QUEEN'S REVENGE

QUEEN'S REVENGE
DATA HILANG



Data penting di laptop Rain berhasil Ratu lenyapkan, semuanya diambil alih untuk kepentingannya sendiri.


Ratu tidak peduli terlibat atau tidaknya Krisna, paling penting dia bisa menghancurkan keluarga Albert dan Petro secara bersamaan.


Di depan pintu Lilis sudah menunggu, memberikan apa yang Ratu butuhkan. Keduanya bergegas pergi dari apartemen menuju kantor, ada hal penting yang harus dilakukan dengan menghacurkan semua orang.


"Ratu, apa kamu harus melakukan ini?"


"Kenapa tidak, aku harus menghacurkan bisnis keluarga Albert." Ratu mengubah penampilannya menjadi staf yang biasanya bekerja.


Lilis hanya bisa mengikuti perintah, berjalan di samping Ratu. Mobil yang di kemudi juga melaju cepat ke arah perusahaan.


"Kamu tunggu di mobil saja, aku akan turun sendirian." Ratu tersenyum manis ke arah Lilis.


"Nona Ratu, apa yakin ini akan baik-baik saja, bagaimana jika tindakan kamu merugikan Rain?" Lilis paham tujuan mereka menghancurkan Petro, tapi ada satu orang yang tidak terlibat, tapi bisa saja dirugikan.


"Dia akan menjadi urusan aku, kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak diperintahkan." Ratu membanting pintu sangat kuat, menggunakan kacamata berjalan masuk.


Di dalam perusahaan nampak rusuh, banyak staf yang sedang berkumpul tidak bekerja sama sekali, asik bergosip.


Ratu berjalan ke ruangan Rain, duduk di mejanya melakukan tugas terakhir. Ratu hanya bisa tarik napas panjang menyebarkan virus ke dalam komputer Rain dan masuk ke seluruh komputer di kantor yang terhubung.


Seluruh data penting lenyap, kecurangan perusahaan Petro bocor sampai kepolisian. Krisna akan masuk dalam daftar pelaku kecurangan, bukan hanya Krisna, tapi Clen dan Madam juga ikut terseret.


"Satu hancur, sekarang giliran Albert. Aku hanya datang untuk dendam." Ratu tersenyum sinis menatap CCTV yang tidak bisa menangkap keberadaannya.


Pintu terbuka, Ratu melihat staf di ruangan lamanya menatap aneh kepadanya. Sikap benci belum juga berubah.


"Apa yang kamu lakukan di sini Ratu?"


"Bukannya seharusnya aku yang bertanya?" Ratu tersenyum sinis.


"Kamu tidak tahu jika Rain sudah dikeluarkan dari kantor ini secara tidak terhormat. Tuan Krisna sendiri yang mengumumkan dan membuangnya. Sejak awal sudah aku katakan jika wanita ini pembawa sial." Tawa para staf terdengar mengejek Ratu yang harus kembali menjadi babu mereka, bukan sekretaris Rain.


"Kenapa Rain dipecat, apa kesalahannya?" Ratu tidak tahu jika Krisna menyingkirkan Rain padahal orang yang disingkirkan sangat ingin melindunginya.


Ratu tidak menghiraukan ejekan orang berjalan ke arah rungan Krisna. Tatapan mata Ratu Tajam melihat Krisna duduk nampak seperi orang bodoh.


"Kenapa Tuan Kris memecat Rain?"


"Kenapa kamu lancang masuk ke sini? Mulai hari ini Rain tidak akan pernah datang ke sini." Wajah Krisna nampak sedih karena keputusan yang diambil tidak sesuai harapannya.


"Rain mencoba melindungi kamu mati-matian, tapi kamu tidak peduli padanya." Kepala Ratu mengangguk karena saat ini tidak ada yang akan mendukung Krisna karena dia sendiri yang menyingkirkan.


Ratu melangkah pergi tidak peduli lagi dengan perusahaan, sudah selesai tugasnya karena dalam hitungan jam kepolisian akan menyita seluruh barang bukti perlahan perusahaan mewah yang memiliki hampir ratusan cabang.


Keluar dari kantor Ratu tersenyum lebar, hatinya sangat puas karena bantuan Rain semuanya hancur. Ratu tahu jika Rain akan kecewa karena dirinya membocorkan semua kebusukan perusahaan juga kecurangan dalam bisnis, tapi Ratu tidak punya banyak waktu dia harus segera kembali ke negaranya.


