
1 tahun berlalu.
Pagi hari tepatnya di dorm yang ditempati Yeji CS, mereka semua tampak bersemangat untuk ikut merayakan hari bahagia yang juga menjadi hari pertama sang maknae memasuki sekolah barunya SMA Kirin school.
“hari ini cerah ya, padahal dari kemarin hujan terus..” seru Ryunjie yang berjalan dari luar balkon menuju dapur untuk membantu Yeji menyiapkan sarapan para member lainnya yang masih tengah bersiap-siap di kamarnya.
“kau bangunkan Andheera aja, ku yakin dia pasti belum bangun.” Pinta Yeji Ketika Ryujin tengah menyiapkan alat makan di atas meja.
“oke..” responnya kemudian pergi menuju kamar Andheera.
Ceklek.. Ryujin perlahan membuka pintu kamar Andheera dan Yoona, ia sedikit terkejut karena Yoona sudah berada di depan pintu, sepertinya dia juga berniat membuka pintu kamarnya namun Ryujin mendahuluinya.
“sory.. aku tak bisa membangunkannya.” Kata Yoona seraya melirik ke arah Andheera yang masih pulas tertidur.
Begitu Yoona keluar dari kamarnya Ryujin pun masuk untuk menghampiri Andheera.
“kak..! ayo bangun, kakak sudah janjikan akan ikut mengantar aku di hari pertama sekolah..!” rengek Ryujin seraya mencoba menarik selimut tebal milik Andheera.
Namun tenaga yang dimiliki Andheera lebih kuat dari sang maknae, hingga Ryujin pun jatuh tersungkur setelah adegan tarik menarik selimut yang baru saja dilakukannya.
“isshh..!! terserahlah.” Ketus Ryujin yang menyerah kemudian keluar dari kamar lengkap dengan raut wajah yang penuh kekesalan.
“dia belum bangun juga..?” tanya Lia seraya mengambil sarapannya.
“jika bukan untuk latihan dia memang sulit untuk dibangunkan.” Timpal Yoona ditengah mengunyah makanannya.
“kalau gitu berikan dia sendok, jika tidak ikut setidaknya dia harus tetap makan.” Ujar Yeji seraya memberikan sendok pada Ryujin untuk diberikan pada Andheera.
Tanpa membantah Ryujin pun kembali ke kamar Andheera dengan sendok yang digenggamnya.
“kak dheera ini sendok..” kata Ryujin seraya memberikan secara paksa pada Andheera yang masih setengah sadar.
“kalau kakak ngga jadi ikut setidaknya kakak harus sarapan..!” tambahnya lagi kemudian berlalu pergi.
Andheera yang masih dalam kondisi setengah sadar menatap sendok yang digenggamnya dengan wajah yang kebingungan.
15 menit berlalu.
Setelah mereka selesai dengan sarapan pagi, dan satu temannya itu masih juga belum keluar, mereka pun memutuskan untuk pergi mengantar Ryujin tanpa Andheera.
“kalian duluan aku akan ke kamar Andheera sebentar..” ujar Yeji yang kemudian dibalas dengan anggukan dari para member yang berjalan keluar lebih dahulu.
Ceklek..
“aku tau kau lelah dan kau juga masih belum merasa nyaman dengan kami semua, tapi setidaknya kau harus bertanggung jawab dengan janjimu bukan, kalau kau berubah fikiran masih ada waktu 30 menit untukmu menyusul.” Ujar Yeji.
Meski Andheera tampak tidur dengan posisinya yang menghadap ke dinding, namun Yeji yakin jika Andheera mendengar apa yang baru saja ia katakan. Yeji pun kembali pergi setelah memberikan sedikit teguran pada salah satu temannya itu.
Andheera pun terbangun dan terduduk di ranjang kecilnya bersamaan dengan pintu kamarnya yang ditutup kembali oleh Yeji, dengan menghela nafas panjangnya ia pun akhirnya bangkit lalu berjalan keluar kamarnya menuju kamar mandi.
***
SMA Kirin school.
Ryujin tengah berkumpul bersama teman-teman barunya di aula, sementara itu ke 3 member lainnya, Yeji, Yoon dan Lia berada dilantai 2 aula bersama managernya untuk memvideokan sang maknae dari atas.
Ryujin tampak sedikit malu-malu dengan lingkungan juga teman barunya, terlihat dari wajahnya yang selalu ia tundukan dan tak berani menatap langsung wajah teman-teman barunya, membuat Yeji khawatir Ryunjie akan sulit berbaur karena sikap pemalu dan tertutupnya.
