Stranger's In Love

Stranger's In Love
28|MY LITTLE GIRL



Masih sulit dipercaya jika Irene adalah anak dari Dokter Ainsley. Zean yang mengerti dengan suasan ini memilih untuk keluar sebentar, dari apartemennya dan membiarkan Irene dan Dokter Ainsley berbicara.


“I miss you, mom” ucap Irene, tangisnya semakin menjadi dalam pelukan Dokter Ainsley.


Irene sangat merindukan ibunya ini. Sudah sekitar tujuh tahun yang lalu sejak kejadian malam itu, malam dimana ia berlari inggin pergi ke bandara menyusul Ainsley namun ia justru mengalami peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya jika Alice tidak menolongnya malam itu. Irene tidak pernah membenci Ainsley, walaupun Ainsley pergi tanpa mengucapkan apapun kepada Irene. Ainsley pergi dengan sejuta tanda tanya yang selalu memenuhi pikiran Irene.


“Mianhae” ucap Dokter Ainsley pada putrinya itu. (dalam bahasa korea mianhae artinya maaf)


Selama ini Ainsley selalu berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja, namun ternyata itu menyakitinya perlahan terlebih saat melihat Caroline dan Geraldine–kedua anaknya Ainsley. Ia merasa seperti telah membohongi kedua anaknya itu, karena mereka tidak tahu sakit yang Ainsley pendam selama ini.


#flashbackon


Ainsley Ricardo adalah seorang dokter bedah terkenal yang juga merangkap sebagai dokter umum hanya ketika saat ia tidak ada jadwal operasi khusus. Ainsley Ricardo sudah biasa berpergian ke luar kota ataupun ke luar negeri untuk bertugas sebagai seorang dokter spesialis bedah. Sedangkan Daniel Ricardo adalah seorang pengusaha ternama pemilik dari perusahaan yang mendunia yaitu Ricardo Golden Group, ia juga memiliki kesibukan yang sama dengan istrinya yaitu terbiasa berpergian ke luar untuk menjalankan urusan bisnisnya. Kedua anaknya, Geraldine dan Caroline sudah terbiasa dengan kesibukan ayah dan ibu mereka. Geraldine dan Caroline tumbuh menjadi anak yang mandiri walau sesekali sisi manjanya terlihat saat orang tuanya berada di rumah atau saat sedang tidak bertugas ke luar.


Ainsley tiba di bandara, ia sengaja tidak memberitahu Daniel Ricardo–suaminya bahwa ia kembali ke Boston hari ini. Ia langsung menuju rumah untuk mempersiapkan kejutan makan malam untuk keluarganya, karena Daniel dan kedua anaknya tidak tahu jika Ainsley kembali hari ini. Sesampainya di rumah, Ainsley sedikit kecewa karena mendapati mobil Daniel di garasi, itu artinya suaminya sedang berada di rumah. Ainsley memutuskan untuk tetap masuk, ia akan berkompromi dengan Daniel untuk membuat kejutan makan malam untuk Geraldine dan Caroline.


Ainsley melewati ruang tengah, ia terhenti mengamati ruangan itu. Ada sebotol vodka dan dua gelas kecil di atas meja. Sepertinya Daniel tidak sendiri di rumah, apa tadi ada tamu? Tapi dimana Daniel kenapa rumah ini terasa sepi.


“Apa Daniel ada di ruang kerjanya?” tanya Ainsley pada dirinya lalu beranjak menuju ruang kerja namun saat ia tiba di sana, sepi, Daniel tidak ada.


Ainsley berpikir untuk pergi ke kamar, mungkin Daniel sedang istirahat di kamar. Ainsley membuka pintu kayu kamar yang besar dan elegant itu. Deg! Seketika jantung Ainsley berhenti berdetak, ia menelan ludah susah payah, matanya tak berkedip menyaksikan Daniel tengah asyik bercinta dengan seorang wanita yang ia kenali sebagai sekretaris pribadi suaminya itu. Dunia Ainsley runtuh, ia mengutuk semua cinta yang ia berikan pada Daniel saat itu juga. Pria yang menjadi suaminya ini, pria yang sangat ia cintai tega mengkhianatinya.


