Stranger's In Love

Stranger's In Love
35|COMPLICATED



Alice berjalan mengikuti langkah kaki Gerald yang melangkah cepat menuju kamarnya. Gerald melempar semua benda di hadapannya, ia benar-benar diselimuti api amarah.


“Hentikan, Gerald!” pinta Alice.


Gerald terdiam sejenak, lalu mengalihkan pandangannya kemana saja asal tatapannya tidak bertemu dengan mata Alice karena itu bisa saja meluruhkan amarahnya.


“Kita tidak bisa menikahkan Irene dengan Kim, mereka masih bersaudara, Gerald” ucap Alice tidak setuju dengan keputusan yang diambil kekasihnya itu.


Gerald mengepalkan tangan kuat-kuat, setiap kali ia mengingat permasalahan itu rasanya ia ingin membunuh dirinya sendiri ia merasa gagal karena tidak bisa menjaga Irene dengan baik sebagai kakak ia sangat tidak bertanggung jawab.


“Lalu apa yang harus dilakukan?” Gerald memberi jeda pada ucapannya.


“Menyembunyikan kehamilan Irene hingga nanti anaknya lahir tanpa seorang ayah?” lanjutnya.


Alice memejamkan mata sesaat, itu lebih tidak mungkin,bagaimana Irene akan melewati hari-harinya nanti? Ini pasti akan sangat sulit baginya.


“Gerald−”


“Sudahlah, Alice. Tidak ada cara lain selain menikahkan mereka berdua” potong Gerald.


Alice menunduk. “Semua ini salahku” lirihnya, ia menangis lagi.


Gerald langsung memeluknya sambil mengelus kepala kekasihnya itu. “Ini bukan salahmu, bukan juga salahku, tapi ini adalah kesalahan kita sebagai seorang kakak yang tidak bisa menjaga adiknya” bisik Gerald.


Alice menangis, semakin lirih dalam pelukkan Gerald. Maafkan kami, Irene.


“Aku akan mengurus tempat dan tanggal pernikahannya, dan kau bisa urus jas dan gaun untuk mereka. Tapi sebelumnya, aku akan menyelesaikan masalah keluargaku, Dad harus tahu jika Caroline masih hidup” jelas Gerald.


***


Irene duduk sambil memeluk dirinya sendiri, tatapannya kosong menatap lantai kamarnya. Pikirannya menjalar ke sana ke mari, apa yang akan terjadi selanjutnya? Kenapa alur hidupnya jadi seperti ini, semua menjadi


kacau dan jadi semakin sulit untuk dijalani. Apa yang harus Irene lakukan saat ini? Hanya Zean dan Ainsley yang mengetahui tentang kehamilannya, tapi Irene tidak mau membebani pikiran Ainsley dengan masalah yang ia hadapi saat ini.


“Rasanya aku ingin kembali menjadi putri kecil,mom” lirih Irene pada dirinya sendiri.


Saat ini yang Irene butuhkan adalah seseorang yang bisa membuatnya tenang, ia rindu bercengkrama bersama ibunya, rindu bermain sepatu roda di taman hingga malam tiba. Irene sudah tidak tahan lagi, semua hal sulit


yang ia alami benar-benar melukai hatinya. Irene beranjak lalu mengenakan jaketnya dan menyambar tasnya kemudian ia pergi.


Irene duduk di bangku taman, ia menunggu Ainsley yang sebelumnya ia hubungi untuk bertemu di taman. Sebenarnya Irene tidak ingin bertemu ibunya untuk jadi tempat berkeluh kesah baginya, tapi Irene sudah tidak


tahan lagi, pikirannya kacau dan hatinya terasa begitu sakit.


“Putri kecilku” panggil Ainsley yang langsung duduk di sebelah Irene dan memeluknya.


“Aku merindukanmu, mom” lirih Irene, ia menangis dalam pelukan Ainsley.


Ainsley mengerutkan dahi, bingung. Ia kenal betul putri kecilnya itu, Irene sedang tidak baik-baik saja.


“Apa ini karena Arzean yang akan menikah dengan putri dari keluarga Hillton?” Tanya Ainsley yang sebelumnya baru mengetahui soal pernikah Arzean karena Rihanna yang memberinya undangan.


Jujur, Ainsley tidak mengerti. Saat ini putrinya sedang mengandung anak Zean tetapi kenapa Zean malah akan menikahi wanita lain? Lagi pula bukankah Irene dan Zean saling mencintai?


Irene mengurai pelukannya, lalu menatap Ainsley. “Maafkan, aku mom. Aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik”


Ainsley memejamkan mata dan bulir air jatuh, tidak ada hal yang lebih menyakitkan dari apa yang sedang dialami putrinya saat ini.


