
🌹🌹Happy Reading🌹🌹
Setibanya di Apartment Arya, Arya mengeluarkan koper merah milik Alice dari bagasi mobilnya dan membawakan koper merah menuju lift..
Alice mengikuti langkah Arya, sambil mengamati pria tersebut
'Kak Arya begitu perhatian sekali padaku, membuat jantungku semakin berdegub kencang '
Arya mendorong koper merah menuju kamar Alice.
"Thanks ya kak"
"Sama - sama princess"
Alice segera membongkar kopernya menata bajunya ke dalam lemari baju , kemudian dia mengambil sepasang piyama dan bergegas ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi, ia mencium wangi masakan buatan kak Arya.
'Hmm..kak Arya masak apa ya?'
Alice berjalan sambil berjinjit mendekati Arya yang masih fokus dengan masakannya.
Tiba-tiba Arya membalikkan badannya, hanya berjarak 5 cm antara wajah mereka, membuat Alice menatap Arya dengan mata almondnya yang berwarna coklat menatap mata Arya yang berwarna hitam.
"Hmm..ayo kita makan dulu, kakak masak kwetiaw goreng seafood, kamu suka?" tanya Arya mengalihkan perhatian, dia merasa jantungnya berdegub kencang.
"Suka kak, pasti enak nih" kata Alice dengan mata berbinar-binar melihat makanan yang siap disantapnya .
"Gimana kakimu, masih sakit?,kakak urut lagi ya?"
"Masih sedikit sakit kak" jawab Alice spontan .
Akhirnya Alice tersadar, 'gawat nih, mukaku pasti merah ketauan ngak ya ?'
Selesai makan, Alice segera mencuci piring mereka, dia berpikir mau segera pergi ke kamarnya untuk berpura-pura tidur, tetapi terlambat Arya sudah datang membawa kotak obat-obatan..
"Alice kemari!"
Arya sambil memberi kode pada Alice dengan tangannya untuk duduk di sofa.
Dengan kaki sedikit diseret Alice terpaksa menuruti perintah Arya untuk duduk manis di sofa untuk diurut.
'Gawat nih, aku bisa mati muda nih kalau tiap hari begini'
Alice mengambil nafas dalam- dalam, dan mengatur nafasnya agar tidak nervous di depan Arya..
Arya meletakkan kaki Alice yang terkilir di sofa, dan dengan gerakan lembut & terampil ia mengurut kaki Alice..
Sambil diurut Arya, Alice memperhatikan Arya dari ujung rambut sampai ujung kakinya,
'OMG kak Arya begitu tampan, kok aku mikir kak Arya lebih tampan, bagaimana dengan kak Adrian?, ini tidak benar'
Alice mengeleng -gelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya ..
"Ada apa Alice,kepalamu sakit juga?" tanya Arya mengagetkan Alice dari lamunannya.
"Eh, oh ngak kok kak, aku teringat papa , hari ini aku belum menelponnya" kata Alice menutupi malunya.
"Kamu telpon aja, nih telponmu"
"Eh, iya kak"
Segera jari jemari Alice mencari daftar nama papa di ponselnya.
"Hallo pa, ini Alice gimana kabarmu?maaf pa aku baru sempat sekarang menelpon sudah larut malam"kata Alice
"Hallo Princess, papa baik nak, maafin papa juga sibuk sampai lupa menelpon, gimana kabarmu? aku sudah dengar dari Arya bahwa ada pria yang mencoba menculikmu di Club Silver X jumat kemarin ya?" tanya papa
Alice mendelik pada Arya, ternyata dia mata-mata papa juga, sudah melaporkan segalanya pada papa.
"Iya pa, tapi aku berhasil lolos berkat bantuan Arya dan teman-temanku."
"Sekarang aku menginap di apartment Arya, karena menurut Arya belum aman kalau aku pulang ke rumah sendirian "
"Sebaiknya begitu sayang karena pria-pria yang kemarin mengganggumu belum tertangkap polisi, kamu sebaiknya tinggal dulu sama Arya sampai papa pulang ya nak" pinta papanya.
"Baiklah pa, sekarang aku mau tidur dulu ya pa, bye"
"Bye princess,take care" jawab papanya.
Alice menutup telponnya ,kemudian dia melihat Arya sambil berkata
" Kak, kakiku sudah lebih baik, kakak bisa istirahat sekarang"
"oh, baiklah aku mau mandi sekarang ".
Setelah Arya hilang dari pandangannya, Alice melihat jam menunjukkan pukul 21.00, mataku masih belum mau terpejam.
Alice mengambil remote TV, mulai mencari saluran TV yang menarik, akhirnya dia menemukan sitkom yang lucu..
Alice tertawa ngakak melihat tingkah aktor komedi itu, dia tidak menyadari Arya mengamatinya dari belakang sofa.
'Gadis yang polos,lucu, imut dan...kenapa jantungku berdebar setiap menatapnya?'
"Good morning Alice, kakak sudah menyiapkan sarapan pagi ini Sandwich , kamu suka?" tanya Arya.
