To My Youth

To My Youth
BAB 59



Aula Kirin school Jakarta, tempat diadakannya perlombaan vocal solo maupun duet.


Begitu Andheera memasuki aula, pencariannya langsung tertuju pada teman duetnya yang tak lain adalah Jaehyun, yang ternyata mengambil tempat duduk bagian depan yang tak jauh dari panggung.


Sedangkan Jaehyun yang saat itu tengah fokus mendengarkan para peserta lomba di hadapannya, sampai tidak menyadari jika Andheera kini sudah berada disampingnya.


                “kau tak akan membuat kesalahankan..?” ujar Andheera yang mengawali percakapan diantara mereka, sekaligus menyadarkan Jaehyun dari fokusnya.


                “aku sudah sering bernyanyi setiap akhir pekan di gereja, bagaimana dengan dirimu yang bahkan tak pernah melakukan hal dengan benar.” Sahutnya yang masih memfokuskan pandangannya ke depan.


                “cihh..!!” Andheera hanya membalasnya dengan decakan eoh seraya melipat kedua tangan diatas dadanya.


10 menit berlalu, kini akhirnya giliran mereka yang harus tampil diatas panggung yang sudah dipersiapkan semegah mungkin khusus untuk acara tahunan.


[Andheera ] Weroumi gadeukhi..


pieoitneun i garden, gashituseongi..


i moraeseonge nan nal maeeosseo..


[Jaehyun] Neoye ireumeun mwonji..


gal goshi itgin hanji, Oh could you tell me?


i jeongwone sumeodeun neol bwasseo..


[Jaehyun] And I know..


neoye ongin modu da jinjjaran geol..


pureun kkocheul kkeokkneun son..


jabgo shipjiman..


[Andheera] Nae unmyeongin geol..


don’t smile on me, light on me..


neoege dagaseol su eopseunikka..


naegen bulleojul ireumi eopseo..


[Jaehyun] You know that I can’t


show you me, give you me..


chorahan moseub boyeojul sun eopseo..


tto gamyeoneul sseugo neol mannareo ga..


But I still want you..


Terjemahannya.


[Andheera] Dalam kesunyian..


taman bunga ini bermekaran..


dipenuhi duri..


aku berdiam diri di istana pasir ini..


[Jaehyun] Siapa namamu..?


apakah kau memiliki tujuan untuk pergi..


bisakah kau memberitahuku..


aku bersembunyi melihatmu ditaman ini..


[Jaehyun] Dan aku tahu..


semua kehangatan mu itu nyata..


aku ingin menggenggam tanganmu..


dan memetik bunga Biru..


[Andheera] Ini adalah takdirku..


jangan tersenyum padaku..


jangan menyinari aku..


aku tak bisa datang menghampiri dirimu..


disana tidak ada nama yang bisa ku panggil selain aku..


[Jaehyun] Kau tahu..


bahwa aku tak bisa menunjukan diriku padamu..


memberikan diriku padamu..


aku tak bisa menunjukan bagian diriku yang lemah..


aku memakai topeng lagi dan pergi menemui dirimu..


Tapi aku masih menginginkan dirimu..


Sebuah cuplikan masa lalu muncul tak terduga dalam bayangan Andheera saat ini yang tengah fokus bernyanyi juga mamandang ke arah bangku penonton yang tak lain adalan temannya sendiri, Hanyoora dan Yerim yang sudah lebih dulu datang, kemudian disusul dengan Vivian sebab ia harus menuntaskan menonton pertandingan basket terlebih dahulu.


-Kilas balik 4 tahun yang lalu halaman belakang rumah Andheera.


                “ANDHEERA SARANGHAEEEE HUUUUU..!!” sorakan Keenan terdengar begitu nyaring sembari bergoyang lebih heboh dari Andheera yang tengah bernyanyi dihadapannya.


 -----


Senyum hangat, tawa ceria juga wajah gemuk teman kecilnya mampu membuat Andheera benar-benar menghayati lagu yang tengah dibawakan saat ini, begitu pun dengan semua penonton yang hafal dengan lagu tersebut tanpa sadar malah ikut bernyanyi.


