To My Youth

To My Youth
part 24



Aiko melihat pemandangan kantor yang terlihat sangat ramai dengan pekerjaan yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing,mereka pun tidak tertarik dekat kehadiran aiko,mereka menganggap aiko sebagai angin lalu saja.


" kau pergi keruangan sana,itu adalah ruangan tempatmu kerja,kau ganti baju terlebih dahulu disana "


Ujar ryu sambil menujukan ruangannya yang ada di sudut ujung kantor tersebut,ruangan tersebut terlihat sangat kecil,ya itulah adalah ruangannya .


"Baik-"


Aiko tidak tahu nama orang yang menerimanya kerja itu dan apa jabatannya disana.


" cukup ryu-sama"


Ryu sepertinya tahu apa yang ingin aiko tidak ia ketahui.


" Iya ,ryu-sama "


" Setelah berganti baju kau harus segera datang keruangan yang ada dilantai paling atas dilantai ini "


Ryu kembali melakukan perkataannya kepada aiko tentang hal yang ingin aiko lakukan setelah ia mengganti bajunya nanti.


" Baik, ryu-sama "


Aiko segera pergi kedalam ruangan tersebut sedangkan ryu juga sama.


Aiko masuk kedalam ruangan ryu,dia menatap ruangan yang terlihat sangat berantakan membuat aiko menatap ruangan tersebut tanpa berkedip,ryu juga menatap aiko yang terdiam .


Ruangan seorang ceo sangat berantakan,aiko baru tahu jika ryu adalah pemilik kantor tersebut.


" Hey-"


Panggil ryu karena dia tidak tahu nama aiko ,dia hanya menerima saja aiko tanpa bertanya lagi.


" Aiko,ryu-sama "


Aiko yang tersadar dari lamunannya saat mendengar suara ryu ,aiko juga mengatakan namanya saat tahu ryu tidak tahunya.


" hn "


" Rapikan semua tumpukan dokumen disana "


Ryu ingin memerintahkan aiko untuk merapikan semuanya dokumen yang terlihat sangat berantakan disana sini.


"Baik "


Aiko hanya bisa menghela nafas pasrah karena hari pertama kerjanya ,dia harus bekerja ekstra diruang ryu saja.


Ryu mulai fokus pada pekerjaannya sedangkan aiko sibuk memungut semua dokumen yang bertebaran disana.


" Aiko,buatkan kopi untukku terlebih dahulu "


Perintah ryu tanpa menatap aiko,aiko menatap ryu padahal pekerjaannya saja masih sangat banyak sudah harus melakukan pekerjaan lain.


" Iya ,ryu-sama "


Aiko tentu saja tidak bisa menolak perintah ryu kalau mau dipecat langsung saja.


Aiko berdiri menuju dapur yang ada diruangan ryu karena ruangan ryu itu sangat lengkap,kamar tidur,dapur untuknya,kamar mandi besar .


" Aiko sekalian bawakan air putih,kau lihat itu kosong "


Belum sempat aiko melangkah aiko sudah kembali diperintah oleh ryu membuat aiko menatap ryu.


" Baik "


Aiko mengambil tempat air yang disuruh oleh ryu tadi.


" Aiko "


Aiko menatap ryu kembali dia menunggu apalagi yang akan atasannya itu perintahkan padanya sekarang ,dia belum melakukan satu pun perintah tadi sekarang sudah ada beberapa perintah yang menunggunya.


" Iya "


Aiko menunggu apalagi yang akan ryu katakan padanya.


" Cuci terlebih sebelum memasuk air kedalamnya "


Aiko menatap ryu tidak percaya dia harus mengatakan semuanya secara detail.


" Iya ryu-sama "


Aiko segera menuju dapur untuk melakukan semua perintah ryu.


" Kenapa orang kaya selalu memerintah orang seenaknya?"


Aiko mengingat Daisuke,yang melakukan hal yang sama seperti ryu tapi berbeda dengan ryu yang tidak memaksa orang untuk mengakui kekuasaannya ,walaupun dia baru bekerja disana dan belum tahu bagaimana sikap ryu sebenarnya,seiring berjalannya waktu dia akan tahu nanti.


