
" Ryu-sama "
Aiko memanggil ryu yang berjalan terlalu cepat ,dia harus menyeimbangi langkah agar tidak ketinggalan.
" Hn"
Panggil mungkin menyadarkan ryu bahwa ada seseorang yang sedang bersamanya sehingga ia sedikit menggedorkan langkah kakinya tersebut.
Mereka masuk kedalam sebuah restoran mewah,aiko tahu orang kaya selalu membuang uang mereka disana,seperti daisuke dulu.
mereka pun duduk salah satu meja kosong.
" Kau tahu apa yang harus dilakukan bukan ?"
Tanya ryu kepada aiko yang menjadi sekretaris dadakannya tersebut ,ryu sudah menyuruh sekretarisnya untuk membantu aiko sebelum dia cuti.
" Iya ryu-sama "
Mereka pun duduk menunggu Klein,tidak lama datang seorang klien ,mereka pun memulai pembahasan mereka sambil menunggu makan yang sudah dipesan.
Aiko duduk sambil mendengarkan secara teliti takutnya salah dengar.
Aiko pagi ini berjalan dengan lemas karena dia cukup lelah,istirahat yang tidak cukup membuat ia harus merasakan badannya pegal-pegal.
Aiko datang dengan baju santai karena dia adalah office girl dan akan berganti baju dikantor lagipula dia mencuci bajunya disana karena ada mesin khusus untuk mencuci jadi sekalian saja.
Aiko mempercepat langkahnya menuju halte bus takut terlambat.
Aiko sedang membersihkan ruangan kerja ryu,dia terlihat tidak terlalu terburu-buru seperti kemarin karena ruangan tersebut terlihat cukup bersih setelah ia bersih-bersih kemarin.
"Aiko,kau ikut aku pergi untuk melakukan kerja sama"
Ryu terlihat langsung saja berdiri dari duduknya,aiko yang mendengar hal itu langsung melepaskan alat pembersihannya.
" Baiklah "
Aiko segera mendekat kearah ryu yang sedang mengumpulkan beberapa dokumen yang pasti akan digunakan nanti saat mereka melakukan kerja sama.
" Bawa dokumen ini "
Ryu menyerahkan semua dokumen tersebut kepada aiko,aiko siap tidak siap langsung saja menerima dokumen tersebut.
Aiko menyusun semuanya agar tidak berantakan dan tidak terjatuh yang pastinya.
"Ayo "
Ryu langsung berjalan mendahului aiko yang menatapnya tidak percaya bahkan ryu tidak menatapnya sama sekali.
" Ryu-sama,pakaiannya?"
Barulah ryu menatap kearah aiko yang memakai pakaian office girl,ryu bahkan tidak menyadari sejak pagi.
"kenapa kau tidak memakai pakaian seperti kemarin?"
Ryu sekarang memarahi aiko yang tidak memakai pakaian seperti kemarin.
" Aku pikir hanya untuk semalam saja "
Aiko tidak tahu jika dia harus memakai pakaian seperti itu setiap hari,dia pikir cuma sekali itu saja mereka menemui klien.
" Mulai besok kau harus datang dengan pakaian seperti itu "
Ryu tidak mau memperpanjang masalah karena tidak akan selesai juga ,dia sepertinya memiliki solusi lain tapi hanya untuk hari ini ,besok aiko harus patuh padanya.
" Tapi aku harus bekerja bersih-bersih "
Aiko tidak tahu bagaimana dia bekerja dengan pakaian seperti itu akan sangat susah membuat ia bergerak apalagi dia orang yang selalu bergerak cepat.
" Bawa dua pakaian "
Ryu memberikan aiko solusi agar dia tidak pusing mikirinkan bagaimana cara ia bekerja .
" Hari ini bagaimana?"
Aiko menanyakan bagaimana dengan hari ini,dia tidak mungkin pulang terlebih dahulu itu akan memakan waktu .
" kita beli dulu "
Aiko segera menyusul ryu yang berjalan mendahuluinya.
Ryu dan aiko berdiri didepan sebuah butik,aiko tahu jika orang kaya tidak pernah membeli ditempat murah,aiko ingin mengatakan kepada ryu untuk membeli ditempat yang murah saja tapi ryu sudah masuk terlebih dahulu dan kalau mencari tempat lain mereka pasti tidak akan sempat.
