QUEEN'S REVENGE

QUEEN'S REVENGE
BISA TAHU



Senyuman Lilis terlihat, Lion tidak perlu mencemaskan Ratu, dia sudah tahu sejak awal siapa Hera.


Dia Putri seorang mafia yang berkuasa di satu negara, Ratu sudah mengirimkan peringatan kepada keluarga Hera, tapi tidak dipedulikan.


"Bukannya Hera perawat biasa, jika dia anak orang kaya ku pikir wajar karena dia mampu membiayai biaya hidupnya, tapi putri mafia bukannya berbahaya?" Tanya Kris menatap Lilis yang santai saja pulang ke hotel.


"Jika kamu penasaran, tanya langsung kepada Ratu," ujar Lilis yang sibuk menyuapi Raja makan.


"Lebih baik aku mati penasaran daripada bertanya kepadanya."


Tawa Raja terdengar mengejek Kris yang takut kepada Mamanya padahal Mama Ratu sangat baik dan menyenangkan jika matanya tidak melotot.


"Apa Kak Ratu serius akan menikah?" tanya Michael karena perancang gaun sudah siap.


Kris dan Lilis mengangguk secara bersamaan karena keduanya mengambil resiko. Rain siap menanggung apapun yang akan terjadi kedepannya.


"Raja, jika nanti Mama hamil, lalu kamu punya adik pasti tidak disayang lagi," ejek Michael terdengar membuat panas hati Raja.


"Tidak apa, Raja punya teman. Di sekolah Raja, ada tenaga Raja punya adik, Raja juga mau." Lidah Raja terjulur tidak mudah di provokasi.


Tawa Lilis terdengar memberikan jempolnya karena Raja sudah pintar, tidak seperti Michael sudah besar masih saja manja.


Sampai di hotel terlihat gaduh, Hera muncul dengan wajah yang terbakar. Dia menangis dan mengamuk di lobi hotel.


"Serem, kenapa wajahnya begitu?" Raja memeluk Kris yan juga kaget melihat wajah Hera.


"Kak bukannya itu serbuk penghancur tubuh?" tanya Michael kepada Lilis yang langsung tahu siapa pelakunya.


Lilsi sudah memperingatkan Ratu jika Hera bukan anak orang sembarangan, tidak bisa menjatuhkan sama seperti target lain.


"Kenapa dia melakukannya?" Lilis berjalan ingin naik lantai atas bersamaan dengan Ratu yang keluar bersama Rain dari lift.


Keduanya melangkah mendekat, melihat Hera yang kembali dari rumah sakit dalam keadaan wajah rusak parah.


"Michael," panggil Ratu menatap ke arah Raja.


Cepat Michael membawa Raja naik ke lantai atas karena mata Ratu sudah memberikan peringatan.


"Perempuan sialan, kamu merusak wajahku?"


"Lalu kenapa kamu masuk ke dalam kamar?" tanya Ratu sinis.


Tidak ada jawaban dari Hera dia meminta pertanggung jawaban dari Ratu karena sudah merusak wajahnya.


"Aku tanya sekali lagi, kenapa kamu memaksa masuk kamar?" Ratu mengerutkan keningnya, dia tahu jika Hera membuat cairan untuk membunuh Ratu.


Niat busuknya sudah Rain ketahui, dan memberitahu Ratu jika Hera tidak bisa Ratau mainkan.


"Apa kamu ada bukti jika aku ingin membunuhmu?" tanya Hera.


"Tentu, lempar bawahan Hera." Ratu tahu siapa ayahnya Hera, jika dia satu kali lagi mengirimkan tikus maka Ratu akan mengirim bom penghancur.


Jika sampai dua kali peringatan Ratu sampai, namun tidak digubrisnya maka akan tahu konsekuensinya.


"Sebelum kamu mencari masalah, cari tahu dulu siapa lawan kamu sesungguhnya." Ratu terseyum manis karena tahu jika Hera tidak bisa menandinginya.


Hera hanya bisa terdiam, ternyata Ratu bukan orang sembarangan. Dia pemimpin mafia yang berkuasa dan paling ditakuti.


"Apa keluarga kamu siap berperang karena aku menghancurkan wajah putrinya." Ratu akan menunggu kedatangan keluarga Hera, dia juga sedang mempersiapkan pernikahan secepat mungkin.


