YENA

YENA
Pembatalan pernikahan



Malam itu Bobby bertamu ke kediaman Irene, wanita yang esok harinya akan ia nikahi.


Bobby telah memikirkan matang-matang bahwa ia akan mengobrol berdua dengan Irene dari hati ke hati, dan memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Irene. meski itu kan menjadi hal yang paling mengejutkan dan menyakitkan Irene, namun Bobby tak bisa melakukan apapun karena keputusannya telah membulat tak bisa di rubah oleh siapapun.


Bobby telah berjanji pada Yena, gadis yang menunggunya di rumah bahwa ia akan menyelesaikan semua masalah ini, ia telah memikirkan semua resiko yang akan terjadi atas tindakannya ini.


terlihat semua orang di dalam dan di luar rumah tampak sibuk.


semua mata tertuju pada Bobby saat ia menapaki kakinya di rumah Irene.


tak sedikit orang yang menyambutnya dengan senyuman dan memberi sebutan "Calon Manten" kepadanya, ia menyikapinya dengan senyuman tanpa banyak bicara.


Kakinya terus melangkah mendekati seorang wanita berumur 60 tahunan yang tengah sibuk mengatur keperluan pernikahan anak semata wayangnya.


Wanita itu tak menyadari bahwa Bobby tengah berdiri di sampingnya.


"Tante..... " Ucap Bobby membuat wanita ia menengok ke samping tempat ia berdiri.


"Eh, Bobby... kenapa kamu ada disini..? harusnya kamu tidur yang banyak, besok acaranya akan di mulai pasti akan menguras tenaga membuat kamu lelah..." Ucap Bu Risma ibu dari Irene


"Gak Tante saya.........." Belum selesai Bobby berbicara Bu Risma memotong omongannya,


"Bukannya sudah di bilang.. jangan bilang Tante... sebentar lagi kamu akan menjadi suami dari putriku yang berarti kamu juga akan menjadi anakku...?!!" Ucap Bu Risma dengan senyuman di bibirnya


"Ya maaf Bobby lupa mah.. Irene nya ada..? Bobby mau bicara sebentar sama Irene.." Ujar Bobby


"Oh, iya sebentar.. mamah panggilkan dulu ya.." Ucap Bu Risma menaiki tangga meninggalkan Bobby.


Suara Bu Risma memanggil Irene terdengar hingga lantai bawah, Sahutan Irene pun terdengar walau samar-samar.


Tak lama kemudian Bu Risma menuruni tangga dan menghampiri Bobby.


"Sebentar lagi Irene turun.. tunggu saja ya.." Ucap Bu Risma


5 menit...


10 menit...


15 menit telah berlalu namun Irene tak jua menunjukkan batang hidungnya.


"Itu anak ngapain coba di kamar.. nyampe lama banget kaya gini..." Bu Risma menggerutu sendiri


"Gak papa kok Bu.. saya tetep nungguin.." Ucap Bobby


"Bi.. bibi.. coba panggilkan Irene.." Ucap Bu Risma memerintahkan seorang pembantunya


"Iya Bu..." Jawab pembantunya yang menaiki tangga menuju kamar Irene


"anak itu memang suka ngeselin... tunggu sebentar lagi ya nak.." Ucap bu Risma tersenyum pada Bobby.


Tak beberapa lama kemudian, pembantunya itu menuruni tangga dengan tergesa-gesa.


"Ada apa-apa bi...??!" tanya Bu Risma dengan raut wajah panik, melihat pembantunya menuruni anak tangga dengan terburu-buru.


"Bu.. neng Irene Bu..." Ucap pembantu gugup dengan mata membulat


"Iya.. Irene kenapa??" Tanya Bu Risma makin panik


"Neng Irene gak ada di kamarnya..." Ucap pembantu itu


"Yang benar bi..." Dengan segera Bu Risma menaiki tangga di ikuti Bobby dan beberapa orang lain di belakangnya.


Suara Bu Risma cukup menggemparkan Semua orang yang berada di luar dan dalam rumah, mereka tercengang mendengar percakapan Bu Risma dan pembantunya, beberapa orang masih bertanya-tanya kemana perginya calon mempelai wanita sedangkan yang lainnya berspekulasi bahwa Irene tengah di culik.


"Ada apa mah.. apa yang terjadi...?" Pak Jodi suami Bu Risma menerobos masuk, di tengah keramaian yang di penuhi beberapa orang di kamar Irene.


"Pah... ini gimana pah..? Irene kemana..???!!!" Jerit Bu Risma dengan Isak tangis


"Memangnya putri kita kemana mah..?!" tanya pak Jodi


"Irene hilang pah..." Ucap Bu Risma memeluk suaminya dengan lirih


"Hilang gimana mah...??? kok bisa hilang?" tanya Pak Jodi


"Mana mamah tau pah.. Cepat lapor polisi pah..." Ucap Bu Risma


"Mah, polisi tidak akan menindak lanjuti orang hilang kalau belum 1x24 jam.." Ucap pak Jodi


"Terus kita gimana pah..? sedangkan,besok harusnya Irene berbahagia.." Ujar Bu Risma


"Irene bukan anak kecil mah.. papah yakin, sebentar lagi dia akan kembali.." Ucap pak Jodi


"Benarkah pah..?" tanya Bu Risma menyeka air matanya.


"Semuanya bubar.. bubar.. sana kembali bekerja...!!!" Ucap pak Jodi membuat orang-orang yang berkerumun itu membubarkan diri.


