QUEEN'S REVENGE

QUEEN'S REVENGE
KEKAYAAN



Dugaan Rain benar jika dirinya dibawa ke ruangan milik Kakek yang tidak diizinkan dimasuki oleh wanita termasuk Ratu.


Ada Krisna yang ketakutan, tapi didampingi oleh Lion dan Michael. Rain tersenyum mengusap lengan Kris untuk tenang.


"Kamu tahu alasan mengapa wanita tidak diizinkan masuk ke sini?" tanya pria tua yang berjalan ke ruangan Kakek.


"Bukannya Kakek menyimpan identitas aku di sini, dia tidak ingin ada yang tahu apalagi sampai mencintaiku." Rain menyingkap sebuah penutup.


Mata Michael terbelalak, tidak berkedip sedikipun begitupun dengan Rain terkejut karena banyak lukisan tidak sopan.


"Apa ini, kenapa aku harus melihatnya?" Rain mengerutkan keningnya teringat ucapan Kakek jika dia harus menguasai segala wilayah, setelah kehilangan keluarganya.


Rain baru mengerti, tempat yang dilarang dimasuki oleh para wanita ternyata tempat keluarganya meregang nyawa.


"Tempat apa ini Kak Rain?"


"Penganiayaan wanita, segala bajingan melakukan hubungan bejat di sini, siapapun wanita yang masuk dia yang harus melayani. Apa aku benar?" Rain melihat ke arah pria tua yang mengangguk kepalanya.


Hanya ada satu orang yang bisa menghancurkan, sistem keamanan tempat itu otomatis bisa mendeteksi wanita.


Mata Rain terbelalak kembali, pria tua mengiginkan Rain menghentikan karena Kastil harus bersih dari hal kotor, itu yang Ratu tanaman selama ini.


"Jika kamu bisa menghancurkan tempat ini, maka aku akui kecerdasan kamu." Pria tua keluar bersama bawahannya yang memutuskan kembali ke perbatasan.


Tangan Rain garuk-garuk kepala menatap Michael yang meraba gambar dada yang nampak nyata.


"Bagaimana cara menghancurkan?" Lion menggelengkan kepala karena melihat sekitar seperti penjara yang sudah lama kosong.


"Jika satu di hancuran, maka bangunan lain juga harus runtuh," gumam Kris yang terdengar jelas oleh Rain.


Senyuman Michael terlihat, dia ingin melihat ada wanita masuk ke dalam, dan apa yang akan terjadi kepadanya.


Satu-satunya cara dengan melihat langsung apa yang terjadi baru tahu solusinya. Tanpa menunggu persetujuan dari Rain, Michael mencari wanita.


"Jangan tuan muda, ruangan ini dilarang didatangi oleh wanita," teriakkan pelayan kaget saat tubuhnya didorong ke dalam ruangan.


Mata Rain terbelalak saat ada kamar yang terbuka, teriakan wanita terdengar memegang kaki Rain.


"Keluarkan wanita ini, dasar otak mereka saja yang kotor." Ratu tertawa merasa lucu karena rumor soal ruangan cukup menakutkan di Kastil.


"Kamu tahu soal ruangan ini?" Rain tersenyum memeluk pinggang Ratu.


"Tentu aku tahu, hanya wanita murahan yang masuk sini, demi keamanan aku melarang ada yang masuk karena gambarnya cukup merusak pandangan." Ratu tersenyum karena ada banyak hal yang lebih menakutkan di Kastil, rumor dibuat agar Ratu meninggalkannya.


Jika Rain tidak menemukan solusi, maka dia harus keluar membawa Ratu juga anaknya, ada banyak orang yang ingin mengambil posisi Ratu.


"Sekarang kamu mengerti kenapa aku tidak bisa meninggalkan tempat ini?"


Kepala Rain mengangguk pelan, Ratu bebas ingin pergi ke manapun, Rain tidak akan menghentikannya.


"Lebih baik kita semua istirahat, kita sudah cukup lelah." Rain menatap Michael yang langsung berlari keluar, takut dimarah Ratu karena membawa pelayan.


Semuanya pergi meninggalkan Rain dan Ratu yang masih menatap ruangan kosong, Ratu tidak pernah masuk secara detail dan baru tahu jika ruangan yang menjadi tempat kakeknya sangat luas.


