
Sampai di rumah mewah madam, Rian menunggu perintah untuk masuk ke dalam ruangan pribadi madam.
"Silahkan masuk Tuan Rain," perintah penjaga yang mendapatkan perintah membawa Rain.
Rain langsung melangkah masuk ke dalam ruangan yang baru pertama kalinya Rain kunjungi, terlihat Madam duduk di kursi kebesarannya.
Senyuman terlihat saat Rain berdiri di hadapan, tatapan matanya sangat tajam menunjukkan wajah yang sangat kejam.
"Apa yang terjadi Rain?"
"Rain juga tidak tahu, Krisna meminta aku mencari wanita yang bernama Elisha, tapi secara tiba-tiba keadaan menjadi seperti ini." Rain tetap berdiri tanpa keraguan sama sekali.
Senyuman Madam kembali terlihat, mempersilahkan Rain untuk duduk agar pembicara mereka lebih nyaman.
"Jika memang kamu ingin mencari keberadaan Elisha, lalu kenapa mengirim pesan kepada orang lain?" Madam meminta Rain bicara jujur siapa yang sedang dirinya pihak.
Masih dengan pendiriannya, Rain meyakinkan jika dirinya hanya menyelidiki sehingga datang ke hotel dan Club.
Tidak ada hal penting yang Rain temukan karena orang yang terlibat semuanya dihilangkan.
"Kamu berbohong Rain, tahu resikonya jika berani berkhianat?"
"Rain tahu masa, tapi tidak ada yang perlu aku katakan karena faktanya tidak ada bukti apapun yang bisa mengarah kepada Elisha."
Kepala Madam mengangguk, meminta Rain mendengar cerita seorang Putri cantik, manis dan sangat ceria. Dia Putri pertama Albert yang sangat dikagumi banyak orang.
Gadis kecil yang sangat jenius, tapi kepintarannya menjadi petaka. Putri pertama Albert membocorkan aset penting perusahaan sehingga kekacauan terjadi.
Tanpa belas kasihan, Albert menyiksa Putrinya hingga mengalami gangguan mental. Putri Albert diasingkan jauh dari kehidupan manusia, hingga akhirnya ada kabar si kecil meninggal setelah melarikan diri.
"Bukan soal Putrinya yang mengejutkan, tapi istrinya yang meninggal setelah melahirkan Elisha. Dia tidak sanggup hidup setelah kehilangan Putri pertamanya."
Rain hanya diam, merasa sakit hatinya karena seorang ayah menyiksa anaknya sendiri. Seharusnya ayah menjadi pelindung.
"Kamu tahu jika ingin menjadi seseorang yang berjaya maka harus kejam tanpa peduli anak atau istri."
"Bagaimana jika Krisna melakukan kesalahan yang sama dengan Putri Albert, apa Madam akan melakukan hal yang sama?"
"Kamu harus bertanggung jawab untuk itu, aku menghidupi kamu untuk melindungi Krisna, nyawa kamu milik Krisna." Usapan lembut terasa di wajah Rain, Madam ingin Rain hidup demi anaknya.
Jika sampai terjadi sesuatu pada Putranya maka Rain harus siap kehilangan kekasihnya. Madam tahu jika Rain sangat dekat dengan karyawan baru yang dijadikan sektretaris pribadinya.
Tamparan kuat mendarat, pas bunga yang ada di meja menghantam kepala Rain. Diperintahkan untuk melindungi Krisna, bahkan mendapatkan kepercayaan untuk menjaga perusahan, tapi Rain membocorkan rahasia perusahaan.
"Aku minta kamu menjaga, bukan menghancurkan!" teriakan Madam terdengar memukul Rain menggunakan kursi.
"Bukan aku yang membocorkannya," jawab Rain masih terlihat kuat menangkis kursi yang melukai wajahnya.
"Kamu mencoba menyalahkan aku atau putraku!" pintu terbuka, Clen melangkah masuk menarik kerah baju Rain memukulinya habis-habisnya.
Teriakkan Madam terdengar meminta Clen berhenti, Madam memberikan kesempatan kepada Rain untuk mengatakan kebenaran.
"Sayang, sejak awal sudah aku katakan jika Rain akan menghancurkan kita. Dia hanya yatim piatu yang tidak tahu diri, semakin lama disingkirkan dia akan menginjak kepala." Clen menatap istrinya tajam memberikan bukti jika Rain tangan kanan dari Albert.
