
Yena keluar dari mobil dengan perasaan yang sangat bahagia, ia baru merasakan lagi rasanya jatuh cinta.
Dimas berjalan di sampingnya memegang boneka beruang yang hampir sama dengan ukuran tubuhnya.
"Kok jadi keliatan mirip banget.." Yena tertawa meledek Dimas yang memeluk boneka beruang itu, hingga terlihat tinggi badannya dan boneka itu terlihat sama.
"Ih, enggak lah.. dia gendut, aku enggak..." Ucap Dimas
"Serius mirip.." Yena tertawa kegelian
"Masa sih?, ya udah demi pacar di katain mirip beruang juga gak papa. malah bagus biar kamu inget aku terus.." Ucap Dimas dengan percaya diri
"Dih, pede.." Ucap Yena
"Eh, mau di namain siapa nih boneka?" tanya Dimas
"Hmm.. siapa ya?!!" Yena memutar otak
"Bagaimana kalau 'Sayang' aja..?!" Dimas memberikan opini
"Hah? itu boneka apa pacar di panggil pacar?" Ucap Yena tertawa
"Coba aku mau denger kamu panggil 'Sayang'.." Ucap Dimas
"Enggak akh.. ngapain.." Yena tersipu malu
"Kan tadi katanya pacar yang di panggil 'Sayang' sekarang kan aku pacar kamu.." Dimas menaik-turunkan kedua alisnya
"Ngapain coba kamu tuh kak..." Yena tertawa melihat tingkah Dimas
"Yaudah.. kalo kamu geli, gimana kalo 'Boim'.." Ucap Dimas
"Siapa tuh 'Boim'..?" tanya Yena
"Kamu gak tau 'Boim'..?!" Dimas balik tanya
"Enggak, emang nya siapa?, artist...?, Aktor...?" tanya Yena
"Ya udah kalo gak kenal, nih kenalin.. 'BOIM', BOneka IMut.." Ucap Dimas sembari mengasongkan tangan boneka beruang itu.
Sepasang kekasih itu spontan tertawa.
"Boim.. boneka imut..." Yena tak henti bergelak tawa mendengarnya, ia memegang perut saking geli mendengarnya, matanya berair saking kerasnya ia tertawa.
"Udah.. udah.. nanti di kira bikin nangis anak orang lagi.." Ucap Dimas
"Ia udah akh, sakit perut.. 'Boim' sekarang tinggal sama 'Padi' ya.." Ucap Yena sembari mengelus kepala boneka beruang itu
"Padi?? enak Boim mau di taro di sawah?" tanya Dimas
"Kamu gak tau 'Padi'..??" tanya Yena
"Tau, pohon padi kan?" Ucap Dimas
"Bukan.. 'PADI' itu, PAcar DImas..." Ucap Yena membuat keduanya tertawa kembali
"Boim Bobonya sama Padi, bikin ngiri aja..!!" Ucap Dimas
Yena mendekati Daniel dan Jessica yang sedang duduk berdua di sebuah kursi dalam restoran.
Dari kejauhan terlihat mereka seperti sedang asyik mengobrol sambil tertawa, padahal sebelum di tinggalkan mereka masih terlihat seperti musuh bebuyutan tapi, baru di tinggal sebentar saja mereka sudah terlihat sangat akrab.
Yena dan Dimas mendekati kedua orang yang sedang asyik mengobrol itu, entah apa yang sedang mereka bicarakan saat itu.
"Kalian lagi ngapain?" tanya Yena
"Nungguin Lu lah, bodoh..!!" Ucap Daniel
Dimas menatap tajam ke arah Daniel, seperti seekor harimau yang siap menerkam mangsanya.
Daniel menutup mulutnya dengan tangannya, seolah ia mengerti bahwa ada yang salah dengan ucapannya.
"Eh, enggak.. enggak.. maksudnya.. keliatannya kok kalian akrab banget? padahal, sebelumnya ribut melulu..?!" tanya Yena
"Gak tau, padahal kita cuma ngomongin hobi. gak taunya hobi kita sama jadi nyambung aja gitu ngobrolnya.." Ucap Jessica
"Aku pikir ada sesuatu..." Gumam Yena
"Sesuatu apaan?!. Eh.. kalian baru jadian apa Anniversary nih?" tanya Jessica saat melihat buket dan boneka beruang.
"Anniversary apaan?!, orang ini First day.." Ucap Dimas
"Hahaha.. saya kira pak bos udah jadian beberapa bulan yang lalu.." Jessica tertawa
"Udahlah... mau pulang gak nih udah malem nanti Bobby marah-marah.." Ucap Daniel
"Bobby? memang kamu deket banget sama Bobby? atau kamu satu rumah sama dia?" tanya Dimas menebak-nebak
"Eh, enggak kok.. enggak.. Daniel ke sini pake mobil Bobby, jadi mungkin dia takut di marahin Bobby kalau pulangnya kemaleman" Jawab Yena tersenyum
"Ini bocah, mulutnya lebih dari cewek.. jangan-jangan nih anak ngomong yang enggak-enggak ke Jessica.." Batin Yena
"Ya udah, biar aku aja yang anterin.." Ucap Dimas
"Gak usah kak.. serius.. gak usah, kasian Daniel udah capek-capek ke sini masa suruh pulang..?!" Ucap Yena
"Ya udah.. kamu hati-hati ya.." Ucap Dimas memberikan boneka beruang itu pada Daniel
"Jess, pulangnya kemana? sekalian aja gua anterin.." Ucap Daniel menawarkan tumpangan
"tumben banget nih anak.." Batin Yena saat melirik Daniel
"Wah, boleh tuh.. Ok, gua nebeng kalian ya.." Ucap Jessica tersenyum
"Ya udah.. aku pulang dulu ya bos.." Yena tersenyum pada Dimas.