Seolah mereka ikut tersihir dengan suara power full yang Andheera keluarkan, mereka sangat menikmatinya sampai merasa jika kompetisi ini adalah sebuah konser Andheera dan Jaehyun.


Suasana dalam aula pun kembali meriah kala Andheera dan Jaehyun menyelesaikan bait terakhirnya, tepuk tangan meriah yang tak hanya dari penonton juga dari para juri yang melakukan standing applause tanda mereka sangat mengagumi penampilan kedua peserta lomba tersebut.


Sebelum meraka berdua melakukan bow pada para juri juga penonton, Andheera merasa ada wajah teman kecilnya berada dalam salah satu bangku penonton, ia pun menyunggingkan senyum tipisnya, meski ia tahu itu hanyalah khayalan dirinya namun setidaknya ia bahagia.


***


Kembali ke SMA Shinwa Yogyakarta.


Kini Keenan mulai ikut bertanding basket bersama timnya, bak seorang pengeran yang turun dari seekor kuda putih, semua siswa berteriak histeris kala Keenan seperti sengaja tengah menunjukan pesona ketampanan nya yang tak tertandingi.


Sementara itu dibangku rehat para pemain, Joe yang tengah meneguk botol air mineralnya langsung memuntahkannya kembali, sebab terkejut dengan tingkah so ganteng dari karibnya itu.


                “YEEAAAAHHH RAY KEENAN.. !! RAY KEENANN..!!” semua siswi bersorak semakin memeriahkan suasana di lapang basket lengkap dengan spanduk besar bertuliskan RAY KEENAN, poster foto dirinya yang cukup besar juga tak lupa pom-pom yang sudah menjadi aksesoris wajib untuk menonton pertandingan tim basket.


Selang beberapa menit ia bermain, sama hal nya dengan Andheera yang melihat kehadiran dirinya sesaat setelah Andheera tampil.


Keenan juga menemukan Andheera berada dalam kerumunan para penonton lainnya, membuat dirinya tak dapat menyembunyikan senyum lebarnya.


 


                “kau sudah membuat rencana untuk libur panjangmu..?” tanya Joe seraya melepas seragam basketnya.


                “aku akan langsung pindah ke Jakarta.” Sahutnya sembari meneguk beberapa kali air mineralnya dan masih terduduk dibangku mengamati teman-temannya yang lain yang sedang berganti pakaian.


                “tadinya aku ingin mengajakmu liburan ke korea..”


                “harusnya kau juga sibuk persiapkan kuliahmu disana, kau fikir akan ada waktu untuk liburan, memangnya bahasa inggrismu sudah benar-benar lancar?”


                “lancar dong, gak sia-sia aku les privat bahasa inggris selama 3 tahun huhh.. maka dari itu aku ingin mengistirahatkan otak ku ini dengan berlibur.” Sahutnya seraya menutup lokernya setelah selesai berganti pakaian.


                “iya sudah kau liburan saja sendiri.” Ujar Keenan seraya menaruh botol air mineralnya dibawah kemudian bangkit dari tempat duduk untuk mulai berganti pakaian.


                “hey ayolah..! liburan sendiri akan terlihat menyedihkan bukan..” lirihnya lalu duduk di tempat Keenan barusan.


                “iya.. iya.. di Jakarta saja tak perlu ke..”


                “SETUJU..!! lusa nanti akan ada konser di Jakarta, meskipun gak ada IU tapi gak ada salahnya kan nonton konser fandom lain hahaha.” Celotehnya dengan wajah yang berseri-seri seolah tengah membayangkan idol KPOP yang cantik-cantik.


                “gak mau..!” tegas Keenan seraya menutup lokernya dengan sedikit bantingan.


                “Hey..! kau bilang mau liburan bareng tadi..!!” seru Joe yang tak terima.


                “tapi tidak untuk konser, kau ingin aku terlihat fanboy sepertimu, aku gak mau itu sangat memalukan..!!” setelah selesai mengganti pakaiannya Keenan berniat untuk pergi lebih dulu meninggalkan temannya.


