
Beberapa lama kemudian.
Bobby, Yena dan Jessica pulang ke rumah dengan beberapa kantong plastik belanjaan hasil dari memburunya seharian di supermarket.
Daniel langsung berlari menghampiri mereka yang baru pulang.
"Di beliin gak..?" tanya Daniel menghampiri Jessica, memeriksa kantong yang di bawanya
"Beliin apaan..?" tanya Jessica
"Pocari Jess, jangan bilang lu gak baca WA gua...?!!" Ucap Daniel
"Kasar amat Lu.. Ama pacar sendiri juga..?!" Ujar Bobby
"Ya musti gimana, belum biasa gua.. Orang dari temenan aja berantem terus, gimana mau ngomong lemah lembut.." Ujar Daniel
"Ya udah mending gak usah pacaran.." celetuk Yena
"Enak banget dah, bibir lu ngomongnya.." Ucap Daniel
"Yang sopan Lu sama kakak ipar.." Ucap Bobby menepak tangan Daniel
"Ya.. iya.. khilaf gua.. hehe.." Ucap Daniel
"Ya udah aku mau cuci buah-buahannya dulu ya.." ucap Yena
"Aku bantuin ya.." Bobby menawarkan diri
"Gak usah.. aku bisa sendiri kok." Senyum Yena
Yena melangkah meninggalkan ruangan itu, sesampainya di dapur ia mengeluarkan beberapa buah dari kantong plastik, yang akan di cuci lalu di potong untuk di suguhkan pada tamu-tamu yang sedang berkumpul di ruang tengah.
"Handphone..." Gumam Yena saat menemukan handphone yang tertinggal di dalam plastik
Ia memencet tombol powernya, sehingga layar handphone menyala.
"Ini kan hp nya Bobby..." Gumam Yena
"Bisa-bisanya dia naro handphone di sini.. kalau ikut ke cuci gimana coba.." batin Yena
Senyuman wanita yang sedang berbadan dua itu makin lebar, ia terlihat bahagia dan senang ketika melihat fotonya menjadi layar kunci handphone suaminya.
Tak sengaja ia menggeser layar handphone, hingga terbukalah ke aktivitas di handphone Bobby sebelumnya.
Mata Yena menatap tajam ke layar handphone, alisnya mengkerut, tangannya mengepal keras, hatinya terasa panas dan remuk.
Ia melangkah ke tempat Bobby berada, dengan langkah berat dan raut wajah kesal ia menghampiri Bobby yang sedang berkumpul dengan yang lainnya.
"Eh, ada apa lagi tuh..??" Bisik Daniel ke telinga Jessica.
Jessica mengangkat kedua bahunya sambil mengangkat kedua tangannya ke samping tanda bahwa ia tak tahu.
Tanpa basa-basi atau melihat situasi dan kondisi Yena langsung menghampiri Bobby.
"Bob.. maksudnya ini coba kamu chatan sama Irene..??" tanya Yena yang berdiri di samping Bobby.
Dengan mata melotot Irene mendengar pernyataan Yena.
"Apa lagi.. ini.." Batinnya
Ia merasa terlalu banyak masalah jika dirinya harus di kaitkan dengan nama mantan pacarnya itu.
Dimas pun langsung menatap wajah Irene penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Chat an apaan sih..?" Bobby balik bertanya
"Iya ini maksudnya apa..??" tanya Yena sambil mengasongkan handphone ke hadapan Bobby
"Mana sini aku liat dulu.." Ucap Bobby mencoba mengambil Handphonenya namun Yena menariknya kembali hingga Bobby tak sempat menyentuh bahkan memeriksa Hp nya.
"Mana sini.. Mana sini..!! Orang ini Hp kamu, gak mungkinlah kamu gak taulah..!!" Jawab Yena kesal
"Iya mana sini liat Hp nya.." Ujar Bobby mengambil Handphone dari genggaman Yena.
