
Hari ini adalah hari spesial bagi seorang Rebecca Hillton, karena hari ini adalah hari dimana ia akan resmi menjadi seorang Mrs.Lorwerth. Ya, hari ini adalah hari pernikahan Rebecca Hillton dan Arzean Lorwerth.
Rebecca berdiri menatap pantulan dirinya di cermin yang terlihat begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun putih dan seikat bunga yang ia bawa. Rebecca menggeleng pelan ke kanan dan ke kiri melihat wajah cantiknya yang dipoles make-up pengantin hari ini. Ia tak henti-hentinya tersenyum pada pantulan dirinya di cermin, ia benar-benar merasa sangat bahagia karena di hari ini ia sedang berperan sebagai seorang pengantin dari seseorang yang sangat ia cintai yaitu Arzean Lorwerth.
"Kau adalah wanita yang paling beruntung hari ini, nona" ucap salah satu wanita dari bridal style yang membantu Rebecca.
Rebecca tersenyum bahagia mendengar ucapan itu. "Terimakasih, tanpa kalian yang meriasku, aku bukanlah seorang pengantin yang cantik hari ini" ucapnya.
"Semoga pernikahanmu berjalan lancar, nona" ucap wanita itu lalu beranjak pergi meninggalkan Rebecca.
Rebecca tak henti-hentinya menatap pantulan dirinya di cermin, sungguh ia merasa seperti wanita yang paling beruntung di muka bumi ini karena pada akhirnya ia bisa memiliki Zean seutuhnya di hari pernikahan ini, semua mimpi, harapan dan cita-citanya bisa terwujud untuk bisa menjadi pendamping hidup Zean.
"Apa kau akan baik-baik saja setelah hari pernikahan ini, Rebecca, putriku?" tanya Monica yang tiba-tiba masuk.
Rebecca tersenyum, ia bisa melihat pantulan diri ibunya di cermin itu. Rebecca bisa merasakan kekhawatiran ibunya karena ini adalah kali pertamanya melihat moment pernikahan anak sematawayangnya itu.
Rebecca berbalik, mengarah pada Monica lalu menatap ibunya dengan senyum yang menggembang bahagia.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan ku, hari ini aku sangat bahagia bisa menikah dengan seseorang yang aku cintai" ucap Rebecca.
Monica menunduk, detik kemudian tubuhnya bergetar dan air mata menetes membasahi kedua pipinya, ia menangis. Monica seolah-olah tidak sanggup jika pernikahan ini terjadi, entah karena ia terlalu khawatir atau dia menangis karena terlalu bahagia melihat putri sematawayangnya akhirnya bisa menikah.
Rebecca mengangkat sedikit gaunnya untuk mempermudahkannya berjalan mendekati Monica. Rebecca menyentuh bahu ibunya seolah memintanya untuk berhenti menangis.
"Aku mohon untuk jangan menangis di hari bahagiaku ini, aku tidak ingin ada air mata di hari ini" ucapnya pada Monica dan menyeka air mata ibunya itu.
Monica menghela napas pelan lalu berusaha untu tersenyum dengan sisa tenaga yang ia miliki. Monica menatap putrinya yang cantik dengan balutan gaun putih itu, lalu ia memeluk putrinya.
"Apapun yang sedang terjadi saat ini, kau adalah putriku dan kau layak untuk menemukan bahagiamu, Rebecca Hillton" bisik Monica saat memeluk putrinya itu.
***
Dengkup! Dengkup! Dengkup! Dengkupan jantung dan rasa gugup tiada henti mengiringi langkah Rebecca yang di dampingi oleh Patrick Hillton-Ayahnya berjalan menuju altar pernikahan. Mereka berhenti sejenak saat tiba di gerbang altar yang masih tertutup rapat, di balik gerbang ini tentunya ada seorang Arzean Lorwerth yang sudah berdiri gagah dengan jas putihnya menanti kedatangan Rebecca di altar pernikahan dan siap untuk saling mengucapkan janji suci pernikahan.
"Apa kau siap, putriku?" tanya Patrick pada Rebecca yang masih gemetar sambil menatap seikat bunga di tangannya yang ikut gemetar karena kegugupannya.
Patrick beralih mengenggam tangan putrinya yang gemetar itu, ia berusaha untuk menenangkan putrinya.
"Jangan gugup, ini hanya sebuah pernikahan yang semua orang pasti akan melaluinya. Kau harus mengangkat kepalamu dan tersenyum sambil berjalan melewati altar, kau seorang wanita yang paling beruntung di hari ini, sayang" ucap Patrick mencoba membuat putrinya tenang.
Rebecca mengalihkan pandangannya menatap gerbang altar yang masih tertutup di hadapannya itu, ia menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan.
"Aku siap untuk hari paling bahagia di hidupku" ucap Rebecca.
Patrick tersenyum lalu mereka melanjutkan langkahnya dan pintu altar dibuka perlahan. Seluruh perhatian undangan beralih menatap gerbang altar yang terbuka dan menampakan seorang Rebecca Hillton dengan balutan gaun putih dan seikat bunga yang ia bawa didampingi oleh ayahnya Patrick Hillton, mereka tersenyum bahagia menatap setiap mata para undangan yang kagum akan kecantikan sang mempelai wanita itu.
Hiasan yang mendominasi altar tinggi dengan selendang brokat berwarna putih yang dikombinasi dengan puluhan tangkai mawar pink muda terlihat begitu indah nan elegant. Rebecca terlihat bak seorang putri yang berjalan di altar istana menuju sang pangera yang sudah menantinya di ujung altar.
Deg! Tiba-tiba Rebecca menghentikan langkahnya, tubuhnya gemetar, ia menelan ludah susah payah melihat pria yang berdiri menantinya di ujung altar. Ingin rasanya saat itu juga Rebecca menghilang dari semua pandangan orang yang menghadiri acara pernikahan itu. Rebecca ingin berteriak, menjerit histeris untuk semua permainan gila ini karena pria yang berdiri menantinya di altar bukanlah pria yang ia cintai, pria itu bukanlah Arzean Lorwerth.
AUTHOR PROV :
Hai my lovely reader's :))
setelah sekian lama, author akhirnya menyapa kembali hehe....
Gimana ni reader's?
Makin gregetkah menunggu update dari stranger's in love ini?
Selamat menanti ya reader's, bakal banyak kejutan dari alur SIL yang ga terduga-duga
Dan ya, aku mau tau dong siapa siapa aja pembaca setia dan penanti setia dari cerita aku ini, hihi...
Jangan lupa like dan komen ya reader's, tinggalkan jejak biar authornya semangat up hehe...