
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Matahari mulai muncul, Alice dan Arya segera menyelesaikan 1 putaran terakhir jogging nya keliling taman sebelum kembali ke rumah.
Tiba di rumah, Alice menuju ke dapur
"Pagi mbok "sapa Alice
"Pagi non, mau sarapan apa non " tanya si mbok.
"Aku mau buat sandwich hari ini mbok"
Alice menyiapkan roti bakar, hamburger,keju, tomat dan selada. Tak lupa ia membuat 2 gelas orange juice.
"Kak, sarapan dulu " teriak Alice.
Arya yang masih mengecek message yang ada di ponselnya, menolehkan mukanya ke arah Alice.
Arya bangun dari kursinya menghampiri Alice di meja makan lalu mencium pipinya dan berbisik
"Hari ini my honey hebat sekali "
"Emmh..terima kasih" jawab Alice tersenyum.
Selesai makan, Arya bergegas naik ke lantai 2 ke kamar mereka untuk mandi.
Sedang Alice kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya semalam belum selesai.
tok...tok
" Masuk"
Arya tersenyum dan melangkah masuk
"Honey, aku mau berangkat ke kantor dulu ya. Jangan lupa makan siang ya." kata Arya menghampiri Alice dan mencium kening Alice.
Alice mendongakkan kepala dan menatap wajah Arya
" Kak, hati- hati dengan Kirana staf barumu, sepertinya dia anak buah om Gerald. Aku pernah memergoki dia sedang menelpon seseorang dan berbicara tentang tugas dia mengawasimu kak." cerita Alice
Arya mendengar cerita Alice dengan muka serius.
"Thanks sudah mengingatkan aku " kata Arya tersenyum.
Arya baru saja melangkahkan kaki selangkah, tiba- tiba ada tangan yang memegang bajunya dari belakang. Arya menolehkan mukanya ke belakang dan menatap Alice
"Ada apa honey?"tanya Arya dengan alis dikerutkan.
"Emmh..kak, jangan pulang terlalu malam ya, aku kesepian" kata Alice dengan muka menunduk.
Arya memegang dagu Alice lalu mengangkat dagu sehingga wajah mereka berhadapan . Arya membungkukkan sedikit badannya, wajah mereka hanya berjarak 5 cm.
Arya mencium bibir Alice dengan lembut, Alice pun membalas ciumannya.
Semakin lama ciuman semakin memanas, Alice pun menghentikan ciumannya karena ia kehabisan nafas.
Arya tersenyum geli melihat istrinya pipinya merona merah, ia pun berbisik
" Aku usahakan secepat mungkin pulang ke rumah yach. Kita lanjutkan ciuman ini nanti malam yach honey."
kata Arya sambil menggodanya.
"Hati- hati di jalan kak." jawab Alice dengan pipi bersemu merah.
Sambil menyetir Arya mengingat kembali pertemuannya dengan Kirana.
Flashback on
Sebulan yang lalu, ketika Arya menyetir mobil, tiba- tiba ada seorang perempuan menyebrang jalan . Arya kaget, ia langsung mengerem mobilnya.
Ia segera keluar mengecek keadaan, ia melihat perempuan itu shock dan terduduk di aspal jalan.
Ia segera menuntun perempuan itu menepi di trotoar dan duduk di kursi taman .
Ia terkejut ketika melihat wajah perempuan itu, ternyata seseorang yang dikenalnya 9 tahun yang lalu. Ketika waktu itu, ia baru saja lulus SMA dan sedang mencari pekerjaan sambil kuliah di perguruan tinggi negeri.
Ia berkenalan dengan perempuan ini di tempat kerjanya. Dia adalah Kirana.
Arya bekerja paruh waktu sebagai Bartender di malam hari di club elite 'Z' yang terkenal di ibukota ini.
Kirana bekerja sebagai pelayan di club tersebut.
Waktu itu Kirana berumur 17 tahun.
Sudah lama sekali mereka tidak saling kontak.
Arya melihat Kirana habis menangis. Arya menanyakan sebab ia menangis. Kirana menceritakan ia sudah letih bekerja di club tersebut, ia ingin bekerja yang lebih terhormat. Kirana juga bercerita ia baru saja menamatkan kuliahnya selama 4 tahun.
Arya merasa kasihan. Ia berinisiatif memperkerjakan Kirana sebagai staf marketing di perusahaan Tjokro ini.
flashback off
Di rumah
Setelah Arya pergi, Alice segera mandi dan kembali ke ruang kerjanya.
