YENA

YENA
Bercerita



Malam itu di sebuah kamar, di tempat tidur yang hangat, di bawah selimut hangat.


terlihat seorang wanita paruh baya dan seorang gadis sedang berbaring sambil bercerita.


"Bu terimakasih ya.. karena mengijinkan aku menginap disini.." Ujar Yena


"Tidak apa-apa.." Jawab Bu Yume


"kalau boleh tau laki-laki itu siapa??" tanya Bu Yume


"Laki-laki yang bersama ku sebelumnya?" tanya Yena


"Iya.. apa dia kekasih mu?" tanya Bu Yume


"Akh.. bukan aku tidak pernah berpacaran dengannya.." Ujar Yena


"Lalu..?? kalian adik kakak? tapi usia kalian terlihat berbeda jauh..?" Ucap Bu Yume


"Benarkah Bu..? usia kami memang terpaut jauh bu.. tepatnya dia lebih tua 10 tahun dari ku.. aku ingin bercerita tapi... bukankah ini agak tidak sopan?? sedangkan ibu dan saya baru pertama kali bertemu.." Ucap Yena tersenyum


"Akh.. tidak apa-apa.. ibu ini hanya orang lain.. mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu lagi..?? benarkan..?? ceritakan saja.." ucap Bu Yume


"akh.. benar juga.. ibu tak mengenal saya ataupun pria itu.. kenapa saya harus cemas ya..hehe" Ucap Yena


"Jadi pria itu...?" tanya Bu Yume terlihat penasaran


"Dia... ayah dari bayi yang aku kandung.." Ucap Yena menundukkan kepalanya.


Bu Yume terdiam untuk beberapa saat, ia masih mengontrol wajahnya agar tak terlalu ketara. ia merasa kaget, penasaran dan bingung tentang apa yang telah di lakukan oleh anak laki-laki nya itu kepada gadis di depannya.


"Sekarang kamu hamil maksudnya?" tanya Bu Yume


"Lalu apa laki-laki itu tidak mau bertanggung jawab?" tanya Bu Yume


"Namanya Bobby Bu.. jika di ingat kembali dia sangat.. sangat baik sekali padaku.. tapi, entah kenapa setiap kali kami bersama kami selalu saja bertengkar. meski dia telah melakukan banyak hal agar aku senang namun, aku selalu merasa dia tak pernah melakukan hal yang benar.. jadi aku terkesan sangat jahat dan dia sangat baik. meski begitu bukan aku tak menyadari kebaikannya tapi.... entahlah Bu perasaanku akhir-akhir ini memang tak dapat di kontrol.." Ucap Yena


"Kamu bilang kamu tidak pernah berpacaran dengannya tapi kamu hamil anaknya?? maksudnya gimana?" tanya Bu Yume


"Ini kecelakaan Bu.. saat itu aku sudah punya kekasih.. dia juga hendak menikah dengan pacarnya.. tapi...... pokonya hal itu terjadi.. aku bingung menjelaskannya intinya ini kecelakaan Bu.. ibu mengerti kan maksud ku?" tanya Yena


"Ya.. ya.. ya.. ibu mengerti. lalu jika Bobby itu baik bahkan sangat baik dan kamu juga menerima kehadiran bayi dalam perut mu ini, kenapa kamu terlihat menghindari dia tadi?" tanya Bu Yume


"Bu.. aku bilang dia ayah dari bayi yang aku kandung bukan suamiku.. apa ibu mengerti sekarang..?!" tanya Yena


"Tunggu.. kalian belum menikah?" tanya Bu Yume


Yena menggelengkan kepalanya.


"Akh.. seharusnya aku tidak bercerita hal ini.." Ucap Yena tiba-tiba air matanya jatuh di pipinya yang langsung ia seka.


"Tidak apa-apa.. ibu juga mengerti perasaan kamu.." Bu Yume mengambil Yena di pelukannya.


"Aku sudah lama tidak memiliki teman berbagi masalah seperti ini.. malam ini bolehkah aku menganggap ibu sebagai ibu ku..?" tanya Yena


"boleh.. kenapa tidak.. oh, ia tanggapan orang tua kamu bagaimana? apa orang tua kamu tau bahwa kamu seperti ini sekarang?" tanya Bu Yume


"kedua orangtuaku sudah meninggal Bu.. aku tak punya tempat tinggal dan Bobby yang memberikan tempat tinggal dan pasilitas lainnya padaku.. jika tidak ada Bobby mungkin aku sudah mati.." ucap Yena


"Sudah.. jangan memikirkan yang tidak-tidak tidurlah.. besok kamu harus kan?" tanya Bu Yume


"iya Bu.. terimakasih ya bu.. ibu udah ngijinin aku numpang di sini trus mau dengar ceritaku.."