
Ibu Suri berjalan memasuki Istana Fenghuang dengan langkah anggun. Aura sebagai seorang ibu negara yang agung menguar di setiap langkahnya. Keanggunan itu mengalahkan keanggunan Permaisuri Yi, namun wajah yang sudah mulai dipenuhi kerutan di pipi dan sekitar mulut itu sama sekali tidak ramah. Ada sorot kelicikan dan kebencian yang memancar dari balik tatapan mata yang tajam itu.
Wei Linglong memperhatikan wanita tua itu sejak masuk ke dalam istananya. Kalau wanita tua itu sudah datang, berarti semua rencana yang sudah dia buat bersama Murong Qin untuk Permaisuri Yi akan mengalami sedikit perubahan. Ibu Suri pasti datang untuk menyelamatkan Permaisuri Yi. Tidak peduli bagaimanapun caranya, Wei Linglong tidak akan membiarkan dia berhasil.
“Yang Mulia Kaisar sudah salah paham,” Ibu Suri mengulangi perkataannya.
“Salah paham? Kalau begitu, apakah Yang Mulia Ibu Suri bisa menjelaskan kesalahpahaman ini?” tanya Murong Qin.
Ibu Suri melirik Wei Linglong sekilas, lalu menatap Permaisuri Yi. Dia menghela napas kecil, merutuki kebodohan menantunya. Seharusnya dia tidak percaya sepenuhnya pada Permaisuri Yi, seharusnya dia bertanya lebih detail mengenai rencana bodohnya ini. Sekarang, dia sendiri harus turun tangan untuk membantu melepaskannya.
“Permaisuri hanya menjalankan tugasnya sebagai penguasa Istana Dalam. Dia hanya ceroboh karena mendengarkan informasi yang salah hingga menyinggung Selir Chun. Yang Mulia, Anda juga tahu kalau Permaisuri Yi adalah seorang permaisuri yang baik. Dia tidak pernah gagal dalam menjalankan tugasnya. Jadi, Yang Mulia sudah salah paham terhadapnya,” jawab Ibu Suri.
“Begitukah? Apa seorang permaisuri begitu tertarik mendengarkan kabar burung dari para pelayan?” tanya Murong Qin lagi.
“Sebagai seorang permaisuri, dia seharusnya lebih berhati-hati dan waspada. Hanya berdasarkan kabar dari pelayan yang belum tentu benar, dia langsung percaya dan bertindak seperti ini? Aku lihat Permaisuri Yi ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyingkirkan Selir Chun. Permaisuri, bukankah begitu?” tambah Murong Qin.
Permaisuri Yi terdiam. Tidak ada yang terlintas dalam pikirannya untuk melawan serangan balik yang dilontarkan Murong Qin. Sungguh sangat sulit memikirkan solusi ketika dia berada dalam situasi seperti ini. Permaisuri Yi berada di antara perasaan yang harus ditahan dan api amarah yang berkobar di dalam dadanya. Sesak, panas, marah, semua itu membuat pikirannya terasa buntu.
“Yang Mulia, Anda berpikir berlebihan. Permaisuri Yi hanya ceroboh sesaat hingga dia bertindak bodoh. Permaisuri, apa kau akan tetap diam? Cepat katakan pada Yang Mulia kalau kau sudah bersalah!” tegur Ibu Suri.
“Yang Mulia, aku hanya ceroboh. Mohon Yang Mulia tidak mempermasalahkannya,” ucap Permaisuri Yi kemudian.
Teguran dari Ibu Suri membuat wanita itu tersadar. Saat ini, tidak ada gunanya mempertahankan ego sendiri. Dia perlu menyelamatkan diri terlebih dahulu baru mencari cara untuk membalas penghinaan ini. Syukurlah, Ibu Suri datang tepat waktu. Jika tidak, dia mungkin sudah menjadi wanita idiot yang terjebak di antara seorang raja dan seorang selir.
“Meskipun Permaisuri Yi melakukan kesalahan, dia tidak bisa meminta maaf kepada seorang selir. Jika itu dilakukan, apa kata orang? Semua orang akan menertawakan keluarga kerajaan dan menganggap bahwa seorang permaisuri pun bahkan sudah tidak memiliki martabat dan kehormatan. Yang Mulia, Anda pasti mengerti hal ini,” ujar Ibu Suri.
“Ya. Aku tahu.”
“Kalau begitu, aku akan membawa Permaisuri Yi kembali ke istana.”
Wei Linglong menghempaskan cekalan para pengawal dengan emosi. Enak saja, mereka ingin langsung pergi setelah mengacau? Tidak, tidak bisa. Wei Linglong harus mengembalikan segala bentuk penghinaan yang dia terima hari ini. Dia harus membuat mereka membayar kerugian atas kejadian hari ini meskipun tahu semua ini bermula dari rencana dia dan Murong Qin.
“Tunggu!” teriak Wei Linglong. Ibu Suri dan Permaisuri Yi yang hendak pergi mengurungkan langkah, lalu berbalik menatap Wei Linglong.
“Aku tidak menginginkan permintaan maaf dari Permaisuri Yi. Tetapi, apa yang dia perbuat hari ini hampir membuatku celaka. Ibu Suri berkata bahwa ini hanyalah kesalahpahaman, lantas apakah kesalahpahaman ini tidak akan ditindaklanjuti?” tanya Wei Linglong.