Sepanjang siang hingga sore, ia masih berada di ruang kerja. Ia masih sibuk dengan pekerjaannya, sesekali ia bertelpon dengan Dave membicarakan design baju rancangan.
Di Kantor
Tok..tok..
"Iya masuk" kata Arya.
"Siang pak Arya"sapaKirana.
"Eh kamu Kirana, gimana pekerjaan tender Project Apartmen D sudah selesai dikerjakan?"
"Sudah pak. Hmmh..apakah bapak sudah makan siang hari ini?"tanya Kirana.
"Kamu boleh manggil aku kak, kalo kita berdua ngobrol." kata Arya tersenyum.
"Belum, bagaimana kalau kita makan siang di restaurant yang baru buka di dekat sini?" kata Arya sambil tersenyum.
"Baiklah kak" jawab Kirana dengan senyum manisnya
Mereka makan siang bersama di sebuah Restaurant Steak yang baru buka di dekat kantornya.
Mereka berbicara banyak hal tentang teman mereka kenal, pekerjaan dan tiba- tiba Kirana menanyakan
"Pak, eh kak Arya .Saya dengar Pak Adrian wakil CEO adalah cucu asli Nyonya, benarkah begitu?" tanya Kirana dengan muka serius.
"iya" jawab Arya singkat.
"Kak Arya hanya menjadi CEO sementara menggantikan almarhum Pak Harris selama 2 tahun, setelah itu yang menjadi CEO adalah Pak Adrian, benarkah kak?." tanya Kirana
" Kamu itu seperti wartawan aja Kiran, makananmu udah dingin tuh ayo dimakan." kata Arya sambil makan.
"Kamu masih sering mampir di club Z ? Apakah bu Rose masih sering ke Club?Siapa manager club disana sekarang Kiran?" tanya Arya menyelidik.
"Aku sudah tidak ke Club lagi kak. Terakhir aku kerja, Bu Rose sebulan sekali ke club. Managernya sekarang Angel kak. Kak Arya ingat Angel kan? " jawab Kirana.
Arya menganggukan
kepalanya sambil mengingat gadis bernama Angel. Dia adalah gadis cantik berambut panjang lurus , matanya yang indah, hidung mancung, kulit putih tubuhnya yang tinggi dan memiliki senyum paling manis di ingatan Arya. Arya pun tersenyum sendiri.
"Eh kak, melamun sih. Ingat tidak dengan Angel ? Ia selalu menanyakanmu kak kalo aku menelponnya." kata Kirana
" Oh yach. salam balik deh buat Angel." kata Arya mengalihkan pikirannya.
'Bisa- bisanya pikiranku melayang ke Angel,ssit. Aku harus fokus mengetahui siapa orang yang menyuruh Kirana mematai - matai perusahaan .'
Arya melirik jam sudah menunjukkan pukul 14.15.
Arya mengajak Kirana untuk balik ke kantor.
Di Rumah
Tak terasa matahari mulai terbenam. Alice melirik jam sudah menunjukkan pukul 18.00 . Ia bergegas mandi dan memakai kaos dan celana jogger selutut.
Ia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Ia memasak bistik sapi lengkap dengan wortel, buncis dan selada.
Selesai memasak, ia melirik jam sudah menunjukkan pukul 18.00 sore. Arya belum pulang juga.
Alice mengambil ponselnya dan menelpon
"Hallo Dimas, apakah Pak Arya bersamamu?"
"Hallo nona Alice, Pak Arya baru saja pulang 15 menit yang lalu."
" Oo..btw, apakah hari ini Pak Arya pergi keluar?"
" Iya nona, tadi sekitar jam 1 siang pergi makan dengan bu Kirana. Oh iya nona, waktu itu nona bertanya bu Kirana melamar pekerjaan ke perusahaan dengan referensi siapa? Saya sudah mendapatkan datanya ternyata referensi dari Pak Arya nona."
"Terima kasih Dimas atas infonya"
"Sama - sama bu"
Alice menutup percakapan di telponnya, dan termenung
'Kak Arya mengenal Kirana, tetapi ia tidak bicara sepatah katapun tadi pagi sewaktu aku berbicara tentang Kirana'
Bersambung🙏
^Dukung terus Author dengan kaci VOTE, LIKE DAN COMMENT😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk Update cerita ini😊