YENA

YENA
DJ Perubahan karena dia



Daniel terlihat mengamati seorang gadis, matanya terus melihat gadis itu, kemanapun gadis itu berjalan matanya tak lepas dari pandangannya.


Setiap malam Daniel selalu berkunjung ke GogiJjang, makan di sana dan hanya duduk dekat kasir menunggu sampai restoran tutup.


Padahal Daniel tipikal pria yang manja dan masih kekanakan-kanakan.


Namun, belakang ini ia bertingkah seolah bukan dirinya, penampilannya terlihat lebih rapih dari biasanya, padahal sebelumnya Daniel adalah pria berantakan yang sering memakai jeans yang robek-robek.


rambut yang sempat di cat pirang, kini terlihat kembali berwarna hitam.


Dia memakai kemeja pendek dan jeans panjang berwarna biru cerah.


Matanya memandang tajam tatkala gadis yang selalu ia amati jejaknya itu tengah tersenyum pada seorang pelanggan pria, mereka saling membalas senyuman.


Entah apa yang di katakan sang pelanggan pria, hingga gadis itu mengeluarkan handphonenya.


"Gak bener nih.. Ini sih namanya bukan kerja.." Gumam Daniel tersenyum masam.


Dengan segera Daniel menghampiri keduanya, ia mengambil handphone gadis itu.


"Apaan ini..??" Tanya Daniel


"Apaan sih Lu.. gua lagi kerja.." Ucap Jessica mengambil handphone nya kembali


"Oh, jadi kerjaan lu ngasih nomor handphone ke orang yang gak lu kenal..?!" Ucap Daniel


"Apaan sih Lu, mas saya permisi dulu ya.. silahkan di nikmati makananya.." Ucap Jessica keluar dengan menarik tangan Daniel


"Lu apaan sih.." Ucap Jessica


"Lu yang apa-apaan, Lu kerja apa cari pacar?segala kasih nomor telepon ke orang yang gak di kenal.." Ucap Daniel


"Mau gua kasih nomor handphone atau gua kasih nomor sepatu pun, Ya terserah gua dong..?! urusannya sama lu?" Tanya Jessica


"Lu gak bisa dong, kasih nomor handphone lu dengan mudahnya ke orang yang gak di kenal.." ucap Daniel


"Di itu pelanggan.." Ucap Jessica


"Pelanggan normal itu cuma minta makan dan bayar, gak minta nomor lu.. harusnya lu gak boleh lah kasih-kasih nomor Lu.." Kata Daniel


"Eh, Lu siapa? kita gak sedekat itu nyampe lu bisa ngatur-ngatur gua.. Lu gak ada hak ngelarang-larang gua kaya gitu.." Ucap Jessica meninggalkan Daniel


Daniel sangat jengkel karena Jessica tak menurut padanya, ia juga terlihat sangat kesal ketika Jessica pergi begitu saja saat ia belum selesai berbicara.


Daniel kembali ke dalam restoran, ia tetap mengamati Jessica dengan wajah cemberut.


Jessica bertingkah seolah tak ada yang terjadi dan mengabaikan Daniel begitu saja.


Ia kembali melayani beberapa pelanggan, senyuman di bibirnya tak luntur hanya karena perdebatannya dengan Daniel.


ia tetap tersenyum pada semua pelanggan yang datang.


Entah kenapa Daniel merasa hatinya terbakar saat melihat Jessica tersenyum pada pelanggan pria, padahal Jessica tersenyum pada seluruh pelanggan yang datang baik pria maupun wanita.


Jam 22.00


Restoran GogiJjang tutup.


"Jessica.." Daniel menghentikan langkah Jessica dengan menarik tangannya.


"Ada apa..?" Tanya Jessica menghela nafas panjang


"Mau ikut denganku?" tanya Daniel


"Harusnya aku bertanya, apa dia memberikan nomornya pada pria itu atau tidak" Batin Daniel


"Kemana..?" tanya Jessica dengan tatapan penuh harap bahwa Daniel akan mengajaknya berwisata ataupun ke tempat yang belum dia kunjungi.


"Besok kamu libur kan? bagaimana kalo kita ke sungai Han.. besok malam ada acara peragaan air mancur disana.." Ucap Daniel


"Aku tak bertanya bukan aku tidak peduli, tapi aku hanya menjaga batasan di antara kita" Batin Daniel


"Benarkah..??" Jessica bertanya dengan sumringah.


"Iya.. kamu tidak mau melihatnya?" tanya Daniel


"Tentu saja aku mau.. pasti akan banyak orang yang menonton.." Ucap Jessica sembari membayangkan betapa indahnya acara besok malam.


Ajakan Daniel mampu membuat Jessica tersenyum lebar dan berhenti marah padanya.


seperti hari-hari sebelumnya Daniel mengantarkan Jessica pulang ke rumahnya, meski hanya dengan kendaraan umum tapi cukup membuat Daniel bahagia asalkan itu dengan Jessica.