The Legend Of Chunfei

The Legend Of Chunfei
FRAGMEN 59: OPERASI SAPU BERSIH



“Yang Mulia, Sekretaris Shi dari Kementrian Personalia melakukan praktik jual beli jabatan kepada para bangsawan. Ada enam puluh bangsawan tidak kompeten yang menjadi pejabat negara di enam kementrian. Detailnya sudah aku tulis di buku ini,” ucap Wei Linglong sembari menyerahkan satu buah buku laporan di Istana Yanxi.


Murong Qin menerimanya, lalu membacanya dengan teliti.


“Ini adalah laporan tentang kasus penyelundupan senjata militer di Biro Properti. Kepala Seksi Administrasi memanipulasi buku catatan keuangan dan daftar senjata militer untuk keuntungan pribadi. Jumlah senjata yang diselundupkan sebanyak lima belas peti, berupa tiga peti anak panah, tiga peti busur, empat peti pedang dan empat peti tombak. Laporannya ada di sini,” sambung Wei Linglong sambil menyerahkan sebuah buku laporan lain.


“Kepala Keamanan Kota, Tuan Yu, memeras rakyat dengan memberlakukan pemungutan liar sebesar lima tael perak perorang setiap harinya dan menggunakannya untuk berjudi. Kerugian rakyat yang diperas olehnya mencapai satu juta tael perak. Ini adalah laporan kasusnya,” ujar Wei Linglong, kemudian dia menyerahkan buku laporan lain.


“Oh, ini adalah laporan dari penyelidikan di kantor Kementrian Perpajakan. Kepala Pengawas Pei melalaikan tugas dan membiarkan bawahannya menaikkan besaran pajak bagi rakyat di perbatasan dan daerah terpencil. Ada seratus kepala keluarga yang kehilangan ladang dan mata pencaharian mereka akibat kenaikan pajak illegal.”


Wei Linglong menyerahkan sebuah buku laporan lagi.


“Panitera Hakim Cui menerima suap dari beberapa terdakwa kasus korupsi di sembilan kementrian. Kemarin sore, seluruh keluarganya mengaku telah mengetahui kejahatan anggota keluarga mereka, tetapi Panitera Hakim Cui telah melarikan diri. Sekarang, para petugas hukum sedang mencarinya. Ini adalah surat pengakuan keluarga dan detail transaksi illegal yang dilakukan oleh Panitera Hakim Cui selama tiga tahun terakhir,” ujarnya sambil menyodorkan buku laporan kelima kepada Murong Qin.


Murong Qin melongo. Dia menatap Wei Linglong dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.


“Dan juga-”


“Masih ada lagi?” potong Murong Qin.


“Tentu saja. Masih ada empat laporan hasil pengawasan yang harus dilaporkan.”


Murong Qin memijat keningnya sambil bersandar di meja. Baru saja tiga minggu Wei Linglong menjalankan tugas, tetapi laporan hasil pengawasannya sudah sebanyak ini? Orang-orang di Kementrian Hukum saja hanya bisa melaporkan satu kasus dalam tiga bulan, bukan sembilan kasus dalam tiga minggu!


Wei Linglong tidak pernah berpikir bermalas-malasan dalam bekerja. Karena Murong Qin sudah menunjuknya, dia harus bekerja dengan baik. Berbekal pengetahuan dan pengajaran dari Murong Qin, ditambah bantuan dari bawahan-bawahan khusus yang ditugaskan secara rahasia, dia bisa mendapatkan laporan-laporan ini dalam tempo yang sangat singkat.


Tidak sia-sia dia belajar begitu giat dan tekun. Akan tetapi, mengapa wajah Murong Qin justru tampak kebingungan? Apa dia tidak senang dirinya bekerja dengan baik seperti ini?


“Yang Mulia, apa kau tidak senang?”


“Tidak, tidak. Aku hanya terkejut.”


“Terkejut? Karena apa?”


Tentu saja karenamu, Wei Linglong, teriak Murong Qin dalam hati


“Laporan-laporan ini, bagaimana bisa kau mendapatkannya?”


“Sebagai pengawas rahasia, aku tentu harus lebih hebat dari menteri-menteri tinggi kekaisaran. Bawahan-bawahan yang Yang Mulia kirimkan untukku juga punya andil besar. Intinya, aku tidak pernah malas-malasan dalam bekerja. Yang Mulia, apa ada yang salah?”


“Tidak, tidak ada yang salah.”


Murong Qin hanya tidak habis pikir mengapa wanita itu begitu hebat. Dia saja tidak tahu mana yang harus dibaca terlebih dahulu karena semua laporan itu sama-sama penting. Pengawasan dan penyelidikan wanita ini benar-benar luar biasa, hal yang tidak dapat dilakukan oleh Kementrian Hukum pun bisa dilakukan olehnya.


Dia tiba-tiba merasa kalau selirnya terlalu rajin.