"Katakan apa yang kamu ketahui Rain, jika kamu masih ingin hidup?" Madam membantu Rain untuk berdiri dan mengatakan apa yang dirinya ketahui.
Tatapan mata Clen tajam, menggelengkan kepalanya agar Rain tidak mengatakan apapun kepada istrinya, jika sampai rahasianya bocor maka Krisna akan berada dalam bahaya.
"Rain! Jika kamu tidak ingin mengatakan apapun maka kekasih kamu yang bernama Ratu yang akan mati," ancaman Madam terdengar karena kunci segala rahasia ada pada Rain.
Mata Rain tajam menatap Clen, tersenyum sinis menyentuh bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Pengawal pribadi Krisna sebenarnya orang terdekat Clen, dia Putranya Clen bersama pelayan pribadi Madam." Mata Rain tidak berkedip sedikipun menantang Tuan Clen.
Tangan Madam bergetar, kepala Tuan Clen menggeleng tidak membenarkan ucapan Rain yang hanya ingin menjatuhkan.
"Bukan aku yang menghancurkan perusahaan, tapi suami Madam sendiri. Dia ingin Krisna turun dari posisinya dan memberikan kepercayaan kepadanya untuk naik kembali dan mempekerjakan orang dalam yang berpihak kepadanya sehingga bisa menyingkirkan Madam." Rain tidak punya alasan menghancurkan perusahaan apalagi dirinya tidak punya kuasa.
Jika dirinya mati tika akan ada yang peduli apalagi mendapatkan keuntungan, maka satu-satunya orang yang ingin Krisna mundur pastinya tuan Clen.
"Berani sekali kamu membalik fakta, aku tidak akan membiarkan kamu mengeluarkan suara lagi!" Tuan Clen memanggil bawahannya untuk menghukum mati Rain.
"Terserah percaya atau tidak, ini semua rencana kalian sejak awal. Bahkan aku juga tahu jika penerus keluarga Albert bukan anak Tuan Albert, tetapi anaknya Miko Putra Tuan Clen. Kalian ingin menguasai dua pengusaha besar dan menyingkirkan anak mereka." Ucapan Rain tidak mungkin salah karena dua putri Albert sudah diasingkan hanya tersisa Putra yang masih disembunyikan.
Albert tertipu ole Aryani jika anak yang dikandungnya hasil perselingkuhan mereka, tapi kenyataanya anak yang dibesarkan anak pengawal Albert.
Lelaki yang mati di tangan Ratu, bukan suami Aryani yang sebenarnya. Dia hanya pemuda yang bekerja untuk memuaskan.
"Jangan percaya dengan ucapan Rain sayang," pinta Clen menyakinkan jika dia ingin menjaga keluarga Petro untuk selalu berjaya.
"Aku jauh lebih percaya kepada Rain daripada kamu, dia anak yang jujur dan tidak suka ikut campur. Jika Rain sudah bicara, berarti sudah memikirkan sejak awal apa yang dia bicarakan ada resikonya." Madam mendekati suaminya melayangkan tamparan kuat.
Teriakan Madam kuat memanggil penjaga untuk mengeluarkan suaminya dari rumah utama karena sudah berkhianat.
Rain langsung keluar, dia juga baru tahu fakta jika Miko ternyata anaknya Clen bersama wanita pelayan.
Suara Rain muntah darah terdengar, akibat dari dirinya mulai ikut campur. Jika saja Rain tidak terikat janji kepada Putri untuk mengungkap kasusnya maka tidak mungkin Rain tahu soal hubungan Miko dan Clen.
"Semakin aku tahu, maka aku yang akan celaka. Kenapa harus aku yang menemukan kebenaran ini?" Rain berjalan ke arah mobilnya bergegas untuk pulang karena tubuhnya sakit semua.
Ucapan Madam soal Ratu mengejutkan Rain karena Ratu dicurigai sebagai kekasih Rain karena terlalu dekat dan sering bersama.
"Aku harus memberitahu Ratu soal ini, siapa Putri pertama Albert?" Rain mengambil ponselnya mencari tahu soal Putri pertama Alber.
"Felisha, wajahnya dirahasiakan." Rain menginjak rem mobil yng ternyata sudah blong.
***
Novel GK bisa aku up semua karena masih kurang sehat, jadi bergilir.
nulis ini saja butuh dua hari 🤠sehat itu memang paling mahal harganya.
Jaga kesehatan semuanya.