
⚘⚘Happy Reading⚘⚘
" Aku sangat merindukan dirimu honey. Sewaktu aku tertidur, aku memimpikan dirimu yang sedang duduk bersimpuh berdoa dan wajahmu penuh air mata. Maafkan aku, aku sedikit terlambat bangun honey sehingga membuatmu sendirian. Aku berjanji tidak akan meninggalkan dirimu." ucap Arya menangkupkan wajah istrinya dengan kedua tangannya.
" Janji ya sayang. Tidak akan meninggalkan diriku sendirian. " ucap Alice tersenyum bahagia .
Arya menganggukan kepalanya lalu merengkuh kepala istrinya ke dadanya.
"Ehem...pagi- pagi sudah adegan romantis kak." ucap Danang sambil tersenyum mengambang.
Alice dan Arya bersamaan menolehkan mukanya ke arah sumber suara. Ternyata adik iparnya dan mertuanya sudah tiba di rumah sakit.
Alice berjalan mendekati ibu mertuanya yang baru saja masuk ke ruangan rawat inap ini. Alice mencium punggung tangan ibu mertuanya itu dengan sopan.
" Selamat pagi bu. Bagaimana kabar ibu?" tanya Alice sambil memeluk ibu mertuanya
" Baik nak." ucap ibu Arya sambil memeluk mantunya.
Ibu Arya berjalan mendekati bed tempat anaknya berbaring sambil tersenyum menatap anak sulungnya yang dirindukannya. Arya menegakkan punggungnya lalu meraih tangan ibunya dan mencium punggung tangan ibunya.
" Ibu, apa kabarnya? Maafkan Arya yang sibuk setahun ini hingga belum dapat pulang ke perkebunan?" ucap Arya sambil memeluk ibunya.
" Ibu baik nak. Aku mengerti kau sibuk dengan pekerjaan kantormu. Gimana keadaanmu sekarang?" tanya ibu Arya dengan ekspresi wajah kuatir.
" Aku lebih baik dari kemarin. Operasi pengangkatan pelurunya berjalan dengan baik. Pelurunya juga tidak mengenai bagian vital tubuh."ucap Arya.
" Ibu, maafkan Alice. Ini semua gara- garaku andai saja aku tidak menantang tuan muda Bramantya dan merelakan beberapa aset perusahaan dan saham menjadi miliknya. Kejadian ini tidak akan terjadi." ucap Alice dengan ekspresi menyesal dan sedih.
Ibu mertuanya berjalan mendekatinya. Ia mengelus punggung anak mantunya yang cantik
" Kejadian itu sudah jalan hidup Arya nak. Ia sudah mengetahui resikonya saat mengemban wasiat ayahmu dan menikahimu. Kau tidak usah menyalahkan dirimu. Itu kewajiban Arya melindungi istrinya." ucap ibu mertuanya dengan bijak.
Alice merasa lega mendengar perkataan ibu mertuanya yang sudah mengetahui keseluruhan kejadian kemarin itu.
Setelah 3 jam mereka mengobrol melepas rindu antara seorang ibu dengan anak dan mantunya serta kakak dengan adiknya. Akhirnya mereka pamit pulang ke perkebunan siang hari ini juga.
" Hati- hati di jalan bu!. Jaga kesehatan ibu " ucap Arya tersenyum pada ibunya.
" Cepat pulih ya nak! Ingat jangan ngoyo dalam bekerja, ingat kau sekarang sudah punya istri dan anak." ucap ibu Arya pada anaknya.
" Ibu titip Arya padamu Alice." ucap ibu sambil memeluk Alice.
Alice membalas pelukan ibu mertuanya sambil menganggukkan kepalanya.
" Kak ,aku pamit dulu! Jaga kesehatanmu !" ucap Danang sambil memeluk kakaknya.
"Hati- hati di jalan dek. Jaga ibu dan perkebunan. Jaga kesehatanmu juga dek!" ucap Arya pada adiknya.
Alice menemani ibu dan iparnya sampai di pintu lift. Ia tersenyum sambil melambaikan tangannya pada adik iparnya dan ibu mertuanya sampai mereka menghilang di balik pintu lift.
Alice baru saja akan melangkahkan kakinya menuju ruangan rawat Arya, tiba- tiba terdengar suara oma nya memanggil.
" Alice. Bagaimana keadaan suamimu?" tanya oma nya.
Alice membalikkan badannya dan ia terkejut atas kedatangan oma nya yang merupakan Nyonya besar di perusahaannya beserta sekretarisnya Pak Hanif dan tante Shanon.
Alice segera memeluk omanya.
" Halo oma. Suamiku sudah lebih baik dari kemarin. Operasinya berhasil dan untungnya pelurunya tidak mengenai bagian vital tubuhnya." ucap Alice .
" Halo tante. Terima kasih sudah datang." ucap Alice memeluk tante Shanon.
Tante Shanon tersenyum sambil membalas pelukan keponakannya.
Alice mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Pak Hanif . Pak Hanif membalas uluran tangan Alice sambil menanyakan kabar Arya.
Mereka bersama- sama berjalan menuju ruangan rawat Arya. Alice melangkahkan kakinya memasuki ruangan rawat itu diikuti para tamunya.
Arya terkejut atas kedatangan Nyonya Besar di perusahaan segera menegakkan punggungnya yang sebelumnya ia dalam posisi terlentang lurus.
Nyonya besar mendekati tempat tidur dimana Arya berbaring.
" Bagaimana keadaanmu Arya?" ucap Nyonya Besar sambil menjulurkan tangannya pada Arya.