Tak lama Andheera pun datang dan bergabung bersama ke 3 member lainnya seraya menyedot yogurt strawberry kesukaannya.
“akhirnya kau datang juga..” sambut Yoona.
“kau datang sendiri..?” tanya Lia seraya mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang staf yang mungkin menemani Andheera datang ke SMA Kirin school.
“hmm..” Andheera hanya mendeham menjawab pertanyaan dari temannya.
“pakai umum..?” timbrung Yeji.
“pakai sepeda..” sahut Andheera santai masih sembari menyedot yogurt nya.
“waahhh.. kau ini berani sekali Andheera, meski kita baru setahun trainee tapi..” timpal Yoona.
“tenanglah kita belum seterkenal itu.” Jawab Andheera yang mengakhiri percakapannya.
“tapi tetap saja kau tak boleh kemana-mana sendiri Andheera, itu berbahaya, bagaimana kalau ada orang yang mengenalimu.” Tiba-tiba saja sang managernya ikut menanggapi obrolan Yeji CS.
“Vivian..” gumam Andheera yang malah mengalihkan perhatiannya pada seseorang yang tengah berpidato di depan podium.
“kau kenal dengan ketua osis itu..?” tanya Lia.
“iya pasti kenal sih kan Andheera sekolah di SMA Kirin school.” Timbrung Yoona seraya ikut memperhatikan orang yang berada di depan podium.
“kau sudah meninggalkan sekolahmu selama kurang lebih satu tahun dan hanya ikut ujian sekolah aja, apa tahun ini pun akan seperti itu..?” tanya Yeji seraya menoleh ke arah Andheera yang masih memperhatikan temannya dari kejauhan.
“entahlah..” responnya dengan nada malas seperti biasanya.
***
BangQit agensi.
Diruang latihan, tampak Namjoon CS tengah melakukan latihan tari seperti biasanya, dipimpin oleh Hobbie sang leader dance mereka terus mengulang-ulang gerakan yang sama agar terlihat sinkron satu sama lain.
“OKE.. 1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7.. 8.. bukan, bukan seperti itu kak,” seru Hobbie yang melihat salah satu member tertuanya melakukan gerakan yang yang kurang sempurna dari pantulan cermin besar dihadapannya.
“tangannya agak di tekuk sedikit ke kanan oke..!” lanjutnya seraya membantu Seokjin membenarkan letak tangan yang seharusnya.
Sedangkan yang lain mencoba berlatih sendiri selagi menunggu Hobbie mengajarkan Seokjin.
“OKE TEMAN-TEMAN kita ulang lagi semua dari awal ya..!” seru Hobbie yang kembali focus pada seluruh member. “1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7.. 8..”
30 menit kemudian.
Mereka memutuskan untuk istirahat sejenak ada yang langsung mengambil botol air mineral ada juga yang memilih untuk membaringkan tubuhnya sejenak di lantai.
“kak Brian..” bisik Bennedict yang ikut berbaring disamping Brian.
“hmm..” respon Brian yang memejamkan matanya dan merebahkan kedua lengannya.
“sepertinya rumor kedekatan kak Brian dengan kak dheera semakin tercium oleh beberapa manager dan staf, bagaimana kalau mereka melarang kakak berinteraksi dengan kak dheera atau kemungkinan terburuknya salah satu dari kalian tidak akan debut.” Cerita Bennedict masih setengah berbisik di telinga Brian.
“aku sudah menjelaskan pada pak Hitman kalau aku dengan Andheera memang sudah dekat karena kita satu sekolah dan bukan berarti kita berkancan.” Sahut Brian yang masih memejamkan kedua matanya.
“kalian berdua, jangan terlalu banyak tidur dilantai, dingin, ini minum dulu.” Ujar Seokjin yang membawa 1 botol air mineral untuk Ben juga Brian.
“oke makasih kak..” sahut Ben yang kemudian bangkit dari tidurnya seraya menerima botol air mineral yang diberikan Seokjin.
Seokjin pun duduk di sebelah Brian yang mulai bangkit dari tidurnya dan menunggu gilirannya minum.
“sebaiknya memang kau jangan terlalu menunjukan kedekatanmu dengan dheera, itu ga bagus untuk karirmu ke depannya, untuk saat ini kau harus focus pada latihanmu aja itu cara terbaik untuk saling mendukung karir kalian berdua.” Seokjin mencoba memberikan saran yang terbaik untuk salah satu adiknya itu.
