
Malam pukul 19.00
Seorang lelaki paruh baya bertamu ke kediaman Bobby.
Tokk... Tokk.. Tokk..
Ia mencoba mengetuk pintu rumah beberapa kali Namun, tidak ada yang membukakan pintu. cukup lama ia berdiri hingga beberapa lama kemudian pintu terbuka.
"Ayah..." Bobby terkejut melihat Ayahnya berdiri di depan pintu.
Kedatangan Ayah Bobby tentu sangat mengejutkan bagi Bobby.
berkunjung ke rumahnya adalah sesuatu yang jarang di lakukan oleh Hasan Hwang selaku Ayah dari Bobby.
"Kenapa Ayah tidak memberitahu ku akan kesini?" tanya Bobby dengan wajah panik, entah apa yang harus ia perbuat jika ayahnya tau ia tinggal serumah dengan Yena.
"Apa aku tidak boleh berkunjung kemari..." Ucap pak Hasan menerobos masuk.
"Ti.. tidak.. bukan begitu..." Ujar Bobby gelagapan.
Pak Hasan menatap ke sekeliling rumah, rasa curiga hinggap di hatinya saat melihat putranya gugup menjawab pertanyaan darinya.
Ia berhenti di sebuah dapur dan duduk di meja makan yang berdekatan dengan lokasi dapur itu berada.
Matanya berhenti menatap tong sampah yang terlihat penuh, bekas kotak-kotak makanan dan beberapa kaleng cola.
"Harusnya kamu menjaga kebersihan, lihat sampah mu lama tak di buang?" Tanya Pak Hasan
"Tidak itu semua sampah tadi sore..." Jawab Bobby
"Moga saja Yena tidak keluar ataupun bersuara" Batin Bobby
"Semuanya...?? Kamu makan sebanyak itu sendiri?" tanya Pak Hasan ia mengambil sebuah kertas di atas meja, yang kebetulan bekas transaksi Bobby dengan kurir Go-food yang lupa di buang.
Dengan segera Bobby mengambil kertas itu dan membuangnya ke tong sampah.
"Ayah tau kan.. aku makan sangat banyak..." Ujar Bobby tersenyum.
"Wah, Ayah hanya melihat bekas pembayaran makanan saja kamu sepanik itu.. apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Pak Hasan merasa putranya berkelakuan aneh.
"Aku tak menyembunyikan apapun dari Ayah.." Ujar Bobby
"Apa kamu menyembunyikan seorang wanita di rumah ini?" tanya pak Hasan tersenyum
"Tidak.. bukan begitu.. Ayah tau sendiri aku tak pernah membawa orang lain ke rumah" Ujar Bobby
"Mana aku tau.. Ayah bahkan sudah lama tak tinggal denganmu.. Tapi, Bagaimana pun Ayah mengerti kamu telah dewasa Bobby.." Ucap pak Hasan tertawa
Bobby duduk di bangku di depan pak Hasan, ia berharap ayahnya itu cepat-cepat pergi dari rumahnya.
Pak Hasan mencicikan air putih dari teko berwarna keemasan ke sebuah gelas di depannya, di tegukannya air itu hingga isi gelas terlihat kosong.
"Jagalah kesehatan mu.. kamu mau selamanya makan makanan tidak menyehatkan seperti itu..?!" Ucap pak Hasan
"Tentu tidak yah..." Jawab Bobby
"Harusnya kamu menikah agar ada yang mengurus makanan untukmu... Oh, iya Ayah ingin bertanya, kenapa kamu tak melibatkan Ayah dalam pernikahan mu..? siapa nama kekasihmu... Ayah lupa?" tanya Pak Hasan
"Irene yah..." Jawab Bobby
"Iya Irene.. Jadi karena kamu sudah lebih sukses dari Ayah, Kamu menjadi besar kepala.. Sebegitu Sombongnya kah kamu sampai tidak melibatkan Ayah dalam pesta pernikahan mu?? menikah tanpa mengundang Ayah begitu..?? Ayah mu ini masih hidup Bobby..!!!!" Ucap Pak Hasan
"Ayah tak perlu kesal seperti itu.. Aku tidak jadi menikah dengan Irene" Ucap Bobby
"Maksud mu bagaimana..? bukankah sebentar lagi kamu akan menikah..? Semua rekan kerja mu mendapatkan undangan itu hanya Ayah yang tidak menerima apapun darimu.." Ucap pak Hasan merasa kebingungan
"Aku tidak akan menikahi Irene yah.." Ujar Bobby
Pak Hasan menghela nafas berat ia tak mengerti dengan jalan pikiran putranya itu.
"Jangan mempermalukan nama perusahaan Bobby, kamu telah di kenal banyak orang sebagai pemilik Mall Waybi Departemen Store Dan sebagai pemilik dari Cap Hwangfood Yang memiliki beberapa anak perusahaan yang memasarkan beberapa makanan dan minuman, kamu ingin nilai saham perusahaan anjlok dan jatuh bangkrut?!!" Ujar Pak Hasan dengan tegasnya
"Maka itu yah.. aku tidak akan menikahi Irene.." Jawab Bobby
"Apa maksudmu Bobby..?" tanya pak Hasan
Pak Hasan menelan ludah bulat-bulat, ia mengerti anak kecil yang dulu ia besar kan dari tak mengerti apapun, kini menjelma menjadi sosok pria yang sangat cerdas dan pintar membalikan kata-kata.
