Stranger's In Love

Stranger's In Love
36|WHAT IS GOING ON?



“Apa?”


“Jangan bercanda, Gerald!”


“Tidak, ini tidak mungkin!” Daniel meragukan cerita dari putranya Geraldine yang baru saja menceritakan bahwa putrinya Caroline masih hidup.


Gerald menghela napas perlahan, saat ini ia berada di kantor ayahnya. Gerald berusaha meyakinkan ayahnya lagi, ia berusaha semaksimal mungkin untuk bercerita dengan detail terkait apa yang dialami adiknya itu. Mulai dari insiden penembakan yang dialami Caroline tujuh tahun yang lalu hingga Caroline diangkat menjadi adik angkat dari tunangan sendiri yaitu Alice dan Caroline selama ini hidup sebagai Irene Banner, dia sangat bahagia hidup bersama Alice yang sangat menyayanginya itu.


“Aku sudah mengatur jadwal untuk penerbangan Dad, hari ini juga kita akan ke Korea” titah Gerald.


Cerita Gerald tentang masa lalu kelam yang dialami oleh putrinya Caroline itu benar-benar menyayat hati Daniel. Daniel telah gagal sebagai seorang ayah, ia tidak bisa membayangkan betapa besar penderitaan yang harus dirasakan putrinya itu. Apa saja yang Daniel lakukan selama ini?


  ****


Bandar Udara Internasional Incheon


Korea Selatan 07:54 pm.


Daniel dan Gerald tiba di Bandar Udara Internasional Incheon Korea Selatan. Sudah lama sekali Daniel tidak pernah menginjakan kakinya di Korea, terakhir kali seingatnya saat Ainsley sedang mengandung empat bulan putrinya Caroline. Daniel mengambil napas dalam-dalam sambil memejamkan mata, sekelebat bayang-bayang masa lalunya bersama Ainsley kembali berputar di memorinya seperti kaset lama yang ia rindukan.


“Aku merindukannya, sangat merindukannya” ucap Daniel dengan nada rendah namun masih bisa didengar oleh Gerald yang berdiri di sampingnya.


“Apa Dad masih mencintai Mom?” Tanya Gerald tiba-tiba.


Sampai saat ini Gerald masih tidak mengetahui alasan pasti kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. Daniel yang tiba-tiba memutuskan untuk menikah dengan Carla Darbost yang kini mereka memiliki seorang putra yang baru berusia lima belas tahun itu bernama Noah Ricardo. Sedangkan Ainsley yang menghilang tanpa kabar meninggalkan Gerald dan Caroline, semua terjadi begitu tiba-tiba Gerald tidak mengerti.


Daniel menoleh menatap putranya itu, Daniel seolah berbicara melalui tatapannya yang bercerita mengenai dirinya di masa lalu yang dengan bodoh menyakiti perasaan Ainsley wanita yang sangat ia cintai. Bagaimana bisa, Daniel yang sangat mencintai Ainsley dengan mudah melukai hati wanitanya dengan bercinta bersama Carla


Darbost−Sekretaris pribadinya? Sampai detik ini Gerald tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan sampai saat inipun Daniel tidak berani memberi alasan apapun karena itu akan sangat melukai putranya dan Daniel tidak ingin jika putranya itu juga membencinya nantinya.


“Dad bahkan tidak pernah berhenti mencintai Ainsley” jawab Daniel pada putranya itu.


Mendengar itu, Gerald semakin tidak mengerti dengan ayahnya itu. Jika memang Daniel mencintai Ainsley lalu kenapa mereka malah berpisah seperti ini?


“Lalu kenapa kalian berpisah, Dad?” Tanya Gerald lagi seperti bocah kecil yang masih lugu.


Daniel menghela napas perlahan. “Karena tidak semua cinta itu berakhir bahagia, alur bisa saja berubah karena sebuah kesalahan sehingga kau kehilangan cintamu” jawab Daniel.


Gerald justru semakin bingung dengan jawaban ayahnya itu. “Aku tidak mengerti, Dad”


“Kau tidak perlu mengerti semua hal, cukup jangan lakukan kesalahan, jaga cintamu jika kau ingin akhir yang bahagia” ucap Daniel lalu melangkah mendahului Gerald yang masih berdiri mematung mencerna setiap kata yang diucapkan ayahnya itu.


Apa yang sebenarnya terjadi diantara Daniel dan Ainsley?


Beberapa jam kemudian mereka tiba di rumah, pelayan di rumah itu menyambut kedatangan Daniel begitu juga Alice yang memberi sambutan hangat kepada ayahnya Gerald itu.


Alice tersenyum dalam pelukan Daniel. “Terimakasih, Dad” ucapnya.


“Aku yang harusnya berterimakasih, terimakasih karena telah menjaga putriku, Caroline” Daniel dengan tulus mengucapkan rasa berterimakasihnya lalu menguraikan pelukannya.


Daniel beralih menatap Kim. “Annyeong, Kim” sapa Daniel dengan aksen korea.


Kim hanya diam, ia melempar tatapan dingin pada Daniel. Iya, Kim tahu apa hal gila apa yang sudah Daniel lakukan kepada Ainsley.


“Kim” Gerald seolah memperingati Kim untuk tidak bersikap dingin kepada Daniel.


“Aku harus pergi” ucap Kim tiba-tiba lalu beranjak pergi.


Alice merasa tidak nyaman dengan situasi ini, sikap Kim benar-benar tidak sopan. “Kim” panggil Alice, ia mencoba mengejar Kim.


“Biarkan saja dia, Alice” cegah Daniel, ia yakin sikap Kim seperti ini pasti tahu apa yang sudah Daniel lakukan kepada Ainsley.


“Maafkan Kim, Dad” ucap Gerald.


“Dimana Caroline?” Tanya Daniel yang sedari tadi tidak melihat keberadaan putrinya itu.


“Ada di kamarnya, dia tidak ingin keluar kamar. Aku sudah berusaha membujuknya tadi” jawab Alice.


“Antar aku bertemu dengannya” titah Daniel.


“Baik, Dad” Alice mendahului langkahnya menuju kamar Irene yang diikuti oleh Daniel dan Gerald di belakangnya.


“Irene buka pintunya, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu” ucap Alice.


Dari dalam kamarnya Irene bisa mendengar jelas ucapan Alice, namun ia enggan untuk membuka pintu, ralat−sebenarnya ia enggan untuk bertemu dengan Daniel, ayahnya itu. Irene tahu bahwa Daniel telah melukai hati Ainsley. Daniel adalah suami dan ayah yang buruk.


“Buka pintunya, Irene!” seru Alice entah sudah berapa kali namun tidak ada jawaban dari Irene.


“Bukan pintunya atau aku dobrak saja!” ancam Gerald.


Irene masih enggan membuka pintu kamarnya, enggan untuk bertemu dengan ayahnya itu. Sejujurnya ia rindu, tetapi rasa kesal dan amarah pada dirinya ini lebih hebat dari rindu yang ia rasakan. Amarah ketika ia mengetahui bahwa Daniel lah yang menghianati Ainsley, ayahnya telah mematahkan hati seorang wanita yang tulus mencintainya itu.


“Sudahlah, dia tidak akan membuka pintu ini” Daniel menyerah, putrinya itu pasti sangat membencinya.


“Apa yang sebenarnya terjadi, Dad?” Tanya Gerald.


Alice pun ikut bingung dengan situasi yang seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi?