
" Aku tidak kabur dari siapapun "
Aiko membantah tuduhan daisuke padanya yang kabur daisuke karena dia rasa tidak memiliki hubungan dengan daisuke.
" Kau bukannya ingin bertarung berdua denganku lalu kenapa pergi?"
Daisuke mengungkit saat mereka berdua saling ingin menghancurkan satu sama lain.
Daisuke ingin tahu apa alasan aiko menghindar darinya karena aiko terlihat sangat melawan tapi kenapa dia tiba-tiba menghilang.
" Kau sangat menyebalkan sekali, itu urusanku dan juga apa harus selalu diselesaikan hanya masalah sepele seperti ini "
Aiko berbicara dengan santai dia tidak takut karena dia meremehkan daisuke,aiko sudah benar-benar muak berurusan dengan daisuke.
" Kau menganggapnya remeh?"
Daisuke mendengus mendengar ucapan aiko yang seakan menganggap semuanya enteng.
" Iya,kau hanya ingin menunjukkan kekuasaanmu saja tidak ada hal yang penting ".
Aiko mengatakan masalah mereka hanya untuk Daisuke yang ingin dia tahu bagaimana berkuasanya daisuke.
Itu sangat terdengar keanak-anakan.
" Kau tidak akan bisa pergi dariku "
Daisuke yang marah sekarang karena Ucapan aiko,dia tidak akan melepaskan aiko sekarang.
" Jangan terus membuatku semakin membencimu "
Aiko tentu saja sangat membenci daisuke yang selalu bertindak sesuka hatinya saja dan selalu mengaturnya.
" Kau membenciku ?"
Tanya daisuke menatap aiko tidak percaya ,dia tidak menyangka jika dia membencinya.
siapapun pasti akan melakukan hal yang sama jika diperlakukan seperti itu.
" Siapa yang tidak membenci laki-laki sepertimu?"
Aiko mengatakan hal itu agar daisuke sadar keegoisan dirinya tentu saja membuat orang muak.
daisuke kemudian menghentikan mobil secara mendadak.
"Akhhh "
Aiko berteriak spontan saat melihat daisuke tiba-tiba meninju kaca mobil yang ada dibelakangnya membuat ia mundur secara tiba-tiba ,kepalanya juga membentur kaca mobil.
" Beraninya kau berkata seperti itu "
Daisuke sangat marah mendengar ucapan aiko,dia menatap aiko tajam.
Aiko ingin mendorong daisuke menjauh tapi daisuke langsung menahan tangannya.
" Lepaskan "
Aiko menarik tangannya dari pegangan daisuke.
Aiko juga melepaskan sabuk pengamannya agar dia dapat bergerak jika tiba-tiba daisuke melakukan hal yang tidak-tidak padanya.
" Tidak akan "
Daisuke kembali pada posisinya ,dia kembali mengemudikan mobilnya,dia mencoba untuk mengendalikan emosinya yang sangat tinggi.
" Siapa kau berani memerintahku?kau bukan siapa-siapa ku jangan berbuat sesukamu seakan kau punya kuasa atas diriku "
Aiko balik membalas dengan marah,dia benar-benar kesal karena daisuke selalu saja melakukan sesuai keinginannya tanpa tahu orang lain menderita karenanya.
" Tidak ada yang boleh menentangku "
Daisuke benar-benar benci saat ada orang yang tidak mau menuruti dirinya.
" Berhenti sekarang atau aku akan melompat dari mobilmu "
Aiko mengancam daisuke kalau dia tidak memberhentikan mobil,aiko tidak mau terus terjebak oleh daisuke ,dia harus pergi sekarang .
" Baik, bila kau tidak mau berhenti "
Saat daisuke tidak mau mendengarkan Ucapan aiko yang mengancamnya,aiko tidak takut jika dia benar-benar harus melompat dari mobil daisuke.
" Dan aku harap kita tidak pernah bertemu "
Daisuke masih saja tidak mendengarkan ucapan aiko ,daisuke pikir jika aiko mungkin tidak akan berani melakukannya.
"Apa yang kau lakukan?"
Aiko segera keluar dari mobil daisuke dengan melompati seperti katanya tadi.