“aku akan menjaga jarak dengan Andheera.” Tambahnya lagi setelah beberapa kali meneguk minumannya.
“begitu kau memilih untuk menjadi idol kau pasti sudah siap kan dengan segala resikonya, termasuk berkencan, itu adalah hal yang sulit kau lakukan, karena kau akan mematahkan ribuan hati fans mu Brian.” Tambahnya lagi.
“iya aku mengerti kak..” ucapnya dengan nada lirih.
“TEMAN-TEMAN AYO..!! kita mulai lagi.” Seru Hobbie pada semua member.
Tanpa mengeluh sedikitpun mereka semua langsung bangkit dan membuat formasi kembali.
***
Kembali ke SMA Kirin school Jakarta.
Karena kalah bermain game dengan teman-temannya, alhasil Andheera mendapat hukuman membeli minuman di kafetaria SMA Kirin untuk para member dan tentu saja di temani oleh sang manager.
Begitu ia selesai bertransaksi dan membalikan tubuhnya, ia terkejut mendapati Vivian yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya tengah memandanginya dengan tatapan tajamnya.
“kau berniat memutus hubungan denganku..?!” ucap Vivian dengan penuh penekanan dalam setiap katanya.
“kau sudah selesai Andheera, ayo..” timbrung sang manager yang tak mengijinkan Andheera berlama-lama disana sembari mencoba merangkul Andheera lalu membawanya pergi dari kafetaria.
“Andheera..!” panggil Vivian saat Andheera hanya berjalan melewatinya.
“bisa berikan aku sedikit waktu, aku ingin bicara dengan temanku sebentar.” Ujar Andheera pada sang manager yang terus merangkulnya.
“tidak bisa, para member sudah menunggumu dimobil kau juga harus latihan Andheera.” Tegas sang manager yang tak membiarkannya berhenti bahkan untuk menoleh ke belakang pun terasa sulit, karena langkah sang manager begitu cepat.
Sementara itu Vivian masih tampak berdiri di tempatnya seraya memandangi kepergian teman baiknya itu yang setengah diseret oleh sang manager.
“aku sangat merindukanmu Andheera..” gumam Vivian lirih.
Di dalam mobil.
Andheera langsung memberikan 1 kantung kresek kecil yang berisikan minuman favorite para member dengan wajah masamnya, seolah ia tengah merajuk kemudian duduk di sebelah Yeji tanpa bersuara, gadis malang itu hanya mengarahkan pandangannya ke luar jendela mobil dan melipat kedua tangan diatas dadanya.
“kau kenapa..?” tanya Yeji yang kemudian melirik sang manager yang duduk disamping supir mencoba meminta penjelasan lebih lanjut pada sang manager dengan perubahan sikap Andheera.
“tidak ada, Andheera hanya lelah, ayo kita pergi.” Kata sang manager pada supirnya.
Yoona teman sekamarnya yang duduk dikursi belakang tidak bisa mempercayai perkataan sang manager, ia terus mamandangi Andheera lewat pantulan cermin mobil yang tergantung di depan.
***
Sesampainya di BangQit agensi.
Saat Yeji CS tengah menunggu lift yang akan membawanya ke ruang latihan, mereka sedikit dikejutkan oleh Namjoon CS yang akan keluar dari lift.
Pandangan manager Yeji CS langsung tertuju pada Kimbrain dan Andheera, karena ia sudah mendengar rumor yang beredar belakangan ini membuatnya sedikit khawatir, ditambah tatapan yang kini Kimbrain tunjukan menambah kecurigaannya jika mereka berdua tengah menjalin suatu hubungan.
Ketika Yeji CS telah menggantikan posisi Namjoon CS di dalam lift, sang manager ternyata memutuskan untuk tidak ikut ke dalam lift dengan Yeji CS, ia membiarkan Yeji CS menuju ruang latihan lebih dulu dan malah berbalik mengikuti kemana Namjoon CS pergi.
Namun sepertinya Andheera juga menyadari apa yang akan dilakukan sang managernya, kemudian ia kembali menekan tombol lift agar bisa berhenti di lantai berikutnya, membuat member lain menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
“kau mau kemana Andheera..?” tanya Yoona.
“aku akan menyusul..” begitu pintu lift kembali terbuka dengan cepat Andheera melesat pergi menuju tangga darurat untuk kembali turun dan mengejar sang manager.
“apa yang dia lakukan, kenapa dia harus berlari seperti itu..?” tanya Lia yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Andheera lakukan.
“kurasa 1 tahun masih belum cukup untuk bisa benar-benar mengenalnya..” gumam Yoona.
