To My Youth

To My Youth
part 5



" Kau lagi "


Aiko menatap daisuke yang pagi-pagi sudah datang ke restoran mereka.


Dia terlihat duduk manis dikursi yang sudah tadi aiko bersihkan,dia tadi pergi sebentar untuk membawa bahan makanan yang baru sampai jadi tidak melihat kedatangan daisuke tapi dia sudah berada disana saja.


" Mulai sekarang aku akan sarapan pagi disini jadi siapkan untukku "


Ucapan daisuke membuat aiko menatapnya tidak percaya ,memang dia raja yang harus disanjung dan disiapkan semuanya ,bagi aiko semua pelanggan itu sama saja,tidak ada yang perlu yang istimewa.


" Baik"


Kosuke lah yang menjawab ucapan daisuke.


Aiko menatap bosnya tidak percaya ,bisa-bisa dia diatur oleh daisuke.


Dia tidak habis pikir kenapa orang sangat takut dengan daisuke walaupun dia adalah anak orang kaya dijepang tapi tetap saja mereka harus punya harga diri.


" Ayolah,apa kousuke-sama tidak bisa melawannya?"


Aiko sekarang mendekati kosuke ,dia ingin kosuke melawan daisuke yang bersikap seenaknya itu ,dia seharusnya bisa melawan.


" Kau tidak tahu dia sangat berpengaruh bagi kita,apalagi sekarang kantornya jadi sering memesan makanan di restoran kita apalagi untuk rapat "


Kosuke sangat terbantu tentu saja karena saat Uchida daisuke makan di restoran mereka banyak orang yang datang untuk mencoba jadi restoran mereka sangat ramai hal itu membuat mereka sangat terbantu dan bila mereka tidak melayani daisuke dengan baik maka daisuke bisa membuat rumor dan hal itu bisa membuat tidak ada satupun orang yang mungkin akan makan di restoran mereka.


" Tidak bisa diharapkan "


Aiko tidak bisa berharap jika kosuke bisa melawan daisuke jadi daripada dia kesal lebih baik dia kedapur untuk mengambil makanan untuk daisuke.


Tidak ada senyuman diwajah aiko saat ia harus kembali melayani orang yang sangat menyebalkan baginya.


"Aiko dia harus mengantarkan makan siang seperti biasa "


Daisuke juga mengingat kosuke untuk aiko mengantarkan makan seperti biasanya kepadanya.


" Aku bukan pelayanmu "


Aiko menolak dengan daisuke,dia marah saat daisuke terus memerintahnya seakan dia adalah pelayan pribadi daisuke.


" Aiko "


kosuke menegur sikap Aiko yang kurang sopan terhadap daisuke.


" Maafkan aku "


Aiko minta maaf setelah itu dia langsung pergi meninggalkan daisuke untuk menghilangkan rasa kesalnya.


" Apa aku harus menjadi korban melayaninya?"


Aiko mengeluh kepada kosuke saat daisuke sudah pergi tentu saja ,dia juga punya hak untuk memilih,kenapa dia yang harus dikorbankan.


" Tidak punya pilihan lain "


kosuke juga mengerti perasaan aiko tapi mereka tidak memiliki pilhan lain selain patuh kepada daisuke ,kosuke tidak memiliki kekuasaan itu ,dia hanya sebatang kara ,dia membangun usahanya sendiri dari nol.


" aku mengerti kosuke-sama "


Aiko menjawab dengan sedih karena kosuke juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan daisuke.


jadilah dia harus bersabar sekarang.


" Maaf membebanimu "


kosuke sangat bersalah kepada aiko yang sangat tidak suka diperintah oleh daisuke tapi ia tidak bisa berbuat banyak,bagaimanapun kosuke sangat menjaga perasaan pegawainya.


dia bukan bos yang akan memerintah seenaknya sendiri.


dia juga punya pertimbangan.


" selama aku masih bisa membantu akan aku lakukan ".


Aiko merasa tidak enak hati sekarang karena mengeluh kepada kosuke dan membuat ia menjadi kepikiran tentang dirinya.


dia terlihat sangat menyesal.


daisuke lah penyebab semua ini terjadi.


Aiko sangat benci laki-laki sombong itu.


" Ah,kenapa aku harus berurusan dengannya?lebih baik cari kerja lain lagi saja "


Aiko berbicara sendiri sambil menenteng makanan pesanan dari daisuke,andai dia bisa mencari kepekerjaan ditempat lain ,dia pasti tidak akan bertemu dengan daisuke.


