To My Youth

To My Youth
part 4



" Permisi saya dari restoran akamichi ingin mengantarkan pesanan Uchida daisuke "


Aiko yang sudah berada didalam gedung langsung mengatakan alasan dikesana,setelah ia tadi sempat kebingungan karena tidak tahu dimana letak kantor tersebut.


" Anda bisa langsung naik kelantai paling atas gedung ini"


ujar karyawan yang menjaga meja informasi tersebut.


Aiko menghela nafas tidak mungkin juga dia yang harus mengantarkannya kelantai atas.


Dia cukup lelah berjalan,kenapa tidak mereka saja yang mengantarkannya.


" Apa tidak bisa kau saja yang mengantarkannya ?"


Aiko sekarang memberanikan diri untuk mengatakan pendapatnya karena dia rasa karyawan itu bisa membantu ya lagipula yang memesan adalah atasan mereka sendiri,seharusnya mereka berpikir untuk melakukannya.


" Pekerjaanku banyak "


Tidak ada harapan dari karyawan tersebut tanpa berkata lagi aiko langsung menuju lift walaupun dengan malas.


Aiko menunggu lift terbuka setelah terbuka dia segera masuk,aiko menekan tombol yang menunjukkan lantai teratas gedung tersebut.


didalam lift aiko terlihat sangat dongkol,sudah panas-panasan datang,dia juga harus mengantarkan kelantai atas pula.


Ting


Pintu lift terbuka,aiko segera keluar,aiko sekarang merasa bodoh karena lupa menanyakan ruangan mana yang memesan makan mereka.


sampai Aiko melihat hanya ada satu ruangan disana.


Aiko pikir itulah ruangan yang memesan makan mereka.


Tok tok tok


Aiko mengetuk pintu sebelum masuk ,dia punya sopan santun tentu saja.


" Masuk "


Saat mendengar suara untuk mengizinkan masuk,aiko segera membuka pintu untuk masuk dan segera memberikan pesan dan dia akan segera pulang.


Aiko sebenarnya tidak begitu suka berada di tempat yang baru,dia orang yang lebih nyaman dengan suasana yang biasa ia rasakan.


ada perasaan canggung dan kurang nyaman yang ia rasakan.


" Pesan anda-"


Aiko dengan ramah walaupun dalam keadaan yang kesal,dia menyapa untuk memberikan makan tersebut .


" Kau "


Tapi terpotong saat melihat orang yang duduk dihadapannya ,dia terlihat sangat santai dengan wajah Datarnya dia menatap hikari.


" Kenapa kau kaget?aku adalah pelanggan tetap di restoranmu "


Daisuke merespon ekpresi aiko yang kaget saat melihatnya.


" Pantas saja "


Aiko pantas saja merasakan sangat kesal karena orang yang sama membuatnya kesal,dia sungguh tidak tahu kenapa harus berurusan lagi dengan daisuke hanya menambah kesalnya saja.


" Apa kau sengaja menyuruh mereka untuk aku mengantarkannya?"


Aiko sekarang menyipitkan matanya memandang daisuke curiga ,dia menyangka jika daisuke yang merencanakan semua ini.


pantas saja kousuke terlihat sangat memaksakan dirinya.


" Aku tidak tahu,itu urusanmu dengan bosmu.aku hanya memesan saja "


Daisuke pura-pura tidak tahu padahal dia sengaja melakukan hal itu,daisuke tertarik untuk membuat aiko kesal lagipula sekalian dia untuk mengisi perutnya.


" Benarkah?"


Aiko mendengus kesal entah mengapa dia merasa jika daisuke lah pasti yang melakukannya,dia yakin itu karena kenapa harus dia yang disuruh.


" Tentu saja "


Daisuke tidak mungkin mau mengakuinya.


dia bersikap cuek saja.


" Bayarlah,aku akan segera pergi "


Aiko meletakkan makan tersebut diatas meja daisuke,dia sekarang minta bayaran atas makanannya.


" kau harus menemani aku sampai selesai makan baru aku akan membayarnya "


Aiko kembali menatap daisuke tidak percaya,bisa-bisanya dia meminta hal seperti itu.


" ayolah pekerjaanku sangat banyak kau tahu "


Aiko protes karena dirinya harus bekerja,dia bukan bekerja untuk daisuke.


