QUEEN'S REVENGE

QUEEN'S REVENGE
MELUPAKAN



Adu tembakan terdengar ditengah hutan belantara, beberapa pasukan berlarian saling serang dalam pelatihan menebak,


Tempat yang sangat jauh dari keramaian, hampir tidak akan ada yang menemukan keberadaannya. Di tengah hutan ada wilayah yang sangat besar, mewah juga berbahaya.


Tidak ada yang berani mendekati hutan karena tahu betapa bahayanya, bukan takut binatang buas, namun penjaga di sana segerombolan penjahat bersenjata.


"Kita sudahi latihan hari ini, kalian bisa kembali ke posisi masin-masing." Tatapan sinis pemuda delapan belas tahun terlihat.


Suara mobil terdengar melewati perbukitan menuju kastil mewah yang tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang kecuali memiliki lambang khusus.


"Buka gerbang," perintah pemuda yang memasukkan mobilnya.


"Tuan muda Michael, Nona Ratu suah kembali dua jam yang lalu," ucap menjaga yang melihat mobil Ratu memasuki gerbang.


Suara Michael berlari kencang terdengar melompati beberapa patung menyeramkan di dalam kastil untuk menemui kakaknya yang jarang di rumah karena melakukan bisnis.


"Kakak, Michael kangen sekali." Senyuman Michael terlihat menatap wanita cantik yang duduk diam dalam kegelapan.


Lampu hidup, Ratu menatap sinis adiknya yang lancang masuk ke dalam ruangannya. Di depan Ratu ada ponsel yang sudah lama tersimpan hingga berdebu.


"Di mana Lilis?"


"Mungkin di penjara bawah tanah." Michael duduk di depan Ratu.


Mata Michael melihat ke arah ponsel, setiap pulang Ratu selalu memainkan ponsel, tidak dihidupkan hanya diputar di atas meja.


Suara high heels terdengar, Lilis berjalan ke arah Ratu yang mengerutkan kening melihat Lilis penuh darah.


"Kenapa masuk ke sini penuh darah, ganti baju." Ratu memejamkan matanya tidak ingin melihat siapapun penuh darah menemuinya.


Ratu melemparkan sesuatu kepada Michael, sudah waktunya dia turun ke bisnis. Ratu ingin banyak orang dari pihaknya turun ke lapangan.


Persaingan akan semakin kuat, bisnis ilegal yang mereka jalani mengundang banyak penjahat dari belahan dunia.


"Kak, aku ingin pergi ke acara besar pertemuan para pebisnis muda, ada seseorang yang akan memberikan pelajaran berharga.". Michael sangat ingin masuk ke dalam kelasnya karena banyak yang Michael kenal membayangkan nya.


"Siapa dia?"


"Seorang dosen di fakultas terkenal, dia memiliki banyak bisnis yang terkenal. Mister R julukan bagi para wanita yang menganguminya." Tujuan Michael ingin melihat langsung Mister R yang disebut raja bisnis.


Ratu menolak karena mereka tidak menjalankan bisnis seperti yang orang ketahui, Michael tidak butuh pembelajaran dari dosen karena dia menjalankan bisnis yang tidak boleh diketahui siapapun.


"Apa seorang pejahat tidak boleh belajar? Michael bosan belajar sendirian." Bibir Michael manyun langsung berlari keluar.


Pukulan Ratu kuat menghantam meja, dirinya mendidik Michael menjadi yang terkuat karena tidak ingin kejadian tiga tahun yang lalu terulang kembali.


"Michael kenapa?"


"Biasalah, dia marah lagi. Apa aku terlalu memanjakan dia?" Ratu menatap ponsel yang ada di mejanya.


Senyuman Lilis terlihat, ternyata Ratu masih belum bisa melupakan Rain. Dia sangat mencintai Rain, tapi tidak bisa mengatakannya.


"Kamu belum juga membuang ponsel itu?"


"Ini juga persiapan untuk dibuang," jawab Ratu yang masih bertanya-tanya kondisi Rain.


Sekeras apapun Ratu kepada bawahannya, tidak pernah melepaskan tembakan. Ratu hanya terlihat kejam dari luar, tapi hatinya sudah berubah.


