Princess Alice

Princess Alice
92. Bertemu Farel



🌹🌹Happy Reading🌹🌹


Alice keluar dari mobil merahnya sambil menaruh kacamata hitamnya di hidung mancungnya. Ia berjalan dengan anggun memasuki Lobby gedung yang bertulisan 'JR Bale Company'. Banyak mata menatap nyonya muda ini dengan rasa kagum dan beberapa dengan rasa iri.


'Wow...perusahaan sepupuku lebih besar dari milik keluargaku.'


Dari jauh sepasang mata melihat Alice yang sedang berjalan memasuki lobby gedung.


' Selangkah lagi kau akan menjadi milikku Alice.'


Alice berjalan dengan anggun hanya menatap ke arah pintu lift yang berada di lobby gedung mewah itu. Ia tak menyadari ada sepasang kaki yang terus mendekatinya dan semakin mendekat, hingga suara sang pengawal wanitanya terdengar lebih tinggi dari biasanya.


" Tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" ucap sang pengawal wanita itu sambil menjulurkan tangan 90 derajat menghalangi tangan tuan muda yang hendak menarik pinggang nyonya mudanya.


" Hei pengawal bodoh, singkirkan tangan jelekmu itu dari hadapanku!" ucap tuan muda itu.


Alice yang terkejut mendengar suara pengawal wanitanya yang sedang berdebat dengan seorang tuan muda, spontan menolehkan mukanya ke arah sumber suara itu.


Alice membelalakan matanya dan membuka kacamata hitamnya.


" Farel Bramantya?" ucap Alice dengan expresi terkejut.


" Iya honey. It' s me. Aku sangat merindukan dirimu honey." ucap tuan muda yang mendapat julukan Casanova di negeri ini.


Alice memutar bola mata malasnya sambil menghela nafasnya


' Si** kenapa hari ini aku harus berjumpa dengan pria bodoh ini?' gumam Alice


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Alice penasaran.


"Aku baru saja bertemu seorang investor asing dan ia akan menanam modalnya di salah satu projekku. Aku hebat kan honey?" ucap tuan muda itu sambil menaik turunkan kedua alis tebalnya.


Alice menahan rasa jengkelnya sambil tetap tersenyum manis. Ia memberi kode dengan jarinya pada tuan muda itu untuk mengikutinya menuju sepasang kursi dan sebuah meja yang tersedia di lobby gedung itu .Farel mengikuti Alice menuju sepasang kursi dan sebuah meja itu yang berada di pinggir jendela kaca yang lebar yang dapat melihat pemandangan jalanan ibukota dan gedung- gedung perkantoran yang menjulang tinggi.


" Silakan duduk tuan Farel Bramantya." ucap Alice sambil memberi kode dengan kelima jarinya mempersilakan tamunya duduk.


Farel pun memposisikan bokongnya di kursi merah yang sangat empuk yang berada di lobby gedung mewah itu.


Sedangkan kedua manusia pelayan tuan muda dan nyonya mudanya setia berdiri menunggu majikannya selesai berbicara.


Sekretaris tuan Farel Bramantya yang bernama Julius mengamati wanita muda cantik yang sedang berbincang tuan mudanya itu.


' Wanita muda ini sangat berbeda dengan wanita yang biasa ditemui tuan muda. Ia terlihat cerdas dan tentunya juga cantik. Aku penasaran apa yang mereka sedang bicarakan?' gumamnya.


Lain halnya dengan pengawal wanita Alice, ia sibuk chat dengan bos prianya yang tidak lain tuan Arya.


Pengawal: Maaf tuan, saat ini nyonya sedang berbincang dengan tuan muda Bramantya. Kami tak sengaja bertemu tuan muda ini di lobby gedung JR Bale company.


Arya: Awasi mereka dan kau rekam video mereka. Apa yang akan dilakukan nyonyamu di JR Bale Company?


Pengawal: Aku kurang tau tuan. Baik tuan aku akan mengawasi mereka.


Pengawal wanita Alice lalu menutup ponselnya dan kembali mengamati nyonya dan tuan muda bramantya.


Farel mengamati sekelilingnya dan memuji interior lobby gedung mewah ini.


" Lihatlah Alice tempat ini, sungguh mewah bukan? perusahaanmu tidak ada apa- apanya dengan perusahaan ini. Setelah aku mendapat modal dari tuan Bale CEO perusahaan ini, aku akan segera membeli perusahaanmu dan suami kesayanganmu akan aku usir honey dan kita akan menikah secepatnya. Bagaimana honey?" ucap tuan muda Bramantya berkhayal sambil menaik turunkan kedua alisnya itu.


