
Pintu terbuka dengan kasar membuat daisuke yang berada didalamnya langsung terkejut bukan main Karena selama ini tidak ada yang berani melakukannya ,daisuke penasaran siapa pelakunya.
"uchida daisuke,apa begini caramu? sangat rendahaan "
Aiko melemparkan surat peringatan yang diberikan Kantor kepadanya Karena melanggar peraturan Kantor dengan tidak bersikap sopan pada investor mereka.dia kena marah habis-habisan oleh atasannya .
"Aku tidak melaporkanmu "
Aiko menatap daisuke tidak percaya dia masih mau mengelak setelah semuanya sangat jelas terjadi,ingin rasanya aiko memukul wajah itu saat ini juga dia sudah sangat kesal Karena tindakan daisuke.
" Siapalagi?"
Aiko tidak memikirkan orang lain lagi selain daisuke yang terus menerus ingin menghancurkan dirinya tapi tiba-tiba pikir Aiko ingat akan kirei yang merupakan saingannya yang tidak suka padanya.
" ah,kalian berdua pasti ,kau dan kirei"
Mereka cukup dekat bahkan daisuke kerap memuji kirei didepan atasannya saat daisuke berkunjung kekantor mereka,apalagi keduanya benci padanya.
" Jangan asal tuduh "
Daisuke terlihat marah saat aiko terus menuduhnya untuk melaporkan dirinya atas tindakan yang sebenarnya salah aiko juga tidak bersikap sopan padanya ,dia juga seharusnya sadar diri dengan tindakannya.
" Aku tidak menuduh, kau lah yang melakukannya "
Aiko sangat yakin jika daisuke lah dalang dibalik semua ini,siapalagi yang paling berkuasa selain dirinya,daisuke bisa melakukan apapun yang ia mau kepada kalangan di bawahnya apalagi seperti kantor tempatnya bekerja aiko bisa membuat mereka hancur jika daisuke mau,mereka tidak seberani aiko yang menentang daisuke ,mereka hanya bisa patuh seperti awalnya kosuke tapi sekarang kosuke tidak seperti itu lagi.
" Apa kau punya bukti?"
Daisuke meminta bukti jika aiko benar-benar yakin jika dia yang melakukan semuanya, dia tidak mau hanya mendengar omong kosong dari aiko saja tanpa adanya bukti.
" Tidak perlu bukti ,aku sangat yakin jika kau pelakunya "
Aiko memang tidak punya bukti karena atasannya tidak mau memberitahu siapa yang melaporkannya tapi keyakinan aiko lah yang membuat ia ia menuduh daisuke dari semua pemikiran aiko yang membuat ia sangat yakin.
" Jika iya kau mau apa?"
Daisuke sekarang menentang aiko,dia tidak mengatakan jika dirinya bersalah dia ingin tahu apa yang akan dilakukan aiko untuk melawan dirinya.
" Apa kau bisa melawanku?"
Daisuke meremehkan aiko yang terlihat sangat pemberani itu,apa dia sanggup melawan ia sendirian sedangkan aiko tidak punya apa-apa.
" kau"
Aiko menujuk wajah daisuke dengan marah,aiko benar-benar emosi sekarang.
" Aku bisa menghancurkannmu sampai tidak bisa bangkit lagi "
Mereka terlihat akan melakukan perang sepertinya aiko tentu dari dulu mengibarkan bendera perang kepada daisuke sekarang daisuke akan membalas sepertinya.
" Aku tidak akan pernah bisa hancur sekalipun berhadapan denganmu "
Aiko tidak tahu dengan ancaman apapun dari daisuke,dia punya kehidupan yang tidak boleh siapapun mengganggunya,mengaturnya apalagi membuat ia harus melakukan hal yang bukan keinginannya,dia akan tidak akan diam melihatnya.
"Bagaimana hasilnya?"
Tanya aiko dengan perasaan binggung dia harus menunggu rapat yang diadakan Kantor dengan pihak investor Karena karyanya sudah selesai dan sekarang mereka setelah membaca akan melakukan diskusi layakkah karya tersebut dipasarkan .
" Mereka belum keluar "
Jawab hana dia menunggu didepan ruangan rapat sejak rapat diadakan.
aiko baru saja tiba Karena terhalang bus yang sangat lama datangnya.
