
Seorang wanita terbangun dari tidurnya dengan malu-malu. ia telah menghabiskan malam indah bersama kekasihnya yang masih tengah tertidur di sampingnya.
Wanita itu memandangi wajah kekasih begitu lekat, ia telah memutuskan untuk memilih pria yang sangat di cintainya itu dan lari dari pesta pernikahannya.
"Jangan memandangiku seperti itu.. aku malu untuk membuka mata..." Gumam pria yang masih terbaring di tempat tidur, dengan mata yang masih terpejam.
"Siapa yang memandangi mu.. jangan ge'er deh...." wanita itu mulai salah tingkah.
"Tak usah berbohong.. aku tau kok, aku ini tampan..." Pria itu membuka matanya dengan menyunggingkan bibirnya.
Wanita itu mengambil handphonenya di samping meja samping tempat tidur.
"Sepagi ini.. sudah merayu ku.. sekarang malah mengabaikan ku.." pria itu bangun dengan posisi duduk.
"Siapa yang merayu mu...??!!" Ucap wanita yang kini sibuk dengan handphonenya.
Pria itu bergeser, mendekat ke wanita yang sedang sibuk dengan handphonenya itu.
"Rin.. Bukannya kamu bilang bakal matiin handphonenya? kenapa sekarang malah di aktifkan?" tanya pria yang kini terlihat penasaran.
"Aku harus menghubungi seseorang Dimas...." Ucap wanita itu.
"Seseorang siapa...??" Dimas meletakan dagunya di bahu Irene, sambil melihat apa pergerakan jari-jari Irene yang sedang memainkan handphonenya
"Bergeser lah... sempit...." Ujar Irene menyenggol ke samping tubuh Dimas
bukannya memberikan ruang gerak pada Irene, Dimas malah melingkarkan tangannya ke pinggang Irene.
"Kamu tidak berniat untuk menghubungi Bobby kan..?" tanya Dimas.
"Bobby...?" Irene menatap Dimas yang masih bergelayut di tubuhnya.
"Ia Bobby.. kamu fikir siapa lagi..?" tanya Dimas
wajah mereka begitu berdekatan, Irene melihat raut wajah Dimas tiba-tiba langsung tertawa terbahak-bahak...
"Kok kamu malah tertawa... Hei.. Irene.. ini gak lucu.." Ucap Dimas melepaskan pelukannya
"Kamu cemburu...??" tanya Irene
"Jadi kamu benar-benar mau menghubunginya...??" tanya Dimas
"Kamu masih berfikir aku akan balik sama Bobby..?? sejak aku pergi denganmu saja, aku tak pernah teringat dengannya, kenapa kamu malah menanyakan hal yang tak penting seperti itu..??" tanya Irene dengan senyuman di bibirnya.
"Ya mungkin saja.. Kamu tidak konsisten dengan Ucapan mu..." Ucap Dimas
"Hahahaahaa...." Irene tertawa kembali
"Dih.. orang ngomong bukannya di jawab malah ketawa..." Ucap Dimas ketus.
"Abis kamu lucu.. aku konsisten kok.. kalo aku gak konsisten untuk apa aku mau di ajak kabur bersama olehmu..?" tanya Irene
"Lalu kenapa kamu menghidupkan handphone mu lagi..?" tanya Dimas masih penasaran
"Aku mau menghubungi mamah.. aku takut ia menyuruh orang untuk mencari ku.." Ucap Irene
"Kenapa gak bilang dari tadi...!!" Ucap Dimas
"Ya kamu.. marah duluan.." Ucap Irene
"Marah..? kapan aku marah...??" tanya Dimas
"tidak.. aku tak pernah marah..." Ucap Dimas kembali bergelayut di tubuh Irene.
"Ih, kok kamu jadi manja gini..." Ucap Irene menyikapi kelakuan Dimas.
"Biarin..." Jawab Dimas lalu mencium pipi Irene.
"Ih, jorok belum mandi juga..." Ucap Irene
"Yang ngomong juga belum mandi.." Ucap Dimas
"Suuttt... diem.." Ucap Irene saat jarinya mulai menekan tombol panggil di hp nya.
Tanpa menunggu lama, panggilan telepon terhubung.
"Irene... kapan kamu pulang nak..?" tanya Bu Risma
"Mah.. Irene pasti pulang kok mah.. gak usah khawatir..." Ucap Irene
"Bilangin aku yang jagain kamu..." bisik Dimas membuat Irene ke gelian.
Irene meletakan telunjuknya di depan bibir pertanda menyuruh Dimas agar diam.
"Gimana mamah gak khawatir Irene.. ya ampun, kamu itu... tapi kamu baik-baik aja kan?" tanya Bu Risma
Dimas menyingkirkan helaian rambut yang menutupi leher Irene, di kecupnya pelan-pelan leher itu, membuat Irene bergeliat ke gelian.
"baik kok mah.. Anggap aja Irene lagi liburan.. bukan lari dari rumah.." Ucap Irene
"Mamah gak tenang kalau belum liat kamu langsung... kamu gak pulang dulu Irene..." Bujuk Bu Risma
"Irene pasti pulang kok mah.. sekalian nanti Irene mau kenalin seseorang sama mamah.." Ucap Irene
"Aku..?" tanya Dimas tanpa suara
Irene memberikan kode dengan memanggutkan kepalanya, membuat Dimas tersenyum langsung menyerang tengkuk leher Irene menghujaninya dengan kecupan yang merambat hingga leher.
"Seseorang...??? siapa Irene...?? kamu jangan aneh-aneh deh.." Ucap Bu Risma
"Gak aneh-aneh kok mah.. nanti Irene ceritain lagi.. udah dulu ya mah.." Irene mematikan teleponnya karena sudah tidak tahan dengan ke agresif an Dimas.
"Dimas.. kamu ini sedang apa...?!!!!" Ucap Irene
"Kamu sudah menelpon mamah nya?" tanya Dimas.
"sudah.. bagaimana aku bisa bicara jika kamu terus seperti itu...!!!" Ucap Irene
"Memangnya aku seperti apa?" tanya Dimas
"Kamu terus menciumiku seperti ini...." Irene melakukan hal yang sebelumnya dilakukan Dimas padanya.
"Aku tidak percaya kamu seliar ini..." Ujar Dimas mendorong tubuh Irene hingga Terbaring di ranjang.
Dimas menindih tubuh Irene, hingga wanita itu tak bisa terkutik.
"Hei.. ini masih pagi.. aku belum mandi.." Ucap Irene
"Kita bisa mandi bersama nanti..." Senyum Dimas mencium bibir Irene, lalu menarik selimut hingga menutupi tubuh keduanya.
Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana, suasana pagi yang masih dingin berubah menjadi kehangatan yang romantis dengan suara tawa dari keduanya.