
Pagi itu Bobby bangun lebih awal dari biasanya, perlahan ia membuka matanya.
Ia menatap gadis di sampingnya dengan senyuman lebar, gadis yang masih terlelap terbuai mimpi, gadis yang masih menjadikan tangannya sebagai bantalan tidur dan menjadi kan badannya menjadikan badannya menjadi guling yang mengiringi tidurnya menuju alam mimpi.
Bobby memandang wajah gadis itu dengan lekat, sambil sesekali mengusap rambutnya, ia masih ingat kejadian semalam.
kejadian yang membuat ia tidur dan bangun tanpa sehelai benangpun, dan hanya menutup tubuh polosnya dengan selimut tebal bersama wanitanya yang kini tertidur dengan tangan yang melingkar di perutnya.
Dari semalam jantungnya tak henti berdegup kencang, ia masih tak percaya bahwa ini semua adalah kenyataan bukan hanya sekedar mimpi, kini lengkap sudah kebahagiaan yang ia nantikan, kebahagiaan yang sedari lama ia cari dan kini dapat ia rasakan.
Entah jam berapa mereka benar-benar tertidur pasalnya Bobby terus menuntut lebih, seolah tak cukup sekali dan saat di beripun ia malah ketagihan.
Malam itu setelah ia merasa benar-benar kelelahan setelah pertarungannya, ia langsung tertidur. Meski hatinya menolak untuk tidur namun matanya sudah tak kuasa terjaga. seolah tak sabar ingin segera bangun untuk menyambut hari esok dan menghabiskan waktu berdua bersama wanitanya kembali.
Bobby menarik tubuh gadis di sampingnya lebih lekat dengan tubuhnya.
Cup....
Ia mencium ubun-ubun kepala gadis di sampingnya.
"Hei... bangun..." Ucap Bobby meski ia pun baru terbangun dari tidurnya namun, ia merasa lebih segar dan tiada rasa kantuk yang hinggap sedikit pun meski ia tidur hanya beberapa jam semalam.
"Mmm.. apa sih Bob.. aku masih ngantuk..." Ucap Yena dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Bangun yuk.. udah siang ini..." Ujar Bobby
"Kamu aja yang bangun.. aku masih pengen tidur.." Gumam Yena dengan mata yang masih terpejam
"Kamu gak mau temenin aku makan?? hmm..?" tanya Bobby lalu mencium pipi Yena
"Ia nanti..." Jawab Yena
"Buka dong matanya.." Ujar Bobby
"Apa sih Bob.. kamu bikin aku gak bisa tidur dari semalam.. pas aku udah mau tidur kamu ganggu terus...." Ujar Yena
Satu persatu Bobby mengecup seluruh bagian wajah Yena dengan gemas.
Cup.. cup.. cup..
Perlakuan Bobby membuat Yena sangat terganggu dan mencoba menyadarkan dirinya.
"Akh.. udah berhenti ini aku bangun.." Ucap Yena yang merasa kegelian dengan perlakuan Bobby
"Nah, gitu dong..." Jawab Bobby tersenyum lebar
"Ya udah sana kamu mandi.. kamu kerja kan hari ini?" tanya Yena
"Iya..." Jawab Bobby menatap lekat Yena tanpa berkedip dengan senyuman yang sangat mencurigakan.
"Ih.. apa sih liatin nya gitu amat..?? kok aku ngerasa akan ada sesuatu ya..." Gumam Yena menjauhkan tubuhnya dari Bobby, menarik ujung selimut menutup wajahnya sampai sehidung hingga yang terlihat hanya matanya saja.
"Kenapa di tutupin begitu?" tanya Bobby
"Kenapa malu.. orang semalem aja kamu gak malu.." Ucap Bobby terkekeh
"Iiihh.. ngeselin banget sih.." Ujar Yena mendorong tubuh Bobby
"Mandi yukk.." Ajak Bobby
"Kamu yang kerja.. ya kamu lah yang mandi duluan.." Jawab Yena
"Ayolah...." Ajak Bobby
"Akhh... aku udah yakin dari tadi, pasti itu lagi..." Keluh Yena
"Mandi doang gak ngapa-ngapain..." Ucap Bobby menarik selimut yang menutupi wajah Yena mendekati tubuh polos gadis itu yang tertutup selimut yang sama.
"Akh.. gak.. aku gak percaya sama kamu.. Semalam aja kamu bilang sekali.. sebentar.. tapi gitu lagi.. gitu lagi..." Ucap Yena
"Ya udah kasih aku kiss aja..." Ucap Bobby
"Kiss doang abis itu mandi ya...?" Ucap Yena
"Muach..." Yena mencium bibir pria itu dengan cepat.
Bobby menarik selimut yang sedari tadi di pegang kuat oleh Yena untuk menutupi tubuh polosnya.
"Kamu mau ngapain..?" tanya Yena menghentikan tangan Bobby yang mulai nakal meraba kesana kemari di bawah selimut.
"Olahraga..." Jawab Bobby tersenyum nakal.
"Udah sana akh.. mandi..." Ujar Yena
"Ya makanya.. ayokk mandi.." Ujar Bobby
"Kan tadi perjanjiannya apa? Kiss doang kan?" Ujar Yena
"Aku kan gak bilang iya.." Jawab Bobby
"Tuh kan.. kamu bohong lagi..." Ujar Yena
"Ayok mandi.. apa mau aku mandiin di sini?" tanya Bobby membuat Yena kaget.
Ia sudah dapat menebak, bahwa Bobby menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman pagi. Meski ia bilang hanya mandi biasa rasanya tak mungkin karena Bobby sangat terobsesi dengan tubuh Yena.
"Kamar mandi aja..." Jawab Yena tersenyum menyetujui permintaan Bobby
"Asaahh....." Bobby mengangkat tubuh wanitanya hingga ke kamar mandi.
Entah apa yang mereka lakukan di kamar mandi, hingga begitu lama di dalamnya.
samar-samar terdengar suara kegaduhan di dalamnya, bersamaan dengan suara pancuran air shower yang mengalir deras.
Beberapa lama kemudian mereka keluar dengan menggunakan jubah mandi berwarna putih, dengan rambut yang basah dan badan lebih segar dari sebelumnya.