"Orang chatan biasa.." Irene buka suara
"Chatan biasa doang..?? ngapain Lu chatan sama suami orang..??" Ucap Yena
"Kamu ngapain sih..?" tanya Dimas yang memandang wajah Irene dari tadi
"Tuh urusin tuh, cewek Lu.." Ucap Yena
"Orang chatan biasa aja.." Bela Irene
"Lah, ngapain Lu chatan sama Suami gua, gua aja gak pernah chatan sama Dimas.. Kita pernah chatan gak Dimas?? gak pernah kan??" Ucap Yena
"Ya pasti pernah kan.." Ujar Irene
"Ya.. gak kitu kali.. gua pegang Hp aja enggak lho sekarang.." Ucap Yena
"Ya, itu juga cuma chatan biasa aja kali.." jawab Irene
"Apaan biasa aja..?? Najis, Amit-amit kaya gitu biasa aja.." Ucap Yena sudah mulai gerah
Dimas mengambil Hp yang sedang di pegang Bobby, ia memeriksa isi chatan yang di maksud Yena.
"Ini Apa maksudnya..??" tanya Dimas
"Ya, orang biasa aja.. chatan biasa aja.. ya kalo ada yang aku mau titip ya aku chat ke Bobby lah, nanya-nanya disana ada apa aja.." Jawab Irene
"Ih, gila ya lu.. emang Bobby pacar ke 2 lu apa nanya-nanya ke Bobby.." Ucap Yena
"Ya, namanya juga temenan udah lama.. dia juga kan temen Dimas ya wajarlah" Jawab Irene
"Ini maksudnya apa..??" tanya Dimas kembali
"Apa sih yank.. Apa..?? Chatan biasa doang.. aku cuma nitip buah ke Bobby emang ada yang salah..??!!!" tanya Irene
"Kenapa gak chat Jessica aja kan mereka pergi bertiga.." Ujar Dimas
"Mana aku punya.. kontak Jessica..?!" Jawab Irene
"Ya, kan ada aku. Kenapa kamu gak bilang ke aku?? Jessica itu kan bawahan aku..?!!" tanya Dimas
"Ya udah.. itukan cuma Chat biasa..!!" Ucap Irene
"Biasa apa..?? orang aku udah baca.." Jawab Dimas
"Gak, kan itu cuma nitip buah doang.. kenapa harus di besar-besarin sih.." Ucap Irene
"Iya.. tapi kok 'Aku'.. sih..??" tanya Dimas
"Jijik kan..?? Jijik banget gak sih Lu..??!! Gua pernah chatan sama lu gak sih?? gak kan" Ucap Yena
"Ya, cuma chatan 'aku kamu'.. ya wajar dong.." Ucap Irene membela diri
"Ya, enggak masalahnya Lu pernah pacaran sama Bobby, ngapain Lu chatan segala..??" Tanya Yena
"Apa sih.. itu kan udah enggak lagi.." Ucap Bobby
"Apaan.. enggak.. enggak.. aja..?!! kamu mau bela dia..??!" Tanya Yena
"Ya enggak aku cuma nengahin aja.." Jawab Bobby
"Nengahin apaan.. berarti kalo aku chatan sama Dimas lagi boleh ya.." Ucap Yena
"Apaan sih..." Jawab Bobby mulai risih dengan perdebatan ini
"Tuh.. kamu gitu, gantian di balikin.. jawabnya gitu.. Ngomongnya no.na udah di black list apaan ini malah chattan.." Ujar Yena
"Itu kan cuman biasa doang.." Ucap Bobby
"Biasa doang pala Lu.." Ucap Yena mulai hilang kesabaran
"Ya emang biasa doang.. ya emang pake sayang-sayang enggak kan??" Ucap Irene
"Ya kamu chattan ngapain..??" tanya Dimas
"Ya, apa sih yank.. Cuma beberapa chat doang.." Irene membela diri
"Gak maksudnya buat apa chat Bobby??" tanya Dimas
"Ya, aku kan cuma nitip buah. Ya, wajar dong cuma gitu doang.." Ucap Irene
"Ya, kenapa gak bilang sama aku..?? dari tadi kita bareng terus lho.. kamu gak nganggap aku..?? apalagi ini urusan paling sensitif lho Yank.. kamu gak inget..?? barusan.. barusan aja.. belum lama kita berantem, sekarang kamu kaya gini lagi.." Ucap Dimas
Irene memegang kepala dengan kedua tangannya.
