QUEEN'S REVENGE

QUEEN'S REVENGE
MENITIPKAN



Rain yang menghilang berusaha mencari keberadaan obat untuk Putri sebelum Albert menemukan dirinya, dan kesempatan CCTV mati.


Suara pertarungan di luar terdengar, Sinta berlari menatap Rain yang menggeledah ruangan Albert.


"Di sana obatnya, cepat pergi dari sini Rain. Pasukan Albert dan Ratu sudah bertarung." Sinta menatap Putranya yang sudah tumbuh dewasa, tapi tidak bisa dirinya akui demi keselamatan Rain.


"Aku tida akan mengatakan terima kasih, kamu memiliki dosa besar karena membawa aku ke dunia ini." Rain mengambil obat yang bisa menyembuhkan virus di tubuh putri.


Rain mendekati komputer Albert, mengotak-atik hingga tersebar virus, dan mengambil alih data penting untuk menghancurkan karir Albert sama rata dengan yang terjadi kepada Clen.


"Cepat pergi dari jalan sini," pinta Sinta ingin menyelamatkan Rain.


Apa yang Sinta sarankan tidak mengubah pikiran Rain, dia memutuskan tidak pernah bertemu Sinta karena drinya terlahir tanpa diinginkan.


Demi kehidupan mewah, Sinta meninggalkan dirinya saat bayi di panti asuhan, berlagak baik dengan menjadi seseorang yang menafkahi Rain.


"Berapa biaya hidup yang kamu habiskan, silahkan hitung totalnya sekalian dengan total mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan. Aku akan membayarnya agar kamu tidak jatuh miskin, setelah itu sekalipun kamu mati tidak akan aku tangisi." Rain berlari keluar rumah melihat Ratu bertarung di lapangan.


Rain masuk mobil yang ada Michael, mobil mundur mendekati ke arah Rain dan Lilis yang bertarung habis-habisan.


"Masuk Ratu, Lilis, tarik pasukan kalian." Rain menatap Ratu dan Lilis yang lompat ke dalam mobil.


Ratu meminta seluruh pasukannya untuk lari keluar, Rain memundurkan mobilnya sekalipun ada ratusan peluru mencoba menghentikan, tapi mobil Rain anti peluru.


Suara ledakan ada di mana-mana, Albert meminta Sinta keluar rumah bersama putranya, berlari menyelamatkan diri dengan masuk ke bangunan bawah tanah.


Drone yang Ratu terbangkan ternyata sudah Rain setting menjadi bom ledakan sehingga menghancurkan hampir seluruh kediaman Albert.


"Wow Bagus sekali, aku rasa melihat kembang api." Ratu bertepuk tangan merasa puas di atas atap rumah penuh api karena kupu-kupu yang mencapai ratusan meledak semua.


"Aku rasa jika kita menikah bisa menguasai dunia dengan kemampuan kamu dan aku," ujar Ratu yang tersenyum menatap Rain.


Lilis melirik Ratu sambil menggeleng karena ekspresi wajah Rain tidak baik sama sekali.


Dia terlihat sangat terpukul karena berhasil membuktikan jika Sinta orang yang melahirkannya.


Madam benar jika dirinya tidak boleh mencari tahu soal dirinya sendiri karena hanya akan menimbulkan rasa sakit.


Teriakan Rain terdengar kuat, Ratu sampai menutup telinganya tidak kuat mendengar teriakan Rain penuh rasa sakit.


"Papa," panggil Michael yang ketakutan sampai menangis.


Lirik mata Ratu terlihat, meminta Michael diam sebelum dia menyobek mulut Michael karena berisik.


"Kita tidak tahu apa masalah kamu Rain, hentikan mobilnya agar aku ambil alih kemudi." Lilis menepuk punggung Rain.


"Tidak perlu, aku hanya melepaskan wanita sialan yang tidak sepantasnya hidup bahagia." Rain mengemudi pelan mobil karena tubuhnya merasa lemas karena pertama kalinya melakukan hal gila.


"Kenapa kamu menghancurkan rumah itu Rain, masalah kita akan semakin panjang." Ratu baru teringat dengan obat yang seharusnya mereka temukan untuk Putri.


Rain melemparkan sebotol obat, tanpa Ratu mengatakan Rain tahu jika Putri bukan kangker hanya terkena virus sehingga tubuhnya melemas.


