
Yena mencoba menghubungi Dimas beberapa kali namun nomornya tidak aktif.
"Kak.. kamu tuh salah faham.. Angkat dong.. aku mau jelasin semuanya" Batin Yena
Yena pun mengirim pesan pada Dimas tapi semua terasa percuma karena, handphonenya saja di matikan.
Yena begitu merasa bersalah pada Dimas.
Namun, sore itu juga ia sangat kebingungan, Orang-orang mengenal Bobby sebagai suaminya, ia tak bisa menjelaskan ke semua orang karena semalam Bobby yang menemani nya tidur, apa tanggapan orang-orang jika Yena bilang pria yang ia masukan ke dalam kamar kos-kosannya dini hari adalah temannya??.
Ia tak bisa mengatakan hal sebenarnya pada Dimas karena ia juga tidak tau apa Dimas akan faham dan mengerti dirinya..? atau mungkin malah sebaliknya? mungkin Dimas akan sangat membencinya karena terlalu dekat dengan Bobby bahkan pernah serumah dengannya. apa yang akan di pikirkan Dimas jika ia tahu bahwa selama ini Yena tinggal serumah dan berdua dengan Bobby?.
Tentu saja Dimas akan berpikir tidak-tidak apalagi setelah ia memergoki Bobby dan dirinya yang tengah berduaan di depan pintu kosan.
"Jika aku ceritakan semuanya dan Dimas berpikir yang tidak-tidak padaku.. aku harus menjelaskan seperti apa? bagaimana pun aku juga tak dapat menyangkal kebenaran bahwa aku telah melakukannya dengan Bobby. Tapi semua itu hanya 'One Night Stand'.. Kenyataan yang tak bisa di hapus maupun di perbarui" Batin Yena bergelut dengan pikirannya sendiri.
bagaimana pun orang-orang sekarang mengenalnya dengan cap 'Istri yang selingkuh dari suaminya', Walaupun Yena mengatakan yang sebenarnya bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan Bobby dan mengatakan bahwa Dimas adalah kekasihnya di depan semua orang, semua itu hanya akan memperkeruh keadaan, mungkin saja dia akan di interogasi banyak orang.
Maka dari itu ia lebih memilih diam dan menerima semuanya.
Kedua bola matanya melirik ke sampingnya, seorang pria yang tengah tertidur pulas setelah makan bersama dengannya.
Yena menghela nafasnya..
"Eumm.. apakah dia akan tidur disini lagi? bagaimana dia bisa tidur se nyenyak ini setelah membuat kekacauan di tempat ku?, padahal dia tertidur dari sore tadi kenapa belum bangun juga?, dia bahkan belum pulang ke rumah dan belum mandi.." Batin Yena yang menatap Bobby di samping kasurnya.
**
Seorang wanita cantik mengenakan gaun merah tengah duduk di sebuah cafe, ia terlihat tengah menunggu seseorang dengan segelas ice cappucino di depannya.
minuman itu hampir habis saking lamanya ia menunggu.
Handphonenya berdering..
sebuah pesan di ponselnya yang membuat raut wajah wanita cantik itu berubah.
dengan segera wanita itu pergi dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan cafe.
Wanita itu pergi ke sebuah restoran yang di antar oleh seorang supir pribadinya
"Mang sekarang pulang aja.." Ucap wanita itu yang keluar dari mobil
"Ya sudah nanti telepon mang aja ya neng, kalo minta di jemput.." Ucap supir pribadinya
"Iya mang.." jawab wanita itu, menutup pintu mobil.
Mobil pun melaju meninggalkan wanita itu di depan restoran yang sepertinya akan tutup.
wanita itu berjalan masuk ke restoran.
terlihat Jessica dan Daniel sedang mengobrol di sana
"Untuk apa kamu kemari? Yena tidak masuk kerja hari ini.." Ucap Jessica
"Benarkah? aku tidak tau.." Ucap Daniel
"Tentu saja kamu bilang tidak tau karena, itu alasanmu untuk menemuiku kan? mengaku saja..." Jessica menggoda Daniel
"Wah.. Ternyata tingkat kepercayaan dirimu tinggi juga ya.." Daniel tertawa
"Aku benar kan?" tanya Jessica
"Tidak.." Jawab Daniel menghindari tatapan mata Jessica
"Kamu berbohong..??!!!" Ucap Jessica dengan senyuman di bibirnya
"Eh, sudah-sudah.. liat siapa itu yang datang.." Ucap Daniel melihat seorang wanita yang baru saja masuk restoran
"Maaf nona.. Restoran kami sudah tutup.." Ucap Jessica menghampiri wanita itu di ikuti Daniel di belakangnya
"Kak Irene..." Ucap Daniel.