“Enam buah laporan pengawasan akan selesai besok. Yang Mulia, pastikan kau membacanya dengan baik agar semua kerja kerasku tidak sia-sia!”


“Enam buah? Mengapa banyak sekali?”


“Itu karena kinerja bawahan-bawahanmu buruk. Jika mereka bekerja dengan baik, tidak akan terjadi masalah yang begitu banyak.”


Murong Qin berpikir sudah saatnya dia melakukan reformasi ulang di jajaran pemerintahan. Wei Linglong benar, tidak akan ada banyak laporan jika mereka bekerja dengan baik. Korupsi adalah akar dari segala penyakit. Para pejabat itu tidak tahu malu.


“Bagaimana? Apakah hasil pekerjaanku begitu memuaskan?”


“Sangat, sangat memuaskan.”


Namun, ekspresi Murong Qin justru mengatakan yang sebaliknya, lebih tepatnya dia terlalu puas.


Murong Qin kemudian mengeluarkan sebuah kotak dari bawah mejanya, lalu meminta Wei Linglong maju. Dia menyerahkan kotak itu. Melihat ukiran indah di kotak kayunya, Wei Linglong berpikir kalau isi kotak kecil itu adalah benda berharga seperti emas atau permata.


Sayang, dia dihancurkan oleh ekspektasinya sendiri. Isi kotak itu ternyata sebuah segel giok berwarna putih tulang, berbentuk bunga dan tinta segelnya berwarna merah. Gagang segelnya dipahat dengan lembut. Wei Linglong menatap Murong Qin dengan tatapan tanya.


“Itu adalah segel milikmu. Sekarang, kau tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk keperluan istanamu. Asalkan kau membubuhkan segel ini di daftar keperluan yang kau inginkan, Biro Kesejahteraan Istana akan memberikannya.”


“Mengapa tidak dari dulu Yang Mulia memberikannya?”


“Aku lupa.”


Bagus, dengan adanya segel ini, Wei Linglong tidak perlu repot-repot mengeluarkan uang. Dia bisa menghemat biaya pengeluarannya. Dia juga puas dengan bentuk segel yang unik.


“Apa istana lain juga punya ukiran yang sama?”


“Tidak. Ukiran di segelmu khusus dibuat olehku.”


“Hm. Aku merasa terhormat.”


Murong Qin hanya tersenyum.


Setelah beberapa saat, dia tiba-tiba teringat sesuatu. Murong Qin mengeluarkan sebuah pelat berbentuk persegi panjang yang kedua ujungnya terpahat ukiran bunga. Di tengah pelat itu tertulis huruf Mandarin yang tidak diketahui maknanya oleh Wei Linglong. Dia juga memberikan pelat tersebut kepada wanita itu.


“Apa lagi ini?”


“Ini adalah token yang bisa membuatmu keluar masuk istana dengan bebas. Tetapi, ini hanya bisa digunakan lewat pintu gerbang samping, tidak bisa melalui pintu utama. Kau bisa menggunakannya untuk keperluan pengawasan, namun kau harus ingat bahwa kau adalah pengawas rahasia. Jangan sampai orang lain mengetahui identitasmu.”


“Apa aku juga bisa menggunakan ini untuk berbelanja?”


“Hei, itu bukan token keungan! A-Ling, kau harus menjaga token ini baik-baik, jangan sampai hilang!”


Wei Linglong malah berpikir untuk menggadaikannya. Tanpa token ini pun, dia bisa keluar istana sesuka hati. Dia selalu punya cara untuk pergi tanpa ketahuan. Baiklah, karena Murong Qin sudah berniat, maka Wei Linglong akan menggunakannya dengan baik.


Dia memasukkan token tersebut ke dalam bajunya. Liu Ting datang mengantarkan sepoci teh hangat yang harum. Kasim itu meletakkannya di atas meja. Wei Linglong sudah lelah berdiri, jadi dia langsung duduk di kursi dekat meja tempat Liu Ting meletakkan teh. Dengan asap yang masih mengepul, Wei Linglong menyesap aroma teh dalam-dalam. Kakinya juga disilangkan.


Melihat pemandangan ini, Murong Qin justru merasa kalau inilah saat teranggun dari wanita itu. Hanya ketika minum teh, dia bisa melihat Wei Linglong yang seperti nona bangsawan, tidak urakan dan tidak bersikap sembrono. Entah kapan wanita itu akan menjadi wanita yang taat aturan.


“Kenapa? Apa Yang Mulia ingin aku menuangkan teh untuk Yang Mulia?”


“Apakah boleh?”


“Tentu saja.”


Wei Linglong menuangkan teh ke dalam gelas kecil, kemudian  menyodorkannya kepada Murong Qin. Keduanya kemudian minum teh bersama, merelaksasikan tubuh dan pikiran dari pekerjaan berat yang menguras banyak tenaga. Ah, andai dia bisa seperti ini setiap saat, alangkah indahnya.


...***...