"Enggak.. gini biar gua yang jelasin.. ini sebenarnya cuma salah faham aja.. tadi tuh, Irene ng.chat gua cuma mau nitip buah itu doang kenapa harus di perpanjang sih.." Ujar Bobby
"Terus maksud Lu apa manggil cewek gua dengan sebutan 'Ay..??'.." tanya Dimas
"Ya kan dari dulu dia kan manggil aku gitu yank.. kenapa harus di permasalahin sih..??!!" ucap Irene
"Ya, kalo dulu wajar Lu masih pacaran sama dia.. Tapi, Lu nyadar enggak.. Sekarang Lu udah jadi cewek gua.. Lu bilang dia nyebut lu masih dengan sebutan 'Ay' itu wajar..?? Lu mau belain dia terus..?? Lu minat balikan sama dia..??!!!" Ucap Dimas dengan suara yang penuh penekanan dan pandangan mata yang menyeramkan membuat wanita yang di hadapannya meneteskan air mata.
"Lu jangan kasar-kasar Lu jadi cowok Lu.." Ucap Bobby
"Eh, kaya Lu kagak aja.. Lu kaya gini aja menurut lu gak kasar apa..?!!" Tanya Yena
"Bukan gitu sayang.. liat sendiri bukan aku kan yang pertama chat tapi Irene, itu juga isinya cuma nitip buah doang kan?? ya udah sih.." Ucap Bobby
"Terus ngapain Lu pake 'Ay..' segala?? Lu inget ya, bentar lagi lu jadi bapak tapi, kelakuan lu kek gini.." Ucap Yena
"Iya.. iya. Lagian Dimasnya juga yang cuek.. kalo Dimas gak cuek, Irene gak mungkin dong chat gua.." Ucap Bobby
"Ya terus ngapain chat-chat Lu.. berasa masih pacaran Lu Hah..?? Lu kalo mau balikan lagi sana, pusing gua.." Ucap Yena hendak melangkah pergi
"Yeh.. yeh... dengerin dulu.. dengerin dulu.." Bobby mencoba menghentikan langkah Yena dengan menarik tangannya.
"Apa Lu.. lepasin tangan gua" Ucap Yena
"Malu.. ada mamah Lho.. diem dulu di sini.. duduk.. duduk.." Ucap Bobby menarik tangan Yena, membuat Yena terpaksa duduk di sebelahnya.
"Dengerin ini cuma salah faham.." Ucap Bobby
"Bodo gua gak peduli lagi sama lu.." Jawab Yena
"Itu cuma chat biasa kok yank.." Irene baru buka suara kembali sambil menghadap Dimas
"Iya.. tapi, kenapa harus.. 'Aku kamu' terus 'Ay' lagi.. aneh kan??" Jawab Dimas
"Lah, kan nama dia Irene.. ya wajarlah gua paling dia 'Ay..'...." Samber Bobby
"Lu ngapain sih belain dia Mulu..?? Lu maen belakang sama gua??" tanya Yena menanggapi sikap Bobby, lalu menepis tangan Bobby yang hendak meraih jemarinya lagi.
"Ya, kan aneh ya.. Bobby nyebut kamu 'Ay..' terus kalian chattan pake 'Aku kamu'.." Ucap Dimas
"Ya gak lah.." Jawab Irene, menyeka air mata yang terus mengalir sambil menatap mata orang yang paling menghakiminya saat ini.
"Gak gak.. apaan Lu, ini juga sama aja.. cewek sama cowoknya.." Ucap Yena melirik Bobby
"Serius ini cuma salah faham sayang.. itu cuma nitip buah biasa, emang gak boleh cuma nitip doang??" tanya Bobby
"Ya, gak bolehlah.. ngapain nitip-nitip pake chattan segala.. Lu kan udah nikah ngapain chattan segala.." Ucap Yena
"Nitip doang meliin buah doang emang salah.." Ucap Irene
"Ya, salah.. Lu kira laki gua pacar ke dua Lu apa..!!" Sahut Yena
"Kamu juga aneh sih yankk.." Ucap Dimas menunjuk dengan jari telunjuknya.