"Eh, Lu mau kemana?" tanya Daniel saat Yena membuka pintu mobil bagian depan.
"Masuklah.." Ucap Yena
"Terus menurut Lu gua bisa pegang boneka aneh ini sambil nyetir?!!" Kata Daniel
"Terus gimana sih?!" Ucap Yena
"Lu duduk di belakang.. sana.." Ucap Daniel sembari melempar boneka beruang itu ke tubuh Yena.
"Hiss.. nyebelin.." Ujar Yena lalu masuk dan duduk di bangku belakang, di sebelah Jessica.
Daniel Masuk mobil.
"Eh, Gua bukan Sopir ya.." Daniel memberikan kode
"Udah Jess, Lu duduk di depan sana sama Daniel.. cerewet banget tuh anak.." Ucap Yena
"Oke..." Jawab Jessica
Jessica pun pindah ke bangku depan, tak lama kemudian Daniel mulai mengemudikan mobil hitam itu.
Sepanjang perjalanan kedua orang di bangku depan itu terlihat asyik mengobrol.
Yena terabaikan, ia menghela nafas..
"Apa yang terjadi nih?? Padahal sebelumnya mereka seperti 'Kucing dan Anjing'.. Kenapa malah bisa sedekat ini?!, Apa Daniel menyukai Jessica..?!" Gumamnya di hati
Ia menatap boneka di sampingnya, boneka yang bahkan muat duduk sendiri di bangku mobil mengisi kekosongan.
"Belum apa-apa.. udah kangen aja" Batin Yena
Ia bersandar pada bonekanya yang di beri nama 'Boim' itu...
Ia mengedipkan matanya dengan pelan. Sesekali ia menguap, rasa kantuk mulai bersarang di tubuhnya.
Perlahan matanya terpejam, ia tertidur di dalam mobil dengan menyandarkan kepalanya pada boneka pengganti bantalan kepalanya.
Selanjutnya ia tak menyadari apa yang terjadi, bahkan ia tak tau kapan Jessica turun dari mobil.
"Yena.. bangun.. gak mungkin kan gua harus ngangkat Lu.." Suara Daniel membangunkan gadis itu.
"Oh, udah nyampe ya?!" Ucap Yena terbangun dari tidurnya, ia memaksakan membuka matanya walau sebenarnya rasa kantuk itu masih terasa berat untuknya.
Gadis itu keluar dari mobil dengan buket dan boneka yang di peluknya.
dari kejauhan sepasang mata mengamatinya dari kaca jendela.
gadis itu masuk ke dalam rumah bersama Daniel yang mengikutinya dari belakang.
"Boneka dari siapa?!" Tanya pria yang berdiri menatap ke arah Yena
Namun, gadis itu tak menjawab sepatah katapun ia hanya melewati pria tersebut tanpa menatapnya sedikitpun.
"Daniel.. Yena dapat itu semua dari mana?" tanya Bobby pria yang di acuhkan Yena
"Oh, itu.. bukannya itu dari Dimas, mereka baru saja berpacaran.." Ucap Daniel
"Siapa yang pacaran?!" Tanya seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar Bobby.
"Eh, kak.. udah lama disini?" tanya Daniel
"Enggak kokk.. barusan aja, gak lama kalian datang aku datang.." Ucap wanita yang di ikat rambutnya.
"Barusan apa kata mu? siapa yang jadi pacar siapa?" Tanya wanita itu penasaran.
"Eum.. itu.. Yena pacaran dengan bos nya, Dimas..." Ucap Daniel dengan santai..
Wanita itu diam sambil tersenyum, ia berfikir orang yang bernama 'Dimas' yang di maksud adalah orang yang sama dengan orang yang dia kenal, yang memiliki nama yang sama.
"Lihatlah.. sekarang.. Semua yang berhubungan dengan Dimas berkumpul di satu rumah.. Musuhnya Dimas.. Mantannya Dimas.. dan sekarang Aku yang menjadi kekasihnya Dimas.." Ucap Yena yang tiba-tiba datang dan masuk ke percakapan, ia tertawa lalu melewati semua orang itu dengan handuk di tangannya.
Omongan Yena berhasil membuat Bobby maupun Irene terdiam.
"Eh, kakak nyinep di sini?" tanya Daniel
"Tentu saja.. Kamu juga tidur di sini?" tanya Irene
"Iya kak.." Jawab Daniel tersenyum
"Baguslah.. sering-sering lah tidur di sini, aku bahkan tidak tau apa yang dilakukan mereka ketika di rumah ini hanya berdua.." Ucap Irene melirik wajah Bobby
"Apa..? aku tak melakukan apapun.." Ucap Bobby
"Aku tidak menuduh mu..." Jawab Irene
"Tapi kamu menatapku Sayang.. artinya kamu curiga padaku kan?" tanya Bobby
"Tentu saja.. bagaimana bisa aku percaya dengan kekasih ku, saat ia satu rumah dengan gadis lain?!" Ucap Irene dengan lugas.
"Eum, mending kamu jangan kebanyakan nonton drama deh.. jadi kaya gini kan.." Ujar Bobby
"Biarin.. Drama di Tv itu bagus-bagus kok.." Jawab Irene
"hmmm.. Ya udah Daniel.. kita nonton bola aja bentar lagi pertandingannya di mulai.." Bobby memalingkan wajahnya dari Irene, ia mengalah dari pada harus berdebat hal yang tak jelas dengan Irene
"Oke bang.." Jawab Daniel, keduanya berjalan meninggalkannya Irene
"Kok malah kalian yang pacaran..?!" Ucap Irene jengkel karena tak di anggap
"apa salahnya coba nonton drama.." Gumamnya.