QUEEN'S REVENGE

QUEEN'S REVENGE
DISUDUTKAN



Sudah hampir pagi lagi, Ratu menunggu kabar dari Rain. Matanya tidak bisa terpejam karena merasakan kegelisahan.


"Ratu, mengapa belum tidur?" tanya Putri yang terbangun.


"Kenapa Putri bangun, tidurlah," perintah Ratu yang ingin sendirian.


Putri duduk di lantai menatap wajah Ratu yang melihat ke arah pintu balkon yang tidak tertutup gordennya.


Tidur Putri terganggu karena bermimpi melihat dirinya dipukul dan disiksa, rasanya sangat nyata dan begitu menyakitkan.


Perasaan Ratu sedih saat mendengar cerita Putri, dia merasa tidak begitu baik meksipun mencoba memberikan yang terbaik.


"Jangan dihiraukan, anggap saja hanya sebatas mimpi buruk." Ratu mendekati ponselnya menerima pesan dari Rain.


Segala bukti jika tidak terjadi apapun kepada Elisha karena Krisna menolongnya. Rain mendata secara detail jika rekaman video hanya akalan Clen yang ingin menjatuhkan Albert.


Aryani sengaja menjatuhkan mental Elisha agar berpikir jika dia dinodai sehingga kejiwaannya semakin terganggu.


Tangan Ratu mengepal kuat ponselnya, Clen ingin bermain-main dengannya. Sebelum melumpuhkan Clen, target utama Ratu harus menjatuhkan Miko.


"Kita akan bertemu kembali Miko, kali ini kamu pasti akan mengenali aku," ucap Ratu dengan nada pelan menatap adiknya yang masih duduk memikirkan mimpinya.


Ratu menghubungi Rain, panggilan tidak ada jawaban sama sekali. Rain hanya menatap ponselnya karena tidak ingin Ratu tahu keadaannya.


Tubuh Rain tergeletak di atas tempat tidur, memejamkan matanya memilih mengabaikan Ratu.


"Setelah ini akan ada masalah yang jauh lebih besar," gumam Rain yang menahan sakit akibat pukulan Miko.


Suara barang berjatuhan terdengar, seluruh isi apartemen dihancurkan. Beberapa pria berbadan besar memaksa masuk kamar Rain yang terkunci.


Mata Rain terbuka, hanya duduk diam mendengar keributan. Mengecek ponselnya yang berisikan cacian juga maki dari Tuan Clen.


"Kenapa mengirim orang menghancurkan apartemen, jangan paksa aku untuk melawan. Tuan Clen, aku tahu siapa kamu dan siapa Krisna. Minta mereka semua pergi dari sini jika tidak Madam akan tahu semuanya." Rain menghubungi Tuan Clen yang berusaha mengancamnya, tapi Rain mengancam balik.


"Berani kamu mengeluarkan kata ancaman, hidup kamu tidak akan lama Rain!"


"Meksipun tidak lama, setidaknya aku tidak sebodoh kalian. Jika dalam lima menit tidak ada yang keluar, maka besok pagi di rumah utama akan ada keributan besar." Panggilan langsung Rain matikan, memejamkan matanya.


Keadaan kembali hening, orang-orang yang datang ke apartemen sudah pergi tanpa bertemu dengan Rain.


Miko sudah melaporkan kepada Tuan Clen jika Rain menyelidiki soal Elisha. Rain dianggap sebagai pengkhianat di dalam keluarga Petro.


Panggilan masuk berkali-kali sampai layar handphone mati total, Rain tidak bergerak sama sekali karena tubuhnya masih lemas.


Baik Ratu maupun Krisna tidak ada yang bisa menghubungi Rain. Krisna sampai datang ke apartemen dan melihat kekacauan.


"Rain, apa kamu ada di dalam?" tanya Krisna yang menggedor-gedor pintu.


Berkali-kali Krisna memanggil sampai menendang pintu mereda emosi, Rain masih tetap diam mengabaikan.


Pintu terbuka, Rain hanya tertunduk melihat Krisna datang dalam keadaan marah yang sudah pasti diadu domba.


"Kenapa kamu berkhianat dan berpihak kepada Albert?" pukulan Krisna mendarat sampai Rain tersungkur jatuh.


Kemarahan Krisna sangat menggebu, dia tidak habis pikir jika Rain akan berpihak kepada lawan. Mereka tumbuh bersama, dari kecil hingga dewasa. Orang yang paling Krisna percaya, seseorang yang begitu penting dalam hidupnya ternyata berpaling.