Bruk
Aiko terjatuh kejalan ,beruntung tidak ada mobil lewat.
Ckit
Daisuke langsung mengrem mendadak saat melihat aksi nekat aiko tadi.
" Taksi "
Aiko segera berdiri walaupun dengan kaki yang terluka,beruntung karena ada taksi yang lewat kalau tidak aiko sama saja akan ditangkap oleh daisuke lagi.
daisuke segera keluar dari mobilnya untuk melihat aiko yang masuk kedalam taksi.
" Cepat pergi orang itu ingin menculikku"
Ujar aiko saat melihat daisuke yang mau menghampiri taksi tersebut,supir tersebut segera berjalan,dia sepertinya percaya dengan ucapan aiko.
" ah,sial "
Daisuke mengumpat kesal karena aiko berhasil lolos darinya padahal dia sudah hampir berhasil menangkap aiko.
" Apa kau gugup aiko?".
Tanya hana yang ada di sampingnya,dia sejak tadi diam.
" Ini pertama kalinya bagiku "
Aiko tentu sajan gugup karena pertama kalinya untuk meluncurkan bukunya karena banyak orang yang datang kesana untuk melihat pelirisan bukunya.
" Kau pasti bisa melewatinya "
Hana menyemangati aiko untuk tetap tenang.
" Kau pasti gugup karena ini pertama kalinya bagimu? "
ujar kirei yang merupakan penulis yang terkenal ,dia berada disatu kantor yang sama,aiko sangat ingin seperti kirei yang sukses.
" Iya "
Jawab aiko dengan sopan karena kirei adalah seniornya di kantor.
" Kau tahu jika pelirisan buku pertama kali sangat berpengaruh untuk karirmu jadi semangat jangan sampai gagal "
Aiko yang tadi senang mendengar kirei sekarang menjadi kesal karena kirei seakan mengatakan jika dia tidak boleh gagal kalau gagal dia tidak akan memiliki kesempatan padahal seharusnya kirei mendukungnya tapi kirei terdengar seperti pesaingnya.
" Aku sudah melakukan yang terbaik jadi aku sangat yakin jika aku bisa berhasil "
Aiko membalas dengan percaya diri ,dia tidak boleh kalah dari kirei yang merasa sangat hebat walaupun dia sudah sukses.
" Itu menurutmu, tapi kau tidak tahu bagaimana orang menilai karyamu ?"
kirei terus meremehkan aiko agar dia tidak terlalu membanggakan karya yang akan ia liris ini.
" Kau benar,tapi aku yakin mereka akan suka "
Aiko membalas dengan ucapan yang santai,dia tidak mau emosi menghadapi kirei.
" Kau sangat optimis juga sepertinya "
kirei cukup kesal juga karena aiko ternyata bukan orang yang akan diam saja saat dirinya diejek-ejek.kirei mungkin tidak boleh meremehkan aiko atau mungkin situasinya akan terbalik.
" Aku berada di titik ini dengan usahaku jadi aku tidak akan menyerah sampai aku berhasil "
Aiko sangat yakin dengan karya yang ia buat,dia pasti akan berhasil apalagi ditantang oleh kirei membuat ia semakin terpacu untuk berhasil.
" Apa kau takut jika aku menang kau akan tersingkir?"
Aiko sekarang balik bertanya kepada kirei,dia tahu kirei tidak suka pada dirinya yang sekarang mendapat pujian dari pihak kantor,mungkin kirei terancam karenanya.
" Omong kosong,mana mungkin aku kalah darimu yang hanya penulis pemula "
kirei sekarang emosi karena aiko terus memojokkan dirinya yang seakan-akan sangat takut kepada aiko.
kirei menujukan jika dia tidak akan kalah dari aiko yang baru saja datang kekantor mereka ,dia yang lebih berpengalaman dari aiko.
" Jangan pernah remehkan orang kecil karena dia mungkin akan menjadi besar dan itu bisa menjadi ancaman bagimu "
Aiko berbicara dengan nada dingin tapi seakan menusuk,kirei terlalu sombong hanya karena dirinya sudah terkenal tapi dia tidak tahu sampai mana ia akan bertahan diposisi tersebut jadi jangan pernah meremehkan orang lain.
**tbc