“Percayalah, Irene. Zean mencintaimu, aku sudah lama mengenalnya, Zean tidak akan meninggalkanmu” ucap Ainsley mencoba meyakinkan putrinya.


Irene tersenyum kecut. “Jika dia mencintaiku, dia tidak mungkin akan menikahi wanita lain”


Irene benar, pikiran Ainsley menjalar liar memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. Tapi ia tetap yakin, bahwa Zean benar-benar tulus mencintai putrinya itu.


“Tidak,mom” potong Irene.


Ainsley bergeming, menunggu Irene melanjutkan ucapannya.


“Tidak ada yang harus dilakukan karena sebentar lagi aku juga akan menikah” lanjutnya.


Ainsley terkejut. Apa? Apa yang dikatakan Irene? Menikah?


“Apa kau sudah gila?” Tanya Ainsley mencoba untuk meyakinkan Irene.


Irene hanya menggeleng sebagai jawaban.


“Kau sedang mengandung anak Zean dan kau akan menikah dengan pria lain?” Tanya Ainsley lagi mencoba memastikan.


Irene tertawa lirih, pertanyaan ibunya sama gilanya dengan Zean yang menghamili Irene tetapi dia menikah dengan wanita lain.


“Bukankah itu sama gilanya dengan Zean yang menghamiliku tetapi dia malah menikahi Rebecca Hillton?” Irene mencoba menyadarkan ibunya bahwa kedua hal itu sama gilanya.


Ainsley memilih diam, berkutat dengan pikirannya. Irene benar, kedua hal itu sama-sama gila.


“Lalu dengan siapa kau akan menikah?” Tanya Ainsley.


Irene menunduk, ia menelan ludah susah payah, ini pasti akan meluhai hati ibunya jika ia mengatakan akan menikah dengan Kim, sepupunya sendiri. Tapi bukankah ini tujuannya bertemu dengan Ainsley? Irene ingin


berbagi keluh kesah dengan ibunya, tapi tetap saja ini juga akan melukai hati Ainsley.


“Irene” panggil Ainsley membuyarkan pikiran Irene.


Irene menghela napas perlahan lalu ia memberanikan diri untuk menatap mata ibunya.


“Aku akan menikah dengan Kim” ucapnya dengan mengumpulkan sejuta keberanian untuk tetap menatap ibunya walau nantinya itu pasti akan membuatnya kecewa.


Ainsley tersenyum. “Kau akan menikah dengan orang Korea?”


“Aku akan menikah dengan Kim Tae Young” jelas Irene.


Ainsley menutup mulut tak percaya, ini juga sama gilanya. Bagaimana bisa Irene menikah dengan Kim? Tidak mungkin.


“Jangan bercanda, Irene” Ainsley yakin jika putrinya itu hanya bergurau. Karena tidak mungkin untuk mereka bisa menikah, mereka itu bersaudara sepupu.


Irene menatap mata ibunya, ia mencoba untuk meyakinkan ibunya itu. “Aku serius,mom. Kim sendiri yang mengatakan kepada Alice dan Gerald bahwa anak yang aku kandung ini adalah anaknya. Kim benar-benar sudah


gila” jelas Irene.


Ainsley meluruh, tubuhnya melemas, yang dikatakan putrinya itu benar sepertinya Kim benar-benar sudah gila.


“Ini tidak boleh terjadi. Mom akan pergi ke Keluarga Lorwerth, mom akan memperjuangan Arzean untuk anak dari kandunganmu, Irene” ucap Ainsley, ia tidak ingin putrinya harus mengalami hal sulit seperti ini. Ainsley merasa ia harus menebus kesalahannya di masa lalu karena memilih pergi meninggal Irene dan membuat Irene harus melewati masa-masa sulit seperti sekarang ini.


Irene menggeleng, tidak setuju dengan ibunya. Sudahlah, biar saja seperti ini, Irene yakin saat Zean mengetahui bahwa dirinya akan menikah dengan Kim, Zean pasti tidak akan melakukan apapun karena sepertinya Zean lebih


memilih Rebecca dari pada Irene.


“Aku tidak mencintai Zean,mom. Dan anak yang aku kandung ini adalah anakku, bukan anak Zean” serga Irene.


“Jangan bodoh, Irene. Mom akan memperjuangkan apapun demi kebahagiaanmu” ucap Ainsley lalu beranjak pergi.


“Mom!” panggil Irene namun Ainsley tetap melangkah pergi.


Lihat, dengan Irene bercerita kepada ibunya semua menjadi terasa semakin sulit. Apa yang akan dilakukan Ainsley terhadap putrinya itu. Bisakah Ainsley menyelamatkan Irene ini hal rumit ini?