"Bukan aku, apa kamu percaya? sudah pasti tidak. Terserah kamu Kris, kita bukan anak kecil lagi, kamu berhak mempercayai siapapun, setidaknya aku lega jika kamu tidak menyakitinya." Senyuman Rain terlihat, mengusap darah yang keluar dari hidungnya.


"Kamu akan mati di tangan Papa, tapi itu pantas bagi seorang pengkhianatan. Saham kita anjlok dan perusahaan Albert naik." Krisna melihat daftar pemegang saham yang mundur karena tidak ingin merugi.


Rain menjual data perusahaan, membantu Albert untuk mengalahkan perusahaan Petro. Rain tidak bisa mengelak lagi karena seluruh bukti terarah kepadanya.


"Aku tidak ingin melihat wajah kamu lagi Rain, Papa benar kamu hanya benalu. Suatu saat akan seperti lintah yang menghisap darah." Kris beranjak pergi dari hadapan Rain.


Tatapan Rain tajam, berjalan ke arah laptopnya untuk melihat daftar saham yang benar-benar turun. Senyuman Rain terlihat merasa salut dengan Clen yang rela menjatuhkan perusahaan Madam demi ambisinya.


Berapa banyak rahasia yang Rain ketahui, tapi tidak pernah dirinya ungkap bahkan berusaha tidak mengingat.


Kebenaran soal Krisna bukan anak Clen, tapi anak Madam bersama mantan kekasihnya. Krisna tidak pernah tahu jika sosok ibu yang dia takuti dan benci mencoba melindunginya, tapi sosok Papa yang Krisna banggakan ingin menjatuhkannya.


"Aku sudah melangkah terlalu jauh, keadaan akan semakin kacau. Dua keluarga ini sama tidak sehatnya, selain mengejar kekuasaan juga tidak ada yang tulus mencintai." Rain melihat pengumuman jika dirinya dikeluarkan dari perusahaan secara tidak terhormat karena sudah membocorkan data perusahaan.


Rain mengambil ponselnya, melihat pesan dari Madam yang meminta Rain segera datang ke kediaman utama. Madam sangat mengenal Rain sehingga dia ingin mendengar langsung penjelasan Rain.


Tidak menunggu lama, Rain bergegas pergi untuk menemui Madam. Mobil Rain keluar parkiran bersamaan dengan mobil Ratu tiba.


"Kenapa manusia satu ini tidak menjawab panggilan seakan-akan sedang sekarat?" Ratu bergegas naik ke apartemen dan berhasil masuk dengan mudah.


Keadaan di dalam apartemen mengejutkan Ratu, seluruh ruangan berantakan dan tidak melihat keberadaan Rain sama sekali.


"Di mana Rain?" Ratu membuka laptop yang tertinggal di atas meja.


"Aku belum pernah melihat laptop ini?" Ratu duduk membuka laptopnya yang memiliki kode rahasia.


Lama Ratu diam memikirkan karena dirinya kesulitan membukanya, Rain sangat cerdas dalam menyimpan kode rahasia.


"Apa yang dia sembunyikan di laptop ini?" Ratu memblokir kode sandi mengubahnya agar bisa masuk.


Sistem keamanan yang sangat rumit, Ratu membuka file yang sangat mengejutkannya. Rain memiliki banyak bukti soal perusahaan dan bisa dengan mudah menghacurkan Petro.


Kedua tangan Ratu mengusap wajahnya, Rain memang bukan sembarangan orang. Jika dia mati, maka seluruh kejahatan Clen akan bocor.


"Kenapa dia menutupi semua, apa demi Krisna?" Ratu tertawa lucu karena dirinya bisa menghacurkan Petro menggunakan data Rain, tapi sudah pasti nyawa Rain terancam.


Sekarang Ratu paham kenapa Rain sangat tenang, dia menyimpan banyak rahasia. Dia tahu segalanya, tapi masih menyimpannya di saat mendesak.


"Ayo jawab panggilan aku Rain." Ratu menghubungi terakhir kalinya.


"Jangan hubungi aku sementara waktu," jawab Rain dari telepon.


"Aku ada di apartemen dan melihat sesuatu yang luar biasa. Bagaimana jika aku menggunakan ini untuk menghancurkan Krisna?"


"Jangan main-main Ratu, Krisna tidak bersalah."


"Kenapa kamu ingin melindunginya, rencana aku ingin menghancurkannya." Ratu mematikan panggilan secara sepihak.


***


follow Ig Vhiaazaira