
Tidak ada seseorang yang sempurna untuk dicintai, tapi aku memilih untuk tetap mencintaimu. Karena kau adalah Irene Banner, wanita yang aku cintai.
Arzean Lorwerth.
Terimakasih, telah mengajariku arti cinta yang sesungguhnya, kini aku tahu jika cinta bukan tentang raga yang sempurna, melainkan hati yang tulus. Terimakasih, untuk selalu menatapku sebagai wanitamu yang sempurna, meski sekarang kau tahu aku sudah tidak sempurna lagi. Dan terimakasih, karena tidak pernah bosan untuk menciumku dan mengatakan bahwa kau mencintaiku. Terimakasih, Arzean Lorwerth.
Irene Banner.
.
.
.
.
Daniel berjalan menggandeng putrinya untuk mengantarnya menuju altar. Irene sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang menyapu lantai yang sudah didekor indah dengan ratusan kelopak mawar putih favoritnya.
Untuk semua kekhawatiran Irene di masa mendatang nanti, mengingat Zean adalah pewaris tunggal dari Lorwerth Corporation. Zean sudah mengatasinya, Zean berencana untuk mengadopsi anak, baginya itu bukanlah masalah serius karena yang Zean inginkan hanyalah hidup bahagia dan menua bersama wanita yang dia cintai, Irene Banner.
Irene tersenyum, jantungnya semakin berdebar melihat Zean yang sudah berdiri gagah di depan mimbar yang kini sedang menatapnya tanpa berkedip sedetik pun. Selesai sudah tugas Daniel sebagai seorang ayah yang memiliki putri kecil yang kini sudah dewasa dan menikah. Daniel sudah sampai mengantar putrinya itu di hadapan seorang pria yang sangat mencintai putrinya itu.
"Aku mempercayaimu. Jagalah putriku, cintai dan buatlah dia bahagia hingga akhir hayatnya" ucap Daniel mempersatukan tangan Irene dan Zean.
"Tentu" Zean mengangguk mantap.
Zean meraih kedua tangan Irene lalu menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Zean bisa merasakan matanya memanas, ia terharu. Hari bahagia ini akhirnya tiba, mereka berdiri sebagai pasangan suami istri di hadapan pendeta, keluarga, sahabat dan seluruh orang yang akan menyaksikan janji suci pernikahan ini.
"I Arzean Lorwerth, take you Irene Banner, to be my wedded wife. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness" Zean mengucapkan janji suci pernikah dengan penuh ketulusan dan keyakinannya.
"I Irene Banner, take you Arzean Lorwerth, to be my wedded husband. To have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness or in health, to love and to cherish 'till death do us part. And hereto I pledge you my faithfulness"
Air mata tiba-tiba menetes, Irene sangat terharu, ia menangis karena bahagia. Siapa sangka kisah cinta antara dirinya dan Zean yang begitu rumit akhirnya berakhir indah di hari pernikahan ini.
Zean menyematkan cincin di jari manis Irene, begitu juga Irene yang menyematkan cincin di jari manis Zean. Pendeta mempersilahkan mempelai untuk saling berciuman. Zean menarik pinggang kecil Irene hingga tubuh mereka saling bersentuhan, lalu ia mencium wanitanya itu. Tepuk tangan dan riuh semua orang di ruangan itu seolah mewakili rasa bahagia mereka.
Tuhan memiliki beribu rintangan untuk menguji umatnya, namun Tuhan juga memiliki berbagai macam cara untuk membuat umatnya bahagia. Terimakasih, Tuhan, untuk hari yang paling bahagia bagi Irene dan Zean.
.
.
.
.
.
Haiii my lovely reader's, lama sudah author tidak menyapa :)
Akhirnya kita sampai di akhir cerita. Terimakasih untuk semua orang yang sudah berpartisipasi dalam Strangers in Love, terimakasih karena sudah membaca tulisan ini, terimakasih sudah memfavoritkan cerita ini, terimakasih sudah memberi dukungan berupa vote, like dan komentar untuk cerita ini.
Tanpa kalian tulisan ini tidak berarti, tanpa kalian cerita ini tidak terasa nyata dalam imaji kita. Mohon maaf untuk kesalahan ketik, bahasa dan lain-lain dalam cerita ini. Dan terutama untuk ending cerita ini yang mungkin sebagian orang tidak berharap demikian, tapi semoga kalian suka dan sekali lagi terimakasih.