"Bobby.. kamu tidak sedang bertengkar dengan Irene kan?" tanya pak Jodi


"Tidak pah.. kami baik-baik saja..." Ucap Bobby


"Lalu kemana anak itu..." Gumam pan Jodi


"Kalau ada kabar dari Irene lagi telepon Bobby ya pah..." Ucap Bobby


"Pasti Bob.. pasti.." Jawab pak Jodi


"Kalau begitu saya pulang dulu mah.. pah.." Ucap Bobby pamit dengan mencium tangan kedua orang tua itu sebagai simbol sopan santunnya terhadap orang yang lebih tua.


Bobby sangat bingung, padahal ia berkunjung ke rumah Irene untuk membatalkan pernikahannya dengan Irene.


Tapi, Irene malah menghilang dan membuat seluruh keluarganya panik, di situasi seperti ini Bobby tidak mungkin bilang pada keluarga Irene bahwa ia mundur sebagai calon pengantin pria, semua hanya menambah kekacauan yang ada. Karena keadaannya rumit seperti ini, dia mengurungkan niatnya untuk bilang pada keluarga Irene bahwa ia mundur sebagai calon pengantin pria dan memilih untuk pulang ke rumah.


Selang beberapa jam kemudian setelah kepergian Bobby, telepon rumah pun berbunyi. Dengan segera Bu Risma mengangkat telepon itu, ia sangat berharap anak semata wayangnya mengabarinya meski hanya lewat suara telepon.


"Hallo.. Irene.. ini Irene kan...??!!!" Ucap Bu Risma saking khawatirnya pada anaknya


"Mah..." Suara perempuan menjawab di telepon


"Ya ampun Irene... kamu kemana saja nak, mamah dan papah sangat khawatir padamu... pulang nak, kamu tidak ingin merayakan kebahagiaan mu........" Ucap Bu Risma berlinang air mata, ia sedikit bernafas lega setelah mendengar suara putrinya itu.


Mendengar Bu Risma berkata-kata pak Jodi langsung mendekati istrinya itu, sambil mendengarkan percakapan mereka di telepon


"Mah... soal pernikahan... Aku ingin membatalkannya mah..." Jawab Irene


"Kenapa nak... ini benar-benar kamu kan? Ini benar-benar Irene putri mamah kan?" tanya Bu Risma


"Ini Irene mah.. anak mamah..." Jawab Irene


" Kenapa nak.. Bukankah kamu yang meminta pernikahan ini dilaksanakan? apa ada yang mengancamu agar tak menikah dengan Bobby nak..? bilang pada mamah nak.. mamah akan masukan orang itu ke penjara..." Ucap Bu Risma


"Tidak mah.. bukan begitu.. jangan sangkut pautkan polisi.. Irene baik-baik saja disini mah.. Irene hanya merasa tak lagi cocok dengan Bobby mah..." Ujar Irene


Pak Jodi yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia mengambil telepon dari tangan Istrinya.


"Bilang kamu dimana sekarang..?? Papah jemput.. kita bicarakan baik-baik.. Jangan seperti ini.. tak masalah jika kamu tak ingin menikah, asal kan kamu pulang ya nak... Papah sangat khawatir, sedari tadi mamah mu terus menangis mengkhawatirkan mu nak.." Ucap pak Jodi


"Irene gak bisa bilang sekarang ada dimana.. Irene pasti akan pulang pah.. tapi tidak sekarang... Pah, sampaikan permintaan maaf Irene kepada Bobby ya pah... Maaf karena Irene menggagalkan pernikahan.." Ucap Irene


"Lalu kapan kamu akan pulang nak...? Jangan buat kami yang di rumah mengkhawatirkan mu..." Ucap pak Jodi


"Papah sama mamah gak perlu khawatir.. Irene hanya pergi liburan beberapa hari Nanti, Irene akan pulang..." Ucap Irene


"Kamu benar-benar akan pulang kan nak..?" tanya Bu Risma


"Pasti mah..." Kata terakhir dari Irene yang langsung menutup sambungan telepon


Sesaat setelah telepon di tutup kedua orang tua Irene terdiam, saling memperhatikan satu sama lain.


"Pah.. bagaimana ini.." Ujar Bu Risma


"Ya mau bagaimana lagi mah.. ini permintaan dari putri kita.. biarlah, dia memilih jalannya sendiri.. papah yakin Irene punya alasan yang kuat kenapa ia bisa sampai seperti ini.." Ucap pak Jodi


"Bobby pasti akan sangat kecewa pah...." Ucap Bu Risma


"Sudahlah mah... pikirkan kebahagian anak kita saja.. ini keinginannya kita ikuti saja.. kita sebagai orang tua harus tetap mendukung keputusannya..." Ucap pak Jodi


"Tapi pah......."


"Sudahlah mah... Irene sudah dewasa, dia tau mana yang baik untuk dirinya sendiri.." Ucap pak Jodi membuat bungkam istrinya.


Catatan penulis :


Hai readers... Aku Kayra im... ingin memberitahukan aku menyelesaikan episode ini pada tanggal 7 Januari dan dari tanggal 5 Januari status episode baru ku masih 'diriview'.. Aku berusaha update setiap hari tapi, entah apa yang terjadi pada mangatoon 🙄 aku kurang faham 🤔...


Intinya telat update bukan kesalahan ku 😅.. aku harap kalian memahaminya 😃 ..


Jangan lupa Like dan berikan aku semangat lewat komentar..


Terimakasih... 😘


Salam dari ku


Kayra im 😍