"Apa sih yank.. gak usah nunjuk-nunjuk juga kali yank.." Ucap Irene
Karakter Irene dan Yena saat ini, seolah tertukar Yena yang biasanya cengeng. kini dengan amarah yang memuncak, terus berbicara tanpa henti bagaikan rapper.
Sedangkan, Irene yang biasanya strong, ganas, bicara tanpa jeda sekarang malah terlihat lemah karena Dimas, ia hanya bisa berbicara dengan mata yang terus basah karena tangisan.
"gak itu mungkin karena lu terlalu cuek aja.." Ujar Bobby
"Kamu ngapain ngomongin hubungan orang.. kaya diri sendiri udah bener aja.." Ucap Yena, ia tak menyaring pembicaraannya, ia hanya mengatakan apa yang terlintas di pikirannya.
"Lho.. kok ngomongnya kaya gitu..?? emang aku gak bener kenapa??" tanya Bobby
"Ya, Lu kaya gini Lu kira bener..??" Ucap Yena
"Orang cuma chat doang, gak usahlah ngatain orang gak bener.." Ucap Bobby
"Terus Lu mau balikan lagi sama mantan Lu itu.. gitu..??" Ucap Yena
"Enggaklah, kamu jangan ngomong gitu sayang.. aku cuma ngebilangin Dimas doang. kalo Dimas gak cuek, dia pasti tau kan ceweknya chat aku kan.." Ucap Bobby
"Lah, terus kenapa lu bales..?? Lu udah tahu punya bini ngapain Lu chatan sama mantan Lu.. Lu cowok gak ada otak nya ya??!" Ucap Yena
"Kamu gak boleh ngomong gitu sayang.. inget kamu lagi hamil.." Ucap Bobby
"Gak usah Lu sayang-sayang sama gua Lu.. Lu tau bini Lagi hamil, ngapain Lu chatan sama dia?? pake Ay.. aya.. segala.. mau main belakang Lu..??" Ucap Yena
"Ya, kan itu emang bagian dari nama dia.. bukan bikin kesan romantis atau flash back.." Ucap Bobby
"Aduh.. kenapa jadi kaya gini sih.." Ucap Irene
"Ada kenapa sih.. aduh kenapa sih.. kagak mikir apa lu dari tadi.." Ucap Yena
"Udah ngomong satu-satu.. siapa dulu yang mau ngomong ayok.." Ucap Irene
"Kenapa kamu chattan sama Bobby..??" tanya Dimas
"Ya itu kan udah di jawab kan sama Bobby.. aku cuma nitip buah.." Jawab Irene
"Iya.. tapi kenapa harus Bobby.. kenapa chattan nya harus 'Aku kamu'.. kenapa Bobby harus panggil kamu 'Ay'..??!!" tanya Dimas
"Ya, aku kan udah bilang dari tadi kan.. aku cuma punya nomor Bobby, lagian kenapa kamu harus cemburu sih yank.. dia kan udah nikah.. coba bacain chatan kaya gimana yang ada 'aku' nya.. gak ada sayang-sayangan atau gimana-gimana kan..?!!" Ucap Irene
"Udah aku udah baca semua.. kenapa harus ay.. ay.. segala..??. Di belakang gua bisa-bisanya Lu kaya gini.. parah lu.." Ucap Dimas yang sudah geram
"Gak boleh gitu lu.. orang dia chat gitu doang sama gua.. Lu nya juga terlalu cuek.. kalo lu gak cuek dia gak bakal chat gua dong.." Ucap Bobby menambah panas dan kacau situasi.
"Kok kamu Ngomongnya kaya gitu sih Bob??" tanya Yena mengerutkan dahi.
