
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Alice berdiri terpaku memandang dari jauh pria tampan dan tinggi yang pernah mengisi relung hatinya sedang membelakanginya. Ia blom ingat sepenuhnya siapa sebenarnya Alexander Kusuma, tetapi ia merasa ada debaran di jantung ketika melihat pria tampan dan tinggi itu dari belakang.
'Aku harus ingat, apakah pria itu pernah mengisi kehidupanku? apakah dia pria baik atau menyakitiku? Kenapa memori di otakku tidak bisa memberiku ingatan..Aduh kenapa rasanya semua berputar?'
Alice memegang kepala sambil meringis, ia perlahan jatuh ke lantai. Matanya terbuka kadang tertutup melihat wajah Marisa yang sepertinya panik sambil memanggil namanya dan Adrian yang berlari menuju padanya..dan akhirnya semua gelap.
Di dalam ketidaksadarannya Alice melihat papanya tersenyum dan memperkenalkan Arya padanya, Arya yang mengodanya membuat pipinya merona, Arya yang menolong dari percobaan penculikan di club, Arya juga mengajak belajar taekwondo, Arya yang menemani di saat- saat terakhir papanya dan pesan papa buatnya, saat di pemakaman. Surat wasiat papa ,Hari Pernikahannya, Perjanjian Pra Nikah yang dibuat omanya ,saat di perkebunan bersama Arya, dinner romantis bersama Arya dan malam pertama mereka sampai Arya hadir di acara wisuda dan memberi kalung dengan liontin berinisial AA. Semua kehidupanku diisi oleh pria bernama Arya.
Alice membuka matanya perlahan dan mendapati Marisa yang sedang memijat kakinya dan Adrian yang sedang duduk di sofa sebelah kanan. Alice melihat sekeliling, dan menyadari ini bukan di restaurant roof top tetapi di sebuah kamar hotel yang megah.
"Mar, kita dimana ini?" tanya Alice.
"Nona sudah sadar, kita di kamar hotel Pak Alex." ucap Marisa tersenyum.
Adrian mendatanginya bersamaan dengan Alex. Mereka berdua menatapnya dengan ekspresi cemas.
"Alice kamu sudah sadar, bagaimana kepalamu? apakah masih sakit?" tanya Alex sambil mengelus rambutnya .
"Aku baik." ucap Alice sambil menepis tangan Alex.
Alex menatap gadis yang masih disayanginya dengan muka cemas
"Kau tidak mengingatku sama sekali ?" tanya Alex
'Kalo ia tidak mengingatku, kesempatanku untuk memulai kembali percintaanku dengannya.'
"Hmm..aku mendengar cerita dari Adrian bahwa kau kehilangan ingatan sewaktu kau diculik." ucap Adrian dengan muka penuh kerinduannya menatap bola mata coklat milik Alice.
Alice bangun dan memposisikan punggungnya di sandaran kepala ranjang, lalu ia merapikan rambut panjangnya dengan jari tangannya. Kemudian ia bangun dari ranjang itu berjalan menuju sofa yang ada di ruangan kamar hotel itu.
"Ehem... kita tidak perlu membicarakan hal pribadi disini. Karena kami datang kemari bertemu denganmu untuk membicarakan urusan perusahaan." ucap Alice dengan suara penuh kewibawaan.
"Marisa berikan proposalnya kepada Pak Alex!" pinta Alice.
Marisa bangkit dari tempat duduknya menuju kursi Alex.
"Ini pak. Silakan dibaca pak." kata Marisa sambil tersenyum.
"Apakah kamu menyetujui proposal itu atau masih butuh waktu lagi untuk mempelajarinya? " tanya Alice sambil menatap Alex yang sedang membaca proposalnya.
ceklek
"Wow...surprise princess miskin sedang meminta- minta uang pada tunanganku ? apakah kau sedang menjual dirimu pada tunanganku?" ucap seorang perempuan berambut pirang berbadan pendek dan gemuk ,memakai dress ketat warna silver membuat perut buncitnya terlihat dan pahanya penuh lemak terlihat.