Bruk


Seseorang menabrak bahu aiko,beruntung aiko dapat menjaga keseimbangan tubuhnya kalau tidak dia akan terjatuh dan bisa membuat makanan tersebut menjadi berantakan.


"Maafkan aku sedang terburu-buru "


" Ayo cepat nanti kita tidak bisa mendapatkan tangan tangannya "


Temannya yang berada didepannya segera memanggilnya untuk segera pergi .


"Maaf memangnya ada apa?"


Aiko jadi penasaran karena dia mendengar ucapan teman gadis tersebut,dia memikirkan siapa yang ingin mereka temui,apa seorang artis,mungkin aiko ingin minta tanda tangan juga.


" Kau tidak tahu bila penulis novel yang terkenal itu sekarang sedang berada disini untuk promosi novel terbarunya "


Gadis tersebut terlihat sangat bersemangat menceritakan kepada aiko,aiko menatap tempat yang ada didepannya,dia baru sadar jika itu adalah toko buku yang sangat terkenal di Tokyo.


" Ayo cepat "


Teman gadis tadi kembali memanggil gadis tersebut karena malah mengobrol dengan aiko.


Aiko menatap pintu kaca tersebut ,dia bisa melihat orang yang membelakanginya tersebut adalah penulis yang paling digemari oleh orang-orang disana.


" Apa aku bisa seperti itu?"


Aiko memandang jalan trotoar tersebut dengan sedih ,dia tidak tahu apa dia bisa menjadi seperti penulis tersebut,karena dia sangat bercita-cita untuk hal itu.


" Apa itu mungkin?"


Aiko sekarang mulai menangis sekarang,dia sangat lelah bermimpi untuk menjadi apa yang ia inginkan tapi tidak ada satupun yang terwujud baginya.


" Kau hanya bisa berharap ,bodoh "


Aiko menghapus air matanya dengan kasar sebelum dia kembali berjalan untuk segera mengantarkan makan tersebut walaupun ia ingin menangis sejadi-jadinya.


dia cukup lelah melawan dirinya sendiri.


" Makan siang anda "


Aiko meletakkan makan tersebut diatas meja daisuke.


daisuke menatap aiko yang terlihat tidak menampilkan senyuman sama sekali.


" Kenapa lama sekali?"


Tanya daisuke karena dia tahu jika aiko saat ini sedang terlambat mengantarkan pesanan untuk dirinya.


" Kau pikir aku menggunakan taksi kesini "


Aiko tidak bisa menyembunyikan kekesalannya kepada daisuke,dia berjalan kaki dan kejadian ditoko buku tadi sempat membuat ia berhenti sejenak.


dan juga kalau menggunakan taksi hal itu menambah pengeluaran mereka kalau Daisuke mau membayarnya tidak masalah.


" Kalau lebih cepat kenapa tidak naik saja "


Daisuke malah menambah kekesalan aiko,aiko mendengus mendengarnya.


" Kau saja hanya membayar uang pas-pasan mau menyuruh naik taksi "


Aiko mengejek sikap daisuke yang sangat pelit tersebut tapi malah menyuruhnya untuk naik taksi.


" Cepat selesaikan,aku banyak pekerjaan "


Aiko memerintahkan daisuke untuk segera memakan makan siangnya!tersebut karena dia ingin cepat pergi dari sana.


daisuke segera membuka makanan tersebut,dia mulai memakannya.


"Ambil air seperti biasa "


Perintah daisuke tapi Daisuke menyernitkan dahi saat melihat aiko hanya diam saja,tidak melakukan apa yang ia suruh.


" Apa kau sakit?"


Ucapan Daisuke sekali lagi baru menyadarkan aiko dari lamunannya.


" Hn "


Aiko yang tersadar menatap Daisuke bertanya karena dia tidak mendengar.


" Kau terlihat tidak seperti biasa "


Daisuke merasakan ada yang aneh dari sikap aiko tersebut.


" Bisakah aku menumpang ke toilet "


Aiko malah ingin pergi ke toilet sekarang,dia tidak menjawab pertanyaan daisuke.


" Disana "


Aiko segera menuju toilet,daisuke hanya mengangkat bahu cuek sebelum kembali melanjutkan makanannya.


**tbc