Stranger's In Love

Stranger's In Love
39|SURRENDER



Zean menghabiskan waktu di penthousnya, duduk di sofa ditemani sebotol vodka favoritnya. Zean benar-benar kacau saat ini, tiga hari lagi adalah hari pernikahannya dengan Rebecca Hillton. Bagaimana bisa ia akan menikah dengan wanita yang tidak ia cintai bahkan wanita itu sedang mengandung entah anak siapa. Zean semakin kacau saat pikirannya mulai mejalar liar menggali kenangan bersama gadisnya, Irene Banner. Bahkan minggu depan adalah hari pernikahan Irene dan Kim. Kenapa semua menjadi sekacau ini? Siapa yang harus bertanggungjawab untuk semua kekacauan ini?


Zean menuang vodka pada slokinya lalu meminumnya dengan sekali teguk, ia memejamkan mata sesaat lalu mengacak rambut frustasi. Zean benar-benar bingung, apa yang harus ia lakukan?


“Apa kau yakin akan diam saja dan tetap menikah dengan Rebecca?” tanya seseorang yang tiba-tiba masuk tanpa ijin.


Zean tak menoleh sedikit pun, dari suaranya jelas orang itu adalah James. Dan siapa lagi yang tau kode masuk penthousnya.


“Apa kau mencintai Rebecca?” tanya James yang kini sudah duduk di samping Zean.


“Apa aku terlihat senang akan menikah dengannya?” Zean balik bertanya.


James menghela napas perlahan lalu menuang vodka pada sloki, dan Zean menyambarnya lalu meneguknya.


“Aku tidak butuh teman minum, pergilah, James!” ucap Zean dingin.


James menatap Zean yang terlihat begitu kacau. “Jangan menikahinya jika kau tidak mencintainya” ucap James.


Zean menatap James lalu mengalihkan pandangannya, apa James tidak tahu jika Rebecca menggunakan kehamilannya sebagai senjata untuk bisa menikah dengan Zean?


“Dia tidak waras, wanita itu sudah gila” Zean beranjak dari duduknya berjalan menuju balkon.


James mengikuti langkah Zean, mereka menatap langit bersama, dan hening.


James bukan tipe orang yang ingin tahu bahkan ikut campurdengan urusan Zean, jujur ini kali pertama mereka berbicara seolah mereka benar-benar saudara.


“Apa yang membuatmu selemah ini, Zean?” tanya James.


Zean mengepalkan tangannya kuat-kuat, amarah itu muncul lagi. Saat ia mengetahui bahwa gadisnya akan menikah dengan pria lain.


 “Haruskah aku memperjuangan gadisku yang juga akan menikah dengan pria lain?” Zean balik bertanya.


“Bukankah cinta itu harus diperjuangkan?” tanya James lagi.


Zean terdiam, apa yang dikatakan James benar. Apa yang sudah membuat Zean jadi selemah ini? Dan kenapa Zean berhenti memperjuangkan cintanya?


“Jika kau memperjuangkan cintamu, maka aku juga akan berjuang” ucap James menepuk bahu Zean lalu beranjak pergi.


Zean menoleh menatap kepergian James, apa yang baru saja dikatakan James? Apa maksud James mengatakan hal itu?


Ponsel Zean bergetar dan membuyarkan pikirannya tentang James. Zean menatap layar ponselnya, di sana tertera sebuah pesan masuk. Zean membaca pesan itu lalu bergegas pergi.


***


“Arzean” panggil seseorang.


Zean menoleh lalu berdiri dari duduknya. “Dokter Ainsley” sahutnya.


Ainsley berjalan menuju meja Zean dan mereke duduk bersama.


“Apa kau sudah lama menunggu?” tanya Ainsley.


Zean tersenyum tipis “Tidak”


Ainsley menghela napas perlahan lalu tersenyum dengan berat hati.


“Selamat! Aku dengar kau akan segera menikah dengan Rebecca Hillton” ucap Ainsley dengan senyum paksanya.


Deg! Seketika Zean membeku dengan ucapan Ainsley. Berbeda rasanya saat Ainsley yang mengatakan hal ini padanya. Zean yakin, Ainsley saat ini sangat marah padanya. Bagaimana bisa Zean yang menghamili putrinya itu


malah akan menikah dengan wanita lain beberapa hari lagi.


Ainsley yang melihat reaksi Zean langsung tahu bahwa pria itu tidak menginginkan pernikahannya dengan Rebecca.


“Aku percaya” ucap Ainsley tiba-tiba.


Zean menatap Ainsley dengan penuh tanda tanya, apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Ainsley.


“Aku percaya, kau tidak melakukan apapun” ucap Ainsley memperjelas perkataannya.


Baru saja Zean hendak bicara, namun Ainsley mendahuluinya.


“Aku juga percaya, kau bukan ayah dari anak yang dikandung oleh Rebecca Hillton. Dan aku sangat percaya, kau benar-benar tulus mencintai putriku” ucap Ainsley lalu air mata jatuh begitu saja membasahi pipi Ainsley.


Zean menatap nanar wanita dihadapannya ini, seorang ibu dari wanita yang ia cintai sangat mempercayainya jika ia benar-benar mencintai Irene Banner.


“Terimakasih, Dokter Ainsley” ucap Zean tulus.


Ainsley tersenyum lalu menyeka air matanya. “Jika kau mencintainya, maka kau harus memperjuangkannya. Jangan menikah dengan wanita lain dan jangan biarkan wanita yang kamu cintai menikah dengan pria lain”


Hari ini, James dan Dokter Ainsley telah kembalimembangunkan kesadaran Zean untuk tetap bertahan dan memperjuangkan cintanya pada Irene Banner. Sebanyak apapun rintangan yang datang justru semakin membuat


goyah perasaan seseorang. Namun, dia yang bersungguh-sungguh tidak akan goyah begitu saja. Cinta adalah sesuatu yang sulit untuk dijelaskan dan sulit untuk didapatkan, maka kau harus mengerti untuk bisa menjelaskan dan kau harus berjuang untuk bisa mendapatkan.