawab siapa. kalo dia bilang udah tidur..?!" Gumam Bu Risma


"Mungkin Irene nya lagi gak mau di ganggu Tante.." Ucap Bobby


"Emang kalian itu kenapa? bertengkar lagi..?! gak capek apa pacaran udah 3 tahun berantem terus...?! dari pada berantem mending nikah aja deh..." Ucap Bu Risma


"Iya.. maaf Tante. jadi kemarin saya janji sama Irene buat ketemu di Cafe tapi saya ketiduran.. mungkin Irene marah gara-gara itu Tante.." Bobby yang tak sungkan lagi, menjelaskan pada Bu Risma.


"Oh, jadi begitu.. ya sudah kamu temuin saja Irene di kamarnya. kalian omongin baik-baik.. kalian kan udah sama-sama dewasa, harusnya udah mikirin ke jenjang selanjutnya bukan malah berantem terus kaya anak kecil.." Ujar Bu Risma


"Iya Tante.. kami bakal omongin.. saya permisi mau nemuin Irene ke kamarnya dulu ya tante..." Bobby melangkahkan kakinya meninggalkan Bu Risma


Bobby mengetuk pintu kamar Irene


Tok.... Tok... Tok...


"Ay.. ini aku... Aku masuk ya.." Bobby menekan handle pintunya yang kebetulan tak kunci.


"Ngapain lu kesini??" tanya Irene yang duduk di ranjang menatap Bobby dengan tatapan sinis.


Bobby menghampiri Irene, ia kaget karena mata Irene terlihat lebih sipit dari biasanya, Seperti orang habis menangis semalaman.


"Kamu kenapa.. kok matanya bengkak kaya abis Nangis gitu..." Bobby mendekati Irene dan menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya.


Irene langsung menyingkirkan tangan Bobby, ia mengambil cermin kecil di laci dekat tempat tidurnya.


Irene berkaca di cermin itu, ia tak menyangka tangisannya semalam bisa membuat matanya terlihat menyedihkan Seperti ini.


"Kamu kenapa.. coba cerita.. kamu nangis karena kemarin aku gak Dateng?!, Ay aku minta maaf kemarin aku gak dateng karena aku ketiduran..." Ucap Bobby


Irene menghindari kontak mata dengan kekasih itu


"Enggak.. kata siapa aku nangis.." Jawab Irene tak mengaku Namun, di hati kecilnya ia mengaku memang menangis semalam tapi bukan menangis karena Bobby... Namun, menangisi pria lain yang jelas-jelas bukan Kekasihnya.


"Udah deh Ay.. jujur aja.. Aku bener-bener minta maaf ya.." Ucap Bobby


"Kamu bilang apa sama mamah?" tanya Irene menatap Bobby


"Bilang apa..?! aku gak bilang apa-apa.." Jawab Bobby


"Akh, gua gak percaya.. lu pasti bilang sesuatu nyampe mamah ngijinin lu nyamperin gua kesini..." Ujar Irene


"Ya, aku cuma bilang.. kamu marah gara-gara aku gak nyamperin ke cafe.. udah gitu doang" Jawab Bobby


"Terus mamah bilang apa?" tanya Irene


"Ya kamu hafal lah.. apa yang selalu mamah kamu bilang..." Jawab Bobby


"Iya tapi dia bilang apa...?!!!!" Ucap Irene mendesak Bobby dengan pertanyaan-pertanyaannya.


"Mamah kamu nyuruh kita cepet-cepet nikah.. dari pada berantem terus.." Jawab Bobby.


"terus kamu jawab apa?" tanya Irene


"Ya, aku cuma bilang iya.. iya.. aja.. lagian kamu selalu bilang belum siap kan.. jadi aku faham"


"Ya sudah.. ayok kita menikah saja..."Ucap Irene secara tiba-tiba, membuat Bobby terdiam saking terkejutnya. Irene yang biasanya susah untuk di ajak berkomitmen dan Ia slalu menghindari pembicaraan tentang topik pernikahan tiba-tiba malah menyetujui untuk menikah dengan Bobby.


Bobby heran dengan sikap Irene namun, ia juga bingung ia harus menyetujui atau menolaknya, karena suatu beban di pikirannya, ada gadis lain yang membuat ia tak bisa memutuskan untuk menikah secara tiba-tiba.


"kok diem.. kita menikah saja.." Ucap Irene, ia telah muak memperjuangkan cintanya pada pria yang tak mencintainya, dan lebih menyerahkan dirinya pada seseorang yang benar-benar menyayanginya, meskipun di hatinya ia masih menyukai pria lain.


"Kok tiba-tiba gini..?" Ucap Bobby


"Omongan mamah bener kok, ngapain kita buang-buang waktu buat pacaran.. Aku capek harus begini terus.." Ucap Irene


"Aku capek.. capek banget.. Aku capek, harus terus berpura-pura di depan kamu.. Aku capek, harus terus menangis karena Dimas.. lebih baik aku menyerah dengan rasa cintaku pada Dimas, Dan akan berusaha benar-benar mencintai kamu.." Batin Irene


"Tapi Ay.........."


"Jadi kamu gak mau? kalo gak mau kita putus dan kamu keluar dari kamar ku.." Ucap Irene begitu serius


"Ya... ya.. aku mau.." Jawab Bobby


"Ya sudah kamu pulang sekarang, bilang sama mamah atur semua pernikahannya.." Ucap Irene langsung menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Aku pulang...?? sekarang...??!!" tanya Bobby kebingungan


"Iya.. aku mau tidur.. jangan lupa tutup pintu" ucap Irene tanpa menunjukkan wajahnya


"Baiklah.." Jawab Bobby menutup pintu, meninggalkan Irene di kamarnya.


Bobby sangat kebingungan dengan sikap Irene yang mendadak sangat aneh.