"Ratu, tempat ini sedikit aneh, aku merasa peringatan kakek ada benarnya. Tangan Rain menyentuh tubuh wanita membuat Ratu cemberut.


Ruangan rahasia terbuka, Ratu terbelalak kaget karena ada tumpukan emas yang menjadi incaran banyak orang, Rain langsung menutupnya kembali.


"Aku tidak salah lihat?"


"Mendekati kematian saja masih gila harta, apalagi masih muda," ujar Rain yang memutuskan untuk tidak pernah mengeluarkan emas.


Tangan Ratu berkali-kali mengusap tubuh wanita yang ada di gambar berharap ruangan emas terbuka, tapi gagal.


"Sayang, kenapa aku tidak bisa melakukannya?"


"Jika kamu bisa, maka semua orang akan melakukanya." Rain tersenyum karena hanya dirinya yang bisa mengeluarkan emas.


Alasan terbesar Rain dulu terusir dari kastil karena kekayaan yang tersimpan di dalam ruangan Kakek, dia tidak ingin Rain membukanya karena ruangan rahasia terkunci oleh Rain.


"Kamu satu-satunya orang yang bisa membuka tempat ini?"


"Aku rasa pria tua itu tahu, dan akan mengirim pasukan yang berkhianat untuk menahan kita semua." Waktu kesetiaan mereka berakhir, Rain harus menyerahkan seluruh kekayaan Kastil.


"Mereka akan menjatuhkan aku?" Ratu menatap tajam.


"Iya, tujuan para tertawa ada di bawah kamu bukan karena takut, tapi harta yang ada di dalamnya. Mereka tidak ingin berurusan dengan banyak penjahat sehingga membiarkan kamu menjaga Kastil." Rain yakin besok pagi akan segera terjadi peperangan.


Lilis mendengar semua pembicaraan, melangkah masuk meminta Ratu bertindak. Sebelum diserang mereka harus menahan terlebih dahulu.


"Ratu, kita harus mengumumkan malam ini juga," ujar Lilis apalagi ada Raja di kastil.


"Jangan terlalu panik, kita tunggu saja besok." Rain berjalan keluar uangan.


"Kita dengarkan saja apa yaang Rain ucapkan," balas Ratu menenangkan Lilis yang akhirnya mengangguk.


Kedua tangan Ratu memeluk Raja yang asik tidur sedangkan Rain berjaga di ruangan kontrol miliknya bersama Lion.


Lilis juga tidak tidur meminta dari seluruh rekaman CCTV apa yang sedang terjadi karena keadaan aman terkendali.


Tepat jam enam pagi, Michael bersama Krisna berlari langsung masuk kamar Ratu memberitahukan jika dari segala arah ada pasukan yang mendekati Kastil ingin menyerang.


Dua tim sedang bergerak mendekat, siapapun penjaga yang melawan akan dibantai habis. Terutama pasukan yang medukung Ratu.


"Ratu apa yang sebenarnya terjadi?" Lilis melihat CCTV satu-persatu mati.


"Aku percaya Rain tidak akan diam saja, mereka mungkin bisa menembus perbatasan, tapi tidak mungkin bisa menembus Kastil." Ratu terlihat sangat tenang, mengusap punggung Raja yang tidur tanpa beban.


"Apa itu?" Michael melihat ke arah layar milik Lilis."


Ledakan ada di mana-mana, beberapa pria berbadan besar yang tidak dikenali menyerang membuat pasukan yang ingn menuju kastil memilih mundur.


"Siapa mereka?" tanya Kris aneh.


"Kakek pernah berkata di setiap wilayah ada lima hingga belasan manusia yang hidup tanpa ada yang mengenalinya, dia orang yang digerakkan oleh seorang remaja." Ratu tersenyum kecil karena peringatan kakeknya benar belasan orang yang ada di beberapa tempat hanya bisa keluar jika Rain yang memanggil, mereka hanya bekerja pada Rain.


"Ternyata mereka bawahan Kak Rain yang tinggal di negeri ini," ucap Michael kagum karena seseorang yang tidak pernah bertarung begitu dihormati oleh sebagian orang kecil, tapi sangat kuat.


"Apa mereka akan menang?" Kris masih belum puas sebelum perang berhenti.


Senyuman Ratu terlihat, seharusnya dirinya tidur. Rain membuktikan ucapannya akan melindungi Ratu, cukup dirinya dan Raja duduk santai di belakang.


***


follow Ig Vhiaazaira