Aiko segera masuk kedalam ruangan ganti baju untuk mengganti bajunya ,setelah selesai aiko segera keluar,dan ryu pun berjalan mendahuluinya.
pelayan yang ada disana kemudian memberikan banyak paperbag berikan baju dan sepatu.
" kenapa belinya jadi banyak?"
Tanya aiko saat ia menyusul ryu yang berada didepannya,ryu tidak menjawab tapi membukakan pintu belakang mobil mengisyaratkan agar barang-barangnya berada disana.
" sekretarisku harus terlihat rapi dan juga orang dengan karakter sepertimu sepertinya tidak kurang suka dengan style seperti ini "
Ryu sepertinya tahu jika aiko tidak memiliki baju seperti itu ,dia hanya memiliki beberapa baju gaun saja,kemeja pun kemeja longgar yang ada.
Aiko jadi malu sendiri karena ryu tahu bagaimana dirinya.
setelah itu mobil kembali berjalan,aiko hanya menatap jalan yang ia lewati,aiko pun merasa familiar dengan tempat tersebut hingga mereka memasuki area gedung tinggi perkantoran.
Aiko menatap gedung tersebut dalam diam,gedung tempat terakhir kali ia injak mendapatkan pengusiran dari pemiliknya.
" Aiko "
Ryu menyadarkan aiko dari lamunan,aiko segera ikut turun bersama ryu,aiko berjalan disamping ryu.
Aiko terlihat menegakkan tubuhnya dengan percaya diri.
" Selamat pagi ryu-san,daisuke-sama menunggu anda diruang rapat "
sekretaris daisuke yang menyapa ryu,dia menatap aiko terkejut sebentar,aiko menatapnya datar.
Dia tidak mau perduli yang penting dia harus bekerja dengan baik sekarang.
" Aiko "
panggilan dari ryu membuat aiko menatap atasannya tersebut.
" Iya, ryu-sama "
" Kau tidak perlu tegang "
Ryu terdengar memberikan candaannya karena aiko terlihat sangat tegang menurut ryu padahal dia hanya sedang ingin menujukan kepada sekretaris daisuke dan daisuke sendiri nanti bahwa dia bukan gadis lemah.
" Aku tidak tegang "
Aiko sedikit merenggut karena ledekan dari atasannya tersebut.
" Hanya gugup "
Ryu masih saja menggoda aiko,aiko menatap ryu yang tertawa kecil menatapnya.
" Sedikit "
Aiko menjawab dengan sedikit malu karena memang dia akui dia gugup dengan profesi barunya ini.
" Bukankah kau berani?"
Ryu sepertinya sangat suka menggoda aiko hal itu mungkin menjadi kesenangan sendiri untuk ryu,sejak tadi dia terus menerus melakukannya.
" Hn "
" Rapat ini mungkin akan sampai siang jadi kita akan makan siang diluar,kau pesan satu meja untuk kita di restoran kemarin "
Ryu menjelaskan kepada aiko jika rapat mereka akan sangat panjang sehingga ia menyuruh aiko untuk memboking satu meja untuk mereka karena saat makan siang pasti akan sangat ramai dan mereka tidak akan mendapatkan tempat lagi.
"Ryu-sama menyukai makan disana?"
Tanya aiko karena aiko tidak makan direstoran tempat mereka bertemu dengan klien karena mereka aiko tidak bisa memakan makan tersebut.
Ryu yang melihat itu langsung bertanya dan aiko mengatakan jika dia akan makan ditempat lain,kebetulan klien mereka pergi lebih awal ,ryu pun mengajak aiko untuk makan direstoran yang aiko inginkan,aiko memilih akamichi sehingga mereka makan malam disana.
" Iya ,aku tidak pernah mendapatkan masakan seperti itu di restoran lain "
Ryu sangat senang dengan makan disana.
"Baiklah "
Aiko langsung saja mengirimkan pesan kepada kosuke terlebih dahulu.
Mereka pun masuk kedalam ruangan rapat bersama sekretaris daisuke,aiko menatap daisuke yang sedang menatapnya.
tbc.