Alice menarik nafas panjang dan menghembuskannya


Alice mengeser kursinya mendekat ke arah kursi Farel lalu ia mengelus punggung tangan Farel yang dipenuhi bulu itu.


" Iya tempat ini sangat mewah dan perusahaanku tidak sebanding dengan perusahaan ini. Kau baru saja mengatakan hendak membeli perusahaanku? Benarkah? " ucap Alice dengan suara lembut dan ekspresi puppy eyes nya.


Farel yang terkejut atas tindakan Alice yang tiba- tiba mengelus punggung tangannya serta badannya yang seksi yang mendekati badannya hanya tinggal berjarak 2 jengkal membuat sontak jiwa casanovanya berjerit dan ia sudah beberapa kali menelan salivanya karena menatap bahu putih mulus milik Alice yang terbuka di depannya serta gunung kembar milik Alice yang tampak besar dan padat disebabkan ia masih menyusui baby nya.


Sekretaris Jul yang melihat kejadian ini membelalakan matanya sambil bergumam


' Haaa...Cerdik sekali wanita ini. Taruhan pasti tuan mudaku sedang terjerat perangkap wanita muda ini sedangkan tuan mudaku yang bodoh ini pasti sedang panas dingin menahan juniornya keluar kandang. Hahaha...kasihan deh loe.'


Tanpa disadari Farel, ia sudah terperangkap jerat Alice. Ia menceritakan pada Alice ia sudah memiliki beberapa aset perusahaan Alice yang dijual oleh seseorang dari perusahaan Alice.


Alice yang mendengarkan cerita Farel mengepalkan tangan kiri di bawah kursi sedang tangan kanan masih berada di punggung tangan Farel yang penuh bulu.


' Aku akan segera menyelidiki siapa pengkhianat di perusahaanku setelah kembali dari JR Bale company ini.' gumamnya.


Tiba- tiba Alice mencium pipi kanan Farel


" Maaf Farel, aku hampir lupa aku ada janji dengan temanku di gedung ini. Oops...sudah waktunya aku jalan. Bye Farel." ucap Alice sambil melambai- lambaikan kelima jari lentiknya dan berpura- pura tersenyum manis.


Alice kembali memakai kacamata hitamnya kembali dan mempercepat langkahnya menuju pintu lift.


' Aku harus secepatnya mendapatkan solusi terbaik untuk menyelamatkan perusahaan papaku dan mencari pengkhianat di perusahaanku.'


Sang pengawal wanitanya bergegas mematikan video dan meng klik dan sent ke bos prianya lalu menutup ponselnya dan setengah berlari mengejar nyonya mudanya.


" Nyonya...nyonya baik- baik sajakah?" tanya sang pengawal wanita penasaran .


Sekarang mereka tinggal berdua saja berada di lift menuju lantai paling atas.


Alice membuka kacamata hitamnya lalu ia masukkan ke dalam tasnya. Ia menolehkan mukanya pada pengawal wanitanya


" Tentu saja tidak. Aku sangat jengkel dari tadi hampir saja aku hendak menonjoknya. Sekarang aku sedang berpikir bagaimana aku menyelamatkan perusahaanku." ucap Alice kesal.


ting...


Mereka sudah sampai di lantai paling atas gedung mewah ini. Alice melangkahkan kakinya dengan cepat diikuti pengawal wanitanya menuju ruangan tuan Bale.


" Selamat siang Nyonya. Apakah anda ada janji dengan tuan Bale?" tanya seorang wanita muda sekretaris tuan Bale.


" iya. Katakan saja Alice." ucap Alice.


Tak berapa lama sekretaris wanita itu membukakan pintu untuk Alice.


" Hallo brother. Apa kabarmu ? " ucap Alice tersenyum.


Chris yang melihat adik sepupunya berkunjung segera bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan menghampirinya sambil merentangkan tangannya lebar- lebar. Alice segera menghampirinya sepupunya dan memeluknya sambil tersenyum.


' Hmm...hangat. Untung pengawalku di luar ruangan kalo tidak ia bisa melaporkan hal ini pada suamiku.' gumam Alice.


Bersambung🙏


^ Ayo dukung author dengan beri Vote, Like dan Comment😁


Thanks🙏


^ Jangan lupa klik Favorite untuk update cerita ini😁