
Mobil yang Rain kemudikan tidak bisa bertahan lagi, tidak ingin menyakiti pengedaran lain Rain terpaksa menerjunkan mobilnya di jurang yang cukup dalam.
Mata Rain hanya terpejam merasakan mobilnya terguling tubuhnya terguncang hingga terlempar jauh.
Tangan Rain berpegang di pohon, mobilnya sudah jatuh hancur lebur di bawah sampai meledak dan hangus terbakar.
"Tuhan, jika ini akhir hidupku mintaku hanya satu semoga Elisha mendapatkan keadilan, dan Krisna terbebas dari keluarganya yang jahat." Rain melepaskan pegangan teringat wajah Ratu yang selalu cemberut, tidak pernah menunjukkan senyuman manis.
Tubuh Rain terguling, berlumuran darah tergeletak di antara pohon tumbang. Kesadaran Rain juga sudah hilang bersama bayangan Ratu.
Hanphone Rain tergeletak di samping mobil, langsung terbakar saat panggilan dari Krisna masuk.
Berkali-kali panggilan tidak terjawab, dan akhirnya mati total. Krisna meminta bantuan orang untuk menemukan Rain.
Krisna masih terus berusaha menghubungi Rain, sampai larut malam belum ada kabar soal keberadaan Rain.
Terakhir kalinya dia berada di kediaman utama, lalu pergi dan meninggalkan pesan yang begitu menghacurkan hati Krisna.
"Kenapa aku begitu bodoh selama ini, Rain hanya mencoba melindungi aku dari kekejaman Papa. Dia hanya diam agar aku tidak kehilangan cinta seorang papa." Krisna terduduk menatap ponselnya yang tidak bisa menghubungi Rain.
Pesan dari seseorang yang mengatakan jika Krisna dan Clen bukan kandung terbukti, Krisna yakin Rain tahu segalanya.
"Madam, di mana Rain?"
"Aku yang seharusnya bertanya di mana Rain?" Madam marah besar karena perusahaan sudah diselidiki oleh kepolisian.
Perusahaan akan segera hancur, mau tidak mau Madam harus melepaskan bisnis mantan suaminya. Dirinya gagal mempertahankan hak Krisna.
"Aku akan membalas kamu Clen, ini pasti rencananya." Madam meminta Krisna berjuang untuk mempertahankan perusahaan jika tidak dia akan kehilangan segalanya.
"Apa lagi yang ingin dipertahankan, perusahaan akan hancur. Mama jawab Kris apa benar Clen bukan ...."
"Ya, Papa kamu penerus Petro, dia meninggal saat kamu dalam kandungan. Kamu seharusnya mempertahankan apa yang dulu diperjuangkan oleh papa kamu bukan ada dipihak Clen." Madam menatap tajam Krisna yang menggeleng pelan.
Madam tahu kesedihan Krisna, tapi saat ini bukan air mata yang dibutuhkan. Krisna harus menyelamatkan perusahaan papanya.
"Apa Rain juga berusaha mempertahankan perusahaan?"
Madam mengangguk pelan, Rain satu-satunya orang yang bisa Krisna percaya selain Madam.
Tangan Krisna gemetaran, teringat ucapan Rain yang mengatakan jika terjadi sesuatu kepadanya Krisna harus bertahan.
"Flashdisk yang Rain berikan ada di apartemen aku, apa Rain tahu ini akan terjadi?" Krisna berlari kencang untuk kembali ke apartemen mengambil flashdisk yang Rain berikan saat Krisna ditusuk.
Peerasaan Krisna semakin gelisah, ucapan Ratu di perusahaan terbesit karena Ratu mengatakan tidak akan ada yang melindunginya lagi jika menyingkirkan Rain.
"Banyak orang yang menyadari jika Rain selalu menjagaku, tapi aku tidak mempercayainya dan menuduh sebagai pengkhianat. Maafkan aku Rain, cepat hubungi aku karena saat ini hanya kamu yang mampu membuat aku bertahan." Air mata Krisna menetes dia belum pernah melakukan hal baik apapun.
Sampai di apartemen, Krisna mengambil flashdisk. Membuka isinya, betapa terkejutnya Krisna karena semua kejahatan Clen terdata dengan rapi.
Jika perusahaan di ujung kehancuran, dan mendapatkan kesulitan maka Krisna harus menjatuhkan Clen setidaknya mengurangi kerugian.