Waktu menunjukkan pukul 7 pagi ,Alice baru saja keluar dari kamar mandinya dan hendak berangkat ke kampusnya.
"Good morning kak Arya, terima kasih kak sudah membuatkan sarapan,keliatannya aku tidak keburu sarapan karena aku ada kuliah pagi ini dan dosennya killer kak, aku pergi dulu ya kak" kata Alice sambil mengambil sandwichnya.
"Ok kalo begitu kita berangkat bareng, aku juga ada rapat pagi ini, aku antarkan kamu ke kampus ya"
"Oh, baiklah"jawab Alice
Di dalam mobil, Alice lebih banyak diam mendengarkan banyak wejangan dari Arya..
"Ini card acess apartmentku, habis selesai kuliah langsung pulang ke apartment, jangan merayap pergi dengan teman-temanmu"
"Kedua jangan membukakan pintu kalau kamu tidak kenal orangnya"
"Ketiga aku akan pulang cepat, nanti mengajakmu ke supermarket untuk belanja "kata Arya.
Alice terngantuk-ngantuk mendengar wejangan yang sangat panjang, sambil menganggukkan kepala tanda setuju.
Ciitt..
Bunyi rem mobil berhenti di depan kampus Alice.
Akhirnya Aku terbebas juga, segera Alice turun dari mobil Arya sambil mengucapkan
" Thanks ya kak, sampai jumpa nanti sore"
Tiba-tiba terdengar suara yang familiar buat Alice..
"Alice" kata Adrian sambil menatap Alice yang keluar dari mobil yang tidak dikenalnya.
"Hallo kak Adrian" seru Alice sambil berjalan menuju Adrian pria pujaannya..
Arya menatap Alice dan Adrian, tiba-tiba di hatinya terasa sakit.
'Apakah aku cemburu?'
Segera Arya menyetir mobilnya meninggalkan Alice dan Adrian..
Alice langsung menggelendoti tangan Adrian..
"Kak Adrian kok jarang ke kampus ya? aku sudah lama tidak melihatmu, jadi aku kangen deh" kata Alice dengan manjanya.
Adrian tersipu malu karena tingkah laku Alice dilihat banyak orang di kampus.
"Iya, kakak tinggal maju skripsi sehingga jarang ke kampus" jawab Adrian.
"Kakak masih kost? atau balik ke rumah oma ku?"
"Kakak masih kost, minggu depan Nyonya ulang tahun, kemungkinan aku sekalian pulang ke rumah"
"Oh iya ya, aku baru ingat oma ulang tahun minggu depan, kakak mau balik bareng samaku ke rumah oma?"
"Thanks princess, aku sudah pesan travel "jawab Adrian buru-buru, ia tidak mau merepotkan Alice dan kena teguran Nyonya besar kalau tahu dia bersama Alice..
Sudah cukup lama Adrian menahan perasaan sayangnya pada Alice, dia tidak mau Nyonya besar mengetahuinya , walaupun dia tahu Alice pun menyambut rasa sayangnya padanya..
Di kantor Perusahaan Properti "Tjokro "group
Baru saja Arya tiba di kantornya, hendak membuka pintu kantornya, tiba- tiba Bu Ayu Widianti sekretaris Pak Harris mencegatnya.
"Pak Arya ada yang perlu kita bicarakan " kata Bu Ayu padanya.
"Baiklah, silakan masuk bu!" kata Arya mempersilahkan bu Ayu untuk masuk ke ruangannya..
Bu Ayu Widianti sudah 20 tahun bekerja di perusahaan Properti "Tjokro "Group, dia adalah sekretaris yang handal ,cekatan dan selalu mendampingi pak Harris..Dia juga diam-diam mencintai Pak Harris...
Alice sebenarnya sudah mengetahui sejak dia SMP, dan sudah menyetujui papanya untuk menikah dengannya, tapi sepertinya Papa masih belum bisa melupakan almarhum mama Alice yang sudah meninggalkan 20 tahun yang lalu..
"Ada apa bu?"tanya Arya menatap bu Ayu yang ekspresinya tegang.
" Pak Harris....., dia membuat surat wasiat dan mengirimnya kepadaku dan juga kepadamu ." kata bu Ayu dengan surat kecil supaya tidak ada orang lain yang mendengarkannya.
Arya pun berubah ekspresinya menjadi tegang, dan segera membuka email dari laptopnya..
Ia pun membaca email dari Pak Harris dengan hati-hati dan seksama..
Setelah membaca email itu, ia pun termenung dan berkata dalam hatinya
'Apakah Alice akan menerima keputusan ini yang tiba- tiba ini? dan apakah aku sanggup menjalaninya?'
Bersambung🙏
^Jangan lupa terus dukung Author dengan kaci VOTE, LIKE dan COMMENT ya guys 😁🙏
^Kalo tidak mau ketinggalan cerita terbaru/ Up dariku ; klik FAVORITE yach guys😁
Thanks🙏