"Heii... Daniel.." Ucap Irene
"Kamu mengenalnya?" tanya Jessica
"Tentu saja.." Jawab Daniel
"Kamu tampak sangat cantik dengan gaun merah itu.. habis pulang dari mana..? Pasti habis kencan dengan bang Bobby..." Ucap Daniel
"Harusnya.. tapi, Bobby malah tidak datang" Ucap Irene
"Irene.. sedang apa kalian disini?" tanya Dimas yang tiba-tiba saja datang menghampiri.
"Eum.. restoran ini sudah tutup kan?" tanya Irene sambil melihat ke sekelilingnya.
"Tentu saja.. hanya tinggal kami disini, yang lainnya sudah pergi.." Ujar Jessica
"Baiklah.. kalian semua bagaimana kalau kita bermain disini?!" Ajak Irene
"Bermain..???" Bobby dan Jessica mengatakan secara bersamaan.
mereka berdua terheran-heran dengan apa yang di katakan wanita yang ada di hadapannya ini.
Irene mengeluarkan 3 botol minuman dari tasnya.
Botol itu berwarna hijau, Daniel tersenyum gembira saat melihat botol yang tak asing baginya itu.
"Wah, padahal aku sudah jarang clubing.." Ucap Daniel takjub.
"Berhenti mengoceh.." Jessica menjeduk kan kepala Daniel
Rolling Door depan ruko pun di tutup agar orang mengira Restoran GogiJjang ini benar-benar sudah tutup.
Irene membuka semua tutup botol minuman beralkohol itu.
Sedangkan Dimas dan Jessica menata meja, Dimas memberikan hidangan daging panggang gratis untuk malam ini.
"Lu pernah liat di film-film luar negeri gak?. kenapa ya, toiletnya orang luar negeri itu gak pernah ada semprotannya.. apa emang culture nya Orang sana emang kaya gitu ya..? jadi kalo pake air tuh jijik atau gimana gitu..?!! Padahal kan pake tisu doang gak bersih kan ya?" Tanya Daniel membuka percakapan di antara mereka berempat.
"Gimana kalo lu tanya sama orang luar negeri sana...?!" Jawab Jessica yang menganggap pertanyaan Daniel tak berguna.
"Baguuss.. ya, entar mereka balikin ke kita.. Lu orang Indonesia makan pake tangan.." Ucap Daniel yang mengundang tawa dari semua orang yang duduk di sana.
"Hujan gak sih di luar? kenapa ya.. gua kalo tiap hujan pasti bolak-balik kamar mandi buat kencing.." Ucap Jessica
"Alergi dingin kamu?" tanya Irene meneguk satu gelas kecil minuman keras
"Bener.. bener.. gua juga suka kaya gitu.. kalo belum ke dokter, mau di obatin pake obat apa aja tetep aja gak sembuh-sembuh.. eh, pas udah ketemu dokter sakitnya langsung ilang.." Ucap Irene sambil tertawa.
Diantara mereka hanya Dimas yang terlihat berdiam diri dan hanya menikmati makanannya.
Dimas merasa agak canggung bertemu lagi dengan Irene.
"Eh, bos diem aja.. gak papa kan kita ngobrol nyantai.." Ucap Jessica
"Iya silakan aja.. santai aja kali.." Ujar Dimas
"Okee.. kita mulai permainannya saja ya.." Ucap Irene
Irene mengeluarkan tutup Bolot yang terdapat satu kawat kecil di pinggirnya.
"Permainan apa ini?" tanya Jesicca yang memasukan daging yang di bungkus daun selada ke mulutnya.
"Kejujuran.. Jadi kalian bisa bertanya dan kalian harus menjawabnya dengan kejujuran.. tidak boleh bohong.." Ucap Irene dengan senyuman di bibirnya
"Baiklah.. aku mengerti..." Ucap Jessica
"Sepertinya aku tau yang seperti ini.." Ucap Daniel
Tutup itu pun di putarnya.......
Lalu berhenti dengan ujung kawat yang mengarah ke arah Jessica
"Biar aku yang bertanya.." Daniel mengangkat tangan kirinya
"Ya silahkan.." Jawab Irene
"Apa kamu pernah berpacaran dengan pria yang lebih muda dari mu?" tanya Daniel
"Eum.. tidak.." Jawab Jessica
Bukan hal yang tak masuk akal jika Daniel bertanya hal seperti itu, karena pada dasarnya ia dan Jessica, memang lebih tua Jessica.
"Oke.. kita putar lagi.." Bobby memutar tutup botol itu.
