
Dengan segera Jessica dan Daniel merapihkan tempat itu, dan menutup toko karena hari sudah semakin larut.
"Kemana perginya kak Irene.."Ucap Daniel yang keluar dari restoran bersama Jessica.
Daniel berlari kecil Namun, pakaiannya di tarik Jessica.
"Kamu mau kemana..?" tanya Jessica
"Mencari kak Irene.. Aku tak bisa membiarkan seorang wanita pulang sendirian malam-malam begini.." Ucap Daniel
"Apa kamu akan membiarkan ku pulang sendirian? aku juga seorang wanita?!!" Ucap Jessica dengan bibir manyun ia jengkel karena Daniel hendak pergi meninggalkannya.
"Ouh iya... Aku sampai lupa bahwa kamu juga wanita..." Daniel tertawa kecil melihat ekspresi wajah Jessica yang marah
"Terus lu liat gua apa? Superman?" Ucap Jessica memukul punggung Daniel
"Iya.. iya.. ampun.. ampun.. aku akan mengantarmu pulang" Ucap Daniel
"Irene pasti sudah di antar pulang bos Dimas.." Ujar Jessica
"Ya sudah.. kamu tidak lupa jalan pulang kan?!" Daniel meledek Jessica
"Kamu itu ya..." Jessica memukul badan Daniel dengan tasnya
"duh.. duh.. udah ampun.. ampun" Daniel berteriak kesakitan membuat Jessica berhenti memberikan pelajaran padanya.
Mereka berjalan berdua dari sunyinya malam, meski baru beberapa hari mereka berkenalan.. Namun, mereka terlihat sangat akrab seperti orang yang telah saling mengenal dalam jangka waktu yang lama.
"Apa yang kamu lakukan setiap hari?" tanya Jessica
"Wah, sepertinya pertanyaan itu telah kamu simpan saat kita bermain barusan.." Ucap Daniel tertawa
"Aku hanya penasaran.. apa kamu seorang pengangguran?" tanya Jessica
"Aku masih seorang mahasiswa..." ujar Daniel
"Wah, benarkah? harusnya kamu tidak minum tadi..." Ucap Jessica terkejut
"Kenapa? aku sudah dewasa.. aku sudah memiliki KTP.. aku bukan anak kecil lagi" Jawab Daniel
"Tapi kamu seorang pelajar.. aku merasa sangat bersalah karena ikut minum bersamamu.." Ucap Jessica
Riyan yang di maksud Daniel adalah pria yang bekerja menjadi seorang pelayan di GogiJjang yang seusia dengannya.
"Untuk apa aku merasa bersalah padanya.. dia bukan seorang pelayan yang bekerja di tempat yang sama dengan ku.." Ujar Jessica
"Lalu apa bedanya aku dengan Riyan.. usia kami sama..??!! apa karena Riyan telah bekerja dan karena aku seorang siswa jadi hanya Riyan yang boleh minum dan aku tak boleh??! apa karena aku seorang pelajar jadi aku harus terus belajar...??" tanya Daniel
"Tentu saja.. kamu harus terus belajar.." Jawab Jessica
"Kamu tidak memberikan toleransi pada ku? bagaimana pun aku sudah dewasa..?" tanya Daniel
"Untuk apa aku harus memberikan toleransi pada mahasiswa yang belum lulus Sepertimu?" Ucap Jessica
Daniel menghela nafasnya, seolah tak percaya dengan apa yang di dengarnya
"Wah.. pemikiran mu luar biasa juga..." Daniel tersenyum kecil
"tapi, aku tidak yakin kamu kuliah karena kamu pintar.." Ucap Jessica
Daniel menggeleng-gelengkan kepalanya
"Wah, nona Jessica.. kamu hidup di zaman apa sih? tak semua orang yang berkuliah itu pintar.. Semua orang bisa kuliah asal dia memiliki dana dan mau berangkat untuk belajar.." Jawab Daniel
"Secara tidak langsung kamu mengakui bahwa kamu bodoh??" Tanya Jessica dengan sebuah senyuman di bibirnya
"Kenapa aku merasa seperti di interogasi ya.." Gumam Daniel
"Mengaku saja kalau kamu memang bodoh.." Jessica menyenggol tangan Daniel dengan sikutnya.
"Wah, Sepertinya aku di lecehkan.. kamu tidak tau saat SMA aku pernah mendapatkan nilai 100 di ujian sekolah.." Ucap Daniel dengan sombongnya
"berapa pertanyaan?" tanya Jessica
"100 pertanyaan lah..." jawab Daniel menadahkan dagunya
"Wahhh.. benarkah? kamu tidak membohongi ku kan?" tanya Jessica
"Tentu saja tidak.. aku masih menyimpannya di rumah jika kamu tidak percaya.. 10% usaha sendiri dan 90% menyontek jawaban orang lain.. haha.." Daniel tertawa terbahak bahak
"Wah... Ternyata aku di tipu..." Ucap Jessica jengkel karena mudah percaya dengan omongan Daniel