" Aiko "


" Iya ryu-sama "


Aiko mendekat kearah ryu,dia menunggu apa yang akan ryu katakan padanya kali ini.


tok tok tok


" Masuk "


Terdengar suara ketukan membuat ryu langsung menyuruhnya untuk masuk.


terlihat seorang pegawai wanita masuk kedalam ruangan tersebut.


Dia kemudian berdiri disamping aiko.


" Hari ini kau temani aku makan malam dengan klien karena sekretarisku tidak bisa hadir karena dia sedang cuti untuk mempersiapkan pernikahannya kalau kau tidak mau,maka dia tidak bisa cuti "


Ryu menjelaskan kepada aiko apa yang harus ia lakukan,aiko juga harus membuat pilihan sekarang,kalau tidak seseorang Mungkin tidak akan bisa menikah karena persiapan pernikahan sangatlah penting.


" Aiko "


Aiko menatapnya sekretaris ryu yang memanggilnya sambil menatapnya memohon.


" Baiklah "


Aiko tidak tega juga menolaknya saat melihat sekretaris tersebut menatapnya seperti itu,dia tidak tahu bagaimana kalau dia diposisi sekretaris tersebut,jadi selagi dia bisa membantu maka dia akan melakukannya.


" Tapi bukan hanya hari ini saja besok sampai ia selesai cuti kau harus menjadi sekretaris sekaligus office girl "


Ryu menambahkan lagi kepada aiko jika bukan hanya satu hari tapi sampai Sekretarisnya selesai menikah.


Aiko menatap ryu tidak percaya dia pikir hari ini saja tapi malah berkepanjangan,ada perasaan menyesal aiko rasakan tentu saja.


" Gajimu akan ditambah 2 kali lipat "


Ryu memberikan tawaran lebih saat melihat aiko yang terlihat sangat menyesal mengambil keputusan tersebut,mungkin dengan gaji aiko akan berpikir ulang tentang hal tersebut.


" Baiklah "


Aiko tidak bisa menolak lagi juga,lagipula gajinya jadi dua kali lipat dia bisa kembali menabung sekarang dan dia bisa menolong orang yang mau menikah dan juga dia tidak punya kerjaan juga dan tinggal sendirian jadi dia masih memiliki banyak waktu sekarang.


" Aku akan mentraktirmu nanti "


Sekretaris tersebut terlihat sangat senang mendengar aiko mau membantunya ,dia bahkan akan membalas budi atas apa yang aiko lakukan padanya.


" Tidak perlu "


Aiko tidak mau menerima apapun karena dia melakukan semuanya tanpa balas budi dan juga dia digaji oleh ryu bukan hanya kerja cuma-cuma saja.


" Pergilah kalau begitu "


Ryu menyuruh mereka untuk pergi dari ruangannya,aiko binggung apa dia sudah boleh pulang sekarang karena katanya mau menemani ryu untuk pergi menemui klien,aiko mau bertanya tapi tidak jadi saat sekretaris ryu mau membuka suara.


" Ayo cepat bersiap "


Aiko menatapnya binggung karena tidak mengerti apa yang dimaksudkan olehnya karena sekretaris tersebut menarik tangannya.


" Bersiap ?"


Aiko langsung membeo karena tidak tahu maksudnya,lagipula dengan begitu dia mungkin akan diberitahu.


" Kau tidak mungkin datang dengan pakaian seperti itu ,bukan? "


Ryu lah yang menjawab pertanyaan aiko,ryu sepertinya sudah menyiapkan semuanya.


aiko menatap dirinya yang sedang memakai pakaian khusus office girl.


" Iya, juga "


Aiko bahkan lupa jika dia tidak mungkin datang dengan baju seperti,bisa-bisanya ryu malu dengan kehadirannya didepan klien.


" Ayo ikut aku "


Sekretaris tersebut menarik aiko untuk pergi bersiap menemani ryu bertemu klien malam ini.


Aiko berjalan mendekati ryu ya sudah menunggu ia dipakiran ,dia baru selesai didandani oleh sekretaris ryu,aiko memakai rok tidak terlalu pendek ataupun tidak terlalu panjang juga,dengan kemeja lengan pendek berwarna putih dandan seperti orang kantoran biasa tidak lupa dengan sepatu high heelsnya.


" Ryu-sama "


panggil aiko agar ryu menatapnya.


" ayo pergi "


mereka masuk kedalam mobil,setelah itu mereka langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


tbc