Pintu mobil terbuka, Lilis mengusap wajahnya karena Ratu sudah merusak reputasi Rain. Lilis tidak bisa membantu Rain karena dia harus setia kepada Ratu.


"Jangan mengkhawatirkan Rain, aku akan menyelamatkan dia. Apa kamu jatuh cinta pada pria dingin itu? Jangan jatuh cinta Lis, kamu hanya akan terluka." Perasaan yang paling mudah hancur dan dimanfaatkan selain rasa kasihan juga rasa cinta.


"Jangan berharap lebih kepada manusia," ujar Ratu yang paham kekecewaan LIlis.


"Maafkan Lilis. Aku hanya merasa Rain satu-satunya orang yang tidak memiliki mata jahat."


"Kamu mengatakannya karena selama ini hidup bersama para penjahat. Mungkin jika kamu hidup dengan orang baik, pasti banyak bertemu orang baik. Aku tidak akan menahan kamu untuk tetap bersamaku." Ratu tidak punya hak menahan siapapun, tapi tahu resikonya jika sampai Lilis membocorkan soal dirinya maka nyawa siapapun bisa Ratu lenyapkan.


Kepala Lilis mengangguk, dia tidak akan jatuh cinta karena hidupnya sudah terlanjur memilih kejahatan.


Akhir hidup dari seorang penjahat pasti akan mati, jika memiliki keluarga maka akan penuh luka karena kehilangan keluarga.


"Perusahan mewah dan kokoh ini akan segera lenyap," ucap Ratu yang merasa senang karena banyak petinggi yang datang karena kekacauan di dalam.


Banyak komputer yang terkena virus, berasal dari dalam perusahaan. Tidak akan ada yang bisa menghentikannya.


"Siapa wanita itu Ratu?"


"Dia madam, ibu kandung Krisna. Ternyata Clen bukan ayah kandung Krisna. Rain tahu rahasianya, tapi Krisna tidak tahu." Ratu mengirimkan kenangan untuk Krisna memberikan bukti jika dia bukan anak papanya.


Tawa Lilis terdengar karena Krisna menyangka ibunya hanya wanita jahat, sedangkan papanya berjuang untuk kebahagiaannya.


"Ada satu hal yang lebih mengejutkan lagi, Miko ternyata anaknya Clen."


"Sungguh gila, bukannya Aryani dan Miko memiliki hubungan?"


"Ya, aku akan melenyapkan Aryani di hadapan Miko. Dia harus melihat wanitanya yang dicintainya akan meregang nyawa, orang terakhir yang dilenyapkan penerus Albert." Ratu sudah menyusun semua rencananya dengan cepat agar bisa segera pergi.


Kepala Lilis hanya bisa mengangguk, mereka memang harus gerak cepat agar bisa menyelesaikan masalah. Putri harus dibawa ke tepat yang paling aman.


"Semua petinggi drag, tetapi kenapa Rain tidak terlihat?"


"Dia sudah dipecat, tidak tahu apa sebabnya."


"Dipecat! Jika begini apa yang kamu lakukan akan diarahkan kepada Rain, dia akan dianggap pengkhianatan. Ratu bukannya seharusnya kamu memikirkan ini?" Ekspresi Lilis panik karena semua orang di dalam perusahaan Petro bukan orang sembarangan mereka bisa memutar balikan fakta jika orang yang merusak perusahaan Rain.


Jika sampai perusahaan ditangani oleh kejaksaan maka bukan Krisna, Clen atau siapapun dari petinggi yang ditahan, tapi Rain karena dia yang secara tiba-tiba diberhentikan secara tidak terhormat.


"Di mana Rain, kenapa dia tidak menjawab panggilan." Ratu menyelidiki lokasi Rain yang sangat jauh apalagi ada di pertengahan hutan belantara.


"Apa yang Rain lakukan di sana, apa dia diasingkan?" Lilis menatap Ratu binggung karena jarak tempuh sangat jauh.


"Apa yang terjadi kepadanya." Ratu panik meminta Lilis segera meninggalkan perusahaan untuk mencari keberadaan Rain.


Mobil Krisna juga keluar bersamaan dengan mobil Ratu, dia mendapatkan pesan suara dari Rain jika orang yang menghacurkan semuanya Papa Krisna dan Rain sedang mengendalikan mobilnya sebelum kecelakaan.


***


follow Ig Vhiaazaira