Arya mencium punggung tangan Nyonya besar itu.
" Lebih baik Nyonya. Terima kasih telah datang" ucap Arya sambil tersenyum.
" Mengenai aset perusahaan yang sudah terjual oleh Adrian, sekarang sudah kembali ke perusahaan kita. Sebaiknya setelah kau pulih, kau undang dan jamu CEO JR Bale Company yang telah banyak membantu kita." perintah Nyonya besar padanya.
Nyonya besar menolehkan mukanya ke arah Alice, ia menatap tajam pada cucu perempuan kesayangannya.
" Alice bagaimana kau mengenal CEO JR Bale Company?" tanya oma
"Ia adalah temanku di Paris. Namanya Christian Bale. Apakah terdengar familiar oma?" ucap Alice tersenyum.
Oma nya mencoba mengingat nama itu, tetapi di memory nya tidak tersimpan nama itu. Ia menautkan kedua alisnya .
" Aku tidak mengingatnya. Siapakah dia Alice?" tanya oma penasaran.
" Dia adalah putra tunggal lady Rose Arkitson dengan Mr. Jack Bale." ucap Alice dengan suara lembut.
Nyonya besar membelalakan matanya mendengar ucapan cucu kesayangannya.
' Bagaimana bisa anak perempuan jahat itu berbuat baik bahkan menolong perusahaannya yang diujung tanduk? Ini pasti ada yang salah? atau Alice berbuat janji padanya sesuatu kah?'
Oma nya menatap tajam pada cucunya.
" Apa yang sudah kau perbuat Alice? kau berjanji sesuatu dengan pria CEO itu?" tanya oma nya penasaran.
" Aku hanya saja membantunya memperbaiki hubungannya dengan wanita yang dicintainya. Kebetulan wanita yang dicintainya temanku di Paris dan aku sangat menyayanginya seperti saudariku. Chris juga sudah mengetahui bahwa aku saudara sepupu nya dan kita mempunyai kakek yang sama. Kenapa kau begitu marah oma?" ucap Alice.
" Ti..tidak apa- apa. Oh ternyata begitu. Syukurlah dia anak yang baik tidak seperti mommy nya." ucap oma nya.
Oma nya kembali menatap tajam Arya dan ingin menguji kekuatan cinta cucu mantu nya ini.
" Arya, sesuai Perjanjian yang kau tandatangani, kemarin tepat 2 tahun kalian menikah. Sekarang kau harus meninggalkan perusahaan dan juga istrimu. Apakah kau sudah siap?" tanya oma nya dengan nada sedikit tinggi dan tegas.
Kalimat yang baru saja diucapkan oma nya membuat seisi ruangan yang mendengarnya merasakan bulu- bulu halus di tubuh berdiri.
Arya menarik nafas panjang sambil bergumam
' Sekarang saatnya aku harus menghadapi Nyonya besar dan aku harus memperjuangkan cintaku.'
" Nyonya, aku siap meninggalkan perusahaan. Tetapi maafkan aku Nyonya, aku tidak bisa meninggalkan istri dan anakku. Aku akan membawa mereka pergi bersamaku. Aku siap bertanggung jawab untuk mereka." ucap Arya dengan nada tinggi dan lantang.
Arya masih menatap Nyonya besar tanpa berkedip sekalipun. Ia sudah berjanji dengan tuan Harris , papa Alice untuk menjaga anak perempuannya dan berjanji pada Alice tidak pernah meninggalkannya.
Oma menolehkan mukanya pada Alice dan menatap tajam pada cucu kesayangannya.
" Apakah kau setuju meninggalkan perusahaan dan hartamu untuk ikut dengan Arya?" tanya oma nya penasaran.
" Iya oma. Aku bersedia ikut dengan suamiku. Aku siap meninggalkan perusahaanku dan hartaku kecuali butikku oma itu hasil keringatku sendiri." ucap Alice dengan suara lantang.
Terdengar suara tawa mengelegar membuat seisi ruangan terdiam tak bersuara, tak mengerti mengapa nyonya besar itu tertawa.
" Hanif, berikan aku surat perjanjian itu! " perintah Nyonya pada sekretarisnya.
Pak Hanif mengambil surat perjanjian itu dari tas kerjanya lalu memberikan pada Nyonya besarnya.
Nyonya besar itu mengangkat surat perjanjian yang telah ditanda tangani Arya.
Sreeettt...
Tiba- tiba tangan nyonya besar merobek kertas itu menjadi dua bagian terpisah dan melemparnya ke lantai.
Alice yang melihat itu d
segera menghampiri oma nya dan memeluknya.
" Terima kasih oma. Kau sungguh oma ku yang luar biasa." ucap Alice sambil memeluk dan mencium pipi oma nya.
Omanya memeluk cucunya dan mengelus punggung Alice.
" Memang nya aku oma mu yang kejam dan bodoh. Aku tidak mungkin mengusir seorang yang pekerja keras dan briliant seperti suamimu. Lagi pula kau cucuku, kau harus memberiku lebih banyak cicit laki- laki untuk menjadi pewaris perusahaan kita dear." ucap Oma nya tertawa terkekeh.
Arya yang melihat kejadian itu menarik nafas panjang
' Terima kasih Tuhan atas kemurahan hatimu membuat hati seorang Nyonya besar menjadi terbuka dan menerimaku. Sungguh hari ini penuh keajaiban.'
Bersambung🙏
^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁
Salam sehat selalu ya guys..Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorit untuk update cerita terbaru😁🙏