
Merasakan ketakutan saat tahu jika Ratu Putri pertama Albert, Clen melarikan diri dari tempat persembunyian padahal Miko sudah meminta papanya tenang.
Mobil yang Clen kendarai melaju dengan kecepatan tinggi, dia akan pergi sejauh mungkin agar tidak ditemukan oleh Ratu.
Jika masih bersama Miko, maka dirinya juga akan celaka. Clen teringat saat melihat Felisha yang masih kecil memiliki tatapan yang mematikan.
"Dia monster, saat kecil saja dia bisa membunuh, apalagi sekarang." Clen memegang kepalanya mengunakan satu tangan membayangkan Ratu kecil yang meracuni selingkuhan Albert hingga tewas di tempat.
Di tengah jalan Clen terkejut melihat Ratu berdiri di tengah jalan, melangkah maju. Di tangan Ratu ada remote kecil yang dia mainkan.
Mobil langsung direm secara paksa, kepala Clen menggeleng melipat tangannya memohon agar Ratu melepaskan.
"Ingin pergi ke mana? jangan lari lagi." Senyuman Ratu terlihat meminta Albert segera keluar.
"Aku mohon lepaskan aku Felisha," pinta Albert yang sudah berlutut di kaki Ratu.
"Dulu aku juga melepaskan kamu, tapi takdir mempertemukan kita lagi. Seharusnya kamu mengenali aku Clen!" Ratu menunjukkan luka di pahanya yang masih membekas luka bakar yang akan selalu ada seumur hidup Ratu.
"Ampuni aku Felisha, jika sejak awal tahu mungkin aku ada dipihak kamu." Clen bersujud di kaki Ratu, memohon agar membiarkannya tetap hidup.
"Felisha sudah mati, dia sudah meninggalkan dunia ini sejak lama. Wanita yang ada di hadapan kamu saat ini seorang psikopat, tidak ada yang aku cintai di dunia ini karena kalian merenggut nyawa ibuku." Mata Ratu merah karena saat dirinya kecil, Clen bekerja di bawah perintah Albert.
Clen melakukan pengkhianatan hingga berhasil menyingkirkan suami dari Madam, menyalahkan Albert sebagai penyebab kematian suami Madam sehingga dia menjadi pahlawan tempat bersandar.
Masa lalu Ratu begitu kejam, tapi dirinya tidak peduli. Siapa yang kuat dia akan bertahan, tapi yang melemah maka dia akan hancur.
"Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan," ujar Clen yang meminta kesempatan.
"Kondisi Elisha tidak baik sama sekali, dia bukan kangker hati, tapi ada racun mengendap di bagian hatinya. Berikan penawarannya jika tidak kamu mati hari ini."
"Tanyakan pada Albert langsung, dia yang menyebabkan Elisha sekarat."
Tatapan mata Ratu tajam, dia juga tahu jika penawar itu ada pada Albert. Masalahnya Ratu ingin Clen yang mendapatkannya.
Kepala Clen menggeleng, dia tidak memiliki kuasa untuk masuk ke dalam rumah Albert. Kediaman Albert memiliki keamanan yang semakin ketat.
"Minta anak itu keluar, dia harus mendapatkan obat itu jika tidak kamu tahu apa yang bisa aku lakukan." Ratu menyipitkan matanya menunggu Clen yang sedang berpikir.
Kepala Clen menggeleng, dia binggung cara melakukannya karena penerus Albert dijaga ketat.
Tangan Ratu tergempal, anak remaja yang dilindungi bukan emas yang memiliki harga. Dia hanya beban yang harus disingkirkan.
"Hanya ada satu cara, Miko harus melakukannya," ujar Clen yang langsung menghubungi Miko.
Secara langsung Miko menolak dia tidak akan membiarkan putranya mencuri obat untuk menyelamatkan Elisha.
"Jangan bodoh Clen, Ratu tetap akan membunuh kamu meskipun melakukannya." Miko meminta Clen mati saja daripada dia harus mengorbankan putranya.
"Jika kamu menolak, maka aku akan memberikan identitas dia kepada Ratu," ancam Clen yang memohon agar Miko meminta putranya mengambil obat, mengeluarkannya maka semuanya selesai.