" Tenanglah jika karyamu bagus kau pasti bisa berhasil kalau tidak yang kau harus terima nasib "
kirei bukannga menenangkan aiko tentu saja,dia ingin menjatuhkan mental aiko yang terlihat gelisah ,aiko gelisah bukan karena apa aiko merasa karyanya tidak cukup baik karena dia melakukannya dengan kekesalan dan tanpa perasaan,dia hanya menuangkan apa yang ada diotaknya saja tanpa memakai perasaan,kalau mereka lebih menghayati cerita dengan perasaan mungkin karya tersebut akan tersampaikan kepada pembacanya dengan perasaan tersebut tapi kalau dipaksakan tidak ada perasaan dalam cerita tersebut.
" Diam kirei "
Hana menegur kirei yang bersikap keterlaluan kepada aiko yang saat inj sedang menunggu hasil rapat dari pertemuan tersebut.
" kau begitu takut hingga melakukan cara licik seperti itu ,kau pikir aku tidak tahu "
Aiko sekarang semakin yakin jika kirei yang melaporkan ia kepada atasan mereka.
" kau tidak punya bukti "
Jawab kirei sama seperti daisuke kemarin,aiko semakin yakin jika mereka bekerja sama.
kret
pintu ruangan tersebut terbuka,aiko,hana dan kirei menyingkir agar mereka bisa lewat,aiko melemparkan tatapan kearah daisuke yang menatapnya datar,aiko tidak tahu apa maksud dari tatapan daisuke itu,apa itu pertanda baik atau buruk karena biasanya daisuke akan memasang wajah sinis atau tidak ekspresi lainnya,aiko tidak tahu kali ini apa yang daisuke maksudkan.
" Ikut aku "
ujar atasannya membuat aiko tersadar dari pemikirannya,aiko menggangukkan kepalanya,aiko memiliki atasannya tersebut hanya menatap punggung aiko khawatir sedangkan kirei tentu saja senang karena sepertinya aiko akan kena marah atasanan mereka karena raut wajahnya terlihat marah.
Aiko menatap atasan yang ada didepannya,dia hanya diam saja menunggu apa yang atasannya bicarakannya.
Atasannya terlihat sangat marah.
" Apa kau tahu dengan begini uchida daisuke bisa menarik semua investasinya "
Atasannya langsung memarahi aiko dengan nada tinggi,aiko langsung menundukkan kepalanya,dia tahu pasti hasilnya buruk membuat atasannya memarahinya saat ini ,atasannya juga melemparkan naskah dalam bentuk kertas karena belum dijadikan buku .
" Maafkan aku "
Aiko menatap naskah yang ada dibawah kakinya,aiko benar-benar merasa buruk sekarang karena tidak bisa membuat atasannya bangga tapi dia malah membuat masalah dengan menyebabkan daisuke mungkin akan menarik investasinya.
" Kau tahu kami berharap banyak padamu tapi malah jadi seperti ini "
Mereka menaruh harapan besar kepada aiko untuk membuat kantor mereka bisa tetap poluler dengan karya -karya baru mereka tapi dengan kehadiran aiko membuat mereka mendapatkan masalah.
"Lebih baik kau pergi temui uchida daisuke lakukan apapun agar dia tidak menarik investasinya dan kau masih memiliki kesempatan untuk memulai sebuah karya lagi "
Atasannya tidak langsung memecat aiko,dia masih memberikan satu kesempatan kepada aiko yang mungkin akan bisa sukses tapi mereka hanya membujuk daisuke terlebih dahulu karena investasi untuk dana pembuatan buku tersebut ada padanya,aiko tidak akan bisa bekerja kalau Daisuke menarik investasinya.
" Baiklah "
Aiko pergi dari ruangan tersebut ,dia memungut naskahnya terlebih dahulu sebelum dia benar-benar pergi.Didepan ruangan atasan tersebut aiko tidak bisa menahan air matanya,dia benar-benar sedih mendengarnya,aiko menghapus air matanya dengan kasar,dia tidak boleh lemah ,dia harus bisa menghadapi semua masalah yang ia hadapi.
tbc