
Rain yang belum pulih seutuhnya juga langsung bergegas pergi setelah mengetahui keberadaan Raja.
Tanpa peduli tubuhnya sendiri, Rain sangat mencemaskannya. Raja belum makan, biasanya sudah mengoceh kelaparan.
"Rain, bawa susu Raja. Dia pasti akan mengeluh kelaparan." Kris mengenggam tangan Rain memohon agar membawanya kembali.
"Jangan cemaskan dia," ucap Rain yang masih menutupi rasa takutnya.
"Pembunuh bayaran itu sangat kuat," sahut Michael yang berusaha bangkit, meminta Krisna mengikuti Rain demi keamanan.
Akhirnya Rain setuju pergi berdua, berharap Raja dalam keadaan sehat. Tidak luka sedikitpun karena dia sangat nakal.
Sepanjang jalan Rain dan Krisna diam, tidak ada yang bisa mereka bicarakan karena masih memikirkan kondisi Raja.
"Apa ini hutannya?"
"Ya, aku rasa ada banyak orang yang masuk ke dalam hutan." Rain sangat yakin ada sekumpulan orang yang hidup di dalam hutan atau orang yang menculik Raja.
Rain melangkah pergi ke hutan yang masih belum terjamah oleh manusia, memiliki sumber daya yang kaya alam.
"Suara apa itu Rain?" Kris mendengar suara ledakan.
"Ratu sudah ada disini, apa kamu memberitahu Lilis?"
Kepala Kris mengangguk, Lilis terpaksa memberitahu banyak penjahat demi menyelamatkan nyawa Raja.
"Berarti Raja akan ditemukan dalam keadaan hidup, Ratu akan menanggung resikonya." Rain berlari masuk karena Ratu mengorbankan jabatannya demi Raja kembali.
Dari kejauhan sudah terlihat pertarungan, Rain melemparkan ledakan hingga semua orang berlari menyelamatkan diri masing-masing.
Kupu-kupu yang pernah Ratu terbangkan dimodifikasi oleh Rain, tidak ingin Ratu mengorbankan apapun lagi maka Rain ingin para pembunuh bayaran pergi.
"Kenapa kamu membubarkan mereka Rain?"
"Kita tidak harus mengorbankan seseorang untuk mendapatkan Raja. Sudah cukup Putri yang dulunya pergi karena keegoisan." Rain lebih percaya jika Raja dalam keadaan baik.
"Apa yang kamu lakukan Rain?" Ratu yang baru tiba terkejut karena melihat seluruh orang melarikan diri dari hutan.
Orang yang membawa Raja melakukan perintah pertama Ratu untuk melenyapkan keluarga Rain salah satunya Raja, sedangkan pembunuh bayaran lain mengejar satu orang untuk menyelamatkan Raja.
Tawa Rain terdengar, dia tahu jika Ratu sangat hebat, bahkan belum mengerti dunia seperti apa yang dijalani Ratu.
"Apa yang kamu janjikan kepada mereka, jika berhasil membawa Raja maka bisa masuk ke wilayah kamu. Tahu tidak jika mereka bisa mengkhianati kamu?" Rain yakin Ratu tidak mudah memiliki orang, pastinya seseorang yang setia juga bertanggung jawab bukan hanya kuat dan hebat.
"Aku memahami maksud kamu Rain, tapi saat ini paling penting keselamatan Raja." Lilis menatap pengawal yang tidak seberapa sudah berlari ke beberapa arah.
Mereka membutuhkan tenaga yang lebih banyak, hutan yang sangat luas tidak mungkin mampu mereka kelilingi hanya dalam satu hari.
Tangan Ratu tergempal semuanya salah dirinya yang memberikan perintah sesuka hati hanya karena cemburu, tidak mencari tahu kebenaran langsung memutuskan tindakan.
"Kita masuk lebih dalam, mungkin Raja sedang memanjat pohon karena merasa bahagia di alam bebas." Kris berjalan lebih dulu diikuti oleh yang lainnya.
Suara tangisannya Raja terdengar, Rain dan Ratu berlari kencang karena mengenali suara Raja jika sudah mengamuk karena kelaparan.
"Susu, mana susu Raja Paman!" teriak Raja kuat.
"Kamu sudah besar masih minum susu?"
Raja langsung diam, mengukur tubuhnya bersama Paman Lion yang berbeda jauh. Merasa jika dirinya belum besar.
"Kita pergi dari sini sebelum Ratu melenyapkan aku, lebih baik aku yang melenyapkan kamu."
