QUEEN'S REVENGE

QUEEN'S REVENGE
PERCAYA



Saat Rain tidur, Ratu menyelinap ke dalam kamar Rain mencari sesuatu soal keluarga Krisna. Ratu yakin pasti Rain tahu sesuatu.


Rain terbangun saat mendengar suara langkah kaki, tetap diam tanpa membuka matanya karena sudah tahu siapa yang memasuki kamarnya.


Jika Rain memergoki Ratu, maka lebih sulit bagi Rain mengetahui siapa Ratu sebenarnya dan tidak tahu dia ada di pihak mana.


"Kenapa tidak ada apapun?" Ratu yakin tidak mungkin Rain meyembunyikan rahasia penting di dalam laptopnya.


Pelan-pelan Ratu mendekati ranjang, menatap ponsel yang Rain letakkan di sampingnya kepalanya.


"Kenapa handphonenya harus di sebelah situ?" Ratu mencoba menggapai, tanpa sengaja kakinya terpeleset hingga menimpa tubuh Rain.


Tubuh Ratu terangkat sampai berada di bawah Rain, mata keduanya bertemu. Merasa kaget Rain tidak sengaja membanting Ratu di atas tempat tidur.


"Apa yang kamu lakukan di kamarku?"


Mulut Ratu pahit, pertama kalinya dirinya terlihat sangat konyol sampai berada di bawah seorang pria.


"Lepaskan Ratu," pinta Ratu karena tubuhnya tidak bisa bergerak.


Rain ingin bangun dari posisinya, tapi ditarik oleh Ratu membuat napas keduanya terasa karena ada orang lain yang masuk ke dalam apartemen.


Selimut Ratu tarik menutupi tubuh keduanya, suara Ratu terdengar membuat Rain merinding karena pertama kali mendengar suara wanita sedang bercinta padahal tidak terjadi apapun.


Mata Ratu menatap tajam, membuka selimut langsung mendorong tubuh Rain mencoba mengejar orang yang baru membuat pintu, tapi pergi lagi.


Suara pertarungan terdengar di ruang tamu, Rain langsung lari keluar melihat Ratu yang menjatuhkan lawan.


"Siapa kamu, dan siapa yang memberikan perintah?" Ratu menatap Rain yang hanya berdiri mematung.


Tidak mendapatkan jawaban, Ratu langsung memukul leher sampai lawan jatuh pingsan. Rain melihat ke arah jendela yang terkunci rapat berarti penyusup masuk lewat pintu dan mengetahui sandi rumah.


"Aku bukan musuh kamu, bukan juga pendukung dari Albert ataupun Petro." Ratu mendekati Rain yang terlihat sangat tenang.


"Aku tahu," jawabannya singkat.


Ratu langsung terdiam, Rain memang tidak menyukai banyak tanya, tapi dia memang tahu segalanya.


"Kamu penjaga Elisha, dan dia saat ini bersama kamu," tebak Rain langsung tahu dari raut wajah Ratu.


Tebakan Rain hampir tepat dan mengejutkan Ratu, dia tidak tahu jika Ratu Kakak kandung Elisha.


"Kenapa Tuan Rain diam saja?"


"Sudah aku katakan, tidak suka ikut campur." Rain menatap penyusup yang tidak tahu siapa pengirimnya.


Ratu membungkuk, meminta maaf jika selama ini dirinya sudah menipu, bukan maksudnya mempermainkn Rain. Ratu juga berterima kasih karena Rain sudah membantunya saat pemeriksaan identitas.


"Siapa orang ini?"


"Aku akan mencari tahu siapa dia." Ratu mendekati pemuda yang tergeletak.


Saat air mengenai wajah, pria yang menyusup terbangun. Ratu tersenyum menyeringai ke arahnya meminta bicara.


"Apa yang kamu cari di sini?"


Tidak ada jawaban, pria yang masuk tetap memilih untuk diam. Tamparan Ratu mendarat sampai berdarah.


Duduk Rain langsung mundur, tidak berani melihat puncak kemarahan Ratu karena sudah dua kali bertanya belum juga mendapatkan jawaban.


Rain melihat jam menunjukkan pukul enam, melangkah ke dapur mengambil air minun karena merasa aneh dengan beberapa penyusup yang masuk.


"Siapa yang mengirim kamu? ini pertanyaan terakhir kalinya," ujar Ratu yang sudah mengarahkan belati.


"Tuan Miko," jawabnya.