"Eh.. masalah gua cuek atau enggak urusan gua ya.. gak ada masalahnya sama lu.. ngapain lu ikut campur gua.." Ucap Dimas
"Ya, emang bukan masalah gua. tapi, kalo udah kaya gini Lu mau nyalahin siapa coba..??" Tanya Bobby pada Dimas
"Kamu tuh ngomong apa sih..?? kok kaya gitu..??!!" tanya Yena pada Bobby
"Kamu jangan salah faham sayang.. udah biarin mereka aja yang berantem kita mah, gak usah.." Ucap Bobby dengan tangan meraih pinggang Yena.
"Apaan nih.. sana lu jangan pegang-pegang gua dulu.. sebel gua sama Lu.." Ucap Yena menyingkirkan tangan Bobby dari pinggangnya
"Lah.. salah aku dimana coba?? kan Irene yang pertama chat duluan bukan aku.." Ucap Bobby membela diri
"Masih nanya ya Lu.. salah Lu dimana.. inget-inget deh.. janji lu sama gua apa aja.." Ucap Yena
"Kamu juga janji kan gak ngomong kasar.. kenapa kaya gini lagi hayo..." Ucap Bobby
"Ih... orang nanya tuh jawab bukan malah balik nanya....." Yena menjewer telinga Bobby
"A...Aaaaaa...." Bobby teriak kesakitan
"Lama-lama bibir lu gua tarik juga Lho.." Ucap Yena kesal, melepaskan tangannya dari telinga Bobby.
"Nih.. gini ya.. dengerin semuanya.. gua gak ada maksud apapun manggil Irene dengan sebutan 'Ay..' terus... dia chat ke gua cuma nitip buah doang kenapa harus di perpanjang kaya gini sih..??" Ucap Bobby
"Kenapa Lu gak bilang sama gua..?? udah ketauan kek gini lu baru bilang..!!. Bukannya sebelumnya Lu black list nomornya? kenapa bisa chat lu lagi..??" tanya Yena
"Noh.. Salahin Daniel.." Tunjuk Bobby
"Lah, ngapain bawa-bawa gua.." Ucap Daniel
"Sebelumnya lu pinjem hp gua ngapain coba..??" tanya Bobby
"Ngapain orang gua gak ngapa-ngapain.." Jawab Daniel dengan santainya.
"Nah, mau jawab apa lagi Lu.." Ucap Yena dengan kedua tangan di pinggang
"Ya ampun.. Aslinya ini cuma salah faham sayang.. kamu percaya deh sama aku.." Ucap Bobby mencoba menarik tangan Yena
"Enggak.. Lu jelasin yang bener baru gua percaya.." Ucap Yena menghindar dari Bobby
"Makin pusing gua.. gini ya Rin, kalo gua emang cuek kaya yang di bilang Bobby. Lu bilang langsung ke gua.. bukan malah cerita ke orang lain.. Lu tau walaupun kita balikan belum lama ini, gua gak akan ngelakuin hal-hal ekstrim kaya kemaren itu kalo gua gak cinta dan gak serius sama lu.. dan sekarang lu malah chattan lagi sama Bobby apa maksudnya coba..???!!!" Ucap Dimas dengan mata merah, menatap air tajam seolah sedang mengincar jawaban dari bola mata Irene.
Irene hanya berisak tangis. apapun yang ia katakan seolah tak bisa membuat Dimas percaya.
dengan tatapan yang mengintimidasinya Irene tak dapat berkutik, apalagi sedari tadi Dimas tak melepaskan pergelangan tangan Irene, ia tak menyadari rasa kesalnya kini berdampak pada Irene yang merasakan sakit, seolah tulang tangannya hendak remuk karena tekanan yang di berikan di tangan Irene sangat kencang.
