The Legend Of Chunfei

The Legend Of Chunfei
FRAGMEN 71: OPERASI SAPU BERSIH (2)



Di sebuah kediaman yang sangat besar dan luas, semua orang tengah berkumpul di halaman dalam posisi berlutut. Udara musim panas membuat tubuh orang-orang itu berkeringat. Tidak, bukan karena udara musim panas, melainkan karena tatapan beberapa orang berseragam prajurit kekaisaran-lah yang membuat mereka berkeringat dingin.


Para prajurit kekaisaran mengepung mereka, membentuk sebuah bulatan di halaman, memagari orang-orang itu. Dengan persenjataan lengkap dan tubuh yang kekar di balik balutan busana tersebut, para prajurit kekaisaran ini berhasil membuat siapapun yang melihat mereka takut. Ini adalah sebuah pesona yang ditawarkan kekaisaran bagi para pria perkasa yang ingin berjasa melindungi negara, membantu istana menangkap tikus-tikus kecil yang sangat nakal.


“Tuan, kami tidak bersalah!” seru seorang pria setengah baya yang berjubah paling bagus. Kumisnya yang hitam seperti bergetar ketika dia memohon dan memelas di depan seorang pemuda tampan nan gagah yang seragamnya agak berbeda dari prajurit yang lain.


Pemuda itu adalah Bu Xiandi, adik dari Bu Guanxi. Dia adalah pengawal kekaisaran yang bertugas untuk menangkap penjahat dan membawanya ke Kementrian Kehakiman untuk dihukum. Bu Xiandi mendapat surat perintah rahasia dari istana untuk menangkap orang-orang di beberapa kementrian, sementara kakaknya menangkap orang di kementrian yang lain.


“Heh, sudah seperti ini masih sempat mengaku tidak bersalah? Terlambat! Bawa pria tua ini ke penjara Kementrian Kehakiman dan segel kediamannya!” seru Bu Xiandi.


Orang-orang penghuni kediaman langsung lemas. Pria setengah baya itu diboyong keluar dari sana, lalu dimasukkan ke dalam kereta tahanan untuk dibawa ke Kementrian Kehakiman. Di persimpangan jalan, rombongan prajurit kekaisaran bertemu dengan rombongan prajurit kekaisaran lain yang sama-sama membawa tahanan hingga pertemuan mereka menjadi sebuah pemandangan langka bagi para penduduk ibukota.


“Berapa banyak penjahat yang harus ditangkap?” tanya Bu Xiandi kepada kakaknya, Bu Guanxi.


“Dua ratus orang,” jawab Bu Guanxi.


Bu Xiandi tertawa.


“Pengawas rahasia Yang Mulia benar-benar hebat!” serunya.


“Jalankan saja tugasmu, tidak perlu mengomentari menteri kesayangan kaisar,” tukas Bu Guanxi. Kedua rombongan itu menyatu membentuk sebuah arak-arakan yang panjang dan mengular di sepanjang jalan ibukota.


...***...


Kehadiran menteri pengawas rahasia di kekaisaran kembali membuat geger semua orang. Pasalnya, usai absen selama satu minggu, sang pengawas rahasia tersebut kembali bertugas, melakukan pengawasan ketat secara rahasia, menyelidiki keganjalan pekerjaan hingga melaporkan hasilnya kepada Kaisar Mingzhu untuk ditindaklanjuti.


Kini, bukan hanya sembilan kementrian yang dilaporkan kepada kaisar, melainkan lima belas kementrian sekaligus. Wei Linglong melaporkan hasil pengawasan terhadap dua belas kementrian dan menemukan ratusan pejabat politik melakukan kecurangan dalam pekerjaan mereka.


Wei Linglong meminta Murong Qin untuk segera menangkap orang-orang yang namanya ada di dalam daftar untuk dihukum. Sang kaisar menyetujuinya, lalu memerintahkan Bu Guanxi menjadi komando penangkapan bersama pasukan dari Kementrian Hukum dan Kementrian Kehakiman, sementara dirinya membaca laporan lain.


Dua ratus pejabat di Kota Yongji ditangkap atas kelalaian pekerjaan dan kecurangan serta korupsi. Para tersangka itu dimasukkan ke dalam sel di Kementrian Kehakiman dan Kementrian Hukum. Alhasil, penjara yang semula kosong kini penuh sesak karena kedatangan penghuni yang sangat banyak.