Tutup botol itu berhenti berputar, kawatnya menunjuk ke arah Dimas...
"Apa kamu punya seorang kekasih sebelum berpacaran dengan Yena?" tanya Jessica pada Dimas, ia terlihat begitu penasaran
"Pernah..." Jawab Dimas singkat
"Kenapa kalian putus..?" tanya Daniel
Dimas terdiam..
"Aku lebih memilih minum.." Dimas menegak secangkir alkohol karena tak ingin membahas perpisahannya dengan mantan kekasihnya yang tak lain adalah Irene
"Sepertinya dia di campakkan.." Gumam Daniel
"Dia pasti berselingkuh... Bagaimana bisa bos setampan mu di selingkuhi.. wahh.. aku tak percaya dunia ini begitu kejam..." Ujar Jessica
Sekilas Irene melirik ke arah Dimas, lalu membuang nafasnya, dengan tersenyum masam. ia tak percaya semua orang mengira dia yang mencampakkan Dimas padahal Dimas lah yang meninggalkannya.
Tutup botol pun di putar kembali......
Dan berhenti ke arah Irene.
"Kak Irene.. Lupakan dulu bahwa Abangku adalah kekasihmu sekarang, karena ini hanya permainan oke..?" Ucap Daniel
"Oke..." Jawab Irene
"Aku ingin bertanya.. apa ada orang lain yang kamu pacari sebelumnya?" tanya Daniel
"Tentu saja ada.." Jawab Irene
"Kenapa kalian putus?" tanya Jessica
"Tidak tahu.." Jawab Irene menatap ke arah Dimas
Tentu saja, Daniel maupun Jesicca bersikap biasa, mereka tak mengetahui bahwa Irene sempat berpacaran dengan Dimas.
"Maksud mu kamu tidak tahu kenapa dia memutuskan hubungannya dengan mu?" tanya Daniel
"Ya aku tak tahu.. jadi aku boleh minum kan..?" Tanya Irene karena ia tak bisa menjawab pertanyaan Daniel
"Tentu saja.." Jawab Daniel
"Kamu sudah minum banyak dari tadi..." Dimas menahan gelas yang berisi minuman keras beralkohol itu.
"Aku kuat minum.." Jawab Irene menyingkirkan tangan Dimas
"Tidak.. biar aku minum untuk mu.." Ujar Dimas merebut gelas itu dari tangan Irene
"Tidak.. aku minum karena aku ingin" Ucap Irene mengambil gelas itu kembali
"Biar aku minum untukmu.." Dimas mengambil gelas itu, di tegaknya habisnya minuman alkohol itu.
"Aku sudah bilang aku kuat minum.." Ucap Irene dengan tatapan sinis
"Kamu sudah minum terlalu banyak, nanti kamu mabuk.." Ucap Dimas
"Dimas.... apa pentingnya bagimu aku mabuk atau tidak?" Irene bergumam Lalu ia berdiri.
"Apa urusanmu? Apa Kamu kekasih ku?" Tanya Irene terlihat begitu emosi
"Kak Irene.. aku rasa kamu terlalu banyak minum.." ucap Daniel kebingungan dengan sikap Irene yang tiba-tiba seperti itu.
"Lalu kenapa kamu tidak bisa mengatakan alasanmu putus? Jika kamu tidak tahu, Siapa yang tahu?, kamu yang meninggalkanku.. aku ingin tahu kenapa aku di tinggalkan.. kamu tahu apa yang lucu?, aku di campakkan tanpa tahu apa alasannya tapi, orang-orang mengira aku yang meninggalkan mu... jadi kenapa kamu bertingkah seolah kamu korban?" tanya Irene
"Semuanya.. maaf aku pergi dulu.." Irene mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan meja. ia membuka Rolling door, dan keluar dari restoran itu.
"Jessica.. rapihkan semua ini.. lalu kunci, besok kamu bawa lagi.." Dimas memberikan kunci restoran itu pada Jessica lalu pergi mengejar Irene
"Jadi maksudnya, mereka dulu pernah pacaran...?!" tanya Daniel kebingungan
"Sepertinya... sepertinya mereka juga masih saling menyukai.." Jawab Jessica
"Aku sungguh merasa kasihan pada Abang ku.. bagaimana bisa dia memiliki kekasih yang masih menyukai mantannya.." Gumam Daniel
"Aku jadi merasa bersalah.. tadi sempat memojokkan mantan kekasih bos.. mana aku tau kalau mantan kekasih bos adalah Irene" Gumam Jessica.
"Ya sudah.. mari kita bereskan semua ini" Ucap Daniel.