Princess Alice

Princess Alice
48.Kau adalah Bintangku



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Sinar matahari sudah masuk ke kamar yang ditempati Alice. Alice terbangun dari tidurnya, ia melihat di sebelahnya sudah tidak ada orang. Ia melirik jam yang ada di nakasnya menunjukkan pukul 8 pagi. Alice buru- buru bangun dan memasuki kamar mandi. Setelah 20 menit ia keluar dari kamar tidurnya dan turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Alice bertemu dengan mbok


"Pagi Mbok, apakah kak Arya sudah pergi ke kantor?" tanya Alice


"Pagi non, tuan Arya sudah pergi ke kantor dari jam 6.30 pagi non."kata mbok.


Alice duduk di ruang makan sambil memakan sarapan nasi kuning buatan mbok sambil bergumam


'Tumben, kak Arya pergi pagi- pagi tanpa memberitahuku.'


Selesai sarapan pagi, Alice kembali ke kamarnya. Ia melihat catatan notes kecil di meja kecil , Alice membaca notes catatan dari Arya


'Good morning honey, aku mendapat telpon penting pagi ini, ada masalah di kantor jadi aku berangkat duluan ke kantor. Jangan lupa sarapan. Sampai jumpa nanti malam.'


Alice tersenyum sambil bergumam


' Suamiku orang yang bertanggung jawab. Pilihan papa tepat untuk menggantikan posisinya. Mengapa oma blom percaya Arya sepenuhnya?'


Alice keluar dari kamar tidurnya menuju ruang kerjanya. Alice mengambil buku sketsa designnya, ia mulai menggambar sketsa model A- line dress, Mermaid dress, dan beberapa model lainnya.


Alice melakukan meeting virtual lewat goggle meeting dengan Dave sobatnya dan karyawan butiknya mengenai rancangan dress yang baru disketsa nya.


Tak terasa matahari mulai terbenam, langit bertabur bintang malam ini. Alice beranjak dari kursi kerjanya, ia melihat langit malam yang sangat indah bintang berkelap kelip dan bulan bersinar menyinari malam ini.


Alice melihat jam yang ada di dinding ruang kerjanya menunjukkan pukul 9 malam. Di halaman depan blom ada mobil hitam Arya.


Alice termenung dan bergumam


' Ada masalah apa di kantor? sampai- sampai kak Arya tidak sempat membalas Whatsapp dariku.'


Alice melangkah keluar dari ruang kerjanya menuju ke kamar tidurnya.


ceklek


Alice menuju walk in closet mengganti kaos rumahnya dengan baju halter neck dan rok mini, ia mengambil jaket kulit hitamnya serta sepatu sneakers putihnya. Alice menatap dirinya sebentar di depan cermin sambil mengikat rambut hitam panjangnya ala pony tail sambil tersenyum.


Alice melangkah keluar dari kamarnya menuju lantai bawah. Alice menuju dapur di lantai bawah. Alice menyiapkan makan malam berupa sushi , salmon sashimi dan jus apel. Alice menatanya ke dalam sebuah rantang bekal.


Ia mengambil kunci mobil merah kesayangannya. Ia mengabari Pengawal yang bertugas menjaganya


"Selamat malam pak, saya mau ke kantor malam ini. Ada urusan ." kata Alice


"Malam nona. Siap nona." kata pak Kumis kepala Pengawal.


Mobil merah Alice keluar dari halaman Mansion diikuti mobil hitam pengawal menuju kantor Perusahaan Tjokro Grup.


Alice memarkir mobilnya di basement Gedung kantor Perusahaan. Ia keluar dari mobilnya melangkah masuk ke lift menuju ruang kantor yang ada di lantai atas.


Pak Satpam yang menjaga di basement kantor menyapanya


"Selamat malam nona Alice." kata Pak satpam yang mengenali mobil nona muda pemilik perusahaan ini.


"Malam pak. Apakah Pak Arya masih ada di kantor?" tanya Alice


"Masih nona. Saya masih melihat mobil Pak Arya ada di parkiran basement." kata pak satpam.


"Terima kasih pak."


Pak satpam menganggukan kepalanya sambil memberi hormat pada nona muda pemilik perusahaan.


Alice melangkah masuk ke dalam lift dan memencet tombol 15 . Lantai 15 berada di lantai paling atas, di atas lantai 15 ada semacam roof top yang ditata seperti taman penuh bunga dan ada beberapa kursi taman , sehingga pegawai bisa beristirahat sambil menikmati pemandangan kota dari atas gedung kantor.


ting...


Pintu lift terbuka, Alice melangkah keluar dari lift menuju ruang CEO dimana Arya berada. Alice melewati ruangan luas yang dibatasi bilik- bilik partisi, dimana di siang hari penuh suara karyawan yang sedang menelpon, berdiskusi bahkan bersenda gurau antar pegawai. Tetapi malam hari ini tampak gelap hanya lampu sepanjang jalan lorong yang diberi penerangan.


Alice mempercepat langkahnya menuju ruangan Arya, ia sekarang sudah sampai di depan pintu ruang kerja Arya. Ia mengintip dari jendela tampak lampu masih menyala. Alice membuka pintu ruang kerja Arya, ruangan itu tampak kosong.