                “kali ini aja okee.. yaa..yaa ayolah Rayyyyy..” rengeknya seperti bocah seraya menyusul langkah Keenan keluar dari ruang ganti dan masih terus menggeledotinya.


Sedangkan Keenan hanya menanggapinya dengan tawa renyahnya, serta mencoba beberapa kali melepas kaitan tangan Joe dari tangan kekarnya.


***


Sore harinya di SMA Kirin school Jakarta, langit mulai redup bersamaan dengan beberapa pertandingan yang telah usai.


Kabur dari ketiga temannya yang terus menempelinya, Andheera lebih memilih berjalan-jalan sendiri, seraya mengedarkan pandangannya seolah tengah mencari sesuatu di tengah banyaknya stand makanan juga minuman.


Senyum lebar langsung terukir dibibir tipisnya kala ia berhasil menemukan minuman favoritenya.


                “yogurt strawberry 5..” pinta Andheera pada sang penjaga stand.


Setelah mendapatkan minuman yang ia inginkan, gadis itu pun kembali berjalan sembari menyedot satu yogurtnya dan sisanya ia masukan ke dalam kantung plastic kecil.


Saat pandangannya ia lemparkan ke sembarang arah ia mendapati seseorang yang dikenalnya tengah nangkring di atas atap sekolah.


Andheera terdiam sejenak sebelum akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali melanjutkan langkahnya, seraya mengayun-ayunkan jinjingan kantong plastic kecilnya.


 


Diatap.


Srekk.. srekk suara gesekan plastic kecil membuyarkan lamunan Brian seraya membalikan tubuhnya.


                “apa yang kau lakukan disini..?” tanya Andheera yang masih menyedot yogurt strawaberynya seraya berjalan menghampiri Brian.


                “tidak ada, hanya..”


                “apa kau baik-baik saja..? ada sesuatu yang terjadi di agensimu..?” tebak Andheera yang membuat Brian refleks memberikan senyum kotaknya.


                “heyy..! kenapa kau selalu tahu isi fikiranku, apa itu tandanya kita benar-benar jodoh.” Celetuk Brian diiringi dengan tawa lirihnya.


                “cihhh..! kalau kak Brian mau, kak Brian bisa mencoba audisi di agensi tempat kakakku bekerja.” ujar Andheera seraya ikut bersandar di dinding pembatas sama seperti yang tengah Brian lakukan.


                “apa itu artinya aku menyerah..?” lirihnya seraya menundukan kepalanya.


                “kak Brian tahu kan..” Andheera mengeluarkan satu yogurt miliknya dari plastic untuk diberikan pada laki-laki malang disampingnya.


                “jalan menuju kesuksesan itu tidak mudah, kau harus melalui banyak kegagalan dan rasa sakit, kak Brian berhenti disana bukan berarti kak Brian menyerah pada mimpimu, hanya merubah prosesnya bukan merubah tujuan akhirnya.” Lanjut Andheera yang kini sama-sama tengah menyedot yogurt strawberry.


Mendengar kalimat panjang Andheera membuat Brian menghela nafasnya sejenak, sebelum ia merespon kembali ucapan Andheera.


                “dari kalimat-kalimat bijak yang sering kau lontarkan, kau seperti orang dewasa yang sudah menjalani banyak kehidupan, kau tak seperti gadis remaja pada umumnya yang hanya tahu shopping, make up dan bermain-main.” Sahut Brian seraya melirik sesekali ke arah Andheera.


                “kak Brian benar, terkadang aku juga lupa kalau umur ku masih 16 tahun hahaha..!!”


Mereka berdua tertawa bersama menikmati suasana sore yang menyejukan ditemani yogurt strawberry dingin yang menyegarkan.


                “kak Brian, apa kau benar-benar menyukai rasa strawberry atau karena aku menyukainya?” pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari mulut Andheera begitu ia memperhatikan Brian terus menyedot yogurtnya sampai habis tak tersisa.


                “kau ini PD sekali..! hahaha aku memang suka strawberry, kau tahu.. aku bahkan bisa menghabiskan 1 keranjang penuh strawberry.” Paparnya masih diakhiri dengan senyum box smilenya.