"Apa yang dia inginkan dari Rain?"


Air minum Rain menyembur, kata bercinta tidak tepat untuknya karena Ratu sendiri yang mengeluarkan suara bukan dirinya.


Ratu berdiri menatap Rain yang batuk, Krisna mengkhianati Rain. Dia memerintahkan orang untuk menyingkirkannya sudah pasti Krisna meyembunyikan sesuatu.


"Siapa Krisna sebenarnya?"


"Bukan Krisna yang mengirim orang ini, tapi Miko melakukannya atas perintah orang lain." Rain sangat mengenal Krisna, tahu wataknya.


"Kenapa kamu begitu mempercayai Krisna?"


"Apa kamu mempercayai aku?" Rain melipat tangannya di dada, tidak ada orang yang mempercayai dirinya selain Krisna.


Pertanyaan Rain tidak bisa Ratu jawab, kenyataannya dia memang tidak mempercayai Rain meskipun sejauh ini belum menemukan keterlibatan Rain.


Hidup di dalam dunia kejahatan membuat Ratu tidak bisa percaya siapapun, keluarganya sendiri terasa asing baginya, bagaimana caranya dia bisa percaya orang lain.


"Kamu tahu siapa dalang dari semua ini?"


"Siapa?" tanya Ratu tidak sabar.


"Apa kamu percaya aku, jika belum tunggu sampai kamu percaya. Teruslah menyamar sampai kebenaran kamu dapatkan." Rain membuka pintu meminta penyusup keluar menyampaikan pesan kepada Miko jika sampai satu kali lagi dia mengirim orang untuk bermain licik maka Rain akan mengungkap kebusukannya.


Pria yang berhasil Ratu taklukkan ingin keluar, tapi belati menancap di kakinya membuat teriakkan histeris.


"Jika sampai informasi tentang aku bocor maka kamu akan mati, jika dia bertanya siapa aku katakan saja kekasih Rain." Ratu mencabut kembali belati membiarkan penyusup keluar.


Pintu Rain tutup kuat, dia harus mandi dan pergi bekerja tidak ada waktu mengurusi Ratu yang masih menanyakan soal Krisna.


"Apa kamu juga ingin mandi bersamaku?"


"Tidak." Ratu balik badan membiarkan Rain masuk kamar mandi.


Ponsel Rain yang tertinggal langsung diambil, begitu mudah bagi Ratu membuka sandinya. Wajah Ratu nampak binggung karena tidak ada foto apapun di galeri, bahkan tidak ada satupun nomor orang yang tersimpan.


"Rain memang pria aneh," gumam Ratu memotret isi kamar agar hanphone Rain ada manfaatnya.


Suara air terdengar, Ratu masih duduk di pinggir ranjang sambil melihat file soal perusahaan yang terdata dengan rapi.


Meksipun Krisna yang memimpin, tapi Rain yang sepenuhnya mengendalikan pergerakan perusahaan.


"Krisna tanpa Rain tidak bisa jadi apapun." Ratu mengerti alasan mengapa Rain begitu mempercayai Krisna karena dia memang tidak memiliki motif atau keberanian untuk melakukan kejahatan.


"Kamu tidak ingin bekerja?"


"Ratu lagi sakit," jawab Ratu singkat kembali fokus ke hanphone Rain.


Kepala Rain geleng-geleng, sakitnya Ratu masih bisa membanting orang. Tidak bisa Rain bayangkan jika dalam keadaan sehat.


"Siapa Madam sebenarnya?"


"Istrinya Tuan Clen, dia Putri tunggal keluarga Petro." Rain menatap Ratu yang berdiri kaget karena baru tahu jika Petro keluarga dari pihak wanita.


Rasa penasaran Ratu semakin besar meminta Rain menceritakan keluarga Krisna secara detail agar mudah bagi Ratu mendapatkan informasi.


"Kamu ingin tahu soal mereka, apa kamu percaya aku? percuma aku memberitahu jika kamu saja tidak mempercayai aku." Rain mengambil jas kerjanya untuk bersiap pergi.


Tarikan napas Ratu panjang, menyakinkan dirinya untuk mempercayai Rain. Meksipun tidak bisa sepenuhnya percaya.


"Baiklah, aku percaya jika tuan Rain benar," ujar Ratu meminta Rain bicara.


"Aku harus pergi bekerja, kita lanjut nanti malam saja," balas Rain yang sengaja mempermainkan Ratu.


***


Follow Ig Vhiaazaira