'Kemana kak Arya?'


Alice kembali menutup pintu ruang Arya. Ia menuju ruang Dimas sekretaris Arya. Ia berdiri di depan pintu ruang Dimas tampak lampu sudah padam di ruangan Dimas.


Alice termenung sambil bergumam


'Dimas sudah pulang, kak Arya dimana sekarang?'


Alice melangkah menuju ruang kerja Adrian. Ia melihat lampu sudah padam di ruang Adrian.


Alice berpikir sejenak , kemudian ia melangkahkan kakinya menuju tangga darurat. Ia membuka pintu tangga darurat. Alice melangkahkan kakinya menuju roof top.


ceklek


Alice melangkahkan kakinya menuju roof top yang ditata seperti taman bunga yang indah. Alice melihat seseorang sedang berdiri di pinggir atap yang dibatasi pagar besi sedang menatap pemandangan kota di malam hari.


Alice melangkah perlahan sambil berjinjit mendekati pria itu.


Arya terkejut dibuatnya, ia membalikkan badannya dan merangkul pinggang ramping Alice sambil tersenyum


" Hallo honey. Benarkah kau merindukanku ?" ucap Arya sambil menatap bola mata coklat Alice.


Alice menganggukan kepalanya . Arya mendongakkan kepalanya sambil menunjuk ke atas.


" Lihat honey. Betapa indahnya langit malam ini penuh bintang." ucap Arya


" Iya indah kak. Mana yang lebih indah bintang di langit atau aku? " tanya Alice menggodanya.


"Dua- duanya. Bedanya bintang indah di langit sedangkan kamu indah di dalam kehidupanku." kata Arya sambil tertawa.


"Wes...gombal ." kata Alice tertawa.


Arya menggandeng tangan Alice untuk kembali ke ruangannya. Sesampainya di ruangan Arya. Alice membuka rantang makanan yang dibawanya.


" Kak Arya sudah makan?" tanya Alice


Arya menggelengkan kepalanya tapi matanya terus menatap ke layar komputernya. Alice yang melihatnya langsung beranjak dari sofa menghampiri Arya sambil membawa makanan yang sudah disiapkannya dari rumah.


"Ayo buka mulutnya kak. Aaaa..." kata Alice sambil memegang sumpit berisi sushi.


Arya kaget dibuatnya, ia menuruti perintah Alice untuk membuka mulutnya.


Arya terus menatap layar komputer sambil disuapin makan oleh istrinya.


Setelah selesai makan, Alice memberinya segelas juice apel buatannya


" Kak. Ayo minum juice apelnya." pinta Alice


Arya menuruti istrinya dan menyeruput juice apelnya .


Mata Alice sekarang ikut berpindah ke layar komputer Arya sambil bergumam


'Ada masalah apa di kantor? Sampai - sampai muka suamiku tegang ?'


Alice melihat layar komputer Arya dan melihat saham perusahaan anjlok.


' Pantas muka kak Arya muram dan tegang.'


"Kak mari kita pulang hari sudah semakin malam." pinta Alice sambil menarik tangan Arya.


Arya menolehkan mukanya ke Alice dan tersenyum


"Baiklah honey." kata Arya


Akhirnya mereka pulang menggunakan mobil hitam Arya. Mobil Alice dibawa pulang oleh pengawalnya.


Sesampainya di rumah. Arya langsung menuju kamar mandi. Alice menukar bajunya dengan gaun tidurnya.


Setelah 10 menit Arya keluar dari kamar mandi. Ia menuju walk in closet untuk mengambil piyama tidurnya.


Setelah berpakaian ia keluar dari walj in closet menuju ranjangnya.


Arya tertegun melihat Alice yang malam ini tampak berbeda karena Alice memakai gaun tidur transparan.


" Honey, kau sedang menggodaku?" tanya Arya sambil tersenyum


Alice menepuk ranjang dengan tangannya sambil memberi kode Arya agar duduk di ranjang. Arya mengikuti kemauan istrinya.


Alice duduk di belakang Arya. Alice mulai memijat bahu , tengkuk dan kepala Arya. Arya menikmati pijatan istrinya.


"Gimana kak sudah enakkan?" tanya Alice


"Iya...tapi ada yang kurang honey." kata Arya.


" Yang mana kak?" tanya Alice


"Sepertinya ju**** di bawah minta dipijat juga honey." kata Arya menggodanya.


"Dasar ...aaa kak" teriak Alice.


Tiba- tiba Arya membalikkan badannya dan menindih badan Alice. Arya yang sudah merindukan Alice mel**** bibir Alice dengan lembut, Alice pun membalas ciumannya . Lama kelamaan ciuman itu semakin memanas dan mulai turun ke le*** jenjang putih Alice dan meninggalkan tanda kepemilikannya. Alice menikmati permainan suaminya. Mereka saling memberi kepuasaan satu sama yang lainnya. Setelah beberapa jam mereka menyelesaikan permainan panas mereka .


Arya mengecup kening Alice


"Terima kasih honey. Kau adalah bintangku di dalam kehidupanku."


BERSAMBUNG🙏


^ Ayo dukung terus Author dengan beri VOTE, LIKE dan comment 😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😊