                “begitu yaa..” sahut Andheera pelan.


                “memangnya kenapa..?”


                “tidak.. hehehe..” balas Andheera.


-Kilas balik 4 tahun yang lalu dihalaman belakang rumah Andheera.


Baik Andheera maupun Keenan mereka tengah duduk diatas rerumputan dekat danau masih dengan seragam sekolah yang belum diganti, seraya menyedot yogurt strawberry yang dibelinya dalam perjalanan pulang tadi.


                “kau yakin menyukai yogurt strawberry karena memang kau menyukainya, bukan karena mengikuti ku..?” tanya Andheera seraya melirik ke arah Keenan.


                “memangnya kenapa jika aku mengikutimu..? gak boleh..?” sahutnya dengan nada songongnya.


                “hey..! kau harus memiliki pendirian sendiri jangan selalu mengikuti diriku terus, bahkan sampai makanan dan minuman yang kusuka, apa tak ada yang benar-benar kau sukai sendiri..?!”


                “gak ada tuh.. lagipula yogurt strawberry memang enak sih..” jawabnya sembari terus menikmati segarnya yogurt strawberry yang dingin. “uuhhh.. segarnya..!” tambahnya lagi dengan ekspresi yang benar-benar meyakinkan.


Sementara itu Andheera hanya tersenyum melihat tingkah so imut temannya.


***


-Yogyakarta.


Saat Keenan pulang dan melewati lapang basket yang berada di komples rumahnya, ia mendapati seseorang yang tak asing tengah duduk sendirian seraya mengarahkan pandangannya ke arah langit yang mulai berganti warna.


Ingin memastikan dugaannya, ia pun mencoba memarkirkan motor besarnya, kemudian berjalan mendekati gadis tersebut.


Seolah tahu akan kehadiran temannya, Eunjiso langsung menyambutnya tanpa menoleh.


"aku sudah menunggumu diwaktu yang lama, setiap hari saat ku terbangun, aku selalu berharap kau bisa melihatku dan memanggil namaku, bahkan disaat kau bersama dengan Jennie, kufikir nanti.. iyaa nanti kau juga akan memberiku kesempatan." paparnya masih dengan pandangan yang berfokus pada langit malam.


Keenan pun akhirnya mencoba duduk disamping Eunjiso yang masih ingin mengutarakan isi hatinya.


"tapi kau tahu.." Jiso melirik ke arah Keenan yang baru saja duduk disampingnya.


"ada hal lucu yang baru ku ketahui, hubungan yang kau jalani dengan Jennie itu palsu..! kalian hanya bersenang-senang dengan status yang kalian miliki..! hahaha.." tambahnya lagi lengkap dengan tawa getirnya diakhir.


"pada akhirnya aku memang harus mengalah, karena aku tak bisa mengalahkan Andheera di hatimu.


aku sudah terlalu banyak menggunakan waktuku untuk menyukaimu, mungkin sekarang saatnya aku belajar mencintai diriku sendiri." pungkasnya yang diakhiri dengan senyum lirihnya.


Berusaha mungkin ia mencoba untuk baik-baik saja, dan terus menyeka beberapa tetes air mata yang tak sanggup untuk ia kendalikan.


Namun semua kekuatannya runtuh kala Keenan yang secara tiba-tiba memeluk dirinya erat, seolah memiliki banyak rasa bersalah pada gadis malang tersebut, Keenan pun tak dapat menghentikan tetes air mata pilunya.


"maafkan aku.." hanya 2 kata itu yang dapat Keenan lontarkan pada Eunjiso.


Mungkin begitulah akhir dari kisah Cinta pertama seorang gadis yang bernama Eunjiso. Bagaimanapun ia harus menghormati keinginan Ray Keenan yang tetap ingin menunggu Cinta pertamanya.


Akhirnya Eunjiso menyerah dan mencoba untuk mencintai dirinya sendiri. Karena selama ini ia terus mengabaikan hatinya yang sering kali terluka, demi bisa terus bersama Rak Keenan.


***