“Damn! You such a jerk, Daniel Ricardo!!” teriak Ainsley, tubuhnya gemetar mencoba menahan amarah dan kepedihannya ini. Ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan bajingan dan wanita jalang ini.


Daniel dan wanita itu berhenti lalu menoleh ke ambang pintu, Daniel terkejut mendapati Ainsley yang berdiri menatap tajam ke arahnya. Daniel bisa melihat dengan jelas kekecewaan di mata Ainsley. Bodoh, apa yang telah Daniel lakukan.


“Ainsley” Daniel beranjak. Namun dengan segera Ainsley bergegas pergi, ia merasa jijik untuk berbicara pada Daniel yang tega mengkhianati cintanya.


“Daniel!” panggil wanita yang bercinta dengan Daniel tadi, tapi Daniel tidak menghiraukannya. Daniel menyambar celananya dan segera mengenakannya lalu mengejar Ainsley.


“Sialan kau! Meniduriku tapi kau masih mencintai istrimu yang super sibuk itu!” teriak wanita itu pada Daniel yang sudah keluar kamar untuk segera mengejar Ainsley.


Daniel mencekal tangan Ainsley lalu menariknya ke dalam pelukannya, namun dengan sekuat tenaga Ainsley mencoba mendorong Daniel untuk melepaskannya. Daniel mempererat pelukannya hingga Ainsley menyerah, ia menangis dalam pelukan Daniel.


“Maafkan aku, Ainsley” ucap Daniel terdengar tulus karena ia benar-benar menyesal atas perbuatanya.


Ainsley menggeleng tak percaya dengan apa yang Daniel ucapkan, setelah apa yang dia lakukan dengan wanita jalan itu, dengan mudahnya Daniel meminta maaf padanya. Ainsley sudah kehabisan kata rasanya, untuk perbuatan Daniel yang sangat menyakitkan hatinya.


“Maafkan aku, Ainsley” ucapnya lagi.


“Aku membencimu, Daniel. Aku mengutuk setiap kata cinta yang pernah aku ucapkan padamu, aku membencimu lebih dari aku mencintaimu. Hentikan ini, Daniel! Hentikan! Hiks... hiks...” Ainsley terisak dengan susah payah ia mengucapkan kalimat itu.


Ainsley masih mencoba mendorong dada Daniel untuk menjauh darinya, namun Daniel memeluknya begitu erat hingga Ainsley bisa merasakan sakit pada tubuhnya.


“Aku tidak akan melepaskanmu, Ainsley. Maafkan aku, aku mencintaimu” ucap Daniel pada Ainsley yang masih terisak dengan tangisnya.


Daniel meluruh, ia tahu betul jika ia sudah menyakiti wanita yang sangat ia cintai itu. Daniel menyesal telah menyakiti Ainsley karena hatinya juga ikut sakit saat melihat air mata yang menetes dari mata wanita ini karena dirinya.


“Lepaskan aku, Daniel” ucap Ainsley putus asa.


Daniel bergeming, ia menatap Ainsley yang menangis dalam peluknya. Hatinya pedih melihat Ainsley saat ini, Daniel menyesal. Daniel menguraikan pelukannya, ia menyerah pada wanitanya, ia tidak bisa melihat wanitanya seperti saat ini.


“Maafkan aku, Ainsley” ucap Daniel untuk yang kesekian kalinya. Hanya kata ini yang mampu Daniel ucapkan saat ini.


Ainsley tersenyum sambil menyeka air matanya. “Terimakasih, Daniel. Terimakasih untuk sakit dan kekecewaan ini” ucapnya lalu ia beranjak pergi meninggalkan Daniel yang hanya diam sambil terus menatapnya.