Adrian menolehkan mukanya dengan ekspresi kesal pada gadis gemuk dan pendek yang muncul di kamar hotelnya.
"Ehem..aku rasa meeting hari ini sudah selesai kami pamit pak Alex. Terima kasih atas pertemuan hari ini." ucap Alice dengan muka datar tanpa ekspresi
Alice melangkahkan kaki menuju pintu keluar diikuti Marisa dan Adrian yang sebelumnya pamit .
Tiba- tiba lengan Alice ditarik kasar oleh gadis gendut itu.
"Enak aja kau mau pergi, kau sebaiknya berlutut dulu di depanku dan tunanganku terlebih dulu!" ucap Shelly si gadis gendut teman sekolah Alice dulu .
"Cukup Shelly." teriak Alex dengan muka murka melihat tingkah tunangannya.
"Heran aku, kok kamu ngak pernah berubah sikapmu sedikitpun dari jaman sekolah sampai sekarang. Kau tau, kau salah besar mendugaku akan mendekati ataupun menjual diriku pada tunanganmu. Sebaiknya kau berhati- hati pada wanita lain yang akan mengambil tunanganmu." ucap Alice sambil matanya mendelik tajam mengintimidasi lawan bicaranya.
"Sebaiknya kau segera pergi ke dokter bedah plastik untuk mempermak perut dan pahamu itu sayang. Kalo tidak tunanganmu tersayang akan melirik wanita cantik lainnya disekitarnya." ucap Alice berbisik di telinga Shelly dengan suara pelan.
Shelly menunduk melihat perut buncit dan paha lemaknya . Alice segera berlalu dari hadapannya menuju lift diikuti Marisa dan Adrian.
" Alice tunggu." teriak Alex yang berlari menuju lift.
ting...
Alice segera memasuki ruang lift diikuti Marisa dan Adrian. Pintu lift segera di klik Close oleh Alice.
Alice menarik nafas panjang dan membiarkan bayangan Alex berlalu dari hadapannya.
' Ia adalah masa laluku.'
ting..
Pintu lift terbuka, Alice melangkah keluar lift diikuti Marisa dan Adrian. Tiba- tiba lengan Alice dipegang oleh seseorang
"Alice, aku minta maaf atas kejadian 5 tahun lalu. Seharusnya aku berani menolak permintaan orang tuaku. Aku masih mencintaimu sampai sekarang. Ijinkan aku untuk memulai kembali cinta kita." ucap Alex dengan mata sendu menatap Alice.
Alice menatap bola mata hitam Alex, ia melihat kerinduan yang dalam. Alice segera tersadar dari buaian masa lalunya
"Aku sudah sejak lama memaafkanmu, sejak hari itu dimana kau memutuskan tali pertunangan kita. Sekarang aku sudah menikah, Alex. Maaf." ucap Alice dengan sikap tegas.
"Lepaskan tanganmu dari lengan istriku!" ucap Arya yang datang tiba- tiba dan langsung menepis tangan Alex.
" Kak Arya."ucap Alice dengan ekspresi terkejut menolehkan muka pada Arya.
Arya segera merangkul pinggang istrinya. Marisa dan Adrian yang ikut terkejut tidak bisa berkata- kata lagi.
" Urusanmu sudah selesai honey?" tanya Arya dengan lembut.
Alice menganggukan kepalanya sambil tersenyum pada Arya. Arya menggandeng tangan Alice dengan sikap posesifnya. Mereka baru saja melangkahkan kakinya menuju pintu Exit. Tiba- tiba suara orang tua menyapa mereka.
"Alice sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabarmu Alice?" tanya seorang bapak berumur setengah abad yang masih keliatan tampan dan bugar.
" Tuan Frederico Kusuma" ucap Alice terkejut.