"Beraninya kamu, aku bisa memenggal kepala kamu karena lancang." Tawa Raja terdengar karena sudah tahu apa yang akan diucapkan oleh Mama Ratu.
Paman Lion hanya bisa geleng-geleng langsung berjalan pergi meninggalkan Raja, membiarkannya menemui Ratu.
Langkah Raja mengikuti Paman Lion, sesekali kepala Paman menoleh ke arah si kecil yang berjalan miring-miring sambil berjoget juga menari.
"Raja," panggil Rain dengan suara keras.
Kepala Raja langsung menoleh, tersenyum melihat Papa dan Mamanya datang menjemputnya.
"Papa." Raja putar arah berlari ke arah Papanya.
Mata Ratu menatap tajam melihat ratusan panah terarah kepada Raja yang berlari kecil. Rain juga melihat panah akan menyakiti putranya.
"Raja menunduk." Rain berlari.
Raja tersungkur jatuh saat kakinya tersandung kayu, Paman berlari menahan tubuh Raja menggunakan kakinya agar tetap tiarap.
Banyak panah berjatuhan di tanah karena Paman bisa menjatuhkan panah hanya menggunakan kayu.
Tatapan mata Rain dan Ratu tajam karena Raja diinjak kaki besar sampai tidak bisa bergerak.
"Paman, capek. Raja mau duduk."
"Diam saja, apa kamu ingin mati?"
Ada puluhan pembunuh bayaran melangkah mendekat, mengakui jika pria yang bersama Raja pelaku utama.
"Kemunculan aku ke negara ini bukan ingin mengikuti perintah kamu, tapi ingin beradu kemampuan." Suara tawa terdengar karena sangat penasaran dengan kemampuan bela diri Ratu yang terkenal sangat kuat.
"Maju kalian semua." Lilis melangkah ke depan karena tidak terima Raja di serang secara tiba-tiba.
Kris mengambil Raja membawanya sedikit menjauh karena akan segera ada pertarungan sengit antara dua belah pihak.
Jangankan sesama petarung, Krisna juga sama penasarannya dengan kemampuan bela diri Ratu.
"Jangan ladenin mereka," pinta Rain.
"Menyingkir, jika jika kamu tidak bisa membantu setidaknya jangan menyusahkan." Ratu mendorong Rain untuk mundur mendekati Raja.
Teriakkan Raja terdengar meminta Papanya mendekat, Raja sudah duduk manis memegang botol susu yang dibawakan oleh Krisna menikmati pertarungan layaknya film.
"Siapa nama kamu?" tanya Ratu.
"Paman Lion, Raja yang memberikan nama." Tawa Raja terdengar begitu bangga.
"Berdiri di sampingku, kita lenyapkan mereka semua. Ternyata kamu pemuda sepuluh tahun yang membantai keluarganya sendiri. Tidak disangka susah dewasa." Senyuman sinis Ratu terlihat karena dia langsung tahu siapa pria yang membawa Raja.
Belum selangka Ratu maju, delapan orang tumbang karena belati tajam menancap di dada. Senyuman Ratu terlihat meminta Lion segera bergerak jika tidak Ratu yang akan membunuhnya.
Pertarungan terlihat, Rain tidak bisa berkedip sama sekali karena baru pertama kali dirinya melihat jelas pertarungan tangan kosong yang Ratu lakukan.
Tidak heran jika Ratu menyerang tubuh Rain sakit semua, bahkan tulangnya bisa remuk sekali banting.
Botol susu Raja jatuh, mulutnya menganga karena binggung ingin melihat siapa saat Mama dan tantenya bertarung di tengah puluhan pria dan wanita penjahat.
"Ini film laga terkeren yang pernah aku lihat," ucap Krisna.
"Mama dan Tante di bantu Paman menjadi artisnya. Kalau Om mau tanda tangan, bayar ke Raja dulu.
"Lebih baik kalian berdua diam lihat ke depan, jangan sampai ada pisau menancap di kening." Rain melihat Ratu berdiri di tengah-tengah orang yang sudah terjatuh.
Tangan Raja dan Krisna bertepuk karena Ratu timnya sangat hebat. Hanya satu persen dari pasukan Ratu yang turun, tapi berhasil menjatuhkan banyak orang.
"Lebih baik kalian kembali ke negera masing-masing, jika tidak negara ini akan menjadi kuburan kalian." Senyuman sinis Ratu telihat, menatap bajunya penuh darah dari lawannya.
"Kenapa anak kecil dibiarkan menonton kekerasan?" Lilis menatap Kris yang langsung menutup mata Raja.
***
follow Ig Vhiaazaira