Hera dan keluarganya bisa datang ke pesta pernikahan sebagai tamu kehormatan. Ratu dan Rain akan meyambut baik.


"Perempuan brengsek, aku tidak akan melepaskan kamu setelah merusak wajahku." Hera langsung melangkah pergi tidak memiliki senjata lagi untuk menjatuhkan Ratu.


Tangan Ratu melambai santai karena dirinya sudah muak bersikap baik, semakin baik maka semakin lama para cacing menjijikan bekeliling di samping kekasihnya.


"Kenapa kamu Kris menatap aku seperti iblis?" tanya Ratu mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu merusak wajahnya?"


"Memangnya kenapa jika wajahnya yang rusak? kamu tidak bisa menatap wajah cantiknya lagi?" tanya Lilis dengan nada sinis.


Senyuman Rain terlihat, wajah Hera akan pulih secepatnya karena hanya luka bakar biasa. Tidak ada yang perlu dicemaskan karena menjadi teguran baginya.


"Bagaimana bisa itu luka bakar biasa, wajahnya akan hancur!" Ratu menggunakan serbuk untuk melenyapkan mayat agar merata dengan tanah.


"Serbuk itu ada di tangan Raja. Saat aku bangun dia membuat susu menggunakan serbuk." Rain memijit pelipisnya, dia tidak bisa mengatakan kepada Raja bahayanya jadinya menukar dengan serbuk pembakar kulit agar Raja jera.


Ratu tersentak kaget, jika sampai Raja minum susu serbuk, pasti hancur isi di dalam tubuhnya karena rasa panas.


"Ratu, lain kali jangan gunakan apapun di sekitar Raja, kita bisa mati." Susu yang Raja buat bukan untuk dirinya, tapi Ratu dan Rain.


"Raja pasti tidak tahu Rain, dia hanya ingin bersikap manis dengan membuatkan kalian susu," ujar Kris yang paham jika Raja anak yang romantis.


"Aku tahu, tapi harus lebih hati-hati lagi apalagi berurusan dengan anak kecil yang sangat aktif, jika aku tidak mencium bau susu mungkin sudah di neraka." Rain melangkah kembali ke lantai atas ingin menemui Raja yang harus paham membedakan barang berbahaya.


Raja dan Lilis masih mematung, bukan memikirkan Raja yang bisa membuat susu atau menemukan serbuk berbahaya, tapi lebih kaget saat tahu bahan apa yang ada di dalam serbuk.


"Bagaimana bisa Rain mengubah serbuk berbahaya dengan mudahnya?" Lilis memukul mulutnya untuk tidak mempertanyakan apapun.


"Rain bisa mengenali hanya dengan bau, siapa dia sebenarnya?" Ratu menatap Lilis yang memiliki pertanyaan yang sama.


Rasa penasaran Ratu yang dulu sempat dia hapus kembali lagi, jauh lebih besar dari sebelumnya karena serbuk yang Ratu gunakan bertujuan membunuh Hera secara perlahan dengan wajahnya yang membusuk.


"Serbuk itu hanya dibuat oleh kita, bagaimana bisa Rain yang jauh dari dunia kejahatan bisa tahu? sekalian dia ahli dalam penelitian, tetap saja tidak mungkin tahu," ujar Lilis yang mengerutkan keningnya karena rasa penasarannya kepada Rain takutnya berbahaya.


Tarikan napas Ratu panjang, berjalan ke arah lift. Melihat Kris yang keluar lagi dari lift menatap Ratu tajam.


"Bagaimana Rain bisa tahu soal serbuk itu?" Kris juga penasaran karena Rain tahu segalanya.


Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun, tapi langsung tahu keberadaan Raja. Tahu juga siapa Hera dan keluarganya.


"Seharusnya kamu lebih tahu Rain, kalian tumbuh besar bersama?" Ratu masuk ke dalam lift diikuti oleh Lilis dan Krisna.


Kepala Kris menggeleng, dirinya tidak tahu apapun soal Rain. Dia sangat pendiam juga tidak memiliki barang apapun yang bisa dicurigai.


Rumah Rain juga bersih, tidak pernah ada aktivitas Rain melakukan apapun selain menatap tumpukan kertas juga komputernya.


***


follow Ig Vhiaazaira