"Michael ingin ke acara seminar bisnis, ada dosen hebat yang dia temui. Bukannya berbahaya membiarkan Michael keluar?" Ratu tidak ingin apa yang terjadi tiga tahun lalu terulang saat berada di pelabuhan ada pertumpahan darah antara bawahan Albert dan Ratu.


Albert ingin Michael mati menyusul orangtuanya, Ratu hampir terlambat menyelamatkan Michael yang menjadi korban penusukan.


"Kenapa kamu tidak ikut saja, sampai kapan kamu akan menahan Michael?" Lilis tahu jika Ratu menganggap Michael seperti Putri adiknya, tidak ingin kehilangan kedua kalinya.


"Dia tidak mungkin mengizikan, Michael akan mengatakan jika dirinya sudah besar." Ratu mengirimkan perintah agar Michael bisa keluar dan ikut acara seminar.


Kepala Lilis mengangguk, dia percaya jika Michael bisa menjaga dirinya. Dia bukan anak kecil, kemampuan bela dirinya juga cukup tinggi.


Suara terikkan terdengar, Michael memeluk Lilis karena dirinya akan segera jalan-jalan melihat dunia luar.


"Kak Ratu, boleh peluk tidak?"


"Tidak, kamu akan diawasi oleh dua penjaga. Jangan menujukkan kemampuan kamu, rahasia identitas jadilah orang biasa." Ratu mengajari Michael untuk tidak merendahkan siapapun apalagi di luar wilayah mereka.


Cepat kepala Michael mengangguk, dia tahu di mana batasan dirinya. Michael berjanji akan kembali dalam keadaan baik.


"Berhati-hatilah Michael kita tidak pernah tahu di mana saja musuh kita," ucap Ratu memberikan peringatan kepada adiknya.


Tangan Ratu terangkat meminta Michael dan Lilis keluar, dirinya ingin beristiahat setelah melakukan perjalanan jauh.


Ratu menatap ponsel Rain, berharap pemilik ponsel tidak mengingat dirinya lagi. Ratu tahu jika ponsel Rain bisa terdeteksi, tapi Ratu juga memiliki cara membatasi.


Jika ponsel sampai hidup, Rain pasti akan tahu Ratu berada di negara mana. Ratu berharap Rain sudah melupakan dirinya, tidak memantau keberadaan posnelnya.


"Meksipun dia tahu Negera tempat aku berada, belum tentu dia bisa menemukan keberadaan ku apalagi melewati perbatasan." Ratu menghidupkan ponsel setelah tiga tahun lamanya, melihat ponsel bodoh yang tidak ada isinya.


"Folder apa ini, tumben tidak terkunci?" Ratu membuka folder melihat foto dirinya yang sengaja Rain ambil secara diam-diam.


Hati Ratu terasa perih saat tahu Rain putra dari wanita yang menyakiti dirinya juga keluarganya, dari sekian banyak manusia dirinya bisa nyaman bersama pria yang tidak seharusnya dikenal.


Jika saja Ratu tidak mengenal Rain mungkin sudah lama dilenyapkan, siapapun yang ada ikatan dengan Sinta harus disingkirkan.


"Wanita biasa yang terlihat lemah, tapi bisa menjadi penjahat terkuat karena hatinya disakiti." Ratu sangat penasaran sebesar apa rasa cinta Sinta kepada ayah Rain sehingga melakukan dendam secara perlahan.


Dendam memang sangat berbahaya, Ratu ingin membuang kebencian dihatinya agar tidak menyimpan dendam karena luka dari dendam bisa turun-temurun.


"Apa kabar kamu Rain, pasti hati kamu sakit sekali menjadi korban dari dendam. Aku merindukan kamu, apa kamu masih mengingatku?" Ratu memeluk ponsel Rain, hitungan detik ponsel dilempar hingga hancur berkeping-keping.


Ratu melangkah pergi meninggalkan ruang kerjanya, membuang perasaannya dengan menghacurkan satu-satunya kenangan yang dibawanya.


Ponsel mati, tidak mungkin bisa dihidupkan lagi karena hampir tidak berbentuk. Lilis hanya bisa menarik napas panjang karena melihat Ratu memutuskan mengubur Rain dari hatinya.


"Jangan tanya apapun, aku tidak ingin diganggu." Ratu melewati Lilis yang masih berdiri terpaku.


***


follow Ig Vhiaazaira