"Lu ikut gua..." Dimas berdiri menarik tangan Irene
"Lepasin dulu tangan aku.." Pinta Irene
"Enggak Lu bilang dulu ke gua.." Jawab Dimas
"Bilang apa lagi sih.. kan aku udah bilang, aku gak ada no. Jessica makanya aku chat Bobby. ini cuma masalah kecil lho.. kenapa sih harus di besar-besarin.." Ucap Irene
"Ya, bukan gitu.. tapi kenapa kamu gak bilang ke aku..?? kamu bilang ini masalah kecil, tadinya aku udah sepenuhnya percaya lho sama kamu.. sekarang kamu bertingkah kaya gini.. mau sampai kapan Rin..??" Tanya Dimas mengeraskan pegangan tangannya
"Aaa..." Rintih Irene yang kesakitan
"Aku gak bertingkah.. kan kamu tadi nyuekin aku.. kamu maen game sendiri gimana aku mau bilang.." Ucap Irene sesegukan
"Kalo emang nitip buah doang baru bener.. ini kamu chat 'Ay..Ay..' ngapain..??!!!" Ucap Dimas
"Lu jangan gitu lho.. kasian lho Irene.." Ucap Bobby berdiri di dekat keduanya
"Perhatian banget ya Lu.." Ucap Yena berdiri dengan melipat tangannya di depan dada
"Ya ampun.." Bobby mengusap wajahnya dengan sebelah tangan
"Ya ampun apaan Lu.. gak bener lu.." Ucap Dimas dengan tatapan tajam
"Eh, Lu liatin nya biasa aja Lu.. ngapain lu melotot segala ke gua..!!!" Bobby mendorong tubuh Dimas
"Ya, Lu gak usah dorong-dorong segala anjjiiirrrr.." Ucap Dimas menarik kerah baju Bobby
"Lu kira gua takut sama Lu Cepu Lu.." Bobby menambah perlawanan dengan menarik kerah Dimas
"Terus sekarang Lu apa..?? Lu juga Cepu kan?? Jangan karena Lu kaya gua takut ya sama Lu.." Ucap Dimas
"Oh, jadi Lu mau ngerasain bogem mentah dari gua.. coba nih rasain.." Pukulan pertama mendarat di pipi Dimas membuat sisi bibirny berdarah.
Keduanya saling memukul, meninju dan menendang.
"Dimas.. Dimas.. udah.." Irene mencoba menarik tangan kekasihnya itu agar mengakhiri perkelahiannya namun, percuma tangan Irene di tepisnya.
"Diem ini urusan laki-laki..." Jawab Dimas
"Bob.. Bobby..." Ucap Yena terduduk lemas.
Namun, suaranya seolah tak di dengar oleh Bobby.
perselisihan kedua orang yang pernah bersahabat, yang kini bermusuhan karena seorang wanita dan berkelahi karena sebuah pesan di handphone.
Melihat keributan itu, Semua orang yang berada di tempat mencoba melerai, melepaskan pertikaian keduanya.
Daniel dan Rendi coba menenangkan keduanya, sebelum ibu Bobby mendengar dan datang ke sumber suara karena mendengar keributan.
"Apaan sih. udah.. udah.. kalian ini ribut cuma gara-gara chat Hp doang.." Ucap Rendi menahan Dimas
"Udahlah, bang.. Lu ngalah aja.." Bujuk Daniel yang menahan sang kakak agar berhenti berkelahi merebutkan pepesan kosong.
"Nanti dia ngelunjak..." Ucap Bobby yang masih di guyur emosi
Saat yang lain mencoba melerai, Yena duduk kesakitan di lantai sambil memegang perutnya.
"Udah bang.. kasian Yena.." Ucap Daniel
Bobby baru terasa tentang keberadaan Yena, ia menoleh ke belakang.
Yena kini merintih kesakitan.
"Ya Ampun.. Yena.. Yena.." Bobby langsung berlari menghampiri istrinya.
Semua mata melihat ke arah Yena dan terdiam tak bergeming.
"Udah mending kalian pulang aja.. selesain masalah kalian sendiri.." Ucap Rendi
"Tapi.. Yena.." Ucap Dimas dengan rahang yang memar.
"Udah biarin kita urus kalian pulang aja.. dari pada masalah tambah ruwet.." Ucap Rendi
"Ya udah.. kita pulang dulu.. tolong sampein maaf dari kita buat Yena.." Ucap Dimas
"Ok.. nanti gua sampein.." Jawab Rendi
"Kita pamit pulang dulu.." Ucap Dimas menggandeng tangan Irene meninggalkan tempat itu dengan perasaan bersalah.