Melihat kepergian Ainsley rasanya Daniel telah kehilangan sesuatu yang paling beharga di hidupnya. Sudahlah, ini adalah akibat dari kesalahannya itu, ia telah menyakiti Ainsley. Entah apa yang ada di pikiran Daniel hingga ia bisa bercinta dengan Carla Darbost–sekretaris pribadinya. Seingatnya, Carla mengajaknya minum bersama lalu ia merasa sedikit mabuk dan kemudian, ya seperti itu, ia bercinta dengan Carla. Saat ini juga Daniel merasa mejadi pria paling jahat di muka bumi ini, karena ia telah membuat Ainsley-wanita yang sangat ia cintai kini membencinya.


#flashbackoff


“Jangan menangis, mom. Semua itu sudah berlalu, sekarang mom bertemu denganku, Caroline putri kecil mom” ucap Irene memeluk Dokter Ainsley.


Irene menguraikan pelukannya, ia menatap wajah sembab ibunya yang menangis setelah menceritakan semua yang terjadi di masa lalu dan itulah alasan kenapa ibunya memilih untuk pergi.


“Maafkan mom yang tidak pernah menemuimu dan Geraldine. Bahkan mom tidak pernah mengabari kalian. Itu karena mom tidak mau berurusan dengan Daniel lagi, itu hanya akan mempersulit mom untuk bisa melupakannya, bahkan mom sudah kembali pada Keluarga Lathecia. Dan karena mom yakin jika kalian akan lebih baik dan lebih aman jika tinggal bersama Daniel dan hidup sebagai Keluarga Ricardo” jelas Dokter Ainsley.


Irene meneteskan air mata, ia sedih kembali teringat pada peristiwa tujuh tahun lalu saat ia tertembak malam itu. Irene selama ini hidup tidak sesuai harapan Ainsley, Irene tidak tinggal bersama Daniel bahkan saat ini ia adalah anak angkat dari Keluarga Banner. Sedangkan Geraldine malah membenci Ainsley yang hilang tanpa kabar.


“Maafkan aku, mom. Aku tidak hidup seperti yang mom harapkan. Aku bukanlah Caroline Ricardo, tapi aku adalah Irene Banner” ucap Irene, ia akan menjelaskan semua pada Dokter Ainsley.


“Sejak pertama kali saat mom memeriksamu tadi, wajahmu terlihat familiar tapi namamu sangat asing bagi mom. Apa yang terjadi padamu?” tanya Dokter Ainsley.


Irene menceritakan semua, kejadian di malam itu hingga Alice yang menolongkan dan mengangkat menjadi adik dan kisah cintanya bersama Zean. Dokter Ainsley menangis, tertawa, marah, mendegar cerita Irene.


“Kau adalah putriku yang tangguh. Kau sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang tangguh” ucap Ainsley mencoba menguatkan putrinya itu.


“Mom, sekarang aku tahu. Hal yang lebih menyakitkan dari terjatuh adalah, cinta” Irene masih mengingat percakapannya di masa lalu bersama ibunya saat bermain sepatu roda.


Dokter Ainsley tersenyum, lalu memeluk putrinya itu. “Iya, kau benar”


“Mom” panggil Irene.


Dokter Ainsley menguraikan pelukannya lalu menatap Irene. “Ada apa?”


“Jangan memanggilku dengan nama Caroline lagi, karena Caroline Ricardo sudah meninggal tujuh tahun yang lalu. Dan aku adalah Irene Banner. Aku tetaplah putri kecil mom, namun namaku adalah Irene Banner” pinta Irene, ia ingat betul dengan janjinya pada Alice bahwa sampai kapanpun tidak ada yang bisa memisahkan mereka sebagai adik dan kakak wakaupun Irene sudah menemukan kembali keluarganya.


Dokter Ainsley tersenyum lalu mengangguk setuju. “Siapapun namamu, kau tetap putri kecilku”