" Bukankah ini tugasmu,kau pelayan di restoran tersebut jadi disini juga kau harus melakukannya "


" Yang benar saja "


Aiko ingin rasa berteriak kesal karena daisuke karena selalu saja melakukan semuanya seenaknya saja.


" Aku akan menelpon bosmu "


Aiko tidak bisa berdebat lagi dengan daisuke karena dirinya pasti akan tetap melakukan tugasnya karena kousuke pasti tidak akan melawan daisuke.


" Selesaikan dengan cepat "


Aiko meminta dengan kesal,dia berdiri sedangkan daisuke membawa makan tersebut menuju sofa yang ada didepannya,dia akan makan disana.


daisuke mulai makan dengan tenang.


" Air minum "


Daisuke mulai memerintahkan aiko,aiko tahu ini pasti akan menjadi menjengkelkan untuk dirinya.


aiko mengambil segelas air dari tempat air yang tersedia diruang daisuke yang terlihat seperti rumah tersebut karena sangat lengkap hanya tidak ada dapur saja untuk memasak.


" Buang ini dikotak sampah "


bungkus makan yang menjadi tempat ia membawa makanan pun dia yang disuruh membuangnya.


" Bukakah ini "


Aiko menahan kesal setengah mati karena daisuke terus menyuruhnya seakan dia adalah pelayan pribadinya.


" Kenapa dia banyak perintah?"


kalau tidak ingat jika dia bisa dipecat tentu aiko sudah meninggalkan kantor daisuke.


" kenapa kau menatapku?"


Daisuke menanyakan alasan aiko menatapnya.


Aiko tersadar dari lamunannya yang membayangkan bagaimana kalau dia bisa memukul wajah sombong daisuke.


" Itulah gunanya mata "


Aiko mencari alasan agar dia bisa membalas daisuke.


" Ini bayarnya "


Daisuke mengeluarkan uang untuk membayar dan itupun hanya cukup untuk membayar makan saja,tidak ada lebih sedikit pun setelah ia memakai jasnya seperti pelayan pribadi tadi.


" Menyebalkan ,pelit pula "


Aiko mengerutu kesal setelah ia keluar dari ruangan daisuke.


aiko mencoba menahan diri untuk tidak berteriak saking kesalnya.


Aiko memainkan handphonenya saat ia berada dibus,dia baru saja pulang dan sekarang dia baru bisa memainkan handphonenya.


" wah,terlihat banyak yang suka syukurlah "


Aiko terlihat senang saat melihat ceritanya banyak disukai oleh banyak orang.


dia begitu bahagia walaupun tidak mendapatkan apa-apa.


" Apa aku bisa mewujudkan semuanya?"


Aiko sekarang memikirkan apakah ceritanya bisa ia jadikan sebagai sebuah buku.


" Sangat mustahil "


Aiko tidak mau terlalu berharap karena dia takut kecewa tentu saja walaupun dalam hati kecilnya dia sangat ingin impiannya terwujud.


aiko menghela nafas sebelum dia memiliki untuk menikmati musik saja,dia ingin melupakan apa yang terjadi hari ini sejak karena dengan musik dia seakan punya dunia sendiri.


setelah hampir 10 menit akhirnya bus berhenti dihalte,aiko segera turun,dia masih harus berjalan karena halte tersebut tidak berada didepan rumah ya,dia masih harus berjalan.


seperti biasa aiko menikmati pemandangan malam.


diatas langit bintang terlihat sangat cantik.


kret


Aiko membuka pintu saat sudah berada didepan rumahnya.


dia melihat rumahnya yang sepi,dia tahu jika kedua adiknya pasti sudah tidur karena saat ini jam 9 malam.


" kau pulang?".


Tanya ibu aiko yang melihat putrinya baru pulang kerja ,dia sedang memeriksa kondisi rumah karena itu yang ia lakukan sebelum ia tidur dan juga memastikan ia sudah pulang atau belum.


" Iya kaa-san "


Aiko kemudian naik kelantai atas dimana kamarnya berada karena dia harus mandi terlebih dahulu setelah itu dia akan melakukan hal yang setiap hari ia lakukan yaitu menulis.


tbc