YENA

YENA
Pengantin baru



Pagi itu Bobby membuka mata lebih dulu, ia memperhatikan wajah wanita cantik yang kini menjadi kekasihnya itu.


tangannya mengelus pipi wanita yang tidur nyenyak di pelukannya, seolah tak percaya bahwa kini ia telah menikahi wanita yang baru datang di hidupnya itu, membuat hari-harinya terasa manis semanis permen gulali.


ia tak pernah menyangka rasa cinta yang tumbuh lama pada Irene bisa terlupakan setelah hadirnya wanita yang kini di hadapannya.


Meski belum seratus persen hatinya mencintai Yena Namun, Nama Irene sudah mulai luntur di hatinya dan hanya nama Gadis yang bernama 'Yena' yang kini menguasai hati dan pikirannya.


bibirnya yang lentik membuat Bobby gemas dan tak bisa hanya berdiam diri..


Ia mengecup bibir wanitanya beberapa kali Namun, gadis itu masih asik terbuai mimpi. seolah tindakan Bobby tak membuatnya terganggu sedikit pun.


Bobby memandangi wajah Yena begitu lekat,


"Entah sejak kapan wanita ini menjadi wanita yang sangat cantik..." Gumam Bobby mengelus dahi Yena lalu mencium bibirnya kembali.


"Dari dulu aku sudah cantik..." Jawab Yena dengan suara serak dengan mata yang masih tertutup rapat.


"Hey.. Jangan tidur lagi, ini sudah siang.. kamu mau bangun jam berapa..??" Ucap Bobby


"Akh... berisik..." Ucap Yena menutup wajahnya dengan selimut.


"Kamu sudah berapa lama tidur sayang.. ini udah siang.. bangunlah.." Ujar Bobby menarik selimut yang menutupi wajah cantik Yena


Yena membuka matanya dengan ekspresi wajah yang ceberut


"Kapan aku bisa tidur..?? kamu terus-terusan menggangguku...?!"


"Itu kan hanya sebentar.. Ayolah, aku lapar.." Gumam Bobby


"Sebentar..?? kamu yakin gak amnesia...?? aku baru bisa tidur beberapa jam lalu lho.." Ungkap Yena


"Jarang-jarang ini kan.. anggap aja lembur.. hehehe..." Ujar Bobby cengengesan


"Senyum lagi..." Ucap Yena


Bobby memeluk tubuh wanita itu dengan agresif lalu mengecup seluruh wajah hingga leher wanitanya tanpa henti.


"Bob.. Bob.. ini masih pagi.." Yena mendorong tubuh pria yang kini menjadi suaminya, hingga Bobby menghentikan aktivitasnya.


"Ya, gak papa. emang kenapa..? kita udah nikah juga kan..?!" Ucap Bobby


"Selagi aku tidur kamu terus mencium aku, sekarang aku bangun pun kamu masih saja seperti ini..." Ucap Yena


"Mandi yukk..." Ajak Bobby dengan senyuman lebar.


"Kamu tidak dengar aku bicara apa..??" tanya Yena.


"Lihatlah mata mu sekarang.. dan senyuman mu.. entah kenapa semua terlihat mencurigakan kan.." Sambung Yena


"Penuh ambisi..." Jawab Yena


"Lalu kamu ingin berlama-lama di kasur terus menerus seperti ini...??, Mau olahraga pagi lagi..??" tanya Bobby terkekeh


"Akh.. aku tahu maksud mu.. lebih baik aku mandi dari pada meladeni mu disini.." Ujar Yena beranjak dari tempat tidurnya memungut piyamanya yang jatuh di lantai bekas tragedi semalam, ia mengenakannya dengan segera lalu mengikat kan tali sampingnya.


"Benar.. aku pun ikut mandi..."


Bobby bertingkah mengikuti Yena, ia ikut mengenakan piyamanya kembali dan mengikuti langkah Yena.


Yena berjalan mendekati pintu kamar, lalu membuka pintunya.


Langkahnya terhenti saat membuka pintu, ia terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Astaga..." Kata Yena


"Ada apa...?" Tanya Bobby menyusul melihat apa yang terjadi.


"Ya ampun.. Itu si Dimas ngapain tidurnya saling berhadapan sama Irene...??!!!" Ujar Bobby protes


"Terus, Kenapa....???!!!" Yena menatap Bobby dengan tatapan mata yang tajam.


Bobby mengerti Tatapan yang di tunjukkan istrinya kini.


"Enggak.. enggak.. apa-apa.. nanya aja, gak boleh..?!" Ucap Bobby


Irene, Dimas, Jessica, Daniel bahkan Rendi ikut tidur di ruang tengah yang di sulap seperti tempat tidur umum.


mereka tidur beralaskan beberapa kasur yang di satukan.


Posisi mereka seperti ikan-ikan yang berjejeran di pasar.


Entah, sejak kapan mereka tidur di sana.


"Apa mereka sudah lama tidur di sini?" tanya Yena


"Entahlah.. Memang kenapa?" tanya Bobby


"Aku malulah... Apa mereka mendengar apa yang kita lakukan semalaman..?" Tanya Yena


"Untung saja kita keluar tidak telanjang bulat..." Tambah Yena


"Huuusssttt..." Bobby menempelkan telunjuknya di depan bibirnya


"Biarkan saja.. Sudahlah ayo kita mandi dulu, kita ngobrol disini malah membuat mereka terbangun.." Ujar Bobby menarik istrinya berjalan ke kamar mandi, Yena hanya menurut dan mengikuti langkah suaminya.