"Ya sudah.. Ayah tak akan ikut campur masalah mu.. Ayah hanya ingin meminta bantuan dari mu, bantulah saudaramu Rendi.. dia habis di tipu oleh kliennya...." Ungkap pak Hasan
"Jadi Ayah kemari hanya ingin meminta ku untuk membantu orang itu...?" tanya Bobby menyunggingkan bibirnya
"Ayah tau.. kamu pasti bisa membantu Rendi, bantulah dia kali ini saja.. uang dengan jumlah ratusan bukanlah masalah bagimu kan..?" Tanya pak Hasan
"Kenapa ayah harus bersusah payah kemari...??!! biarkan saja Orang itu meminta langsung padaku.. kenapa dia tak berani kemari?? apa karena rasa gengsi yang melekat pada dirinya terlalu tinggi?? Apa Orang itu takut harga dirinya rendah jika meminta bantuan padaku?!!" Ucap Bobby tersenyum masam
"Berhenti menyebut orang itu Bobby...!!! Dia adalah saudara mu juga..." Ucap pak Hasan
"Kapan aku punya saudara seperti dia?, bahkan saat kecil saja Ayah hanya mendengarkan anak tiri ayah itu, tanpa mendengarkan penjelasan dari ku..." Ucap Bobby mencoba mengingatkan Pak Hasan dengan kejadian-kejadian yang tak mengenakan saat Bobby kecil.
"Ya sudah terserah kamu.. Ayah akan minta Rendi untuk menemuimu langsung..." Ujar Pak Hasan beranjak dari kursinya
"Maaf yah.. kalau Bobby tidak sopan.." Ucap Bobby
"Sudah tidak apa-apa.." Ujar pak Hasan menekuk kepalanya.
"Ayah pulang dulu.." Pak Hasan berjalan ke arah pintu keluar dengan di ikuti Bobby dari belakangnya.
"Hati-hati yah..." Ucap Bobby
Pak Hasan hanya tersenyum memanggutkan kepalanya.
Bobby mengantar Ayahnya sampai ke depan rumah, memastikan Ayahnya itu masuk mobil dan pergi dari rumahnya.
Setelah memastikan Ayahnya telah pergi ia kembali memasuki rumah.
terlihat seorang gadis tengah duduk di lantai dengan memeluk kedua lututnya saat ia hendak memasuki ruang tengah.
Gadis itu tengah batuk-batuk saat Bobby menghampirinya
"Yena.. Kamu sedang apa di sini? bukankah kamu belum sembuh total?" Tanya Bobby yang jongkok di depan Yena
"Apa aku tidak salah dengar...?? barusan ayahmu bilang kamu adalah seorang pemilik mall dan beberapa pabrik..?? Apa yang akan terjadi jika kamu tidak jadi menikah dengan Irene..?? apa kamu benar-benar akan bangkrut?? Apa itu semua terjadi gara-gara aku..??" Yena melayangkan beberapa pertanyaan dengan mata sendu.
"Harusnya kamu tak mendengar apapun Yena.. aku lebih mengkhawatirkan kondisi mu saat ini di banding apapun.." Ujar Bobby menyentuh pipi Yena dengan kedua tangannya, ia sangat khawatir jika Yena menjadikan semua perkataan yang di dengarnya menjadi sebuah beban yang bisa saja membahayakan dirinya dan kandungannya.
"Aku pasti sangat merepotkan bagi mu.. aku pasti sangat menyusahkan bagimu..." Ucap Yena menitikkan air mata
"Tidak.. tidak.. Lupakan apapun yang kamu dengar, kamu tidak usah mengkhawatirkan apapun karena itu semua takan terjadi.. kamu hanya perlu percaya padaku.. okey...?" ucap Bobby mencoba membuat tegar gadis di hadapannya
"Bagaimana bisa aku percaya padamu sedangkan itu semua keluar dari mulut ayahmu?" tanya Yena melepaskan tangan Bobby dari wajahnya
"Kamu tidak percaya padaku..?? semua itu takan terjadi Yena.. pikirkanlah kenapa kamu selalu datang padaku ketika kamu memiliki masalah..?? Bukankah berarti kamu telah menaruh kepercayaan sejak lama padaku?? lalu kenapa hanya hal sekecil ini kamu tidak bisa percaya padaku?" tanya Bobby mencoba meyakinkan Yena.
Yena menyeka air matanya, ia berfikir ucapan Bobby memang ada benarnya, kenapa ia harus mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi?, kenapa ia bisa tak percaya pada pria yang telah memberikan segalanya untuk nya?, kenapa ia sangat gampang goyah?, pertanyaan-pertanyaan itu muncul di benaknya.
"Kamu tidur lagi ya...?!!" Ajak Bobby mengusap rambut gadis di depannya.
"Aku laper..." Ucap Yena tersenyum dengan bekas tangisan air mata di pipinya.
"Lagi...?" tanya Bobby dengan mata membulat seolah tak percaya karena belum lama Yena telah menghabiskan beberapa makanan dengan porsi besar
Yena menganggukkan kepalanya,
"Baiklah pesan apapun yang kamu inginkan..." Ucap Bobby
Catatan penulis :
Hai readers... aku Kayra im sebenarnya aku ingin update episode secara teratur tapi entah kenapa sampai sekarang belum berhasil dan masih dalam status 'diriview' apa aplikasi Mangatoon sedang eror atau bagaimana aku juga tidak tau.. Jika episode baru ku ini terbit entah itu jam berapa... aku hanya ingin minta maaf pada semuanya bukannya aku malas menulis atau malas update tapi, dari pihak Mangatoon nya yang belum mengkonfirmasi episode baru ku.
Aku sangat berterimakasih pada pembaca setia ku, jangan lupa Like seluruh episode dalam novelku ini ya 😅😅 beri komentar yang membuat ku semangat untuk terus berkarya 😍
Terimakasih 😘
Salam dariku
Kayra im