
Bobby dan Yena merupakan orang yang pertama bangun dan orang yang pertama mandi.
Meski keadaan rumah sedang banyak orang, mereka masih sempat-sempatnya membersihkan diri di kamar mandi sambil melakukan hubungan intim, Bobby melakukannya dengan cepat dan singkat.
15 menit kemudian, mereka keluar dengan menggunakan jubah mandi lalu mengikat ikatannya di pinggang.
Setelah mandi mereka kembali ke kamar. Namun, sebelum ke kamar mereka harus melewati beberapa orang yang tertidur disana.
terlihat Daniel sudah bangun dan duduk bersandar ke tembok sambil, mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya yang masih tertinggal di alam mimpi.
"Pemandangan apa ini...?? Pagi-pagi basah-basahan bersama..??" Ucap Daniel tersenyum.
Yena hanya berlalu, tak menanggapi omongan Daniel dan cepat-cepat masuk ke kamarnya lalu menutup pintunya.
Bobby mengambil bantal di samping Daniel, lalu memukul bocah itu dengan bantal.
"Basah.. mandi sono Lu.. biar basah..." Ucap Bobby lalu masuk ke kamarnya.
Bukannya kesakitan Daniel malah bergelak tawa, entah apa yang ada dalam pikiran pria itu.
Beberapa lama kemudian.
Semua orang yang ada di rumah berkumpul untuk makan, Bu Yume sendiri yang memasak untuk satu isi rumah.
Bobby juga tidak tahu bahwa Bu Yume semalam tidur di rumah mereka.
"Makan yang banyak..." Ucap Bobby mengambil paha ayam sayur yang di taruh di piring Yena.
Yena hendak mengambil sambal Namun, tangan Bobby menarik tangan istrinya.
"Kenapa sih...?" Ucap Yena
"Gak boleh makan pedes-pedes.." Ucap Bobby
"Iya.. iya.." Ucap Yena bibir tersenyum masam.
Bu Yume hanya terkekeh menahan tawa melihat tingkah anak menantunya.
"Hahaha.. Ibu jadi penasaran, Bisa ceritakan sama ibu.. bagaimana kalian bisa saling menyukai..?" tanya Bu Yume
Sontak semua orang yang sedang makan menghentikan aktivitas sendoknya kecuali, Rendi yang tak mengerti apa-apa dan melanjutkan makannya.
Bobby menelan ludah bulat-bulat,
"Bukankah ibu tahu bahwa kami menikah tanpa berpacaran..? bagaimana aku jelaskan sedangkan disini ada Irene.." Batin Bobby
Yena menatap Bobby memberikan kode apa yang harus ia jawab sebagai seorang menantu...
Dimas hanya diam, sedangkan Irene tertegun.
ia merasa bahwa inilah resiko yang musti ia tanggung karena telah membatalkan pernikahannya dengan Bobby sebelumnya.
"Kami juga tidak tahu Bu..." Jawab Yena ragu-ragu
"Irene juga kaget Bu.. bagaimana ia memutuskan untuk menikah dengan cepat tanpa proses berpacaran dengan Bobby" Ucap Irene
"Apakah Irene sangat dekat dengan Yena..?" tanya Bu Yume
"Tidak bu, saya dekat dengan Bobby. Dan saya yang kabur di hari......"
"Akkhhh.....!!!!"
Omongannya terhenti menjadi sebuah teriakan, tangannya di cubit oleh Dimas.
"Sakit.. kamu ini apa-apaan sih.." Ujar Irene
"Kamu yang apa-apaan segala bahas pernikahan.." Ucap Dimas dengan suara rendah namun penuh penekanan.
"Memangnya ada apa sih..??" tanya Bu Yume penasaran
"Bu... Irene yang pernah pacaran dengan Bobby sebelumnya dan Irene kabur meninggalkannya saat hari pernikahan kami..." Ucap Irene tanpa ragu
Mata Bobby membulat, ia tak mengerti apa maksud Irene berkata seperti itu pada ibunya.
"Benarkah...? kenapa ibu tidak tahu..?" tanya Bu Yume kaget
"Irene bilang sejujurnya seperti ini.. karena Irene juga ingin minta maaf pada ibu sebagai keluarga Bobby.. Maafin Irene ya Bu.." Ucap Irene
"Rin, kamu gak seharusnya ngomong kaya gini.. mereka baru kemarin menikah.." bisik Dimas
"Ya mungkin ini yang di sebut takdir, Yena sebelumnya pernah pacaran dengan Dimas dan Bobby pernah hampir menikahi Irene.. Katanya kalian kembali berkencan..? apa kamu meninggalkan ku di hari pernikahan karena dia lagi...??" tanya Bobby mengarah pada Dimas
Irene menundukkan kepalanya, ia tak menyangka hari di mana Bobby akan bertanya seperti ini akan terjadi secepat ini.
"Aku juga tidak percaya bagaimana Yena menghilang dan muncul kembali dengan pakaian pengantin..?!!" Ucap Dimas membuat Yena kikuk.
"Kenapa kamu memandang istriku seperti itu..?!!" Ujar Bobby menghalangi pandangan Dimas yang tertuju pada Yena.
"Aku hanya melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan pada pacarku saat ini..." Ucap Dimas dengan mata tajam
"Kenapa Auranya jadi memanas seperti ini ya...?!!" Ucap Jessica
"Benarkah..?? Tidak kok.. hari ini malah mendung, anginnya sejuk sekali..." Ujar Rendi mengunyah makanannya.
