
"Bu, gimana Yena..??" tanya Bobby setelah Bu Yume keluar dari kamar.
"Yena gak papa.. tadi Yena sudah cerita semuanya sama ibu.. sekarang dia sedang tidur sudah jangan di ganggu.." Ucap Bu Yume
"Iya.. tadi kita juga liat gak papa kok.." Ucap Jessica
"Iya bang, Lu jangan khawatir.." Ucap Daniel menepuk bahu Bobby
"Udah malam gua pulang dulu ya Bob.." Ucap Rendi
"Ya, makasih sebelumnya udah bantuin gua ya Ren.." Ucap Bobby untuk pertama kalinya ia bercakap-cakap ramah dengan Rendi, meski hatinya masih ragu dengan kebaikan Rendi sekarang yang masih patut di curigai.
"Bang.. gua juga pulang ya.." Ucap Daniel
"Gak nemenin gua Lu..?? gua tidur sendiri.." Ucap Bobby
"Udeh.. nikmatin aja prosesnya.." Ucap Daniel tertawa sambil menepuk bahu Bobby
"Prosesnya mata lu picek..!!" Ucap Bobby
"Hahaha.. bodo akh.. itu mh derita lu, jangan bagi-bagi.. kalo mau bagi-bagi duit aja.. masalah mah gak perlu bagi-bagi gua juga banyak masalah, gak perlu di tambahin.." Ucap Daniel tertawa terbahak-bahak
"Sialan Lu..!!" Ucap Bobby
"Udeh.. gua cabut dulu.. mau nganterin die dulu kasian pulangnya udah malem juga.." Ucap Daniel
"Wihhh... sejak kapan Lu peduli sama orang lain..??" tanya Bobby
"Sejak Jatuh cinta.. ahhahahahhaa......" Jawab Daniel lalu meninggalkan tempat itu bersama Jessica
"Hati-hati Lu bawa anak orang..." Ujar Bobby
"Iya..." Jawab Daniel
"Bawa balik nyampe rumah, jangan di bawa ke hotel.. ahahahaha" Ujar Bobby sambil tertawa
"bawel Lu.." Jawab Daniel
Sepulang Daniel, Bobby hanya tiduran di sofa sambil menonton Tv.
Ia bingung harus bagaimana, ia juga sudah bosan menonton tayangan televisi, dia mengkhawatirkan Yena yang tak juga keluar kamar. meski orang-orang bilang Yena baik-baik saja hatinya tak pernah tenang sebelum melihatnya sendiri Namun, ia juga takut.. jika ia masuk dan Yena masih membencinya perutnya akan sakit kembali.
Tayangan comedy sekalipun tak bisa membuatnya berhenti memikirkan wanitanya dan kesehatan calon anaknya.
Ia sangat merasa bersalah tapi ia tak bisa melakukan apapun.
"Bu.. apa yang harus Bobby lakukan..??" tanya Bobby saat melihat Ibunya hendak memasuki kamar dengan membawa segelas susu di tangannya.
"Ini.. bawalah kedalam.." Ucap Bu Yume menyerahkan gelas berisikan susu pada Bobby
"apa tidak apa-apa jika Bobby masuk Bu..??" tanya Bobby
"Kenapa tidak.. kamu suaminya sekarang, kamu yang bertanggung jawab sepenuhnya pada istrimu.. kalo kamu menyerahkan semua pada ibu lalu apa peran mu sebagai suami..??" tanya Bu Yume membungkam mulut Bobby
Bobby terdiam agak lama, memikirkan sesuatu di otaknya.
"Tapi.. apa benar gak apa-apa Bu..?? Bobby.. takut............"
Belum selesai Bobby berbicara ibunya memotong pembicaraannya
"Sudah.. bujuklah istrimu.. minta maaflah padanya. dia sudah tidur lama, mungkin sekarang sudah merasa baikan.. coba kamu lihat sekarang.." Ujar Bu Yume
"Baiklah.. ibu tidurlah.. ini sudah malam.." Ucap Bobby
"Ya udah ibu tidur dulu ya.." Ucap Bu Yume
"Iya Bu.." Jawab Bobby
"Jangan berantem terus.. kasian istrimu yang sedang hamil.. dia masih sangat muda.." Ujar Bu Yume
"Iya Bu.. makasih udah jagain Yena ya Bu.." Ucap Bobby dengan senyuman di bibirnya
"Gak apa-apa.. ya, udah ibu tidur dulu ya.. kamu juga tidur ya, jangan tidur di luar nanti masuk angin.." Ucap Bu Yume tersenyum
"Iya bu.." Jawab Bobby
Bobby mengembuskan napas lega
"Untung gak jadi tidur di luar.." Gumamnya dengan senyuman di bibirnya.