“Apa yang Selir Chun inginkan?” tanya Ibu Suri.
“Tentu saja bertindak sesuai aturan wanita istana. Jika Permaisuri Yi tidak dihukum karena melakukan kesalahan, apakah itu tidak akan mencoreng nama baik Istana Dalam? Apakah Ibu Suri ingin orang lain menyebarkan rumor bahwa permaisuri yang bersalah terbebas dari hukuman? Aku masih berbaik hati tidak akan mempermasalahkan kejadian ini lebih lanjut, tetapi berbeda dengan orang lain. Bagaimana jika suatu saat Permaisuri Yi melakukan hal yang sama kepada selir yang lain dan itu menjadi sebuah kesalahan berulang, bukankah itu hanya menunjukkan bahwa Istana Dalam sangat longgar aturannya bahkan terhadap seorang permaisuri?”
Ibu Suri berpikir sejenak.
“Baik. Atas kesalahan dan kecerobohannya, Permaisuri Yi dikurung di istananya selama satu bulan dan tidak boleh keluar. Bagaimana menurut Anda, Kaisar?” putus Ibu Suri.
Permaisuri Yi hendak protes, namun Ibu Suri menahannya, dia berkata “Apa kau ingin mengacau lagi?”
Pada akhirnya, meskipun tidak terima, Permaisuri Yi tidak bisa berbuat apa-apa.
Usai kepergian Ibu Suri dan Permaisuri Yi, Wei Linglong baru bisa bernapas lega. Syukurlah, keadaannya sudah teratasi dengan baik. Pada akhirnya, tetap dia yang menang meskipun tidak bisa dikatakan sepenuhnya. Kemenangan itu hanya ada ketika semuanya benar-benar ada di bawah kendalinya.
Murong Qin ikut duduk di seberang Wei Linglong. Dia sedikit kecewa karena Ibu Suri tiba-tiba muncul dan mengacaukan rencana. Tetapi, masih ada sedikit keuntungan yang mereka dapat. Setidaknya untuk satu bulan ke depan, Permaisuri Yi tidak akan bisa bertindak apa-apa.
“Aku hanya bisa membuat Permaisuri Yi dikurung. Apa kau baik-baik saja dengan itu, A-Ling?”
Wei Linglong mengedikkan bahu.
“Aku sudah cukup puas melihat wajah marahnya,” seloroh Wei Linglong.
“Sekarang kau lebih pintar,” ujar Murong Qin.
“Kalau aku tidak pintar, mana bisa bertahan hidup di istana ini,” tukas Wei Linglong.
Murong Qin tersenyum kecil.
Sementara itu, sesampainya Permaisuri Yi di istana, dia meluapkan emosinya kepada para pelayan dan benda-benda di dalam istananya. Kemarahannya begitu besar hingga istananya berubah seperti neraka. Para pelayan yang tidak bersalah menjadi sasaran, benda-benda berharga pecah dan hancur tak berbentuk. Permaisuri Yi juga melemparkan mahkota dan hiasan rambut di kepalanya ke sembarang arah.
“Mengapa? Mengapa aku harus kalah lagi?”
Xiaoyao tidak berani menyela. Dia membiarkan majikannya meluapkan kemarahannya. Pelayan itu mundur, lalu keluar dari istana permaisuri untuk melaporkan keadaan majikannya kepada Ibu Suri. Sang Ibu Suri mungkin mempunyai solusi untuk meredakan amarah Permaisuri Yi.
Permaisuri Yi masih belum puas. Selain hatinya yang sakit karena Murong Qin, tubuhnya juga ikut bergetar karena kemarahan itu begitu besar. Sial, padahal dia sudah merencanakan semuanya dengan matang. Dia pikir hari ini dia sudah bisa menyingkirkan Wei Linglong.
Namun, siapa sangka kalau dia malah mendapat serangan balik. Tidak hanya gagal memenjarakan Selir Chun, dia juga mendapat hukuman kurungan selama satu bulan. Para selir di Istana Dalam pasti menertawakannya. Siapa yang menyangka kalau sang kaisar dan selirnya telah bekerja sama untuk menjebaknya.
“Sialan! Wei Linglong, aku akan mengembalikan penghinaan ini berkali lipat!”
Permaisuri mengusap wajahnya dengan kasar. Dadanya naik turun dan napasnya cepat. Dia kemudian mencoba mengendalikan diri, mencoba kembali kepada ketenangannya yang biasa. Tidak bisa, dia tidak bisa terus marah seperti ini jika ingin berhasil.
Permaisuri Yi kemudian tertawa seperti orang gila. Tawanya begitu mengerikan bagi siapapun yang mendengarnya. Dia menggebrak meja, lalu berbicara seperti orang mabuk. Dia sudah mengambil keputusan itu, maka dia tidak akan bisa kembali atau membuat keputusan lain. Tidak apa-apa, ini hanya kurungan satu bulan. Kelak, dia akan bisa mengurung siapapun seumur hidupnya.
...***...
...Ini permaisuri kayaknya bakal jadi psikopat. Yu dukung terus Wei Linglong biar bisa menang! ...