"Ya, benar.. lanjutkanlah makan mu.." Ujar Jessica
"Betul..." Ujar Jessica
"Sudah-sudah... selesaikan makanan kalian dulu.." Ujar Bu Yume beranjak dari meja makan.
Mereka kembali melanjutkan makan yang sempat terhenti itu.
"Ibu mau ke mana?" tanya Bobby
"Menurut mu ibu mau kemana..??, Ibu mau membuatkan susu.." Ucap Bu Yume
"Tidak usah Bu, biar nanti Yena yang buat sendiri saja.." Ucap Yena
"Sudah.. habiskan makananmu dulu.. menyeduh susu tak membutuhkan waktu lama kok.." Ucap Bu Yume tersenyum lalu ke dapur untuk membuatkan susu untuk menantunya itu.
"Yena kamu minum susu...?? susu apa?? bukankah kamu tidak suka susu..??" tanya Jessica
Bu Yume kembali dengan segelas susu tangannya, lalu meletakkannya di meja makan di depan Yena.
"Setelah makan minumlah, agar bayinya selalu sehat.. ibu akan keluar dulu menyiram tanaman.. selesaikan makanan kalian semua" Ujar Bu Yume
"Terimakasih Bu..." Ujar Yena
"Jangan seperti itu.. Kamu sudah menjadi istrinya Bobby berarti kamu juga anak ku.." Ujar Bu Yume tersenyum lalu melangkah pergi.
Secara tidak langsung Bu Yume telah menyampaikan bahwa sedang hamil sekarang.
Semua mata menatap Yena tanpa berkedip, seolah mereka minta jawaban atas omongan Bu Yume sebelumnya.
"Kamu hamil...???" Tanya Dimas
"Lu gak berhak nanya gitu.. dia kan istri gua sekarang..." Ujar Bobby menghalangi pandangan Dimas yang terus menatap Yena.
"Sejak kapan kamu selingkuh dengan dia..?? apa saat kita masih berpacaran kamu sering tidur dengannya...???" tanya Irene menatap tajam Bobby
"Pertanyaan apa ini...?? aku sudah menikah sekarang.." Jawab Bobby
"Wahh... kamu sungguh keren.." Ucap Rendi tersenyum kagum.
"Kak.. ini bukan hal yang pantas di banggakan..." Ujar Daniel menegur Rendi.
"Tentu saja.. bukankah keren.. Bobby berpacaran dengan Irene tapi menikah dengan Yena yang sudah hamil lebih dulu..??!!" Ujar Rendi.
"Wah.. aku pernah berpikir kamu bisa selingkuh dariku Bob.." Ucap Irene
"Selingkuh..?? kamu sedang membahas kisah cinta mu dengan Bobby sekarang..?? Kamu tidak lihat disini ada aku..??" Protes Dimas
"Bukan gitu.............." Irene
"Makannya lu jangan mau jadi selingkuhan terus.. tetep aja gua yang jadi prioritas dia kan??" Ucap Bobby menaikan alisnya.
"Kamu mau balikan lagi sama Irene..?? terus buat apa kita nikah, kalau kamu mau balik lagi sama Irene??" tanya Yena
"Hah.. siapa yang mau balik lagi..??" Ucap Bobby
"Terus apa maksudnya ngomong kaya gitu...??!!!" Tanya Yena
"Hey... Hey... Gua tau semua kebusukan kalian semua..." Ucap Daniel menghentikan kericuhan kedua pasangan itu.
"Sok tau Lu..." Ucap Bobby
"Eh, Daniel benar-benar tau kok..." Bela Jessica
"Kalian tuh sama-sama busuk, Kak Irene.. pas ada Moonlight Rainbow Fountain.. bukannya kakak Ciuman sama kak Dimas??" Ucap Daniel membuka kartu As Irene membuatnya kaget.
"Wah.. ternyata gua di tipu ya.. bilangnya mau beli makanan jadi gini tingkah lu di belakang gua...??!!" Ucap Bobby
"Abang Juga sama.. aku sama Jessica mergokin Abang tidur sekamar sama Yena.." Ucap Daniel membuat Bobby tak bisa berkata apapun.
Yena mengambil gelas berisi susu itu, di tegukannya habis tanpa tersisa sedikit pun. entah karena rasa malu yang ia tumpahkan dalam tindakan atau justru ia memang haus. susu yang tak ia suka kini tinggal gelas kosong padahal sebelumnya Yena orang yang susah untuk minum susu.
"Kita bicara baik-baik aja.. setelah makan.." Ucap Dimas
"Gak usah di bahas juga gak papa..." Ucap Yena
"Gua yang penasaran..." Ucap Dimas.
"Kamu masih punya perasaan sama Yena..?? kamu belum ikhlas mereka nikah..??" tanya Irene
"Ikhlas.. sumpah ikhlas.. udah abisin dulu makanannya" Ucap Dimas
"Gak nafsu lagi aku.. denger kamu ngomong kaya gitu.." Ucap Irene
"Apalagi gua.. gua juga gak nafsu, ternyata lu masih mikirin cowok lu yang dulu itu..." Ucap Dimas melirik Bobby
"Kok malah kamu yang ngambek sih... kan aku yang mustinya ngambek..." Ujar Irene
"Bodo Amat....!!!" Jawab Dimas
Yena melirik Bobby dengan rasa kesal di hatinya yang ia simpan selagi tadi.
"Apa.. Liat-liat..?? mau ikut-ikutan gak habisin makanan?? silahkan aja.. liat aja malamnya gua gigit Lu...??!!" Ujar Bobby dengan senyuman nakal di bibirnya.
"Idih...." Ucap Yena kembali melanjutkan makanannya