"Ratu, kamu tahu alasan Felisha, putri pertama Albert dilenyapkan?" Tanya Rain penuh kesedihan.


"Aku tidak tahu, kenapa dia dihilangkan?"


"Dia menantang Albert, dia lebih hebat dari Albert, dia terlalu cerdas sehingga harus diasingkan. Wanita dianggap tidak bisa memimpin, berbeda dengan lelaki." Mata Rain berkaca-kaca, lalu apa salah dirinya dibuang.


Helaan napas Ratu terdengar, merasa Rain melepaskan kesedihan karena terlalu sakit jika dipendam.


"Tidak, aku tidak mengenal dia," balas Rain pelan.


Kepala Ratu geleng-geleng, akhirnya diam saja menatap obat yang putri butuhkan. Rain menghubungi Krisna membutuhkan bantuan karena ada data yang dirinya kirim untuk menghacurkan bisnis Albert.


Ratu yang mendengar kaget, Rain masih punya waktu untuk merusak bisnis yang Albert jalanin.


Tidak heran Clen hancur karena Rain jika membenci seseorang tidak menyerang langsung, tapi menghacurkan di saat yang tepat.


"Kenapa kamu menangis?" Lilis menatap Michael yang gemetaran.


"Papa, Papa sudah tidak ada." Tangisan Michael terdengar sangat kuat karena Albert mengirim pembunuh bayaran.


Mobil yang Rain kendarai berhenti, kepala Rain menoleh ke arah Michael yang menunjukkan ponsel, sengaja dia selipkan untuk mengetahui kabar Papanya.


Tangan Michael gemetaran, Rain mengambil ponsel mendengar rekaman saat terakhir Miko merenggang nyawa.


"Apa yang dia bicarakan? jangan sampai dia minta Michael membalaskan dendam." Ratu menatap Rain yang tidak bisa mendengar jelas.


"Jika itu yang dia inginkan, maka hidup Michael akan hancur." Tatapan Lilis sedih ke arah Michael, tapi tidak ada yang bisa dia katakan untuk menghibur anak remaja.


"Perilaku Miko sebaik apa sampai kamu terlihat sangat menyayanginya?" Ratu meminta Michael diam, tidak ada gunanya dia menangis papanya yang sudah tiada.


"Dengarkan ini Ratu," pinta Rain memberikan rekaman kepada Ratu.


Kening Ratu berkerut karena Miko meminta dirinya menjaga Michael, menjaganya untuk menjadi seseorang yang kuat karena tidak ada tempat Michael berlari dan berlindung lagi.


Dia hanya akan bernasib tragis sama seperti Felisha dan Putri, Michael bukan pejahat hanya seorang anak yang dibesarkan hanya untuk menjadi pewaris, tidak pernah diajarkan cara bertahan.


Michael akan tumbuh sama seperti Krisna dikendalikan dan menjadi tembok untuk melindungi Albert dan Putra kandungnya yang sesungguhnya.


"Ais, kenapa harus aku yang menjaga Michael? harus aku apakan anak ini," ujar Ratu menatap sinis Michael.


"Apa pesan terakhir Papa kamu?"


"Papa bilang, aku harus berlindung di sisi Ratu. Dia yang akan mengangkat aku menjadi lelaki yang kuat." Air mata menetes mengalir di pipinya.


Hati Lilis tidak sanggup lagi langsung memeluk Michael, tangisan sangat kuat dan menyayat hati.


Rain menjalankan mobil untuk kembali ke rumah sakit menemui Putri, dia harus segera meminum obat.


Melihat kondisi Michael, Ratu tidak bisa memutuskan karena dirinya juga tidak bisa menjaga adiknya, lalu bagaimana cara membesarkan Michael.


"Harus kita apakan anak ini Ratu?"


Tidak ada jawaban dari Ratu, begitupun dengan Rain yang hanya bisa diam. Kepalanya ikutan pusing melihat Michael.


Jika dia berada di tangan yang salah, maka Michael bisa menjadi penjahat. Rain tidak mungkin membawa Michael, dia saja tidak memiliki arah dan tujuan apa dirinya mampu melakukannya.


"Rain, apa kamu akan menghacurkan Albert?"


Kepala Rain mengangguk, dia akan menghacurkan Albert dan juga Sinta agar dia menyesal sudah melahirkan Rain di dunia.


***


follow Ig Vhiaazaira