
경훈 : 누구..??
Kyung hoon : Siapa..?
경훈 : 애인...??
Kyung hoon : Kekasih..???
Bobby : 갑자기... (Dengan ekspresi kaget)
경훈 : 아.. 미안해..
Kyung hoon : Maaf..
"Bisa tidak datang jangan pake ngagetin??? Ngeselin emang lu ya..." Ucap Bobby kesal
겅훈 : 난 알아.. 난 알아..
Kyung hoon : Aku tahu.. aku tahu..
Bobby : 나를 알아...?
Bobby : Kamu tahu..?
Kyung hoon kebingungan sambil melirik Bobby.
"Kamu ini mau bicara apa??" Tanya Kyung hoon
"Wah.. Bahasa Indonesia mu Luar biasa.." Bobby memberi tepuk tangan
경훈 : 아직 공부해..
Kyung hoon : Masih belajar
Bobby : 아.. 너를 알아..?? 난 부인 있어요?
Bobby : A... Kamu tahu?? Aku punya istri..??
경훈 : 아.. 정말..?
Kyung hoon : AA... benarkah..?? (dengan ekspresi datar, sambil mengambil keripik dari bungkus Snack yang di pegangnya
Bobby : Akh.. 더럽다...!!
Bobby : Akh.. Kotor...!!! (Menyapu sofa dengan tangannya)
경훈 : 안입니다...!!
Kyung hoon : Tidak kok...!!!
Bobby : 야... 나가...!!
Bobby : Heh.. Keluar..!!
Siang itu Yena keluar rumah.. saat ia membuka pintu, ia mendapati sepucuk surat di depan pintu rumah.
"Akh.. hampir saja aku injak.." Gumam Yena
Ia mengambil surat yang masih terbungkus rapih yang tergeletak di lantai.
"Mang... apa ada orang sebelumnya ke sini??" tanya Yena pada tukang kebun yang tengah sibuk memotong rumput di depannya.
"Orang..?? gak ada neng.. Saya dari pagi disini gak liat ada orang.." Ucap nya
"Lalu ini dari........." Yena begitu penasaran dengan isi surat tersebut, perlahan ia membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya.
Jika di pikir banyak orang di rumah tapi, kenapa tidak ada yang tahu seseorang meletakkan surat di depan pintu.
Kertas putih dengan kalimat singkat, isi surat itu hanya bertuliskan.
"Kamu masih ingat aku Yena..?? Aku akan memperhatikan kamu lagi dari sekarang.."
Matanya membulat tatkala membacanya
Dengan hati yang berdebar, tangan bergetar.
Pikirannya langsung bisa menebak siapa pengirim surat tersebut.
Ia pikir orang yang terus menguntitnya itu telah hilang bersamaan dengan di jualnya rumah peninggalan orang tuanya yang tega di jual oleh tantenya yang menghilang bersama suaminya itu.
Selama tinggal bersama Bobby ia tak pernah mendapatkan surat seperti ini lagi.. surat itu hanya pernah ia dapatkan saat tinggal di kos dan di tempat makan sebelumnya, Namun ia tak pernah mendapatkan hal seperti ini sampai rumah Bobby.
Ia bertanya-tanya bagaimana orang itu tahu bahwa ia sekarang tinggal disini..
bagaimana bisa orang itu mulai menguntit lagi saat Suaminya Bobby sedang tak ada di rumah?? atau ia tahu, dan memang sengaja mengambil kesempatan ini..??
Entah apa yang di inginkan dan yang di incar oleh orang misterius itu, yang pasti kedatangannya bersamaan dengan meninggalnya orang tua Yena.
Mungkin itu ada sangkut pautnya..?? Yena pun tak mengerti..!!! Mengingatnya saja cukup menakutkan..
"Haruskah aku bicara hal ini pada Bobby..??" Gumam Yena dalam hati
"Akh.. sudahlah, aku hanya akan membuat konsentrasinya buyar.. karena ia pasti sedang sibuk sekarang.." Gumam Yena dalam hati
Yena membawa kertas itu dan mencoba bertanya pada orang-orang yang bekerja di rumah Namun, tak ada satu orang pun yang tau siapa orang yang menaruh surat itu di depan rumah dan kapan ia menaruhnya.
Bagaimana ia begitu pintar dan tak takut meski banyak orang di rumah.
Namun, saat ia hanya bersama Bobby di rumah orang itu bahkan tak menunjukkan tanda-tanda apapun.
Sambil mengamati kertas itu, Yena masih berpikir tentang maksud orang itu.
Bagaimana pun ia terus masuk ke hidup Yena lebih dari 2 tahun.. Namun, Yena tak pernah melihat wajahnya sekalipun.