Miko masih pada pendirinya, dia tidak bisa menyelamatkan Clen. Sekalipun dirinya harus mati, Ratu tidak akan bisa menyentuh putranya.
"Aku bisa melakukannya Miko, tapi saat ini aku hanya bermain halus. Jika aku ingin langsung menyingkir, mungkin gerbang kediaman Albert sudah jebol." Ratu melirik ke arah Lilis untuk melakukan tugasnya.
Panggilan mati, Clen berjanji akan melakukan dengan cara lain agar bisa membawakan obat untuk Elisha.
"Aku akan berusaha lebih keras membujuk Miko," ujar Clen yang berjanji jika dirinya akan memastikan semuanya baik.
Senyuman Ratu terlihat, remote yang ada di tangan Ratu diserahkan kepada Clen. Jika sampai tombol tertekan maka mobil Clen meledak.
"Pergilah, aku berikan kesempatan satu kali lagi jika bisa, jika bisa." Ratu mengulangi ucapannya dengan penekanan yang sangat dalam.
"Terima kasih Ratu, aku pastikan obat untuk Elisha bisa segera ada di tangan kamu." Clen berlari ke arah mobilnya untuk kembali ke tempat Miko.
Tawa kecil Ratu terlihat, merasa lucu dengan para sampah yang sangat menjijikan. Ratu tidak membutuhkan Clen lagi.
Suara ledakan mobil terdengar, Ratu berjalan di dampingi oleh Lilis menatap satu mobil yang terguling.
Dari jarak dekat Ratu bisa melihat mobil yang Clen kemudikan meledak seketika tidak memberikan kesempatan untuk melarikan diri lagi.
Ratu membalik badannya melangkah pergi, Lilis masih melihat ke arah mobil. Tangan Clen terlihat memukul kaca depan mobil memohon agar di selamatkan, tapi terlambat karena api melahapnya.
"Itulah akhir hidupmu, dulu membakar tubuh Ratu menggunakan besi panas agar tutup mulut." Lilis berjalan mengikuti Ratu menuju mobil.
Perasaan Ratu sangat hancur jika teringat saat Albert memintanya tutup mulut atas perselingkuhan, Maminya yang sedang berjuang hidup tidak dipedulikan sama sekali.
Clen yang begitu kotor menodai Maminya yang sedang sekarat hingga meregang nyawa, tapi dikatakan mati bunuh diri.
Teriakkan Ratu sangat kuat, langsung berlutut meremas rambutnya sangat kuat karena hatinya begitu sakit.
Keputusan kembali salah besar, dirinya bertemu dengan banyak orang di masa lalu sehingga luka lamanya terbuka.
"Mami, maafkan Ratu yang baru bisa melenyapkannya hari ini. Mami sekarang bisa beristirahat sesaat, sebentar lagi Ratu akan melenyapkan Albert yang sudah mengkhianati Mami." Senyuman Ratu terlihat menatap langit yang bersinar cerah.
Tangan Lilis terulur menyambut tangan Ratu untuk berjalan kembali, masih banyak hal yang harus mereka lakukan.
"Nona baik-baik saja?"
"Emh, aku puas melihat kematian Clen karena dia membunuh dirinya sendiri." Mata Ratu terpejam, meminta Lilis mengemudi pelan.
Dari earphone yang terpasang, Ratu bisa mendengar pembicaraan Miko dan Putranya. Peringatan Miko terdengar meminta anaknya tidak keluar rumah dengan alasan apapun, apalagi jika ada yang memerintahkan mencuri obat di kamar Albert.
"Michael, kamu harus tahu jika ada yang ingin mengambil posisi kamu, maka berusaha untuk mempertahankan."
"Siap Pa, aku tidak akan mampu dikalahkan oleh siapapun," balas Michael begitu percaya diri.
Ratu hanya tersenyum menikmati pembicaraan terakhir antara anak dan ayah, sesaat lagi Miko dan Albert kehilangan yang pewaris.
"Nona sudah tahu siapa nama anak itu?"
"Emh, Michael. Rain benar namanya Michael, pewaris Albert selanjutnya. Kenapa pria itu selalu benar, sangat menyebalkan karena Rain selalu melampaui aku." Tawa Ratu terdengar merindukan Rain yang sedang sibuk bekerja demi menaikan perusahaan kembali.
***
follow Ig Vhiaazaira