"Apa kabarmu tuan?"ucap Alice sambil menjabat tangan bapak itu yang merupakan papa Alex.
"Saya seperti kau lihat masih tampan dan keliatan berumur 20 tahun bukan?" kata papa Alex sambil bercanda.
Alice tersenyum lebar mendengar kata- kata papa Alex mantan tunangannya.
"Perkenalkan ini Aryasatya Pramudya suamiku dan CEO Property Tjokro Grup, tuan." ucap Alice sambil mengerlingkan matanya.
"Aryasatya Pramudya, tuan." ucap Arya menyodorkan tangan kanannya sambil tersenyum sopan.
"Frederico Kusuma."
"Mari kita makan dulu bersama untuk merayakan pertemuan kita, Alice." kata papa Alex sambil menyuruh staf mempersiapkan acara dinner.
Alex segera memanggil staf papanya dan membisikkan sesuatu. Staf itu segera memberitahukan pada bossnya. Papa Alex menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Meja kita ternyata sudah disiapkan di roof top." kata papa Alex.
Alice dan Arya terpaksa memenuhi undangan makan malam atas ajakan orang tua ini. Mereka kembali ke restaurant yang ada di lantai atas.
ting...
Pintu lift terbuka, Arya dan Alice melangkahkan kakinya keluar dari lift diikuti Adrian dan Marisa. Mereka menuju meja no.7 . Arya terkejut melihat meja makan yang sudah dihias dengan bunga dan lilin.
"Ehem...sepertinya bunga dan lilin ini kita singkirkan dulu." ucap papa Alex sambil memanggil pelayan restaurant ini.
Staf resto menyingkirkan bunga dan lilin- lilin itu dengan cekatan.
"Alice ,malam ini kau punya pertemuan dengan Alex?"tanya papa Alex.
" iya tuan. Omaku yang membuat janji dengan Alex. Kami datang untuk memberikan proposal ini tuan." ucap Alice
Marisa menyerahkan proposal yang ada di tasnya. Tuan Frederico Kusuma selaku Presiden Direktur PT.Kusuma Contractor Grup membacanya dengan teliti.
Kemudian ia berbisik pada Alex, Alex hanya menganggukan kepalanya.
Pikiran Alex tidak focus malam ini karena ia mengamati jari jemari Alice yang terus ditautkan Arya tanpa lepas sekalipun.
Arya mengambil laptop yang ada di tas Marisa. Arya memulai Presentasinya dan memberikan penjelasan pada Tuan Frederico mengenai seluk beluk bisnis perusahaan Property Tjokro Grup.
"Di akhir kata ,saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan tuan mendengarkan Presentasi kami." ucap Arya sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada Tuan Frederico.
Tuan Frederico tersenyum dan mengambil proposal itu lalu menorehkan tandatangannya di atas kertas itu.
"Terima kasih tuan." ucap Alice dengan ekspresi senang segera berdiri dan membungkukkan badannya .
"Terima kasih tuan." ucap Marisa dan Adrian berbarengan sambil membungkukan badannya.
Frederico menatap Arya dan bergumam
' Harris tepat memilihkan jodoh anaknya seorang yang cerdas, ulet dan pantang menyerah.'
"Alice, aku turut sedih kehilangan sosok papamu seorang yang ulet dalam berbisnis. Maafkan om ya, om menyesal pernah memisahkanmu dengan Alex. Hati- hatilah kalian terhadap Gerald." ucap Tuan Frederico.
"Om, aku sudah melupakan masa laluku. Pintu maaf aku terbuka buat om. Kalo itu namanya takdir aku tidak berjodoh dengan Alex om."ucap Alice sambil menatap Alex sesaat.
Alex pun termenung dan sangat menyesali tindakan pengecutnya di masa lalu.
BERSAMBUNG🙏
^Ayo dukung Author terus beri Vote, Like dan Comment😁
Thanks🙏
^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita😊