Dampak dari penangkapan tersebut adalah banyaknya jabatan yang kosong di dua belas kementrian. Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan lebih lanjut, Murong Qin langsung memerintahkan Kementrian Personalia untuk mengangkat pejabat baru yang bersih, yang diseleksi dengan ketat lewat Ujian Akademi Kekaisaran.


“Kebanyakan dari para tersangka ini adalah kerabat dan anggota keluarga klan Lan. Beberapa di antaranya ada yang berhubungan dekat dengan keluarga dari para Nona Kekaisaran. Apa mungkin itu ada hubungannya dengan kekuasaan Permaisuri Yi?” tanya Wei Linglong sembari membaca kembali laporan yang dia tulis di Istana Yanxi bersama Murong Qin.


“Permaisuri Yi tidak akan seberani itu. Meskipun dia mempunyai dukungan dari Ibu Suri, untuk membiarkan kerabatnya di pemerintahan berbuat seperti ini dia tidak akan mampu. Coba kau pikirkan, mampukah seorang wanita mengendalikan dua ratus orang pejabat pemerintah sekaligus? Bukankah itu sama saja dengan bunuh diri? Kecuali jika….” Murong Qin menggantung ucapannya.


“Mereka mungkin telah melakukan kecurangan sejak masa pemerintahan ayahanda. Kaisar sebelumnya memerintah begitu lama, namun semua orang tahu kalau ayahanda tidak seteliti itu. Para pejabat ini mungkin lebih pintar dari yang kita bayangkan hingga pemerintah saat itu tidak mampu mengendus kejahatannya.”


Wei Linglong tertawa sumbang. Dia sungguh merasa sangat senang.


“Sayangnya hidup damai mereka berakhir karena aku. Wabah seperti mereka memang harus disingkirkan,” seloroh Wei Linglong.


“Ya. Berkatmu, aku bisa membersihkan tikus-tikus kotor yang mencuri kedamaian dan hak rakyatku.”


“Yang Mulia, apa aku boleh menyelidiki para Nona Kekaisaran di Istana Dalam?”


“Kau yakin? Bukankah kau sangat tidak menyukai mereka?” Murong Qin bertanya kembali.


“Itu berbeda. Aku membutuhkan mereka untuk mengungkapkan kejahatan yang mungkin lebih besar. Dua ratus orang ini kasusnya mirip dengan Gubernur Qian dari Jiangzhou.”


Murong Qin sebetulnya tidak mau membuat selir kesayangannya kesusahan. Selama ini, Wei Linglong telah banyak menderita karena dirinya. Namun, melihat tekad yang kuat dan melihat semua yang telah dilalui oleh wanita itu selama ini, Murong Qin tidak tega untuk tidak mengabulkan permintaannya. Pada akhirnya, dia memberinya izin untuk menyelidiki para Nona Kekaisaran yang jumlahnya tujuh puluh orang itu.


Wei Linglong ingin tahu apakah para penjahat yang berjumlah dua ratus orang ini benar-benar ada hubungannya dengan tujuh puluh Nona Kekaisaran atau tidak. Lagipula, sudah lama rasanya dia tidak bersua dengan para gadis cantik yang kesepian itu. Sudah lama pula dia tidak menghajar dan mengerjai mereka.


“A-Ling, jangan bekerja terlalu keras. Aku tidak ingin kau jatuh sakit,” ucap Murong Qin sungguh-sungguh.


“Yang Mulia sedang mengkhawatirkanku?”


“Apa semuanya belum cukup?”


“Oh, aku hanya bercanda. Tenang saja, aku cukup kuat. Dalam waktu paling lambat lima hari, aku akan menyerahkan hasil pengawasannya kepada Yang Mulia.”


Murong Qin menatap wanita itu penuh makna. Sungguh, dia benar-benar tidak ingin melihat wanita itu terpuruk atau jatuh sakit. Melihat wajahnya yang murung akibat kematian Kasim Du beberapa waktu kemarin saja sudah membuat Murong Qin begitu gelisah.


“Yang Mulia, apa aku bisa meminta seorang kasim baru untuk bertugas di Istana Dingin? Meskipun istana itu terlihat mengerikan, tapi aku pernah tinggal di sana. Aku tidak ingin citra Istana Dingin semakin buruk. Aku juga membutuhkan seseorang untuk membangun kembali kebun sayuranku yang hancur,” pinta Wei Linglong setelah beberapa saat.


“Tentu. Mintalah kepada Liu Ting.”


Dengan begitu, Wei Linglong tidak hanya membangun kembali kebun sayurnya yang hancur, tetapi juga membuat pelaku pembunuhan Kasim Du mengetahui kalau dia telah salah menggertak orang.


...***...