***
Sementara itu kedua mata Andheera tampak sangat sibuk untuk mencari jejak kemana sang manager pergi.
“apa yang kau lakukan disini..? bukannya kau ada jadwal latihan.” Ujar Andromeda yang datang dari belakang.
“oppa.. kau melihat kak Brian..?” tanya Andheera dengan sedikit terengah-engah karena sudah banyak berlari.
“sebaiknya untuk saat ini kau jangan menemuinya dulu, rumor..”
“dimana oppa..!” potong Andheera dengan menaikan sedikit nada suaranya.
“hmm.. mereka sudah pulang ke dorm.” Responnya.
Setelah mendapat jawaban dari kakaknya, gadis itu pun kembali berlari menuju baseman.
“ada apa sih..!” Andromeda kesal karena adiknya itu berlalu pergi begitu saja.
Dan benar saja sesampainya di baseman, Andheera melihat Kimbrian tengah berbicara serius dengan managernya, sedangkan mobil yang biasa ditumpangi oleh Namjoon CS sudah tidak ada di parkiran, yang menandakan member lainnya sudah lebih dulu pergi dan meninggalkan Brian.
“aku tahu kau memang memiliki visual yang cukup mumpuni, tapi kau juga harus tahu Andheera lebih unggul darimu baik dari segi visual dan suaranya yang benar-benar luar biasa.
Jika kau ingin tetap bertahan dengan grup mu, sebaiknya kau jauhi Andheera, karena kalaupun kalian benar menjalin hubungan, kaulah yang akan dirugikan.” Tegasnya seraya sesekali menoyor kepala Kimbrain.
Seolah tak berdaya dengan perkataan sang manager Yeji CS, Kimbrain hanya tertunduk mencoba menyembunyikan rasa takutnya dengan menggenggam kedua tangannya erat.
Saat Andheera mencoba menghampiri mereka berdua, tanpa diduga seorang gadis muncul dengan sorot mata tajamnya ia berbicara mewakili Kimbrain yang tertunduk ketakutan.
“MANAGER LUCKY..!! bukankah sudah jelas apa yang Kimbrain katakan sebelumnya, jika dia ini tidak sedang menjalin hubungan dengan gadis yang bernama Andheera, mereka terlihat dekat karena mereka berada di satu sekolah yang sama.” Timbrungnya mencoba membantu Kimbrain untuk bisa pergi dari situasi tak mengenakan baginya.
“kau tak perlu ikut campur Eunjiso, lagipula kenapa kau ada disini, bukankah seharusnya kau ada dibandara..?” jawab manager Lucky.
“amm.. kurasa aku tak perlu menjelaskannya padamu, karena kau bukan managerku, ayoo Kimbrain..!!” ajak Eunjiso yang kemudian pergi seraya menarik lengan Kimbrain.
“Sial..!! kalau bukan karena ALM ibunya artis senior, gadis angkuh itu mana mungkin bisa diterima dengan mudahnya di agensi ini..!” manager Lucky mengungkapkan semua kekesalannya seraya menatap tajam punggung Eunjiso yang berjalan menjauhinya.
Sementara itu Andheera masih memperhatikan langkah Kimbrain juga gadis yang tak dikenalnya berjalan beriringan sampai mereka berdua masuk ke dalam mobil yang sama.
“suaranya, aku seperti pernah mendengarnya di suatu tempat..” gumam Andheera sebelum akhirnya berbalik untuk kembali menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu berada di ruang latihan.
Disepanjang perjalanannya menuju ruang latihan, tatapannya begitu kosong seolah tengah memikirkan sesuatu dalam benaknya.
Haruskah ia menyerah agar Kimbrain bisa melanjutkan apa yang menjadi mimpinya, tapi jika ia menyerah sekarang bagaimana dengan Bennedict, bagaimana jika ada yang membully nya.
Namun.. ada 1 hal yang mengganjal dalam hatinya dan baru ia sadari sekarang, selama 1 tahun ini ia belum pernah sekalipun mendengar adanya konflik antar senior dengan juniornya ataupun para member lainnya.
Semuanya terasa baik-baik saja sampai saat ini..
Hal itu semakin membuatnya berfikir kembali, apa yang didengar nya 1 tahun yang lalu di atap, apakah benar-benar telah terjadi pembullyan ataukah hanya seorang trainee yang sedang berlatih acting..??
Dan suara gadis tadi, mungkinkah gadis itu yang berada di atap waktu itu..?? ‘batin Andheera seraya membulatkan kedua mata sipitnya.
***