"Rain memang tahu soal Papa, dia hanya diam selama ini karena tidak ingin membuat suasana panas dan membahayakan aku." Krisna meremas rambutnya kuat merasa kecewa kepada diri sendiri.
Krisna mencoba menghubungi Krisna untuk kesekian kalinya, tapi tetap tidak aktif. Perasaan cemas dan gelisah bercampur aduk .
Tidak memiliki pilihan, Krisna melangkah keluar dari apartemennya. Langkah Krisna terhenti melihat seorang wanita yang membawa senjata.
"Siapa kamu, apa kamu bawahannya Miko?" Krisna melangkah mundur.
"Aku akan menghancurkan Clen, saat ini kamu tidak punya banyak waktu karena Rain hilang." Lilis meminta Krisna secepatnya keluar.
Langkah Krisna terhenti kembali melihat beberapa orang sudah tergeletak, wanita bersenjata ternyata menyelamatkannya.
"Aku harus menyerahkan bukti ini ke mana? bagaimana jika ada polisi yang berpihak kepada Clen?"
"Tidak semua orang jahat, cari seseorang yang sangat Rain sering temui." Lilis meminta Krisna cepat masuk mobil.
Kepala Krisna mengangguk, melajukan mobilnya ke arah rumah seseorang yang sangat sering Rain datangi jika ada kasus yang merugikan perusahaan.
Tatapan Lilis tajam, merasa cemas karena Rain tidak bisa dihubungi dan jaringan yang seharusnya mampu mengidentifikasi keberadaannya juga menghilang.
"Di mana kamu Rain? aku sangat mencemaskan kamu," gumam Lilis yang terpaksa membohongi Ratu demi bisa menemukan Rain.
"Siapa kamu, Rain tidak pernah dekat wanita manapun?"
"Jangan tanya siapa aku, jika kamu sampai tahu pasti akan menyesal."
"Apa kamu orang yang mencari keberadaan Elisha? aku tidak menyakitinya, hanya itu yang aku tahu." Krisna tidak tahu apapun yang terjadi setelah tumbang di hotel.
Lilis hanya diam saja, tidak memberikan jawaban karena sudah tahu jika Krisna tidak terlibat.
Sampai di rumah seseorang Krisna menyerahkan flashdisk kepada Jaksa yang biasanya bekerja bersama Rain.
"Apa yang terjadi pada Rain?"
"Tolong, lakukan sesuatu untuk menghentikan Clen," pinta Krisna yang akan berjuang mempertahankan bisnisnya.
Kepala Jaksa mengangguk, dia pastikan akan menangkap Clen juga komplotannya. Perusahaan Krisna tidak akan terlibat jika dia bisa bekerja sama.
Senyuman Krisna terlihat, membungkukkan tubuhnya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya.
Panggilan masuk, Rain mengabaikan karena dari nomor yang tidak dikenali. Sampai ketiga kali barulah Krisna menjawab.
"Di mana dia?" tangan Krisna gemetaran karena mendapatkan kabar Rain kecelakaan dari kepolisian setempat yang mendapatkan laporan dari warga jika ada mobil yang terjun.
"Bagaimana kondisi Rain?" Lilis semakin panik.
Krisna bergegas masuk mobil begitupun dengan Lilis. Rain melemparkan buku komik kesukaan Krisna di jalan meninggalkan nomornya Krisna juga.
"Apa Rain baik-baik saja, kepolisian baru datang dan kesulitan untuk turun ke bawah jurang." Krisna mengusap air matanya yang menetes.
"Ini sudah malam, tidak mungkin ada yang bisa turun ke bawah." Lilis mengerahkan seluruh bawahan Ratu untuk membantunya mencari keberadaan Rain.
Lilis tidak izin kepada Ratu, pengawal rahasia yang biasanya menjaga Elisha juga diminta pergi. Lilis yakin Elisha pasti baik-baik saja.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Rain?"
"Tidak akan terjadi apapun, aku tidak akan membiarkannya." Lilis meminta Krisna melaju cepat.
Panggilan dari Ratu masuk, tapi tidak dihiraukan sama sekali. Lilis tidak bisa memberitahu Ratu karena mereka memiliki misi untuk menjatuhkan Albert, tapi Lilis sangat mencemaskan Rain.
"Maafkan aku Ratu, setelah ini silahkan hukum aku seberat mungkin. Bahkan aku rela mati di tangan kamu." Lilis mematikan panggilan.
***
follow Ig Vhiaazaira